Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 101 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....πŸ™πŸ’Œβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ€­πŸ€—


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


Angin bertiup keras landasan pacu luas milik Yakuza telah di bersihkan. Udara sangat dingin di malam hari, negara Sakura ini sudah sangat biasa. Apa lagi di saat musim dingin yang mampu membekukan tubuh. Lampu gemerlapan hidup meramaikan suasana. Sean menatap intens pada pintu pesawat pribadi milik sang Ayah yang baru saja mendarat dengan sempurna. Jaket kulit hitam mahal melekat pada tubuh nya. Yeko tampak turun terlebih dahulu, sebelum di susul oleh Hiro dan anak seusianya di belakang tubuh. Sean menoleh ke samping. Tak ia dapati lagi sang Ibu, wanita itu ternyata telah bergegas. Bahkan setengah berlari menyongsong kedatangan saudara kembarnya. Telapak tangan Clara menyentuh tangan Sean. Wanita cantik itu menarik tangan nya untuk mendekat.


Di depan sana, Vian masuk ke dalam dekapan Dera. Wanita itu menangis tersedu-sedu. Orang-orang menatap dengan pandangan haru. Hingga Sean dan Clara berhenti di depan Hiro, Dera dan Vian yang masih berpelukan.


"Dia tampan!" bisik Clara pada Sean.


Mata tajam itu terlihat curi pandang. Hanya sebagian wajahnya saja yang terlihat. Sean melepas kan tangan Clara. Ia memilih mendekati sang Ibunda tercinta.


Jujur saja, Sean Yamato merasa kikuk kala Dera melepaskan pelukannya dari Vian. Wanita yang telah melahirkan nya itu menarik pergelangan tangannya. Membawa tubuh Sean berada di depan Vian. Sekilas terlihat mirip meski tak dalam kata identik.


"Beβ€”β€”beri pelukakan, ah! Pada Abangmu!" Ujar Dera dengan nada masih parau dan terbata sembari mendorong Sean lebih dekat dengan Vian.


Tinggi ke duanya tak berbeda jauh. Mata coklat tajam menusuk ke duanya menyala. Bukan hanya Sean saja yang bingung dan kikuk saat ini. Vian Yamato pun juga sama. Anak lelaki berwajah dingin itu mengusap leher belakang nya dengan kikuk.


Leo yang baru saja turun dari pesawat merasa gemas. Hingga melangkah cepat.


BRUK!


HAP!


Dengan kurang ajarnya, Leo mendorong tubuh Sean menabrak tubuh Vian. Refleks Vian membuka tangan menerima tubuh Sean. Leo bahkan merentangkan tangan Sean dari belakang memeluk Vian. Sehingga ketiganya seperti roti lapis saja. Dengan Sean sebagai isian nya.


Senyum terbit di wajah orang-orang. Sari yang melangkah bersama Carlos dan Willem di samping nya terlihat tersenyum lebar.


"Begini pelukan, Sean!" bisik Leo masih dapat di dengar oleh Vian.


Sean merenggut. Jantung yang berdetak seirama. Meski jarak dan waktu memisahkan mereka. Ikatan batin tidak mampu di bohongi. Rasa aman dan nyaman menjalar di tubuh ke duanya. Leo menarik tubuh nya, berdiri lurus. Tangan Sean menepuk pelan punggung belakang Vian.


"Selamat datang kembali ke rumah Bang!" Ujarnya dengan nada malu-malu.


"Oβ€”β€”oh!" jawab Vian terbata.


Willem menepuk pelan pundak ke duanya. Hiro merangkul tubuh sang istri. Sebelum memeluk nya. Sari berdiri di samping Carlos hanya tersenyum sembari mengusap pelan pundak sang kakak.


Clara memilih menghampiri Yeko yang mana pria itu tengah mengeluar kan beberapa orang yang mereka bawa. Dua orang yang tidak di ikat. Yeko harus membawa ke duanya masuk ke rumah. Sedangkan Mirabel. Wanita itu tentunya di giring ke penjara bawah tanah.


"Hai! Aku mendengar tentang mu dari Mama ku. Aku Willem!" Ujar Willem kala pelukan kembaran itu terlepas.


