
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....ππβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπ€π€
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
.
.
.
.
Ke dua manik mata coklat kelam milik Sean terlihat menelisik setiap kotak transparan di depan ke dua matanya. Beberapa jenis Buaya betina di teliti dengan jelas. Beberapa anggota Mafia Yakuza berdiri tak jauh dari Sean. David, Delta dan Willem berdiri di belakang Sean. Dengan pria yang menjual beberapa Buaya.
"Ini Buaya betina yang pas untuk Buaya tuan muda. Usia nya cukup untuk kawin," jelasnya kala Sean tengah meneliti.
Sean menengadah menatap sang penjual Buaya."Berapa jam tahan kalau lagi kawin?" tanya Sean dengan nada serius.
Sontak saja gemuruh tawa mengalun di dalam kolam. Mungkin, anak lelaki satu ini tidak tau menahu tentang kawin. Sean Yamato mendengar Dokter Hewan kemarin bilang. Harus yang bisa kawin lama, mengingat stamina gila sang predator satu itu. Tiada yang tau dengan pasti apakah alasan Jery dan Jumbo melakukan hal melelahkan itu lantaran di biarkan lama menduda. Atau lantaran ke dua Buaya itu baru pertamakali mendapatkan daun muda? Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan aneh bin nyeleneh satu itu.
"Kenapa kalian tertawa?" tanya Delta menatap heran orang.
"Mungkin mereka hanya merasa lucu mendengar Sean yang biasnya tak banyak kata. Berbicara seperti itu," celetuk David dengan jawaban yang tak jelas.
"Oh! Astaga! Maafkan saya tuan muda Sean." Ujar sang penjual dengan memegang perut nya yang terasa sangat sakit mendengar pertanyaan dari sang calon pembeli.
Tolong katakan pada Sean, perkara hal kawin bukanlah perkara yang bisa gamblang di katakan. Meskipun ini untuk binatang sekalipun.
Sean menaikan alis mata kanan nya ke atas dengan tatapan heran."Apa ada yang aneh?" tanya Sean dengan nada dingin.
"Iββitu, bukan begitu tuan muda. Hanya saja saya tak menyangka tuan muda menanyakan hal seperti itu," jawabnya terbata-bata. Aura yang di keluarkan anak Yakuza satu ini memang tidak dapat di terima oleh orang awam dengan muda.
"Memangnya hal seperti itu apanya?" desak Sean.
"Sudahlah lupakan saja Sean. Kita harus mencari istri untuk duo tua-tua keladi peliharaan mu. Lihatlah bagaimana antusias nya Buaya tua itu melihat ke sini!" Ujar Willem menepuk pelan bahu Sean.
Sontak saja ke tiga anak itu menoleh ke arah kolam. Tak di sangka ke dua nya malah senyum. Kenapa Delta merasa Buaya tua itu bak om-om genit yang tersenyum mesum kala melihat wanita cantik. Apakah ini hanya perasaan nya saja?
"Dasar Buaya mata keranjang!" decak David membuat orang-orang kembali melambung kan tawa keras.
Jika di ruangan kolam Buaya tengah tertawa keras. Maka di ruangan tamu terasa panas dan bau. Jangan salah paham, di sini bukan bau lantaran tak bersih atau apapun namanya itu. Melainkan bau-bau hati yang terbakar rasa cemburu.
Hiro Yamato menatap nyalang pada Kevin Zhao. Bukan hanya pada Kevin saja, juga pada Pria di samping Kevin. Ke duanya sampai lima belas menit yang lalu. Sungguh terkutuk lah pria satu ini. Tak cukup hanya membawanya di dalam rumah. Malah membawa ayah dari Willem ke sini.
Clara meletakkan empat cangkir teh hangat dengan satu cangkir susu coklat khusus untuk ibu hamil. Dera duduk di kursi roda, mengingat ke dua kakinya mulai membengkak.
"Terimakasih telah menerima Will dengan baik di rumah ini, tuan dan nyonya Yamato." Ujar Carlos membungkuk pelan di sela duduk nya.
Dera tersenyum lembut."Tidak masalah tuan Zhao. Will adalah anak yang sangat baik dan hangat. Apa lagi, Will adalah keponakan dari Kak Kevin. Kami menerima Will seperti keluarga sendiri," balas Dera dengan sopan dan lembut.
Pria berparas gagah itu tersenyum simpul. Sangat gagah, siapa saja yang melihatnya akan merasa menderita asma dalam satu waktu. Hanya karena ketampanan wajah Carlos Zhao. Carlos akui, wanita yang pernah ia temui satu kali di supermarket sangat menarik. Siapa sangka jika wanita yang pernah ia temui adalah Ibu dari Sean Yamato. Nyonya Yamato yang misterius, yang tak pernah di ungkapkan di publik.
