Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 92 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


Tulisan bercetak miring adalah Mimpi!!


.


.


.


.


Gerakan mengayun semakin Lues, Hiro menatap sang putra dengan pandangan datar. Beberapa Minggu lagi, Sean Yamato dengan sah nya menyandang gelar pangeran mahkota untuk penerus Yakuza. Mendapatkan Irezumi di tubuhnya. Tes terakhir kalinya cukup berat untuk anak ini. Dan Hiro ingin tidak ada kecacatan dalam tes ke depannya. Derap langkah kaki membuat Hiro menoleh kebelakang.


"Bagaimana perkembangan Sean?" Seruan suara berat yang kini telah berada di samping Hiro.


"Sangat pesat, Pa!" jawab Hiro seadanya.


Zeo Yamato mungut-mungut pelan. Ia tau perkembangan keluarga kecil sang putra sulung. Terutama cucu lelaki nya itu, yang selalu mendapat pantauan dengan baik dari Zeo. Nomi juga


memberikan nya banyak informasi.


"Dia tidak terlihat mirip dengan mu."


Hiro menoleh ke samping mengerutkan dahinya menatap sang ayah dengan pandangan penuh tanya.


"Sean begitu hangat dan hidup. Aku sangat ingat, saat kau berusia enam tahun. Tatapan mata yang dingin penuh ambisi. Tidak pernah aku dapati pandangan bersahabat di ke dua matamu. Latihan gila tak pernah kau tinggal kan." Papar Zoe sembari melipat ke dua tangan di atas perut. Ia mengingat masa lalu pahit bagi ke duanya.


Hiro menghembuskan napas pendek. Membawa asap mengepul di udara yang dingin. Benar, ia melakukan banyak hal untuk kata kuat. Orang-orang berkata, pedang akan terasa semakin berat kala tetesan darah yang membasahi adalah darah orang tak bersalah. Namun bagi Hiro berbeda, pedang akan terasa semakin memberat kala pedang yang di ayunkan untuk dendam yang membara. Pria ini pernah berpikir untuk menghabisi Zeo Yamato. Mengingat bagaimana pria itu melesatkan timah panas padanya hanya karena kehilangan wanita yang ia cintai. Dan putra yang sangat ia bangga kan.


Akan tetapi, kini Hiro tau sangat tau perasaan kehilangan itu seperti apa. Hiro bahkan tak akan dapat membayangkan bagaimana dirinya jika Dera, Sean dan ke dua putri kembarnya juga di bantai habis-habisan. Hiro mungkin akan lebih gila dari pada Zeo. Yang pria ini sesalkan adalah kenapa harus padanya timah panas Zeo berlabuh.


Ia bahkan tak tau menahu apa yang terjadi saat itu. Yang ia lakukan hanyalah berlatih dan berlatih lebih keras lagi. Tapi, Zeo malah menembaknya dengan pandangan dingin. Seolah-olah ia tidak memiliki arti apapun untuk Zeo. Ia juga putranya, bahkan ia tak pernah mendapat kasih sayang Zeo. Tak pernah sedikitpun.


"Maaf tentang masa lalu, Son!" Zeo kembali mengulas kata, kala Hiro tak memberikan reaksi apapun. Hanya diam dengan wajah dingin.


Tepukan di bahunya membawa angukkan pelan dari Hiro."Tidak masalah. Semua hanya masalah Papa! Dera mencintai pria yang memiliki kelapangan hati. Jika masa lalu gila itu tak pernah ada. Mana mungkin aku bisa menjadi lebih kuat hingga melebarkan sayap ke Indonesia. Bertemu dengan Dera," balas Hiro pada akhirnya.


Zeo merasa hatinya tercubit mendengar perkataan Hiro. Ke dua manik matanya menyendu. Langkah lebar, setengah berlari mendekati mereka terlihat begitu menyejukkan mata. Setelah hati yang terasa tak karuan.


"Papa handuknya!" Ujar Sean dengan napas tak stabil.