Vian mengangguk pelan. Meski masih dengan raut wajah yang sama. Dingin. Wajah yang menjadi andalan nya. Ada bekas air mata di ke dua pipi nya.


"Kalau begitu ayo masuk! Aku sudah sangat lapar dan di luar sini sangat dingin!" Seru Leo sengaja dengan suara keras. Sebelum melangkah menuju rumah besar.


"Ayo masuk!" sambut Dera kala sadar. Harusnya mereka masuk ke rumah besar. Wanita manis itu melangkah mengiring ketiga anak lelaki itu mendekati rumah besar.


***


Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Sayangnya, ke empat orang yang tengah berada telentang di atas futon itu masih belum memejamkan mata mereka. Setelah makan malam dan berbincang banyak hal. Entah mengapa mata mereka tak bisa di pejamkan. Sean menyentuh tangan sang Ibu membuat Dera menoleh ke samping kiri.


"Seperti nya kita berempat tidak bisa tidur," ujar Sean pelan.


Dera tersenyum lembut. Sebelum membawa tubuh Sean mendekat padanya dan melakukan hal yang sama pada Vian. Vian merasa hangat dan bahagia kala mendapatkan perlakuan yang hangat dari Dera dan yang lainnya. Anak ini baru mengerti arti keluarga yang sesungguhnya.


"Aku juga mau ikut!" ujar Hiro memeluk tubuh Vian di sisi kirinya sampai pada tubuh Sean yang berada cukup jauh. Beruntung tangan pria ini cukup mampu memeluk tiga tubuh.


"Papa lepaskan! Aku maunya di peluk Mama saja!" goda Sean.


Hiro cemberut."Papakan juga mau peluk Sean," bantah Hiro,"Memang Sean tidak rindu Papa. Padahal Papa rindu Sean!" lanjut nya.


"Tidak. Kalau ada Papa, maka akan sulit bagiku dan Abang Vian bersama Mama!" cibir Sean.


"Kenapa?" suara Vian pada akhirnya terdengar.


"Abang tau, Papa itu suka menahan Mama untuk dirinya sendiri!"


"Hei! Hei! Papa tidak begitu ya. Jangan percaya Vian. Papa tidak begitu!" bantah Hiro cepat.


"Ini fakta. Nanti Abang akan melihat bagaimana mengesalkan nya Papa jika merebut perhatian Mama!" adu Sean.


"Tidak. Jangan percaya Vian. Yang harus kita waspadai ada Sean. Jika Mama mu sudah bersamanya ia akan membuat Mama tidak bisa kemana-mana!" kini giliran Hiro yang mengadu.


Vian tersenyum lucu. Ia tak menyangka seorang Mafia bisa seperti ini. Tidak ada pangkat atau penghormatan. Tidak ada pula kegarangan yang dapat di tunjukkan. Keluarga yang normal, sama seperti keluarga pada umumnya. Begitu lah yang Vian lihat.


"Lah? Sean yang jahat!" kilah Hiro cepat.


Dera dan Vian terkekeh pelan mendengar pertengkaran kecil itu. Sebelum ke empat nya tertawa keras. Dera bahagian, begitu pula dengan Hiro. Ke duanya akan menebus waktu dan kasih sayang yang telah di rampas dari mereka. Memberikan cinta berserta perhatian pada Vian lebih banyak untuk ke depannya. Tentu juga dengan bantuan Sean.


***


Derap langkah kaki menggema di ruang bawah tanah. Wajah dingin penuh wibawa terlihat. Beberapa anggota Yakuza membungkuk memberi hormat pada ke duanya. Hiro melirik Dera dari ekor matanya. Pria ini awalnya menolak dengan ke ikut sertaan Dera ke penjara. Mengingat Dera tidak pernah menginjak penjara yang lebih tepat nya tempat penyiksaan.


Sang istri bersikeras ingin melihat Mirabel. Clara hanya mengangguk kala mata Hiro jatuh padanya. Pria ini ingin Clara membantunya. Anehnya, wanita itu malah setuju dengan membawa Dera ke ruangan bawah tanah.


Kejadian gila beberapa hari yang lalu memang belum sempat di cerita kan oleh Clara baik pada Hiro maupun Yeko. Wanita ini yakin, jika pun di cerita kan ke duanya tak akan percaya. Mengingat bagaimana lembut nya Dera.


