Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 109 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


Gemuruh tawa melambung. Tidak ada yang tidak tertawa melihat layar lebar yang merekam kejadian satu jam yang lalu sebelum team keamanan Zhao memisahkan kegilaan Leo. Pria itu memberikan bugem mentah dan menarik rambut palsu sang waria. Banci asal Indonesia, berwajah putih dengan kulit sawo matang. Pipi kanan dan kiri terlihat memar.


Leo duduk di depan dengan penjagaan Hiro dan Yeko. Menatap bengis pada si banci. Banci yang sempat di hajar itu mengusap pelan pipi nya dengan kantung berisi es batu.


"Owh! Ast——taga." Seru Dera masih tak mampu menahan tawa.


"Cih! Tertawa saja terus. Berbahagialah di atas penderita ku," cibir Leo.


Sari di samping Carlos tidak mampu berbicara. Air mata keluar dari sisi sudut matanya. Sedangkan Sera, kekasih Kevin yang duduk di samping sang pujian hati ikut tertawa. Meski tak tau bahasa aneh apa yang keluar dari mulut sang banci. Tapi, melihat layar yang selesai di putar ia tak bisa untuk tidak mengeluarkan tawa keras.


Anak-anak berada di lantai. Dengan wajah setengah menahan tawa. Ke limanya mendapatkan hukuman dari Dera. Karena telah berani menakali Paman Leo.


"Ah!" Dera membuang napas kasar. Sebelum menjatuhkan pandangan matanya pada sang banci."Nama Jeng siapa?" tanya Dera.


"Nama Akika Bella Ajeng Wulandari Ponorogo Ratu Kusuma Dewi!" Ujarnya dengan gaya centil. Di sela ringisannya.


Sari menepuk pelan pahanya. Kembali tertawa melihat cara sang banci memperkenalkan namanya.


"Buset! Panjang amat, itu nama atau KRL." Celetuk Delta di lantai dengan senyum lucu.


"Nama Eke cocok kan sama Akika!" ujarnya. Wanita cantik di samping Bella membentuk mengoles salep.


Delta, Sari dan Dera terkekeh pelan mendengar jawaban Bella. Berdarah Indonesia, ke tiganya tentu melihat beginian adalah hal biasa. Berbeda dengan orang luar yang tak pernah bertemu dengan banci.


"Cocok bok!" Jawab serentak dengan gaya yang sama seperti Bella, dari ketiga wanita Indonesia itu. Sebelum terkekeh.


"Yang di samping Jeng Bella, itu cantik sekali siapa namanya?" Tanya Sari menunjukkan wanita cantik di samping Bella.


Bella menoleh. Atensi orang-orang di dalam ruangan keluar Zhao, menoleh menatap wanita bertubuh proposional. Wajah tirus, bibir merah merekah, bodoy depan belakang oke dan terlihat sang imut-imut.


"Oh, dese!" Tunjuk Bella pada temannya. Sari mengangguk kan kepala nya.


"Namanya Hana, dese organ Thailand!" ujar Bella memperkenalkan temannya.


Sari mengangguk kan kepala nya. Dera menelengkan kepalanya.


"Sawaddee ka(Hallo)," ujarnya mengatupkan ke dua tangan nya kedepan pada orang-orang. Dengan nada lembut, selembut sutra.


"Ah! Sadekap!"


"Sekap!"


"Brokap!"


"Kakap!"


"Sawaddee ka!"


Seruan serentak dari orang-orang di ruangan terdengar. Hanya jawaban dari Sera saja yang benar.


Bella terkekeh pelan. Sedangkan Hana tersenyum meringis.


"Yey! Tidak usah pakek bahasa Thailand. Bahasa Indonesia saja," tutur Bella. Membuat Hana tersenyum mengangguk.


Dahi orang-orang berlipat. Mendengar perkataan Bella.


"Kalong begindang, oke lah!" Jawabnya dengan nada khas lelaki.


KRIK!!!


KRIK!!!


KRIK!!!


Orang tertegun mendengar nada bas yang keluar dari bibir merah merekah itu.


"Eh, keceplosan!" ujarnya dengan gaya centil.


"Yey! Bagaimana seh! Suara pere dong, ah... Ah..!" tegur Bella.