Hiro tersenyum tipis. Menurunkan handuk leher di bahu kiri nya. Mengusap cepat peluh di dahi sampai leher Sean dengan telaten. Terdengar beberapa kali Sean menggerutu pada Hiro. Lucunya, Hiro hanya menanggapi dengan lelucon.


Beribu kali kata maaf tak akan mampu mengembalikan masa lalu. Atau rasa bersalah di hati Zeo pada Hiro. Jika pria ini tau lebih awal siapa Ibu Hiro. Tak mungkin ia melesatkan timah panas pada Hiro. Ia pikir, jika melukai sang putra maka Kara juga akan merasakan rasa yang sama. Sialnya, wanita pemanipulasi ulung itu bukanlah Ibu Hiro Yamato. Zeo bahkan heran bagaimana caranya Kara melakukan hal bejad dengan sesempurna itu. Dan sangat bersih, hingga tidak satu pun orangnya mampu tau siapa yang melahirkan Hiro. Kecuali Kara.


***


Kafe di persimpangan Osaka begitu ramai. Banyak orang yang memilih meminum segelas cup Kopi di tengah musim dingin yang melanda Jepang. Termasuk Leo, meskipun pria ini hampir mati bosan melakukan aksi melarikan diri dari sang ayah. Agar tak mendapat ceramah yang sama lebih sadisnya lagi, pria ini mungkin bisa di nikahkan paksa.


Dahinya berlipat kala mendapati wanita yang sangat ia kenal memasuki cafe yang sama dengan nya. Meski wanita itu menutupi wajahnya dengan masker. Postur tubuh dan mata itu tak bisa mengecoh Leo.


"Oh! Sialan!" kesal Leo.


Pria tampan ini cepat bergerak, menutup wajahnya dengan buku menu. Beruntung pria ini berada di bangku paling pojok. Kembali makian kasar lolos di bibir seksi Leo kala wanita itu malah mengambil posisi duduk di depan mejanya. Leo masih berusaha untuk tidak terlihat.


"Mau pesan apa Nona?" Seru sang waiters menyodorkan buku menu ke tangan wanita cantik itu.


"Dua hot kopi!" ujarnya pelan.


Gerakan pena menari di atas kertas terlihat."Apa mau memesan cemilan juga Nona?" tanyanya lagi.


"Tidak. Itu saja!" jawab cepat wanita cantik itu.


"Baiklah. Mohon di tunggu Nona!" Ujar sang waiters wanita itu sebelum berlalu.


Leo mengerutkan dahinya di balik buku menu yang ia gunakan untuk menutup wajah tampan nya. Ia tak tau kenapa wanita di depan nya ini keluar dengan pakaian yang aneh. Seolah ada yang ingin ia sembunyikan. Tidak butuh waktu lama, decitan kaki bangku memecahkan kecurigaan Leo.


"Dua Suster yang ada di Indonesia memberikan aku ancaman. Tolong urus!" Ujar nya dengan menyodorkan dua foto pada pria di depannya. Tanpa berbasa-basi.


"Aku sudah menghabisi lima dokter dan tiga suster yang mencoba memberontak. Kenapa kita waktu itu tidak menghabisi saja semua saat itu?" kesal nya dengan logat Amerika.


"Ini kesalahan kita. Saat itu keadaan sangat mendesak. Siapa yang tau nyonya Kara mati di tangan Bos Hiro. Jika saat itu tidak begitu, tentu saja aku tak perlu mendapat timah panas dan nyaris mati!!!" kesalnya.


Ke dua manik mata Leo membulat sempurna. Apa yang sebetulnya terjadi, hingga ada parasit di dalam kelompok Yakuza. Bahkan Yeko terkecoh. Kepala Leo langsung pening seketika. Ia tau tau apa yang sebenarnya ke duanya bahas. Yang pasti, ia baru tau wanita cantik ini adalah mata-mata Kara. Namun bukankah Kara telah mati, lalu pada siapa orang-orang ini bekerja.


