Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 41 (End)



Mohon Like, Vote dan komen untuk terakhir kalinya di cerita ini ya all..☺️☺️☺️


.


.


.


Gemuruh memecah kan keheningan di tengah malam. Manusia terlelap dalam mimpi yang dalam. Namun tidak dengan keadaan seorang wanita yang berlari terseok-seok tanpa alas kaki. Peluh menetes membasahi sekujur tubuh. Telapak kaki tampak kumuh dan berdarah. Rasa nyeri di perut besarnya, ia tahan sekuat tenaga. Suara tembakan masih terdengar bergemuruh.


Ke dua kaki tak lagi mampu menahan bobot tubuh. Dera merosot bersembunyi di balik pepohonan besar. Dera lari, ke arah hutan di bagian Utara perumahan mewah. Air matanya mengalir, ke dua tangan bergetar hebat. Bibir pucat itu berkomat-Kamit melafalkan doa. Kediaman besar di serang, kala Hiro dan Yeko tak berada di rumah. Clara! Saat nama itu terpikir di otaknya. Air mata mengalir deras. Wanita cantik itu tertembak saat membantu nya kabur. Dera sangat takut sampai ingin mati. Namun, di sini ia tidak sendiri. Ada nyawa yang begitu berarti bagi Dera. Nyawa yang rela ia gantikan dengan nyawanya.


"Kak Hiro. Tolong aku!" Serunya mengepal ke dua tangan menyatu berdoa lirih.


Tangan bergetar hebat itu menyentuh perut besar yang terasa ngilu. Hembusan napasnya tertahan kala rungu menangkap derap langkah kaki mendekati posisi nya.


"Cari dia!"


"Kemana kita akan mencari nya?" Tanya pria bertubuh kekar dengan bahasa Jepang khas.


"Dia adalah wanita hamil. Tidak mungkin bisa kabur dengan mudah!"


"Sial sekali. Orang-orang kita banyak yang mati di rumah itu. Meski semua orang di sana tak lagi bernyawa!" kini giliran sang ketua mengguntuk keras.


"Kita cepat bergerak! Sebelum Bos besar Yakuza itu datang!" titahnya.


Pria-pria menakutkan itu langsung berpencar. Dera panik, kala suara ranting patah semakin mendekat. Tangan kanan Dera meraih batang kayu yang berada di depannya. Berdiri dengan perlahan, setidaknya. Ia harus mencoba melawan. Meski keadaan tak akan menyenangkan untuk diri.


Semakin dekat hingga tongkat kayu kumuh itu di angkat dan di ayunkan. Ayunan dapat di tahan, ke dua mata Dera terbelah saat sadar jika apa yang ia lakukan ternyata sia-sia.


Bruk!


Kayu di buang asal. Sebelum pria itu bergerak cepat. Menembak beberapa arah. Cukup empat kali. Tembak di layangkan.


**Door!


Door!


Door!


Door!


Akh**!!


Dera merosot. Menempelkan punggung belakang di pohon. Mengatur napas yang tercekat. Pria tampan itu mendekati Dera. Ia membuang asal senjata api milik nya. Melangkah cepat menuju ibu hamil itu. Memeluk erat tubuh wanita cantik itu.


"Terim—akasih telah datang!" Ujar Dera terbata-bata. Sebelum kehilangan kesadarannya.


Hembusan napas lega pria bermata bulan sabit itu terdengar jelas. Bahkan jantung nya terpompa cepat.


"Tuan muda!" Seruan di belakang tubuh Leo membuat kepalanya menoleh kebelakang.


"Aku berhasil menyelamatkan nya, Chou!" ujar Leo dengan nada berat penuh syukur.


Chou tersenyum mengangguk pelan. Tanpa kata Leo mengangkat tubuh Dera. Mengendong nya, di ikuti oleh Chou di belakang. Ke duanya menatap beberapa orang yang sangat ke duanya kenal. Orang-orang dari Dragon. Anggota gila yang begitu buas, saat mengigit maka tak akan pernah di lepaskan. Itulah moto Dragon. Leo dan Hiro harus menghabisi seluruh orang Dragon jika ingin tenang. Untuk Yakuza sendiri, bukanlah musuh besar. Jika mereka bisa menaklukkan Kara. Namun sayang, Kara adalah ibu Hiro. Tak akan pernah bisa di bunuh. Setidaknya itu lah yang Leo pikir kan.


***


**BUG!


BRUK**!


"Bos!"


