Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 89 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


Ketukan jari jemari di atas meja kaca membuat kerutan tersendiri di dahinya. Kematian anggota memang membuat wanita cantik ini sempat merasa donw. Rasa sakit dan dendam membuat diri semakin gila saja. Tiga ketukan di luar pintu membuat ia menghentikan kegiatan nya. Menoleh menatap si pengetuk pintu. Pria dengan wajah bekas katana itu menunduk memberi hormat pada wanita di depan sana.


"Mendekat lah!" titah Mirabel dengan nada tegas.


Pria dengan penuh bekas luka itu menyeret langkah sebelah kakinya yang layu. Hingga berhenti di meja besar, yang menjadi pembatas ia dan sang sekutu mantan tuanya.


"Hiro terlalu cepat mencium bau busuk. Gadis itu di habisi," lapornya dengan nada geram.


Mirabel tak bereaksi apapun. Manik mata hitam tajam miliknya menyoroti pria yang sempat ia selamat kan. Mana kala, Pembantai besar-besaran terjadi di kediaman besar Yakuza sepuluh tahun lalu. Menewaskan Nyonya besar Yakuza, Ibu angkat dari Hiro Yamato. Saat itu pria ini, hampir meregang nyawa.


"Tidak masalah, toh hasil ini memang sudah di kita ketahui!" Mirabel angkat suara.


"Maaf, Bos!" sesal Alex.


"Tidak masalah. Meski dia telah membunuh banyak anggota Dragon yang tersebar, dia lupa jika Dragon sama seperti Yakuza. Jika Yakuza menguasai Asia Tenggara. Maka Dragon adalah pengusaha Eropa. Kelompok ku sudah mendapatkan tempat yang tidak goyah!" Ujar Mirabel mengangkat angkuh dagunya.


Alex akui, jika Dragon sempat merasakan jatuh ke dasar jurang. Terburuk sangat-sangat buruk, Mirabel Nakano bukan wanita yang lemah. Ia mampu berdiri salah di terjang banyak gelombang. Ia adalah wanita sekuat baja, bak rumput liar. Meski di injak dan di bunuh ia tak akan mati dengan mudah. Akan tetap tumbuh kembali. Seperti saat ini.


Sembilan bulan Mirabel mulai menguasai Eropa. Dengan bakat kecantikan dan lidah yang licin, ia mampu membuat kelompok nya berdiri dengan kokoh. Tak masalah menjual harga diri, karena dendam adalah harga mati.


"Apa rencana kita selanjutnya, Bos?" tanya Alex pelan.


Mirabel kembali mengetuk meja kerjanya.


Kreak!


Pintu terbuka tanpa ketukan. Ke duanya menoleh ke ambang pintu. Dimana anak pria berdiri dengan wajah dingin.


"Mom!" serunya dengan nada berat.


Alex menatap dalam anak lelaki berusia sembilan tahun itu. Ternyata hubungan darah memang tidak bisa di sangkal, anak ini begitu mirip dengan Hiro Yamato. Bisa di bilang, anak ini adalah senjata tersembunyi di balik kebangkitan Dragon.


"Mendekatlah, Son!" Titah Mirabel memanggil anak lelaki itu dengan senyum lebar.


Tidak ada kata, anak itu melangkah mendekati Mirabel. Mata Alex semakin menatap anak yang kini telah berada di samping Mirabel.


"Berilah salam, dia akan menjadi pangeran mahkota untuk Dragon. Menjadi penerusku," tutur Mirabel dengan tegas.


Alex membungkuk dalam sebelum kembali menegakkan tubuhnya seperti semula.


"Terimalah hormat dari ku, Bos kecil Vian Nakano," ujar Alex dengan nada berat.


Manik mata coklat kelam itu menatap lama wajah Alex. Pria ini tidak pernah ia lihat di antara anggota. Selama ia tumbuh dan berkembang di Texas. Ini kali pertama Vian menatap Alex.


"Seperti nya kau salah memangil ku, Bung!" peringat Vian dengan nada berat dan pandangan tak bersahabat.


Sontak saja dahi Alex mengerut dalam. Di bagian mana ia salah dalam memanggil anak dari pria yang sangat ia benci ini.


"Vian Yamato! Itulah harusnya kau memanggil putra ku, Lex!" seru Mirabel dengan nada keras.


"Maafkan aku, bos kecil!" Ujar Alex dengan cepat membungkuk.


Vian hanya diam. Wajah dinginnya begitu mirip dengan Hiro. Perpaduan sempurna, itulah yang dapat ia katakan. Tidak ada kecerdasan tanpa celah, terbukti. Secerdas-cerdas nya Hiro Yamato. Pria itu masih kurang awas dalam beberapa hal. Hingga kehilangan tidak dapat ia hindari.


Semua nya telah di atur dengan seapik mungkin oleh Kara dan keluarga Nakano. Hingga mendapatkan bibit yang tak seharusnya di tangan mereka. Kehamilan kembar yang tersembunyi, sampai kelahiran. Hiro tidak tau jika di dalam sana masih adanya musuh dalam selimut.


Kematian Kara bentuk kekalahan dan pengalihan. Harusnya, Dera wanita itu melahirkan dua bayi kembar. Kehamilan kembar, benar-benar dapat di manipulasi dengan mudah. Ada uang, maka semuanya beres. Semuanya berjalan dengan apa yang di inginkan. Hingga mampu memanipulasi USG sampai melahirkan. Bukankah mata-mata itu sangat hebat. Sampai sekarang pun masih berada di tengah-tengah anggota Yakuza.


