Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 84 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


Rumah Sakit besar milik Yakuza terlihat tenang. Sean terlihat gelisah dalam duduknya. Leo mengusap pelan puncak kepala Sean. Ia tau, anak satu ini merasakan takut yang amat sangat. Mengingat sang ibu berada di dalam sana. Tengah melakukan operasi pengangkatan si kembar. Di luar sana salju semakin lebat menghujani bumi.


"Tidak apa-apa. Mama mu pasti baik-baik saja, lagipula ada Papa mu kan di dalam!" ujar Leo menenangkan Sean.


Sean menoleh ke samping. Sedikit menengadah menatap sang Paman. Anak satu ini memilih bersikeras untuk tidak masuk sekolah hanya karena khawatir pada sang Ibu. Sean ingin melihat sang Ibu baik-baik saja. Ini adalah pertama kali untuk ia melihat sang Ibu harus berada di meja Operasi. Jarak yang cukup lumayan jauh antara ia dan ke dua adik-adik nya.


Sembilan tahun, baru kembali hadir keturunan ke dua dari Mafia Yakuza itu. Lucunya, mereka malah mendapat langsung dua jabang bayi.


"Coklat hangat nya!" Seru Sari menyodorkan dua cup coklat hangat pada Leo dan Sean.


Ke duanya menengah menatap Sari. Gadis cantik itu tersenyum hangat, sontak saja Sean dan Hiro meraih cup coklat hangat dari tangan Sari. Derap langkah kaki mendekati ruang tunggu. Ke tiga nya langsung mengarahkan pandangan masing-masing pada dua orang yang berjalan mendekati mereka.


Sean mengulas senyum. Kala mendapati wajah ke tiga sahabat nya. Lucunya, ke tiga nya malah terlihat cemas. Delta, Willem, David di dampingi oleh Carlos. Pria dewasa itu membawa beberapa kotak makanan siap saji. Carlos berpikir, mungkin orang yang ada di Rumah Sakit belum mengisi perut.


"Berapa jam lagi?" tanya Carlos dengan suara berat nan seksi khas milik nya.


Sari menoleh ke angka-angka di samping pintu. Tersisa waktu lima belas menit lagi.


"Seperti nya, lima belas menit lagi!" balas Sari dengan nada lembut.


"Mungkin kalian bisa mengganjal perut dengan makanan yang aku beli. Ketiga anak ini tidak ingin makan. Mereka beralasan ingin makan bersama Sean!" papar Carlos.


Sari mengusap pelan puncak kepala Willem. Empat bulan ke dekatkan antara ia dan Carlos. Cukup membawa perubahan signifikan untuk Carlos. Hot duda satu ini, melunak. Bahkan mau makan bersama dan lebih memperhatikan Willem.


"Tidak apa-apa. Lagipula Rumah Sakit ini bukanlah Rumah Sakit biasa. Di sini ada tempat makan yang di sediakan untuk keluarga pasien!" Balas Sari sembari mengusap pelan rambut Willem.


Diam-diam Leo menatap ke duanya yang tengah berbincang-bincang. Bersama Willem di tengah-tengah mereka. Sangat serasi, seperti keluarga kecil lainnya. Perut keras berotot di sikut pelan, sang pemilik tangan terlihat menyeringai.


"Tante Sari sudah ada gandengan. Kapan Paman juga punya?" Goda Sean menaik turunkan ke dua alis matanya.


Leo terkekeh pelan. Ia tak menyangka sang keponakan masih sempat-sempatnya menggoda nya, di saat seperti ini.


"Aku ingin menjadi perjaka tua saja," jawab Leo santai.


Dahi Sean berlipat. David beringsut mendekati Leo dan Sean. Sedangkan Delta hanya memilih menjadi pengamat situasi saja. Karena di sana Wilem terlihat sibuk dengan calon Mama barunya.


"Ah, masa Paman Leo kalah sama Jumbo dan Jery!" celetuk David dengan wajah meremehkan.


"Seperti nya Paman ku memang harus berguru pada Jumbo dan Jery!" desah Sean pelan.


Kembali lagi Leo terkekeh renyah. Leo tau kegilaan sang keponakan dan teman-temannya. Membeli dua Buaya betina untuk Buaya jantan. Mematahkan kata Buaya itu setia. Hingga membangun sistem baru. Yaitu, Buaya setia kalau istri masih ada. Dan akan berpoligami kala pasangan pertama telah tiada. Cukup menggelitik.


"Paman sih, mau saja menikah asalkan Mama Dera mau menikah juga dengan Paman. Satu istri dua suami! Boleh juga kan ya?" kini giliran Leo yang menggoda Sean.


Sontak saja Sean cemberut kesal. Yang benar saja, berbagai dengan sang ayah saja sudah membuat nya kesal. Apa lagi dengan Leo. Ogah saja.


