Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 64 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


.


Setiap pergerakan membuat ke dua mata coklat kelam tajam itu tertutup rapat. Menikmati pekerjaan sang istri, mengeringkan rambut coklat terang nya. Bunyi Hairdryer cukup nyaring tak mampu menganggu kenyamanan yang tercipta. Jadi jemari Dera bergerak mengusap pelan rambut coklat lebat sang suami. Pria gagah yang menjadi Ayah dari Sean Yamato tengah menikmati waktu berharga nya dengan sang istri. Ia duduk di pinggir ranjang. Dengan posisi menghadap Dera yang melakukan pekerjaan nya.


"Apa lagi yang ingin di bahas Sean dengan orang di bawah sana, Kak?" Tanya Dera cukup penasaran dengan apa yang ingin di bicarakan oleh putra sulungnya pada orang di bawah sana. Terkait kematian ke dua Buaya yang menghebohkan satu rumah besar Yakuza.


Ke dua mata Sean terbuka. Ke dua tangan yang di letakkan di sisi tubuh terangkat semakin menarik tubuh sang istri mendekati nya. Jika dulu, pria ini dapat memeluk sang istri dan menenggelamkan wajahnya di perut sang istri. Kini tidak bisa lagi. Mengingat perut yang dahulu rata kini telah begitu besar mengingat ada dua kehidupan di dalam sana. Baru tiga bulan namu perut Dera sudah seperti orang hamil usia lima bulan.


Hiro mengecup pelan perut besar sang istri di balik dress besar Dera. Menengadah setelah mengecup pelan calon bayi mereka. Dera mematikan Hairdryer tersenyum lembut kala menunduk. Ah! Gemas sekali melihat bagaimana wajah sang suami yang kini tersenyum padanya.


"Sean masih tidak menyerah untuk membeli Buaya betina baru sayang!" balas Hiro membuat Dera melotot.


Hiro terkekeh pelan melihat bagaimana ekspresi lucu sang istri saat ini. Hampir saja Dera memekik keras kala tarikan keras Hiro. Membawa tubuh nya berada di atas pangkuan Hiro. Menyamping ke arah pintu masuk. Karena tidak bisa memeluk sang istri di depan maka, satu-satunya jalan adalah memeluk Dera di belakang. Meletakkan ke dua tangannya di perut besar Dera. Ikut membingkai perut besar sang istri. Dera bersemu, ke dua tulang pipi nya memerah.


Sudah menikah sepuluh tahun. Tapi kenapa rasanya masih malu saat di perlakukan semesra ini oleh sang suami. Padahal, anak-anak remaja di luar sana mampu berpelukan di depan umum tanpa rasa malu. Memperlihatkan kemesraan mereka dalam menjalani kasih. Tapi, kenapa ia malah merasa malu pada suami sendiri.


Hembusan napas Hiro menerpa leher jenjang Dera. Kala dagu Hiro bertengger di bahu kanan Dera.


"Sebegitu tak sukanya dengan Buaya, Hem?" goda Hiro membuat Dera terkekeh pelan.


"Mereka menyeramkan, Kak!"


"Lah! Bukan nya dulu, Sayang bilang Buaya, Ular dan Harimau adalah makhluk yang imut?" goda Hiro lagi.


Tangan yang bebas memukul pelan dada bidang Hiro. Membuat gelak tawa dari Hiro mengalun. Pertemuan yang begitu lucu saat itu. Jika ke duanya bernostalgia pada masa lalu. Maka akan banyak kelucuan yang mereka temukan kembali.


Kreat!


Pintu kayu di buka perlahan. Kepala Sean menyelinap di sela pintu yang terbuka. Membiarkan tubuhnya di luar kamar. Anak ini berdecak tak suka, dengan ke dua bola mata berotasi sempurna. Melihat ke dua orang tuanya. Pintu di dorong kasar, hingga menimbulkan bunyi keras. Suami-istri itu sontak saja menatap ke arah pintu masuk. Di sana Sean Yamato menatap kesal sang ayah.


"Wah! Wah! Wah! Aku yang tengah sibuk di bawah sana. Mengurusi Buaya, Papa malah mau bermesraan dengan Mama ya? Beruntung Paman Leo memperingatkan aku jika Papa akan memanapoli Mama sendiri!" cerocos Sean.


God! Bagaimana bisa anak ini menjadi cerewet begini ya? Tunggu. Sean Yamato memang akan begini bukan jika menyangkut sang Ibu. Lihat lah! Ia melangkah cepat ke arah ke duanya. Mengambil alih Hairdryer dari tangan sang Ibu meletakkan nya di atas nakas di samping tempat tidur. Sebelum menarik sang Ibu turun dari paha sang ayah. Kini, Hiro yang memasang wajah kesal. Menatap memicing sang putra.