Vian tidak perduli. Anak ini memang cenderung lebih dingin dan tampak tak hidup dengan baik. Ke dua mata coklat hangatnya bahkan terlihat sangat sayu. Vian besarkan dengan kegilaan Mirabel. Jika orang-orang menyangka Sean Yamato lah di besarkan dengan latihan gila. Maka mereka salah besar, Vianlah yang di besarkan dengan latihan benar-benar gila.


Bagaimana tidak? Saat bayi Vian ingin di bunuh oleh ayah kandungnya. Dan Ibu yang melahirkan nya juga di buru. Anak mana yang mau menerima hal seperti itu. Dari kecil sudah di bentuk untuk menjadi senjata mematikan. Itulah dia, Vian Yamato.


Putra yang di selundupkan dengan ketidak tauan Dera dan Hiro. Saat melahirkan, Vian bahkan tak di izinkan menangis untuk pertama kalinya.


"Pergilah Lex! Aku ingin berbicara dengan putra tampan ku," seru Mirabel dengan senyum lebar di bibir merah merekah nya.


"Baik, Bos!" ujar Alex sebelum menunduk dalam.


Pria itu melangkah keluar dari ruangan. Membiarkan Vian dan Mirabel di dalam ruangan.


"Bagaimana dengan latihan mu hari ini, Son?" Tanya Mirabel mengusap pelan anak rambut Vian.


"Seperti biasa Mom! Gio mengatakan jika aku sudah kebal terhadap racun," ujar Vian memberikan informasi pada sang ibu.


"Benarkah?" tanya Mirabel dengan wajah bahagia.


Vian mengangguk cepat."Dasar anak bodoh. Kau memang harus semakin hebat di banding adik mu. Dengan kedua tanganmu kau harus membunuh ibu kandung mu dan adik mu. Dengan begitu, Hiro Yamato akan menjadi milik ku."


Hanya hati kecil yang mampu bersorak gembira. Sekarang Mirabel tau bagaimana rasanya menjadi Kara. Wanita yang berputar-putar melahirkan Hiro. Wanita licik itulah yang menyiapkan banyak rencana. Mirabel bisa mengatakan jika Kara adalah manusia yang hebat dalam memanipulasi. Membuat yang ada menjadi tiada dan yang tiada menjadi ada.


Sayangnya, wanita gila itu bernasib malang. Mati sebelum rencananya sukses. Pada akhirnya, dirinya lah yang menikmati kerja keras Kara. Jika ingin menyalahkan hal seperti ini. Maka salahkan saja Kara. Karena wanita itulah yang membuat Vian menjadi senjata mematikan. Seperti Kara menciptakan Hiro Yamato kecil. Yang tangguh dan hebat. Begitu pula lah Mirabel menciptakan Vian Yamato.


***


Dera bergerak gelisah dalam tidurnya. Wanita satu ini kembali di hantui mimpi buruk. Kejadian sepuluh tahun yang lalu, di saat ia di kejar oleh suruhan Kara. Kepalanya mengeleng kuat, kala berpindah ke ruangan bersalin. Buku-buku tangan nya memutih menggenggam keras alas tempat tidur hingga kusut. Peluh membasahi punggung belakang nya. Dahi nya di penuhi oleh keringat sebesar biji jagung.


"Dorong lebih kuat lagi!"


"Dia pingsan!"


"Bawa anak ini ke pintu belakang!"


"Ssst!!! Diamlah. Coba buat dia sadar kembali, jika dia kehilangan kesadaran anak ke dua tak akan lahir!"


Kata-kata semakin berputar di sela mimpi buruk. Ke dua sudut mata Dera berair, pintu kamar di dorong perlahan setelah tiga ketukan tak mendapat sautan. Wanita itu masuk dengan cepat. Menutup pintu perlahan, Dera masih gelisah dalam tidur nya. Manik mata hitamnya menatap Dera. Sebelah tangan nya bergerak mengunci pintu. Sebelum melangkah lebar mendekati ranjang.


"T—tidak!" Igau Dera mengeleng menolak.


"Seperti nya ia kembali meraih puing ingatan itu," keluhnya.


Wanita itu bergerak dengan cepat, tiga kali tepukan di bahu di lakukan. Hingga pergerakan Dera berhenti. Sebelah tangannya mengeluarkan lilin kecil dari saku gaunnya. Meletakan di atas meja menyalakan lilin aroma terapi.


Wanita cantik yang ini adalah penguasa trik hipnotis atau bisa di katakan juga hipnoterapi. Tergantung ia mau mengunakan nya sebagai penyembuh atau sebagai pemain pikiran. Bibirnya mendekat ke arah daun telinga Dera.


"Lupakan apa yang menjadi hari itu. Hari itu hanya ada penculikan dan kau melahirkan bayi tampan. Tidak ada hal lain yang terjadi. Tenanglah! Semuanya baik-baik saja," bisiknya memenuhi alam bawah sadar Dera.


Wanita itu tersenyum lebar kala Dera mulai tenang. Hembusan napas tak lagi memburu. Ia menjauhkan wajahnya dari Dera. Duduk dengan tegap.


"Harusnya, kau malam itu mati saja. Karena kau selamat, kau harus menghadapi hal yang menakutkan!" ujarnya lagi.


Wanita itu menghembuskan lilin beraroma terapi itu sebelum membersihkan bekas lelehan lilin yang menetes di nakas. Sebelum melangkah mendekati jendela kamar. Tidak ada yang boleh tau siapa dirinya. Ia harus tetap di samping Dera, jika ingin rahasia gila itu tetap aman.


.


.


.


.


Bersambung...


Kejutan!!!!!!!!🤭🤭🤭🤭 syok? ya lah... gak ada yang sempurna. Kebahagiaan yang sempurna?? itu hanyalah keinginan manusia semata.


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???