Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 61 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


.


Manik mata ke tiga nya menatap takjub pada kotak-kotak bekal. Yang di buka satu persatu oleh Sean. Hembusan angin mulai terasa dingin di penghujung bulan. Ke empat nya mulai memakai pakai tebal untuk menyambut awal musim baru. Yang akan datang menyapa Jepang.


"Aku lapar," seru David hampir meneteskan air liurnya sendiri melihat isi kotak bekal.


"Terlihat sangat enak," kini Delta ikut berseru.


Sean membuka kotak besi berlapis. Kala di buka, uap panas mengepul menyatu dengan udara dingin. Aroma sup buntut menyebar di udara. Menggoda Indra penciuman dan perut masing-masing.


"Pasti enak," ucap Sean.


Anak itu langsung duduk setelah beberapa macam makanan di buka.


"Tapi kenapa kau membawa banyak makanan hari ini. Apakah hari ini ada hari yang spesial?" tanya Willem menoleh menatap Sean yang duduk di samping nya.


"Tidak," jawab Sean enteng,"Karena aku bilang makan bersama kalian. Terutama aku sering mengeluh David yang selalu mencuri makan dengan ku. Apa lagi Mama kenal dengan kalian bertiga. Jadi di buat makan sebanyak ini. Untuk makan siang nanti. Akan ada yang mengantarkan nya juga untuk kita," jelas Sean.


Sontak saja ketiga nya mengangguk paham dan kagum. Masakan yang di bawa oleh Sean Yamato selalu terlihat mengiyurkan dan enak. Meskipun masakan yang mereka bawakan tak kalah dari Sean. Jujur saja, makanan Sean tetap nomor satu. Hingga David hanya membawakan nasi saja. Sangking sukanya dengan lauk pauk yang Sean bawakan.


Sejak Delta dan Willem ikut bergabung. Mereka juga melakukan hal yang sama. Lucunya, Sean hanya mengomel pada David. Padahal ke dua teman nya juga melakukan hal yang sama. Memang David sangat seru untuk di bully sayang. Jangan anggap Sean membully David dengan hal yang jahat. Anak berusia sembilan tahun ini sangat suka melihat wajah masa David. Anak yang selalu cengengesan. Berubah masam, begitu lucu di mata Sean.


"Kau jahat sekali Sean. Padahal Delta dan juga Willem melakukan hal yang sama. Tapi di mata mu, malah aku yang selalu terlihat salah," protes David.


"Hei! Kami berdua tidak serakus kamu David!" banyak Delta.


"Benar! Kami hanya mengambil beberapa lauk pauk. Tidak seperti mu yang menghabiskan lauk pauk Sean," kini giliran Willem yang menyudutkan David.


Sontak saja, David mendelik tajam. Sebelum cemberut. Ke tiga nya seperti nya sudah sekongkol untuk menyudutkan nya. Padahal, sih. Emang iya dia begitu. Salah siapa makanan seenak itu hingga membuat ia lupa diri. Memakan banyak lauk pauk milik Sean. Meski di tatap mematikan oleh Sean, ia tetap menyendok ini dan itu masuk ke dalam mulutnya.


"Aku tidak rakus tau," balas David semakin kesal.


"Ya, tidak rakus. Tapi super rakus!" seru Sean mendapatkan tawa dari ke dua teman-teman nya.


Sebelum tawa mengalun. Ke empat nya menyantap makanan dengan banyak pembicaraan. Beberapa kali Willem mengucapkan banyak terimakasih pada Sean. Untuk di sampaikan pada Ibu dari Sean Yamato. Atas makan yang telah di bawa oleh Sean. Ada beberapa makan yang di buatkan khusus untuk nya. Karena wanita itu sudah menganggap Willem sebagai putra nya juga. Mengingat Willem tidak memiliki seorang ibu. Yang akan memasaknya makanan enak. Jadi, Dera memasak kan makan ke sukaan Willem. Jadi, tolong jangan salahkan anak ini jadi semakin menyukai Ibu Sean.


***


Leo dan Dera mendesah bersamaan. Saat melihat mobil truk mengangkut dua Buaya betina masuk ke kolam. Dera bergidik ngeri melihat tubuh besar Buaya betina yang baru saja di turunkan dengan alat pengangkut. Meski belum sebesar tubuh Jumbo dan Jery. Setidaknya, dua Buaya itu merasa senang. Karena telah mengakhiri status duda mereka. Dan patut berterima pada Sean Yamato. Karena anak itulah yang telah membelikan dua Buaya betina untuk ke duanya. Sebagai wujud permintaan maaf. Karena telah membuat ke dua pasangan sang Buaya mati. Yang satu mati karena stres telah di kejar Sean malam itu. Hanya bertahan beberapa jam setelah pagi menyapa. Sedangkan yang lain nya mati di tangan Sean saat anak itu mengejar dan menorehkan pisau punggung.


