Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 75 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


Hiro menyesap teh hijau hangat dengan perlahan. Menyadarkan tubuh nya di sofa empuk di teras belakang. Di temani oleh sang adik. Leo ikut menyesap teh hijau hangat. Sebelum meletakan nya perlahan di atas meja.


"Abang mau bicara apa?" tanya nya langsung pada permasalahan yang ingin di bahas.


Hiro meletakan cup tehnya di atas meja. Melipat ke dua tangan nya di atas dada. Menatap lambat Leo.


"Bagaimana hubungan mu dan Sari?"


Leo menarik ke atas sebelah alis matanya."Apa apa dengan hubungan kami?"


"Jangan berlagak bodoh, bung!"


"Aku tak pernah berlagak bodoh."


"Dia mencintai mu. Sebagai seorang pria dan kau tau akan hal ini."


"Ah, itu. Tentu saja aku tau."


"Tidakkah kau juga mencintai nya?"


Leo diam. Apa yang harus ia jawab di sini. Meskipun perasaan nya gak terlalu jelas. Ia sayang pada Sari tentu saja, mengingat Sari adalah adik Dera. Dan tubuh besar di kediaman Yakuza. Tapi rasa ini berbeda. Rasa sayang sebatas kakak dan adik. Bukan rasa sayang dari pria pada wanita.


"Aku hanya menganggap nya adik. Masih sama tidak ada yang berubah."


"Lalu jika dia aku jodohkan dengan pria lain apakah tidak masalah untuk mu?" tanya Hiro mencoba memancing rasa apa yang sebenarnya ada pada sang adik.


"Kenapa ada hubungannya dengan ku?" tanya Leo santai.


Hiro menatap lama Leo. Adiknya terlihat begitu santai dalam menjawab pertanyaan yang di lontarkan. Apakah benar Leo tidak memiliki perasaan pada Sari.


"Kau, tidak gay bukan?"


Oh! Gila. Bagaimana bisa Hiro melontarkan pertanyaan ini padanya. Hampir saja ke dua bola mata Leo keluar dari tempat nya. Menggelinding di rerumputan hanya karena tuduhan tidak berdasar dari Hiro.


"Kau gila, Bang!" kesal Leo.


Hiro mengangkat bahu acuh. Siapa tau bukan jika adiknya putar haluan. Tidak lagi suka wanita tapi pria. Mengingat berapa banyaknya pria yang memiliki penyimpangan.


"Siapa tau kau begitu. Terakhir kali menjalin hubungan dengan wanita adalah saat kita di universitas. Dan itu sudah lima belas tahun yang lalu kurang lebih. Tidak mungkin jika normal kau tak mau menikah atau jatuh cinta pada wanita, Leo!"


Leo memutar bola matanya jengah."Aku tidak begitu. Lagipula aku mencintai seorang wanita lain. Wanita yang tak bisa aku gapai," balasnya.


Dahi Hiro berlipat."Keu mencintai istri orang, huh?"


Deg!


Sialan. Bagaimana ini, Hiro cukup mampu menafsirkan perkataan nya. Namun bodoh entah buta bagaimana cara ia menatap Dera. Entahlah, Leo hanya bisa bungkam saat ini. Demi keamanan bersama.


"Aku benar-benar pusing. Wanita di dunia ini sangat banyak bagaimana bisa kau suka istri orang."


"Kau juga begitu."


"Aku?" Tunjuk Hiro pada dirinya. Membuat Leo mengangguk.


"Kau memilih Dera dari sekian banyak wanita di dunia ini."


"Cih! Itu berbeda. Dera saat itu bukan milik siapa-siapa. Dan aku tau mana yang kerikil dan permata, Dik!" Ucap Hiro tersenyum lebar.


"Ya ya ya! Aku tau itu. Dan seperti nya ada yang kurang. Meskipun saat itu Dera adalah istri orang. Aku sangat yakin kau akan merebut nya tanpa ragu Bang. Jangan coba-coba menipuku!" kesal Leo.


Hiro tertawa keras. Leo benar-benar tau bagaimana dirinya tanpa ia jelaskan. Oke, untuk fakta yang satu ini ia tidak akan berdalih. Mengingat ia akan melakukan apa yang baru saja Leo katakan. Jikapun saat itu Dera sudah ada yang punya. Tidak akan menyurut kan niat Hiro menikahi wanita itu. Karena itu adalah salah Dera. Siapa suruh ia membuat dirinya jatuh cinta.


"Sial kau, Bang!" seru Leo,"Kalau aku bisa seperti mu. Aku juga ingin merebut wanita yang aku cintai itu. Hanya saja, aku terlalu takut membuat nya hancur. Karena terlalu mencintai nya," curhat Leo.