"Bos Mibabel akan segera melakukan penyerangan besar-besaran tiga bulan lagi. Senjata yang kita bawa kabur dari Indonesia saat itu sudah sangat bisa di andalkan. Kau tak perlu khawatir sayang! Kau akan segara lepas dari Jepang dan bergabung dengan Dragon!" Ujarnya mengedip kan sebelah mata pada wanita di depannya.


Wanita cantik itu terkekeh pelan."Sudahlah Jeck! Aku harus kembali ke rumah. Sebelum ada yang curiga. Apa lagi Yeko," kesalnya.


"Baiklah."


"Maaf Nona dan Tuan. Ini minum nya!" Ujar sang waiters meletakan dua minuman yang di pesan.


"Terimakasih!" Balas sang wanita dengan senyum di balik masker nya.


***


Langkah kaki menyusuri jembatan kayu terasa memberat. Wanita manis itu melangkah semakin jauh. Tak tau kemana ia terus melangkah. Dari tadi ia melangkah tanpa ujung, membuat ia cukup merasa bingung. Ia bahkan seakan berada di labirin tak berujung.


"Mama!!" Seruan keras dengan tangan melambai pada Dera.


"Sean!" seru Dera dengan senyum lebar.


Ke dua kaki nya melangkah cepat menuju ujung jembatan. Menurun beberapa undak tangga. Sebelum ke dua kakinya menginjak rerumputan hijau. Berlari mendekati sang putra yang berada di tengah lapangan. Senyum lebar memudar kala, ia sampai di tengah-tengah lapangan berumput. Hijaunya rumput tak lagi terlihat, terganti dengan lautan darah. Di mana-mana ada tubuh yang tak lagi bernyawa.


"Kakak!! Sean!!!!!" Teriak Dera tak percaya.


Bruk!


Tubuh Sean ambruk menimpa tubuh Hiro sang suami. Dera memekik keras. Menolak apa yang ia lihat. Anak setinggi Sean tersenyum sinis dengan ke dua tangan berlumuran darah. Menggenggam erat pisau di tangannya. Tatapan sinis itu berubah menjadi mengiba pada Dera.


"Mama! Hentikan aku!" ujarnya dengan air mata mengalir,"Mama aku letih, ini menyiksaku! Mama." Lanjut nya sembari memutar arah pisau.


"Tidak!!!" Teriak Dera keras kala anak lelaki itu menusuk jantung nya sendiri.


Khuk!!!!


Kepala Dera mengeleng cepat. Ke dua kaki tak mampu di gerakan. Hingga tubuh itu ambruk. Air mata terus mengalir, ke dua mata anak itu tak tertutup. Hanya menatap hampa tanpa napas.


"Tidak!!!"


"Sayang! Sayang! Sadarlah!" Seru Hiro panik. Membangun kan sang istri.


Pria ini sedari tadi mencoba membangunkan Dera saat wanita ini berteriak dengan tubuh bergetar. Ke dua mata Dera terbuka, dengan cepat menghambur pada pelukan sang suami.


"Tidak apa-apa, aku di sini sayang. Tidak akan ada yang bisa menyakiti mu. Itu hanya mimpi buruk!" Ujar Hiro mengusap pelan punggung belakang Dera yang telah sangat basah.


Dera menangis keras. Tak tau hatinya begitu sakit tanpa alasan. Sudah beberapa kali ia seperti ini. Lucunya saat bangun ia tak tau apa yang telah ia mimpi kan. Alam bawah sadarnya seakan terkunci kembali. Tidak bisa mengingat mimpi apa yang membuat nya menangis.


.


.


.


.


.


Bersambung.....


Sedihnya 😭😭😭 apalagi........


Btw, mau happy ending atau Sad ending nih???🤣🤣🤣kalau mau Happy end mohon banyak Votenya🤑🤑 Author mater Vote🤣🤣🤣🤭🤭🤭


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???