"Owh! God! Dia lelaki?" ujar David tak percaya.


"Dia ternyata senjata tempur," kata Vian.


"Aduh Mak, banci Thailand ternyata. Aku pikir perempuan!" kini giliran Delta bersuara.


Sedangkan Willem menatap ngeri pada kecantikan yang ada. Bayangkan, jika dengan si Bella. Ia tau dengan pasti lelaki yang jadi wanita. Kalau yang satu lagi terlihat benar-benar terlihat seperti wanita. Sangat cantik. Sungguh.


"Teman Jeng Bella, lelaki?" Seru Dera kala kalangan orang dewasa masih syok dengan suara bas Hana.


"Oho, dese lekong." Jawab Bella mengangguk pelan.


Kontan saja orang-orang dewasa tertawa keras. Hanya Sera, Willem, David dan Leo yang tak tertawa. Mereka tidak mengerti bahasa Indonesia yang tidak tertawa. Untuk Leo, pria ini merasa benar-benar dunia sudah kiamat.


"Dari bawah sampai atas, imitasi cin!" seru Bella lagi.


"Emeber, Cin!" Jawab Hana dengan memgimut-imutkan suaranya.


"Di wajah yang imut-imut ada diri yang amit-amit!" monolog Delta pelan sehabis tertawa pelan.


"Kalau Jeng Bella asli gak tuh?" Celetuk Sari sembari mengibas wajah cantik nya yang memerah karena tawa.


Serentak Dera dan Sari mengangguk.


"Asli dong Jeng. Ini buah Apple. Tadinya mau isi buah melon biar gede. Tapi takutnya gak kuat jalan!" Ujar Bella menjunjuk dadanya."Dan yang bawah masih naga kok, belum berubah." Lanjut nya menunjukan kepunyaannya.


Satu, dua, tiga detik——


Hahahahahahhahah!!!!


Kembali suara tawa mengalun. Hiro memegang perut nya yang sakit. Dera terbatuk-batuk, jangan lupakan Sean berguling-guling di lantai bersama Delta. Hanya beberapa orang yang tak mengerti saja yang tersenyum.


"Pada ketawa. Punya Akika memang tidak segedong punya Babang Leo yang dua- satu jengkal lebih dari pada punya Akika! Tadi Akika sempat pegang. Dan ternyata, gedong Cin! Aaaah....!" Ujarnya.


Hahahahhah!!!!!!!


Gemuruh tawa tak lagi bisa di hentikan. Mendengar kata Bella dengan meperagakan dengan tangannya betapa besarnya punya Leo. Wajah Leo merah mendengar apa yang di katakan oleh Bella. Jika banci kaleng ini tidak meremasnya. Mungkin kekuatan bertahan yang besar dari Leo tidak akan keluar. Untuk melindungi senjata tempur nya. Leo mengeluarkan kekuatan ekstra besar. Memberikan dua pukulan telak. Membuat si banci K.O dalam dua kali serang. Gilanya di luar pagar, saat ia di cium banci Sean bersorak uang yang akan di berikan pada sang banci. Mebawa banci kaleng itu semakin bernafsu menghabisi Leo di rerumputan taman.


Sudah cukup! Orang-orang tidak mampu lagi untuk terus tertawa. Kevin mencoba mengotrol tawanya. Wajah sampai daun telinga nya memerah mendengar pengakuan sang banci.


"Oh,.. tuhan.. Ssseee——besar apa punya Leo Bella?" goda Kevin di sela mengontrol tawa.


Bella menoleh ke arah bangku Leo. Sebelum menaikan tangannya. Menggabungkan ke dua tangannya.


"Segini gedong nya, bok! Jika makek eke satu malam, eke bakal K.O dalam satu jam!" Ujarnya dengan semangat empat lima. Tak lupa sebelah matanya di kedipkan. Dan lidahnya menjilat bibir dengan gerakan seksual.


Sayang nya bukannya tergoda Leo malah bergindik jijik. Orang-orang langsung K.O tertawa dengan batuk-batuk. Dera menangis di sela tawanya. Saking kerasnya dan tak kuatnya. Ibu empat anak ini, sampai menangis. Sari memukul bahu Carlos.


Sean dan Delta sudah tak lagi bertenaga. Ke duanya sudah tak lagi kuat untuk duduk dengan benar. Ini benar-benar lucu.