"Sean membeli Buaya lagi, Kakak Ipar?" tanya Leo masih menatap dua Buaya betina yang baru di turunkan di dalam kolam.


"Seperti nya begitu. Anak itu terlalu sayang pada Jumbo dan Jery," balas Dera pelan.


Leo menoleh ke samping. Menatap wajah Ibu hamil di samping nya dengan senyum tipis.


"Setidaknya akan ada keturunan mereka kan," canda Leo di sertai kekehan di akhir kata.


Dera hanya tersenyum lucu."Ya, setidaknya begitu. Kolam satu hektar ini akan tetap terisi," balasnya.


"Bagaimana dengan ikan piranha yang ingin di belinya?"


"Yang benar saja. Ikan itu lebih seram dari pada Jumbo dan Jery!"


"Ah, jadi dia benar-benar tidak jadi memesannya?"


Leo tertawa pelan."Aku pikir tanah di sekitar sini akan dijadikan kebun bintang mini," kelakar nya.


Dera ikut tertawa."Aku tidak akan mengizinkan nya. Dari pada membeli binatang menakutkan itu. Ada baiknya membeli kelinci, Kancil, kucing atau kura-kura. Itu lebih baik dari pada Bintang yang menakutkan itu," kesal Dera.


Ibu hamil ini kesal dengan ke duanya. Baik anak dan suami nya. Kenapa mereka berdua sang menyukai bintang-binatang berbahaya itu. Jika ada bintang-binatang lucu. Kenapa harus yang berbahaya?


"Mereka berdua tidak suka dengan yang lucu, Kakak Ipar!" ucap Leo.


Dera menghembuskan napas pelan. Sebelum mengusap perut yang sudah terlihat membesar mengusapnya perlahan.


"Aku berharap anak yang sekarang bisa lebih baik. Memelihara binatang-binatang yang lucu saja. Sudah cukup Papa dan Abang nya saja yang begitu," ucap Dera penuh harap.


"Semoga saja," balas Leo pelan.


***


Manik mata coklat kelam nan dalam itu terlihat begitu seksama menatap atribut yang ada di layar komputer miliknya. Terlihat begitu serius. Beberapa kali bergerak ke bawah menatap beberapa warna yang pasti.


"Yeko!" seru Hiro dengan suara yang begitu berat dan dalam. Sangat seksi.


"Ya, Bos!" jawab Yeko cepat.


"Ke sini sebentar!" titah Hiro yang masih tidak melepaskan tatapnya dari layar.


Yeko yang berada di depan meja Hiro melangkah mendekati Hiro. Berdiri di samping sang Bos. Ikut menatap layar komputer yang menyala. Dahinya berlipat melihat apa yang di tampilkan oleh layar komputer.


"Menurut mu yang mana yang pas?" tanya Hirota tanpa harus menengadah menatap sang tangan kanan nya.


"Apanya Bos?" tanya takut-takut.


"Ini. Sean bilang ingin mengadakan pernikahan mewah untuk Jumbo dan Jerry. Jadi dia meminta aku memilih kan baju untuk ke duanya. Sekaligus baju untuk Biaya betina," jawab Hiro dengan begitu entengnya.


Hampir saja rahang Yeko jatuh ke lantai mendengar kan perkataan sang Bos. Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ke dua Bos nya menjadi aneh begini. Merayakan pernikahan Buaya? Ada-ada saja.


"Ke——kenapa harus di rayakan Bos?" tanya Yeko agak gagu karena tidak yakin dengan apa yang terjadi.


"Kata Sean, karena Jumbo dan Jery sudah tua. Menikah dengan Buaya betina yang masih sangat muda. Jadi, ini harus di rayakan. Buaya Betina mana yang mau menikah dengan Buaya jantan yang sudah tua," ucap Hiro yang benar-benar hampir membuat tawa Yeko pecah.


"Bos," panggil Yeko pelan menjeda perkataan nya,"Biasanya Buaya sangat setia pada pasangannya Bos. Kalau salah satu dari mereka mati. Maka pasangan yang hidup tidak akan mencari pasangan lagi," lanjut Yeko memperjelas kan nya.


"Lalu kenapa ada istilah Buaya darat?"


"Itu lah kenapa Buaya tidak boleh di lepaskan ke daratan Bos," balas Yeko pelan.


Keduanya diam. Pembicara ke duanya cukup aneh dan unik untuk hari ini. Bagaimana mereka membicarakan pernikahan Buaya dan kesetiaan Buaya. Sungguh lucu.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Ya elah, malah ngomongin si Buaya ya🤣🤣🤣🤣 keluarga Mafia yang aneh dan nyeleneh ☺️☺️tapi tetap cinta ❤️❤️🙈🙈


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???