
Mohon Vote, Komentar dan like nya ya all...
.
.
.
.
.
Burung-burung bersenandung di pagi hari. Uap embun membasahi tanah, menyejukkan kala telapak kaki tanpa alas menyentuh rerumput hijau tanpa alas. Tubuh polos itu menambakan bentuk yang sempurna. Bentuk kotak nan keras mampu membuat gadis manapun akan menjerit ria. Otot lengan keras dan kuat, meski begitu warna kulit pucat itu selalu memberikan nilai tambah.
Hiro mengusap pelan rambut yang baru selesai di warnai dengan warna coklat gelap. Air berasal dari rambut coklat gelap itu menetes membasahi pundak yang di berikan Irazumi itu terlihat memberi kan kesan hot. Manik mata kelam tajam itu menoleh ke arah ranjang. Dia atas sana wanita nya masih menyelami alam mimpi. Garis senyum membuat wajah tampan itu semakin mempesona.
Jari Hiro meraih baju kemeja hitamnya. Memakai dengan gerakan cepat, membuang asal handuk kecil yang sempat di gunakan untuk mengeringkan rambut nya yang basah. Ia melangkah sambil menggacingkan kancing baju kemeja hitam itu dengan gerakan perlahan. Sebelum sampai di bibir tempat tidur king Size milik nya.
Kamar mewah yang di dominasi dengan warna abu-abu gelap itu memang terlihat tidak ada keceriaan di sana. Senyum geli malah tampil lebar kala selimut tebal itu hampir merosot. Beruntung gerak kan tangan Hiro lebih cepat hingga bisa menahan selimut putih. Ia menarik ujung selimut menutupi tubuh polos sang istri hingga batas leher. Yang terlihat hanya wajah Dera saja. Hiro membungkuk memberikan kecupan hangat di dahi Dera. Sebelum turun ke bibir pink Dera.
Ketukan menganggu ritual pagi Bos Mafia ini. Erangan tertahan Hiro tak mampu mengusik lelapnya tidur Dera. Hiro menarik wajah nya. Dan berdiri tegap. Ia melangkah lebar menuju pintu kamar. Ia bersumpah akan memisahkan kepala sang penggetuk pintu dari tubuh nya. Jika orang tersebut tidak menyampaikan hal yang sangat penting.
Pintu kayu jati itu terbuka perlahan. Memperlihatkan wajah aneh Yeko. Lelaki yang sudah lama menjadi tangan kanan Hiro itu terlihat gusar. Dahi Hiro berlipat melihat ekspresi aneh bawahan setianya itu.
"Ada apa?"
"Bos!" panggil Yeko dengan nada berat.
***
Clara meletakan piring berisi berbagai buahan yang sudah di kupas di atas meja. Layar lebar televisi di depan sama menayangkan film Indonesia yang sedang booming. Sofa terasa memberat membuat Dera menoleh.
"Kemana Kak Hiro?" tanya Dera untuk kesekian kalinya.
Wanita berambut sebahu itu sudah beberapa kali menanyai sang suami. Sudah dua hari Hiro tidak menampakan batang hidungnya. Meski Hiro mengatakan ia keluar kota. Namun ada perasaan aneh yang menyelimuti hati Dera. Perasaan resah dan gelisah. Seakan perasaan itu mengatakan jika ada sesuatu yang besar di sembunyikan oleh Hiro. Dan Clara beberapa kali di tanya juga menjawab sama.
Clara mendesah pelan."Bos ada di luar kota Nyonya Yamato," tuturnya dengan lambat.
"Ck! Berapa kali pun aku bertanya jawaban mu seperti jawaban Kak Hiro. Seakan kau dan Yeko mengcopy paste jawaban suamiku," kesal Dera.
Clara hanya tersenyum lucu. Sebelum wajah cantik gadis asli Cina itu menyeringai ke arah Dera.
"Ngomong-ngomong bagaimana rasanya kemarin malam. Saat—"
"Sssstttt!" Seru Dera meletakan jari telunjuk nya di bibir Clara. Ia tau kemana arah pertanyaan Clara. Wanita cantik itu akan kembali menggoda nya. Hanya karena ia dan Hiro melakukan. Hem... Tidak usah di jelaskan lagi ia merasa malu.
Dera dengan wajah merah bak kepiting rebus. Manarik tangannya dari atas bibir Clara sebelum mengambil langkah seribu. Pergi dari ruangan tamu masuk ke kamar pribadi nya dan Hiro. Kekehan Clara berangsur-angsur menghilang di gantikan dengan manik mata sendu. Kala tubuh mungil Dera tak terlihat.
Di lain tempat dan waktu yang bersamaan lelaki tampan dengan kaca mata bening tanpa lensa membingkai hidung bangir nya. Jari jemarinya terlihat menari di atas keyboard dengan manik mata menatap serius pada layar. Tiga kali ketukan sebelum pintu terbuka lebar. Leo melepaskan kaca matanya, Ibu jari dan jari telunjuk memijit pelan pangkal hidung nya dengan gerakan pelan.