"Hei! Dia ini istri ku. Kenapa harus aku menyerah nya pada mu, Son!" kesal Hiro. Merasa kehilangan.


"Mama adalah milik ku Papa. Dan aku sangat lapar saat ini. Harusnya Papa mengalah pada putramu. Bukan malah begini!" sindir Sean begitu saja.


Dera mengeleng pelan. Sudahlah, perdebatan antara sang putra dan sang suami tidak akan ada selesainya jika terus begini.


"Ayo jagoan! Mama buatkan Makan malam untuk mu!" Ucap Dera menengahi mengusap puncak kepala Sean dengan lembut.


Sebelum Hiro mengamuk. Sean menarik tangan sang Ibu keluar dari kamar. Dera hanya menurut saja di tarik keluar. Hiro mendesah pelan di dalam kamar.


"Untung sayang!" keluhnya. Sebelum berdiri.


Hiro tidak akan membiarkan Sean memanapoli sang istri. Ia juga ingin bermanja-manja. Sebelum besok pagi kembali ke kantor. Untuk urusan Buaya betina ia berikan pada Dokter hewan saja. Yang mana yang baik untuk ke dua Buaya Tua miliknya. Entah mau memesankan yang seumuran dengan ke duanya. Atau mau yang sudah janda untuk si Jumbo dan Jery. Terserahlah ya. Yang terpenting ke duanya ada teman dan pasangan.


Setia pada pasangannya? Cih! Yang benar saja. Mana ada setia, bukti nya sebelum di nikahkan sudah kawin duluan. Bahkan mati kelelahan setelah kawin. Dasar Buaya dua dunia!


***


Ketiga kali ketukan di luar pintu kayu membuat Hiro menoleh ke pintu kayu.


"Masuk!" serunya keras.


Engsel pintu bergerak kala tekanan di gang-gang nya. Dapat Hiro lihat wanita cantik dengan pakai cukup menggoda. Rok mini satu jengkal lebih dikit, kemeja putih mengerat memperlihatkan setiap lengkuk tubuh nya. Dan dua kancing di buka, seolah-olah ada dua benda yang mengintip dari Melangkah mendekati nya


Bunyi sepatu pantofel membentur lantai marmer gedung perusahaan mewah Yamato mengalun. Beberapa pegawai menunduk hormat kala Hiro di ikuti Yeko di belakang tubuh Hiro melewati mereka. Beberapa gadis cantik berbisik-bisik lirih kala menatap ke duanya. Visual yang benar-benar mampu menipu banyak orang.


Banyak yang terjebak dengan wajah polos nan gagah itu. Mereka berpikir jika ke dua nya adalah pria yang lembut dan tegas. Sayang istri dan anak-anaknya. Tidak ada yang tau kebegisan yang bersarang di balik topeng wajah sempurna ke duanya.


"Beberapa hari tidak masuk kantor. Membuat aku merasa tidak bersemangat!"


"Ya benar. Hanya wajah Presdir Yamato dan wakil Yeko saja yang membuat kita betah!"


"Aku sangat ingin menjadi simpanan nya!"


"Aku pun, lihat lah bagaimana gagah nya ke duanya."


"Sssttt!! Pelan sedikit. Jangan sampai ada yang dengar!"


Bisik-bisik lirih membuat senyum segaris dari wanita cantik di belakang tubuh beberapa gadis terlihat. Sudah lama ia menunggu waktu seperti ini. Dimana ia bisa mendekati Hiro Yamato secara pelan-pelan. Tidak ada lelaki yang mampu menapis godaan wanita. Apa lagi wanita secantik nya. Jihan Amelia pikir, Hiro hanya buta jatuh cinta dan menikah dengan Dera. Wanita jelek yang tidak ada yang bisa di banggakan. Tubuh yang jauh dari dirinya. Jika Jihan bandingkan dirinya dan Dera. Wanita satu itu bahkan seujung kuku pun tak mampu di sandingkan dengan nya untuk bersaing.


"Let's game!" serunya tersenyum licik.


Ini sudah saatnya Jihan bergerak. Tidak perlu jika di akhir ia lah yang akan hancur berkeping-keping yang pasti saat ini adalah menghancurkan Dera Sandya adalah tujuan utamanya. Wanita itu tidak boleh berbahagia.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Kedepannya Jihan akan sering terlihat^^tahan sabar ya, kalau ngelihat Jihan🙈🙈


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???