Tubuh Hiro terjengkang kebelakang. Kala pukulan keras Leo layangkan. Mata lembut dingin terlihat menajam. Aura Leo benar-benar berbeda. Yeko dengan cepat membatu sang Bos. Hiro berdiri dengan mata berapi. Ia menyeka sudut bibirnya yang pecah. Tak jauh dari ke duanya, Zeo berdiri. Menatap ke duanya, Pria tua yang begitu gagah itu seakan-akan merasa ada yang salah dengan hatinya. Saat melihat ke duanya, mengapa hati nya seolah berkata jika ke duanya terlihat begitu mirip.


"Apa yang anda lakukan tuan!" Tegur Yeko marah.


Tangan Hiro terangkat. Meminta tangan kanan nya tak ikut campur. Hiro mengikis jaraknya dan Leo. Berdiri dengan dahi berlipat. Sebelum membungkuk dalam. Ke dua mata Yeko membulat sempurna melihat bagaimana Hiro membungkuk hormat pada Leo.


"Terimakasih telah menyelamatkan istri dan anakku!" Ujarnya masih membungkuk dengan nada penuh hormat.


Pria Yamato ini bisa mati kapan saja. Jika istri tercinta dan sang putra tak lagi di sisinya. Hiro akan melakukan banyak hal. Seperti nya semua nya telah di rencanakan. Kepergian nya ke Jepang dan rencana pembunuhan. Pria berwajah animasi ini, datang terburu-buru ke Jepang. Saat tau, jika Kara mengungkapkan jati dirinya. Dan mengancam akan membunuh Ibunya. Siapa sangka, jika kenyataan yang bahagia malah hampir merenggut nyawa Dera dan calon bayi mereka. Beruntung, Nomi sang Ibu membantu nya. Sesampainya di Jepang. Terjadi dua rencana pembunuhan. Dengan tangan nya sendiri, Hiro Yamato menyudahi penderitaannya. Membunuh wanita gila itu. Dan pembunuh yang lain gagal. Beruntung, Leo dan Chou berserta anak buahnya melumpuhkan orang-orang.


"Kau!!!" kesal Leo,"Ah! Sialan!" dengusnya sebelum membeli kan tubuhnya.


Zoe melangkah mendekati keduanya. Derap kaki mendekati mereka tak begitu di hirau kan. Nomi berlari mendekati Hiro dan Leo. Menatap ke dua berganti-gantian. Sebelum mengulas senyum lembut.


"Leo!" panggil Nomi pelan kala sampai di depan Leo.


"Ibu angkat. Kau di sini?" Tanya Leo tak percaya. Ia mendorong pelan bahu Nomi.


Nomi mengangguk pelan. Masih ingat dengan jelas oleh Nomi. Anak berusia enam tahun, berlari menangis dengan tubuh bergetar. Nomi berlari menarik tubuh Leo. Menyembunyikan anak kecil malang itu dari Kara. Nomi memiliki jasa besar untuk Leo. Mempertemukan Leo dan Chou. Yang saat itu tidak berada di sisi keluarga Wu. Tanpa membuka siapa Hiro sebenarnya. Dan siapa Leo sebenarnya. Ia hanya diam mengamati keadaan. Hingga, mendapatkan waktu yang tepat untuk membongkar semua nya.


"Aku disini. Karena wanita iblis itu telah mati!" Ujar Nomi mengusap punggung Leo penuh kasih sayang.


Leo membeku. Ia masih tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Hiro menepuk pelan bahu Leo dengan ekspresi dingin khas milik nya.


"Yohan Yamato. Harusnya kau mengatana siapa kau sebenarnya padaku. Aku adalah kakakmu!" Kesal Hiro pelan.


Zeo tersenyum lebar. Yohan! Putranya dan Wu Shan Shan. Yang sudah sangat lama ia cari keberadaan nya. Namun tak pernah ia temukan. Meski tempat kejadian seolah mengatakan jika putranya telah mati. Hati kecil nya tak menerima nya.


Nomi dan Hiro bergeser. Membiarkan Zoe memeluk tubuh kekar Leo. Hiro menatap Nomi. Senyum hangat yang tak pernah ia kembangkan di tampilkan. Tangan besar Hiro menyentuh tangan kasar sang Ibu.


"Kita lihat Dera di dalam ya, Bu!" Ujar Hiro tersenyum.


"Ya." Angguk Nomi cepat. Melangkah bersama Hiro. Membiarkan Leo yang masih bingung dengan keadaan.


***


7 Tahun kemudian


"Sean! Jangan berlarian!" tegur sang Ibu dengan nada keras.