"Kalau aku jadi dirimu. Aku mungkin akan tetap merebut nya, aku cukup egois akan rasa. Aku terlalu letih dengan ketidak mampu ku pada banyak hal. Namun aku akan egois pada cinta. Apapun bayaran yang akan aku dapat kan," ujar Hiro setelah tawanya mereda.


"Kau akan menyesal jika tau siapa wanita yang aku cintai, Bang!" seru hati kecil Leo.


***


"Apa ini semua?" seru Delta yang baru bergabung dengan teman-temannya di ruangan tengah rumah Yakuza.


Awalnya hanya David sendiri yang akan berlibur satu Minggu di rumah Sean. Siapa sangka, Delta dan Willem malah melakukan hal yang sama. Dera tidak keberatan membuat Sean juga tak masalah. Asalkan Mamanya senang maka ia akan ikut senang.


"Ini loh, foto calon pengantin Buaya tua-tua keladi itu," jawab David antusias.


Kepala Delta mengeleng pelan. Sungguh tak di sangka jika Sean melakukan apa yang sudah ia janjikan pada ke dua Buaya tua itu. Kala Buaya besar milik Yakuza itu bermain dengan nya.


"Tapi kenapa harus ada fotonya? Bukankah cukup beli saja." Tanya Delta menatap album foto yang berisi beberapa foto Buaya betina.


Anak perempuan satu ini baru tau. Jika Buaya peliharaan milik orang kaya di berlakukan berbeda. Buaya sungai Indonesia saja tidak pernah begitu. Kalau mau ya tinggal kawin tidak perlu pilah pilih banyak hal. Lihat lah betapa seriusnya Sean memilih bersama ketiga nya.


"Jumbo dan Jery tidak bisa sembarangan mengambil calon pasangan. Karena kemarin sempat mati karena salah pilih." Jawab Sean dengan tentang membalik beberapa lembar foto.


"Benarkah?" tanya David.


"Ya."


"Lalu kita harus memilih yang bagaimana biar tak mati?" tanya David antusias.


"Entahlah!" jawab Sean meragu.


"Memang yang kemarin matinya kenapa?" tanya Willem angkat bicara.


"Kata Dokter Hewan sih kelamaan kawin," jawab Sean dengan wajah polos.


Ke tiga anak itu hanya diam. Tak mengerti arti kawin. Nikah sama kawin kan sama? Itu menurut orang awam. Yang tak mengerti perbedaan menikah dengan kawin. Perbedaan terletak pada kegunaan kata. Menikah di gunakan oleh manusia untuk manusia yang melakukan akad nikah. Sedangkan kawin di gunakan manusia untuk hewan yang melakukan hubungan guna menghasilkan keturunan pada Binatang.


Jika ada manusia yang menganggap kawin dan nikah sama. Ini akan menjadi bahan tertawaan. Dan anak-anak di bawah umur ini tentu tidak tahu menahu apa perbedaan kata ke duanya.


Jika di ruangan tamu Sean dan teman-teman nya tengah sibuk memilih calon untuk Jery dan Jumbo. Di dalam kamar, Dera tengah menyusun beberapa pakaian bayi yang akan di pakai oleh ke dua calon bayi ia dan Hiro. Tiga bulan kurang Dera akan melakukan operasi sesar. Mengingat besar bayi kembar yang tidak bisa di lahir kan dengan normal.


Derit pintu membuat Dera menoleh. Hiro tersenyum letih, melangkah mendekati Dera. Duduk di samping sang istri yang melipat keperluan jabang bayi.


"Aku tidak sabar melihat ke duanya!" Ujar Hiro mengusap perut besar Dera.


Dera mengangguk pelan."Aku pun begitu."


"Kita harus dekorasi kamar untuk si kembar."


"Tentu saja harus Kak!"


"Mau tema apa kali ini?" tanya Hiro semangat.


Dera diam cukup lama. Tema apa yang akan di buat untuk si kecil.


"Bagaimana kalau tema Hello Kitty saja, De?" usul Hiro.


Sontak saja Dera meringis. Kata Hello Kitty mengingat kan ia pada masa lalu. Kala Hiro menganggap nya kucing peliharaan.


"Tidak ah, yang lain saja." Bantah Dera mengeleng pelan.


"Kalau begitu tema apa ya?"


"Tema Buaya saja Pa! Ma!" Seru Sean di ambang pintu masuk dengan senyum lebar.


Entah sejak kapan anak itu berada di depan pintu kamar yang terbuka. Di banding terkejut dengan kehadiran Sean yang tiba-tiba datang. Dera lebih terkejut dengan tema yang di usulkan oleh sang putra.


.


.


.


.


Bersambung...


Seusai janjinya kemarin udah aku up date ya kak @FalahJani^^


Untuk Crazy Up ya kak. Dan aku tak bisa melakukan hal seperti ini secara terus menerus. karena ada banyak cerita yg harus author selesai kan juga^^


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???