
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
.
.
.
.
Jari jemari lentik Sari menari di atas tuns-tuns Piano. Alunan nada indah mengisi ke kosongan. Kali ini bukan rumah besar Yamato mengadakan acara. Rumah besar Zhao lah, yang kini membuat acara. Rumah besar dan taman di hias indah mungkin. Beruntung cuaca di musim semi kali ini tidak hujan. Suhu udara pun stabil. Minggu ini, bunga Sakura benar-benar mekar dengan indah.
Teman-teman satu angkatan Willem di undang. Perayaan ulang tahun kesepuluh anak pertama keluarga Zhao di sambut antusias. Pria berkulit albino itu terlihat semakin gagah saja dengan Tuxedo putih gading. Carlos Zhao tak kalah tampannya dengan Tuxedo berwana senada dengan sang putra. Istri cantik nya, tersenyum lembut. Dengan jari jemari masih menari-nari di atas tuns piano. Kevin Zhao tampak berbincang dengan Dera dan Leo. Sedangkan tuan Yamato tengah sibuk mengurus Laura si kecil yang sudah bisa berjalan beberapa langkah. Sean duduk bersama David dan Delta. Ke duanya mengapit dirinya.
"Kau terlihat lebih baik, Kak!" ujar Dera kembali membuka pembicaraan.
"Ya, aku terlihat lebih baik karena kau bahagia." Jawab Kevin tersenyum simpul.
Leo manatap Dera dan Kevin bergantian."Seperti nya, Kevin sudah menemukan pengganti mu, De!" ujar Leo blak-blakan.
Dera mendelik. Adik suaminya satu ini memang sangat suka membuat orang salah tingkah.
"Apa maksudnya menemukan pengganti ku, adik ipar. Jelas-jelas kami tidak punya hubungan spesial." Tukas Dera terkekeh di buat-buat.
Leo tersenyum miring. Menatap Kevin dengan ekspresi menyebalkan bagi Kevin.
"Benarkah?" tanya dengan mata menyelidiki.
Dera mengangguk pelan. Membawa rambut lima cm di atas bahu nya bergerak pelan. Kevin kembali mengulas senyum lembut.
Mereka memang tidak memiliki hubungan spesial. Hanya pernah kenal saja. Pria Zhao satu ini bahkan tidak memiliki kesempatan untuk memilih hubungan spesial dengan Dera. Hiro yang terlalu mepet dan memblok pergerakan nya. Pria Yamato itu bahkan mengadakan pernikahan. Tanpa bisa ia cegah, sialan sekali memang.
"Ku rasa tidak begitu," goda Leo lagi.
Dera semakin menatap tajam Leo. Sedangkan Kevin, pria itu mengangkat bahu acuh."Kami memang tidak memiliki hubungan spesial. Aku akui itu, namun untuk rasa aku bukan pria munafik. Aku sangat mencintai Dera. Sampai saat ini———ah, kini mungkin ada porsi yang berbeda. Aku mengagumi mu dan mencintai mu. Tapi tempat itu sudah tergantikan." Papar Kevin kala menarik tangan gadis cantik berwajah Korea mendekati mereka.
Sontak saja, Leo bersiul kecil."Wow! Sudah punya gandengan."
Dera mengeleng pelan."Tidak malu. Menganggu orang lain, sedang kan diri sendiri masih sendiri," cibir Dera yang memang sempat syok dengan pengakuan dari Kevin. Mereka sudah sama-sama dewasa. Bahkan sudah lebih dari kata dewasa. Mengingat umur mereka tak lagi berada di angka dua puluhan.
Kontan saja Leo meringis."Cih! Suami-istri sama saja." Kesalnya sembari menaikan ujung bibir kanan nya ke atas.
Dera dan Kevin tertawa pelan. Gadis cantik di depan mereka hanya mengulas senyum.
"Tapi siapa namanya?" tanya Leo kembali.
"Ah! Namanya adalah Sera Park. Gadis Korea, kami dua bulan lagi akan melangsungkan pernikahan. Aku harap kalian akan datang!" ujar Kevin sebelum merangkul gadis cantik itu. Beda usia keduanya terlihat hanya lima tahun.
"Hallo! Sa——saya ada—dalah Sera Park. Kekasih Kevin Oppa!" sapanya ramah dengan bahasa Jepang yang tertegun-tegun. Tak lupa menunduk pelan.
"Ah, ya. Hallo juga, nama saya Dera teman Kevin." Ujar Dera sembari menunduk pelan.
"Aku Leo, senang berkenalan dengan mu." Timpal Leo ikut serta membungkuk.
Sera mengulas senyum. Leo dan Dera ikut tersenyum. Pria Yakuza ini menoleh kebelakang menatap Hiro yang masih di subukan oleh Laura. Kini ia tau, alasan kenapa Hiro tidak mengeluarkan sifat posesif nya. Ternyata, oh ternyata. Pria itu telah tau Kevin telah memiliki tambatan hati. Niat awalnya ingin menggoda Hiro dengan kehadari Kevin. Siapa sangka ia lah yang memasang wajah nelangsa.
"Aku dengar, Kak Sari hamil anak pertama!" ujar Kevin bersuara. Membawa tubuh Leo kembali ke tegak dengan lurus.
"Ya. Baru dua Minggu katanya!" jawab Dera dengan penuh semangat.
"Aku turut berbahagia. Berati hanya Leo yang singel kali ini dong ya?" kini giliran Kevin melancarkan serangan nya.
"Eh?" Leo tersenyum masam.
"Ya. Begitulah. Jika ada teman wanita mu. Yang bisa di kenalkan pada Leo," timpal Dera.
