Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 60 (Season 2) Bonus Hari Raya Idul Fitri



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


.


Berkas-berkas menumpuk di atas meja membuat pria ini harus memijat pangkal hidung nya. Merasa sangat pening dengan perusahaan yang harus ia urus. Sebagai satu-satunya pewaris Zhao Group. Sedangkan sang kakak telah berada di Jepang saat ini. Dan ia terikat dengan semua nya, sangat membuat Kevin frustasi saja.


Tok!


Tok!


"Masuk!" Seru Kevin keras.


Pintu kaca terbuka perlahan. Wanita cantik tersenyum lembut. Sebelum menunduk sopan pada amat atasan.


"Presdir jam dua nanti siang akan ada pertemuan dengan Klien. Dan seperti nya akan tidak bisa terlaksana kan. Karena ada masalah internal di anak perusahaan yang harus di rapat kan. Apakah kita harus membatalkan nya atau menunda jam untuk pertemuan nanti siangan Presdir!" ujarnya pelan. Dengan lembut memaparkan apa yang tengah terjadi.


Kevin menyadarkan punggung belakang nya di kursi. Mengusap kasar wajah tampan nya. Sangat sulit menjalani perusahaan sebesar ini. Dan ia sendiri yang harus mengolah nya. Sangat tidak mudah.


Sang sekretaris hanya mampu menatap Bosnya dengan pandangan kasihan. Kevin gila kerja beberapa tahun ini hanya untuk fokus mengembangkan perusahaan lebih besar lagi. Entah apa yang membuat pria di depannya ini memilih fokus pada pekerjaan. Tidak memiliki ketertarikan pada wanita. Meskipun ia pernah mendengar jika Kevin adalah pria angkuh yang sangat pemilih pada wanita. Namun saat kembali lagi, Kevin terlihat nyaris tak pernah terlibat skandal dengan wanita-wanita.


Tidak seperti dulu. Lelaki ini selalu mendapat beberapa skandal gosip. Di mana ia akan menolak beberapa gadis. Atau berkencan hitungan bulan saja. Sebelum mencampakkan sang perempuan. Setidaknya, ia pernah bermain-main pada perempuan. Tapi sekarang benar-benar bersih. Ada gosip yang berhembus mengatakan jika pria gagah ini patah hati pada satu gadis. Ada juga yang bilang jika pria ini sudah tidak lagi normal. Entah yang mana fakta sebenarnya.


"Undur saja hari pertemuan bukan jam. Kita harus mengurus perusahaan ini terlebih dahulu," putus Kevin menutup perlahan ke dua kelopak matanya.


"Baik, Presdir!" balas nya. Sebelum membungkuk pelan untuk pamit.


Keluar dari ruangan Kevin. Ke dua kelopak mata Kevin terbuka perlahan. Tangan besar merongoh saku jas nya. Mengeluarkan benda persegi panjang. Di saat seperti ini lebih menyenangkan melihat wajah wanita yang ia cintai. Mengusap perlahan foto di ponselnya. Meskipun hatinya hancur, semua telah terjadi. Saat ini Kevin hanya harus menjaga perasaannya untuk tidak lagi jatuh cinta. Setidaknya, ia tidak ingin mencintai wanita lagi.


Lebih baik fokus pada satu pekerjaan. Hidup dengan keputusan tidak menikah. Untuk perusahaan nya saat ini, ia akan mewarisi kan nya pada keponakan nya saja. Willem Zhao. Anak itu lah yang akan mewarisi perusahaan dan kekayaan. Bagaimana pun, Carlos sang kakak angkat sudah sangat bekerja keras untuk ini. Dan ia tidak punya niatan untuk berumah tangga.


"Dera!" seru Kevin pelan dengan senyum patah.


Ia benci mengakui jika ia merasa sakit dan kecewa karena Dera Sandya malah menikah dengan Hiro Yamato. Teman yang selalu di anggap sebagai rivalnya secara tidak langsung. Dan lucunya adalah, Hiro Yamato lah yang mendapat wanita yang sangat di cintai. Yah, walaupun sebenarnya Hiro lah yang pertama kali bertemu dengan Dera. Dan yang juga yang pertama juga mencintai wanita itu.


Kevin hanya mendoakan kebahagiaan Dera. Bukan Hiro! Ia tidak suka dengan Hiro. Mulai dari dulu sampai sekarang pun ia tak suka Hiro.


***


Beberapa kali Sean berteriak tertahan. Dera gemas, bukan pada Cherry yang ada di dalam gendongan Sean. Tapi pada sang putra yang sesekali terlihat mengerang. Bahkan gigi nya bergelutuk saking gemasnya pada Cherry. Bayi merah yang kini berada di dalam gendongan nya. Dera dan Clara mengapit posisi Sean. Tentu ke dua Ibu ini mengawasi Sean Yamato yang mencoba mengendong Cherry.