Lelaki bertubuh tegap dengan dahi bekas luka membungkuk pelan. Leo hanya menatap datar sang bawahan.
"Apa ada kabar baru?" Tanya Leo menyandarkan tubuhnya di kursi kerjanya.
"Ya, Bos. Seperti nya Nyonya besar Yamato membuat ulah. Ia mencelakai keluarga Nona Dera. Saat keluar dari Bandara Minangkabau Pandang. Mobil yang membawa keluarga Sandy jatuh ke jurang. Sampai saat ini pencarian sudah di kerahkan. Namun tidak ada hasil yang di peroleh. Besar kemungkinannya jika Keluarga itu mati," jelasnya dengan rinci.
Jari telunjuk mengetuk dasar meja dengan gerakan pelan. Menimbulkan suara kasar menyentuh rungu Leo. Lelaki itu terlihat berpikir keras, terbukti kerutan halus tercipta di dahi nya.
"Aku sudah menduga akan ada hal seperti ini. Keluarga Yamato adalah orang-orang busuk. Tidak mengherankan jika ini terjadi," seru Leo pada akhirnya.
"Benar Bos. Apakah kita bertindak secepatnya, Bos?"
"Tidak. Kita tunggu saja Tuan besar Yamato keluar dari tempat nyamannya. Setelah dia terlihat kita akan hancur kan dia berkeping-keping!" Tutur Leo mengepalkan tangan kanannya dengan kuat.
"Bagaimana dengan Nyonya Kara?"
"Dia adalah Harimau tanpa taring. Ketika suami nya mati dan putranya tidak bisa di andalkan. Maka kejayaan dan kehebatan yang dia agung-agungkan akan menjadi sampah!"
"Kalau begitu saya akan menyusun rencana untuk mereka kedepannya Bos!"
"Baik."
Lelaki itu membungkuk dan membalik kan tubuh nya. Seruan dari sang atasan membuat langkah lebarnya terhenti.
"Chou!" seru Leo dengan mengelar,"Jangan libatkan Dera dalam rencana kita. Dia hanya gadis malang yang masuk dalam lubang hitam dunia gelap!" lanjut Leo.
Chou membalik kan tubuh nya. Manik mata hitam kelam itu menatap lambat anak muda sekaligus Bosnya itu.
"Baiklah Bos. Saya akan mengingat nya." Ujar Chou pada akhirnya sebelum membungkuk dan melangkah pergi.
Leo menengadahkan kepalanya. Sebelum desahan letih mengalun. Ia ingat sangat ingat bagaimana Kara membunuh satu keluarga nya. Hanya karena lelaki itu! Hanya karena keinginan menguasai dan menjadi satu-satunya. Zeo Yamato, adalah Mafia tampan dengan pesona yang begitu kuat. Menjadi seorang Bos Yakuza.
Zeo menikah dengan Kara hanya karena hubungan perjanjian bisnis. Menjadi kan Kara sebagai Nyonya Yakuza. Perjalanan yang terjadi tak luput dari masalah hati. Hingga Zeo jatuh hati pada wanita asli China. Wu Shan Shan, wanita polos nan manis. Zeo jatuh cinta pada pandangan pertama. Hingga menikahi Shan Shan tanpa sepengetahuan Kara.
Kemurkaan hadir kala Kara tau jika sang suami telah menikah dengan wanita lain. Bahkan sama-sama hamil dengan nya. Bayangan betapa amarah itu tak mampu teredam. Sekuat tenaga Zeo melindungi Shan Shan. Hingga Leo berumur delapan tahun. Saat itu semuanya terasa manis. Meski sang Ayah jarang pulang.
Dan Ibunya selalu beralasan sang Ayah kerja di luar negeri hanya pulang sekali dalam sebulan. Bukankah tidak ada bangkai yang bisa di tutupi baunya? Pada akhirnya, Kara mencium keberadaan Shan Shan.
Wanita itu menghabisi sang Ibu dan keluarga besar Wu.
Yohan Yamato, itu adalah nama asli Leo. Kematian dan kebangkitan kembali membuat ia merubah semua identitas nya. Menutupi rasa sakit dan mendekati Hiro dengan perlahan-lahan. Meski tangan kekar itu ingin menghantam rahang Hiro. Mencabik Kara dan menikam Zeo yang tidak mampu menempati janji. Ia menahannya, hanya untuk rencana yang besar.
"Zeo! Hiro! Kara! Kalian harus berakhir di tanganku!" Tutur Leo mengepalkan ke dua tangan nya. Namun bayangan wajah Dera. Senyum lembut dan polosnya. Mampu melemahkan kepalan tangan Leo. Harusnya Dera tidak menjadi bagian dari Yamato. Dera membuat Leo mengingat almarhum sang Ibunda tercinta.