Kevin tersenyum evil."Tentu saja. Kita hanya perlu keteria seperti apa yang Leo cari."
Leo memutar malas ke dua bola matanya. Awas saja, Leo akan membawa Kevin. Tapi caranya bagaimana?
"Tidak usah tuan Zhao. Paman ku sudah ada calon pasangan!" Seruan di ikuti derap langkah kaki mendekati mereka membawa atensi pada anak lelaki yang terlihat gagah bersama teman-teman nya.
Sean, Vian, David, Delta dan Willem membungkuk hormat pada ke empat orang dewasa. Sebelum mempersempit jarak antara ia dan Leo. Leo menipiskan bibirnya. Dahinya berlipat, ia tak mengerti apa maksud Sean menolong nya.
"Bukankah begitu Paman Leo?" Sean melemparkan kata tanya pada sang Paman.
Leo menyipitkan mata nya, menatap curiga sang keponakan jahilnya. Namun bibir merah itu tetap tersenyum dan mengangguk patah-patah. Dera tak jauh berbeda dengan Leo. Wanita yang telah melahirkan anak setan kecil satu ini curiga dengan kehadiran dan perkataan sang putra.
Dera menjatuhkan tatapan nya pada Vian. Anak lelaki nya satu itu malah membuang muka. Begitu juga dengan yang lain nya. Ini sudah dapat di pastikan ada yang tidak beres.
"Wah! Begitu ternyata." Ucap Kevin mengangguk kan kepala nya mengerti.
"Eh? Ah? Ya, ya! Kita ke sana sekarang juga." Jawab Leo spontan sembari menggaruk kepala belakang nya yang tak gatal.
Sean mengangguk. Senyum iblis tersemat di wajah lugu Sean. Bukan hanya Sean ke empat anak lain nya juga ikut tersenyum setan. Ternyata berteman dengan Sean mampu membuat anak-anak manis menjadi anak setan. Satu jenis dengan nya.
***
"Itu di sana. Dia adalah calon dari Papa ku. Paman temui dia. Kami berlima akan berdiri di sini. Kata Papa, Paman harus mengobrol dulu dengan nya. Agar bisa memastikan apakah Paman memang bisa sendiri selamanya atau tidak!" Jelas Sean dengan wajah serius sembari menunjuk wanita di depan sana.
Wanita berambut panjang berdiri membelakangi mereka. Ke enamnya berdiri di taman samping sebelah rumah besar Carlos. Taman yang sengaja' di bentuk, karena baru di beli oleh Carlos. Untuk arena taman bermain Willem kedepannya. Mungkin juga untuk si jabang bayi yang masih dalam perut Sari.
Leo terlihat meragu. Namun, pria ini menuruti perkataan Sean. Ia melangkah melewati pagar besi. Melangkah mendekati wanita yang berdiri di depan pohon Sakura yang tengah bermekaran. Bohlam lampu kecil berwarna-warni dililit di batang pohon Sakura menambah ke indah.
Sean mengangguk pelan. Willem mengeluarkan gembok dari saku celana nya. Memasang gembok dengan gerakan perlahan. Delta terkikik gemas. Sedangkan David, anak itu membuka lensa kamera ponsel mahalnya. Dengan resolusi kamera high class.
"Aku tak sabar melihat reaksi paman." Ujar David mengzoom layar.
"Aku yakin Paman pasti suka," timpal Delta.
Willem melipat tangan di dada. Sebelah tangannya kembali merogoh saku celana nya mengeluarkan remote control lampu.
"Apakah tidak apa-apa? Kita berlima bisa mati di tangan Paman!" Vian berucap dengan wajah khawatir.
"Tenanglah Abang. Ini sebagai bentuk survei. Sudah di setujui oleh Papa dan Kakek!" balas Sean.
Vian menghela napas pelan. Menatap apa yang terjadi.
"Hitung!" titah Sean.
"Tiga!"
"Dua!"
"Satu!"
Lampu menyala terang, kala pundak wanita itu di tepuk dan wanita itu membalikkan badannya.
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa!
Hahahahahahhahhh!!!!!!
Teriakan keras dengan tawa melambung. Leo berlari cepat.
"Mau kemana sayang! Eke suka kamu! Kita nikah, eh! Tidak kawin saja." Teriak banci Indonesia itu di sela larinya mengajar Leo."Tunggu Abang!!! Tunggu Eke, jangan lari!!" Lanjut nya.
Bruk!
Akh!!
"Cium sayang!" Serunya kala mendekati tubuh Leo yang terjungkal ke depan. Tak lupa bibir tebal bak Engelina Joli di monyongkan lima cm.
"Tidak!!!!!!!!!!"
"Sayang.. much...much!!!!!" Banci itu menindih tubuh Leo. Malayangkan kecupan basah yang hanya bisa mendarat di telapak tangan Leo.
Pria itu memberontak dan berteriak. Sayangnya, banci itu lebih berstamina untuk menghabisi Leo dengan kecupan basah. Dengan uang yang di janjikan oleh Sean. Membuat stamina tersembunyi keluar.
Hahahaha!!!!!
"Oh, astaga! Perut ku!" Seru Willem menyentuh perutnya.
Delta sudah terduduk di rerumputan di temani oleh David. Ke duanya sudah tak bisa tertawa dengan benar. Ponsel yang di gunakan untuk merekam entah dimana. Sean dan Vian saling aduk pukul sembari tertawa keras.
Jika Pamannya itu tak tertarik dengan perempuan. Bisa jadi sama waria. Tapi, seperti survei ini gagal.
.
.
.
.
Bersambung..
2Bab lagi end...
Gila....🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣Sean nakal deh ah.. masa Leoku di cium banci kaleng...
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???