****


Sudah dua hari lewat dari kejadian gila yang melanda dirinya. Leo masih terlihat merenggut dengan tampang semerawut. Ingin balas dendam, tapi sayang dengan sang keponakan. Untuk ke seratus sepuluh kali nya, Leo menghembuskan napas gusar.


Duduk sendiri di cafe, menatap keluar jendela. Orang-orang terlihat sibuk dengan kegiatan masing-masing. Jam makan siang sepuluh menit lagi akan habis. Membuat para karyawan bergegas untuk kembali ke kantor ataupun ke tempat kerja mereka.


Leo mengaduk pelan minuman nya. Dua hamburger di atas meja terlihat hampa. Tak tersentuh. Leo berdecak kesal. Menyandarkan punggung belakang nya ke kepala bangku.


"Hah! Hamburger saja berdua, masa aku sendiri?" monolog nya sehabis membuat napas.


Ia mulai merasa dirinya menjadi jomblo genes.


"Maaf, apakah aku boleh duduk di sini?" seruan di samping tubuh nya membuat Leo menoleh ke samping sedikit menengadah.


Gadis berkulit sawo matang dengan tersenyum lembut. Leo tak bereaksi. Rambut hitam legam bergelombang sebahu. Dengan tinggi 149 cm.


"Eh, begini. Di kursi yang lain masih penuh. Apakah boleh aku duduk di sini?" ulangnya dengan bahasa Jepang yang terdengar aneh pengucapan nya.


Leo berkedip pelan. Sebelum menoleh ke sana dan kemari. Benar saja, orang-orang masih belum beranjak.


"Tidak boleh ya," jawabnya kecewa.


Leo mengeleng cepat."Bukan,


du——dudduklah!" jawabnya terbata-bata.


Gadis itu tersenyum. Meletakan nampan berisi makanan milik nya di atas meja. Menarik perlahan kursi duduk di depan Leo.


"Terimakasih, Om!" jawabnya pelan.


"Sam——eh, Om?" Leo tertegun dan mengulang panggilan gadis di depannya ini.


Gadis berpipi chubby itu meringis pelan."Salahkah?"


"Berapa usiamu?" tanya Leo merubah raut wajah bodoh nya dengan wajah datar.


"Usiaku, dua puluh lima tahun. Usia Om?" tanyanya masih dengan panggilan yang sama.


"Eh?" Leo bungkam. Usianya cukup jauh dari gadis berwajah biasa saja dengan hidung minimalis. Jika di perhatikan dengan seksama, gadis ini mirip Dera. Saat pertama kali mereka bertemu dahulu.


"Kau tidak boleh memanggil ku begitu," tukas Leo setelah lama terdiam.


Gadis itu mengerutkan dahinya."Lalu apa?" jawabnya masih dengan logat aneh.


"Suami. Karena aku akan menjadi suami masa depan mu," lanjut Leo dengan menarik ke dua sudut bibirnya ke atas.


Byur!!!!!!


Gadis itu menyebutkan cola yang ia minum karena jawaban Leo. Lelaki ini gila? Atau ada niat jahat? Gadis berwajah tak cantik ini meringis kala Leo panik mengusap bibirnya dengan tisu.


"Jangan sentuh!" larangnya. Menghentikan pergerakan Leo."Om saya ini tidak sehat.


Jan—jantung saya ini ada kankernya." Ujarnya menunjuk ke arah jantung."Ginjal saya ini rusak ada batu-batu, ginjal!


Dan——dan," gadis itu tergagap-gagap menghadapi Leo.


Ia harus mengeluarkan banyak penyakit. Berprasangka jika Leo adalah pria yang memodusi gadis lugu dari Indonesia. Menjual organ tubuh saat gadis itu lengah.


Rahang Leo jatuh. Sebelum tertawa keras membuat orang-orang di dalam sana menatap ke arah mereka berdua. Benar-benar mirip Dera. Itulah yanga di di otak Leo.


.


.


.


Bersambung....


1 bab lagi end.... Bagaimana lucu?' bercampur apa??? Ayo...🤣🤣🤣🤣🤣🤣Leo udah nemu nih cwe yg bakal di ajak ke pelaminan 🙊


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???