Sean berhenti. Menatap sang Ibu, sebelum beralih pada Sari. Bibi cantik nya, yang selalu memanjatkan nya.


"Tidak apa-apa. Ayo kita main lagi." Hibur Sari sebelum mendapatkan dengusan dari Dera.


Wanita berambut sebahu yang terlihat semakin mengemaskan. Tak jauh dari mereka, Nomi baru saja datang bersama Clara. Wanita berdarah Cina itu membawa beberapa belanja. Beruntung, Clara dapat di selamat kan. Meski wanita cantik itu harus koma satu tahun. Lebih beruntung lagi, cinta nya berbalas. Yeko, pria itu. Telah menjadi suami dari Clara. Beberapa kali, keduanya mendapat ledekan dari keluarga kecil Yamato itu. Mengingat ketidak romantis Yeko.


"Nenek!" Seru Sean berlari mendekati Nomi.


Nomi membungkuk merentangkan ke dua tangan nya menyambut kedatangan sang cucu. Ia mengendong nya dan mencium pipi Sean bertubi-tubi. Rumah besar Yamato terasa begitu hangat. Gelak tawa mengalun. Meski duka dan rasa marah Dera sempat membuat Hiro uring-uringan. Dera Sandya, mencoba menerima semuanya.


Semua yang terjadi telah di gariskan. Kematian, jodoh dan pertemuan. Tak ada gunanya mendendam, hanya bisa mengikhlaskan semua nya. Sepasang tangan melingkar di perut rata Dera. Memeluk Dera dari belakang, dagu runcing di letakan dengan santai di bahu Dera.


"Apa yang istri ku lamunkan, Hem?"


Dera menoleh. Mengecup pelan pipi Hiro. Membawa senyum lebar di wajah Hiro. "Tidak ada."


Hiro mengeratkan pelukannya. Suara ricuh mengudang tawa geli. Sari terlibat pertengkaran kecil lagi dengan Leo di depan mereka. Ugh! Ke duanya saling beradu tatap. Sebelum tersenyum aneh.


"Sepertinya adikmu harus menikah dengan adikku, De!" Ujar Hiro.


Dera tertawa pelan."Ya, seperti nya begitu Tuan Mafia." Ujar Dera mengusap sebelah pipi Hiro.


Hiro terkekeh renyah. Sebelum melayangkan kecupan di pipi kanan Dera. Tarikan di ujung baju kemeja Hiro membawa antensi madu Hiro pada wajah chubby sang putra tampannya.


"Kenapa Mama dan Papa terus saja cium pipi! Kenapa aku tidak di cium!" Rajuk Sean mendapatkan godaan dari orang-orang di sana.


"Benar! Mama hanya sayang pada Papa mu saja, Sean!" ujar Sari memas-manasi anak berusia enam tahun itu.


Dera hanya dapat mengulum senyum. Sean merenggut.


"Mana ada. Mama dan Papa sayang Sean, kok!" Ujar Hiro melepas pelukannya.


Tangan besarnya terulur ingin mengendong sang putra. Sayang, tangan nya di tepis. Sean malah memelas minta di gendong sang Ibu. Dera menggangkat tubuh Sean begitu saja. Kini giliran Hiro yang merenggut.


"Mama hanya punya Sean!" Klaim Sean begitu saja.


Hiro mencibir anaknya ini sudah tau saja mengklaim kepunyaan. Hiro meraih pundak sang istri. Namum kembali di tepis Sean dengan kasar. Nomi hanya tertawa melihat sifat posesif sang cucu.


Tawa kembali menggelar kala Dera dan Hiro mengecup ke dua sisi Sean. Wajah anak lelaki kecil itu terlihat meringis. Di abadikan oleh Clara dengan kamera ponsel nya. Ah!!!! Begitu hangat.


**TAMAT


terimakasih atas semua dukungan yang telah dicurahkan untuk cerita satu ini🥺🥺🥺 dan Author meminta maaf karena jarang bisa update karena beberapa kendala. 🙏☺️☺️☺️


jika, Kakak sekalian memiliki waktu luang bisa mampir di ke dua cerita ku di bawah ini.


untuk yang suka cerita remaja bisa mampir di cerita yang judulnya "Leora"


dan untuk yang suka dengan drama kerajaan bisa mampir di cerita ku yang berjudul "Legenda Ratu Perak"


kisah ke duanya memiliki alur yang unik dan kisah yang menghibur dan menentang akan.


aku tunggu ya kakak-kakak untuk mampir☺️☺️☺️**