Jika di luar telah merasa tenang. Maka di dalam ruangan steril meja Operasi terlihat lega. Si kembar telah keluar dengan selamat. Telah di bersihkan dengan baik. Dokter masih sibuk dengan menjahit perut Dera. Wanita satu ini masih sadar. Beberapa kantong darah kosong di gantikan dengan yang baru. Hiro Yamato, pria yang terbiasa dengan darah ini terlihat pucat.


Hiro tidak takut dengan darah. Yang membuat ia pucat adalah wajah letih sang istri. Ia tak pernah beranjak dari sisi kanan Dera. Terus mengusap pelan peluh yang mendiami dahi sang istri.


Bahkan kala dua tangisan bayi mengudara. Hiro tak teralihkan, ia hanya berdiam diri di sisi Dera. Menggenggam tangan Dera, tak ingin lepas. Meski Dera mengakan untuk pria satu ini melihat sekedar mengusap anak perempuan mereka. Sayang nya, pria ini lebih ingin bertahan di samping Dera.


Bagi Hiro mendengar tangisan sang bayi sudah lebih dari cukup.


"Kau lelah?" tanya Hiro sangat pelan. Nyaris berbisik.


"Apa sakit?"


"Jangan khawatir kak. Aku tidak apa-apa. Apa Kakak lupa semua yang ada di ruangan ini adalah Dokter," peringat Dera.


Entahlah. Apakah ini di kategori dengan lucu atau hanya tingkat waspada yang tinggi. Hiro Yamato, membawa seluruh Dokter ikut serta dalam operasi ini. Mulai dari Dokter ahli Saraf, bedah jantung, Dokter ginjal dan masih banyak lagi. Pria itu takut terjadi hal yang tidak di inginkan semua Dokter yang ahli di bidangnya berada di sini.


Hiro terkekeh pelan dengan kebodohan nya. Usapan pelan dari jari jemari tangan Dera di telapak tangan nya terasa. Dera meminta sang suami untuk tidak khawatir.


***


Ruangan perawatan Dera begitu bising. Dua box bayi menjadi sasaran incaran ke empat anak yang putih kemerahan. Mata bulan sabit terlihat, bibir merah merekah, hidung si kecil terlihat bangir dan netra coklat khas milik Hiro dan Sean juga di miliki oleh ke duanya.


Dera tengah tertidur setelah meminum obat. Pemandangan lucu tak dapat terhindar. Leo yang duduk di samping Hiro menatap wajah lelah Dera di atas ranjang. Sari mengawasi ke empat anak-anak yang takutnya bertindak aneh-aneh. Carlos hanya satu jam saja di sana. Hot Papa satu itu memiliki banyak pekerjaan yang tak bisa di tunda. Hal hasil, ia pamit terlebih dahulu. Meninggalkan sang putra di Rumah Sakit.


"Sean! Dia mirip dengan mu," ujar David menatap takjub ke dua bayi kembar di box.


Dengan pongah Sean mengangkat dagunya. Willem menatap intens ke dua bayi kembar tak indentik tersebut.


"Siapa namanya?" tanya Delta penasaran.


Sean menoleh kebelakang. Dimana sang Ayah dan sang Paman duduk berdampingan.


"Papa!" seru Sean.


Sontak saja Hiro menoleh ke arah sang putra.


"Siapa nama ke duanya?" tanya Sean kembali.


Hiro berdiri dari duduknya. Melangkah mendekati box bayi, menahan laju kata untuk menjawab nama si jabang bayi. Bayi mungil yang menyejukkan hati. Ia sempat mengendong si kembar saat Dera masih terjaga.


"Yang ini, yang lahir pertama kali." Tujuk Hiro pada bayi merah berlesung pipi dengan senyum hangat nya."Namanya adalah Launa Yamato yang berati surga. Sedangan yang satunya lagi, bernama Laura


Yamato yang berarti kehormatan dan kemenangan." Lanjut Hiro mengusap pipi ke duanya bergantian.


"Woooah!!!"


Seruan serentak dari ke empat nya takjub dengan nama yang di berikan oleh Hiro.


"Bagaimana?" tanya Hiro pada Sean.


"Aku suka!" jawab Sean membalas senyum sang ayah.


Mulai saat ini. Sean Yamato akan menjadi pelindung untuk si kembar. Ke depannya ada tiga orang perempuan yang akan selalu menjadi prioritas nya.


"Hai Launa dan Laura!" sapa Willem pelan,"Ah! Aku juga ingin punya adik," lanjut Willem memberikan kode pada Sari yang masih asik menjadi pendengar yang baik.


Wajah Sari memerah seketika. Kala di tatap oleh empat orang anak sekaligus. Setelah Willem mengeluarkan suara.


.


.


.


.


Bersambung.....


Wah... aku juga mau punya adek... eh salah maksudnya punya suami🤣🤣🤣🙈🙈aku tunggu kau dewasa Sean. 🤣🤣🤣🤣🤣


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???