"Mama lihat Cherry tersenyum pada ku!" seru Sean antusias.


"Mana Cleo juga mau lihat!" seru Cleo tak mau kalah duduk di depan Sean.


Benar saja bayi itu tersenyum tipis beberapa kali. Ke dua mata nya tertutup rapat. Seperti nya, Cherry mimpi indah membuat sang bayi tersenyum di dalam tidurnya.


"Wah! Iya!" balas Cleo antusias.


Meski suara Sean dan Cleo sangat menganggu. Sayangnya, bayi satu ini terlalu cuek tidak ambil pusing. Membuat Dera sesekali berpikir, apa jangan-jangan Cherry meniru Yeko. Ayah dari sang bayi juga sangat enteng. Tidak banyak bicara lebih suka bergerak cepat. Tidak terganggu oleh hal-hal yang bising. Sama seperti bayi satu ini.


"Cleo suaranya pelan sedikit, nanti dedek nya bisa terbangun!" Peringat Clara mengusap punggung kepala Cleo.


Cleo hanya menampilkan senyum lucu pada sang Ibu. Sebelum mengangguk.


"Baik Bunda. Cleo tidak akan begitu lagi," ucap Cleo sopan.


Dera mengulum senyum. Jari jemari Dera mengusap pelan pipi chubby Cherry. Bayi perempuan ini masih diam saja.


"Nanti jika adeknya sudah gede mau di ajak main kan ya bang!" ujar Cleo.


Sean menoleh pada wajah Cleo sebelum kembali menjauh pandangan matanya pada wajah Cherry.


"Ya. Nanti kita ajak Cherry main bersama. Kita kenalkan pada Jumbo dan Jery!" canda Sean begitu saja.


Clara hanya mendesah pendek. Sedangkan Dera hanya menggeleng kan kepalanya. Sebelum mengelus perut yang membuncit. Cleo meringis mendengar perkataan Sean yang begitu bebas. Cleo tau ini bukan hanya candaan semata. Anak berusia enam tahun ini sangat tau bagaimana Sean. Saat itu juga begitu, Sean mengenalkan Jumbo dan Jery pada nya. Bersama dengan dua Buaya betina lain nya. Membuat Cleoe mendapatkan demam satu Minggu. Meski sebenarnya, Buaya-buaya itu tidak melakukan apa-apa pada Cleo. Tapi melihat besarnya tubuh Buaya Amazon itu membuat Cleo merinding. Apa lagi saat menguap lebar, mulutnya terbuka dengan pandangan mata yang membuat Cleo merasa bergetar ketakutan.


Sejak saat itu, Cleo tidak akan pernah menemani Sean saat ingin memberikan makan pada Buaya itu. Sampai sekarang. Sedangkan Dera, wanita ini memang tidak suka dengan peliharaan sang suami. Entahlah, kenapa Hiro tidak suka peliharaan Kelinci, kura-kura atau kucing. Dari pada hewan satu itu.


"Cherry lebih suka kelinci Abang! Nanti kalau umur Cherry sudah lima tahun Abang beli Kelinci aja untuk Cherry," suara sang Ibu terdengar.


"Jadi Cherry suka kelinci ya. Padahal tadi Abang niatnya mau membelikan Cherry Ikan piranha!" kelakar Sean.


Sontak saja ketiga perempuan di ruangan tengah merasa pening. Anak Mafia memang berbeda. Suka nya sama bintang yang tidak berfaedah. Membuat mereka pusing saja. Sedangkan di gedung menjulang. Wanita cantik dengan rok di atas lutut. Memakai kemeja putih lengan pendek berdiri di depan gedung megah.


Gedung perusahaan yang menjadi Perusahaan pertama se Asia. Ke dua matanya mengedar menatap sekitar. Tersenyum lebar. Beberapa pegawai menatap pada nya. Wanita berambut coklat itu terlihat sangat menawan.


"Mari kita mulai. Orang-orang mungkin tidak tau siapa kau. Tapi aku tau, akan aku buat kau menangis darah karena telah menghancurkan hati ku, Dera!" serunya pelan.


Sebelum ia membuka dua kancing baju teratas nya. Jihan Amelia di terima di Perusahaan Yamato. Menjadi——Sekretaris Hiro Yamato. Suami dari Dera Sanya. Dari mana wanita ini bisa tau? Itu mudah. Dari beberapa tahun yang lalu ia sudah tau. Saat tanpa sengaja melihat Hiro dan Dera. Begitu mesra. Insting wanita lebih tajam dari pada lelaki.


"Let's start!" Ujarnya melangkah memasuki perusahaan.


.


.


.


Bersambung....


Bonus ya kak^^ Terimakasih atas dukungan nya: untuk Vote Poin, Like dan Komentar nya kakak-kakak^^


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???