Kreat!!!!


Pintu besi terbuka lebar. Hiro dan Dera masuk terlebih dahulu. Sebelum di susul oleh Clara di belakang tubuh nya. Sang penjaga hanya menatap hormat pada mereka. Terutama Dera, nyonya besar Yakuza yang berubah beberapa hari yang lalu. Dimana pemenggalan terjadi pada hari itu.


"Bagun!" Seru Dera dengan nada dingin. Ujung runcing sepatu high hills menginjak telapak tangan Mirabel.


Ke dua mata Hiro terbelalak melihat keanehan Dera.


"Akkhh...aaak!!"


Mirabel mengerang membuka matanya. Tubuh nya terlalu lemah untuk bangun. Meski ke dua kelopak matanya terbuka lebar menatap lemah ke arah sang pemilik kaki.


Wajah Mirabel terlihat babak belur, ke dua kakinya di rantau begitu juga dengan tanganya.


"Aku bilang bangun!" Kesal Dera mengangkat sebelah kakinya yang sempat menginjak telapak tangan Mirabel.


JLEB!!


KRUK!!


CRAS!!


"Aaaakkkkkkhhhhhh!!!!!!" Teriak keras mengalun kala ujung sepatu tumpul itu menembus telapak tangan Mirabel.


Wajah Hiro membodoh. Tidak ada suara, ia benar-benar tak tau harus bereaksi seperti apa saat ini.


"Cih! Lemahnya!" seru Dera.


Mirabel mengerang keras. Tangannya terasa mau patah, darah segar merembes. Dera berjongkok melihat tubuh Mirabel seperti cacing kepanasan. Air mata meleleh deras. Apa daya, tubuh yang lemah dan rasa sakit yang menghantam telapak tangannya terasa.


"Kau! Tidak akan mati, tenang saja. Kematian terlalu baik untuk mu. Selama sepuluh tahun, kau akan merasakan penyiksaan yang dahsyat. Bahkan akan mengemis kematian pada ku!" tutur Dera dengan nada dingin. Pandangan matanya menajam,"Selamat datang pada neraka mu!" ujar Dera. Sebelum berdiri. Hiro masih tak bergerak.


PLOP!


Bunyi samar dengan teriakan keras kembali menggema kala Dera mencabut ujung sepatu runcing dari tangan Mirabel. Dera menengadah menatap wajah tak percaya Hiro.


"Aku akan keluar lebih dahulu kak. Aku harus membuat makan siang untuk ke dua putra kita!" ujar Dera sembari tersenyum polos. Seakan-akan apa yang telah terjadi tak pernah ada.


Dera melangkah keluar dari ruangan pengap dengan bau amis yang kental. Hiro bahkan merasa tuli dengan teriakan keras dan erangan kasar dari Mirabel.


"Ini ke dua kalinya Nyonya besar seperti itu, Bos!" seru sang penjaga dengan wajah meringis pelan.


Hiro menoleh."Dua kali?" serunya tak percaya.


"Ya. Tiga hari yang lalu Nyonya besar menebas kepala Mawar. Dan meminta ku membuang tubuh nya secara terpisah," jawabnya mantap.


Dahi Hiro berkerut. Pria ini menarik napas dalam-dalam sebelum menghembuskan nya perlahan.


"Semoga ia baik-baik saja!" lirih Hiro.


Hiro Yamato tau, kemarahan yang membuat Dera menjadi seperti ini. Dan pria ini tak tau harus bereaksi seperti apa. Ia memang suka dengan Dera yang kuat. Namun bukan dengan keterpaksaan menjadi kejam. Wanita nya bukanlah wanita yang kejam. Ia takut, Dera mendorong dirinya menjadi kejam. Untuk melindungi anak-anak mereka.


.


.


.


.


Bersambung.....


Beberapa Bab lagi langsung end. Aku pikir mau mencukupi sampai 100 bab aja. Tenyata masih belum bisa ending di yang di targetkan πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… paling banyak 9 bab lagi paling dikit 4 bab lagi Ending....πŸ’πŸ’πŸ’


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....πŸ™πŸ’Œβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ€­πŸ€—


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???