Sekaligus cinta sang adik. Oke, sekarang Carlos baru mampu mengakui apa yang membuat Kevin cinta mati pada Dera. Wanita yang mungkin tak mengingat nya lagi. Melihat tidak ada keterkejutan saat pertama kali bertemu. Bahkan di sini hanya ia yang terkejut melihat Dera. Yang di berada di kursi roda. Didorong oleh pria yang sangat ia kenal. Mengingat status mereka sama-sama Bos dari anggota Mafia.
Air wajah Hiro yang begitu tenang. Kini terlihat ketidak sukaan nya pada kehadiran mereka berdua. Terutama pada Kevin, yang sedari tadi terang-terangan menatap wajah manis Dera. Nyonya resmi Yakuza.
"Aku rasanya sangat ingin mengoleksi mata manusia," seru Hiro dengan nada berat.
Sontak saja Dera menoleh ke samping. Mendapati wajah kesal Hiro. Ia terkekeh pelan, Dera tau jika Kevin terus menerus menatap wajahnya. Tanpa kata jemu. Namun, melihat dan merasakan kecemburuan sang suami sangat lah menyenangkan baginya. Apalagi ini adalah hal langkah, membuat Dera pura-pura tak tau jika Hiro merasa cemburu.
"Aku tidak suka dengan mata manusia, Kak!" Balas Dera meraih tangan sang suami.
Bak api di siram air es. Seketika rasa cemburunya mati, ia menolah ke samping mendapati wajah istri yang sangat ia cintai. Dera tersenyum lebar, mengusap punggung tangan Hiro.
"Dari pada itu, sebaiknya Kakak dari sekarang memikirkan dan mencari nama pas untuk si kembar!" Ujar Dera lagi Manarik tangan sang suami jatuh pada perut besarnya.
Hiro merasakan gerakan dan tendangan di kembar. Ke duanya memang sangat aktif berperang di dalam sana. Selalu membuat Dera kekurangan tidur di malam hari. Karena gerakan aktif si kembar. Tak tau akan bagaimana ke duanya lahir nanti.
Carlos dapat menangkap tatapan sendu Kevin. Ia merasa tak tega pada Kevin yang mencintai Dera dengan tulus. Sayangnya, Dera hanya mampu mencintai satu pria saja. Dan dengan sangat jelas Carlos tau siapa pria yang di cintai oleh Dera. Satu kali lihat saja, Bos Mafia Devil ini tau. Jika Dera sangat mencintai Hiro Yamato. Begitu pula sebaliknya.
***
"Bukankah Papamu akan marah Will?" Tanya Sari takut-takut kala Willem menariknya masuk semakin dalam ke rumah besar milik nya.
"Tidak akan Mama. Papa ku tidak pernah memperhatikan banyak hal. Liburan telah usai, besok pagi aku akan kembali masuk sekolah. Tapi, aku tidak bisa tidur sendiri karena satu Minggu tidur bersama Sean dan yang lainnya!" Ujar Willem dengan antusias.
Sari mengigit pelan bibir bawahnya. Beberapa orang membungkuk hormat pada Willem. Sari tak tau sekaya dan apa status yang di sandang oleh Willem Zhao. Saat makan malam tadi Dera mengatakan ke dagangan ayah Willem dan Kevin ke rumah. Sayangnya, Sari sedang memang tidak berada di rumah. Mengingat ada hal lain yang harus ia urus.
Setelah makan malam. Masing-masing teman Sean di antara pulang ke rumah masing-masing. Dengan khusus Willem meminta Sari mengantarkan nya. Awalnya, sih begitu. Sampai Willem berubah pemikiran untuk membawa Sari masuk ke dalam rumah. Bahkan memaksa wanita cantik itu untuk tidur menemaninya.
"Mama belum berbicara pada Mama Dera!" Ujar Sari mencoba mencari alasan.
Jujur saja, Sari sangat takut tidur di tempat asing. Langkah ke duanya berhenti di depan pintu kayu.
"Tenang saja Ma. Aku sudah mengirim kan pesan pada Mama Dera," balas Willem dengan raut tenang.
"Apa? Kapan kau melakukan nya?" tanya Sari tercengang.
"Tadi, saat di mobil." Jawab Willem santai membuka pintu kamar.
"Tapβββ"
"Mama tidak mau menemaniku. Apa Mama tidak sayang lagi padaku. Bukankah Mama bilang jika butuh apapun Mama akan membantu ku. Tapi kenapa sekarang di ingkari?" Tanya Willem masang wajah sedih maksimal.
Deg!
Kasihan.
Sari tak mampu mengeluarkan kata-kata lagi. Melihat wajah mengenaskan Willem. Pada akhirnya ia pasrah, mengangguk pelan.
.
.
.
.
Bersambung...
Mohon maaf ya sering update malam. Karena beberapa hari gak ada Kouta dataπ€πππ
Nebeng sama Orang. Beginilah jadinyaπππππ
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....ππβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπ€π€
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???