Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 82 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


"Bagaimana Papa?" tanya Sean tanpa memutus kan pandangan nya pada kolam.


Hiro menarik alis matanya ke atas. Ia tak mengerti dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh sang putra.


"Apanya?"


"Cih! Papa terlalu lemot!" kesal Sean.


Hiro tertawa pelan. Ke duanya memutuskan mengecek dua Buaya tua peliharaan mereka. Yang baru saja mendapatkan pasangan.


"Papa sudah tua Sean," kilah Hiro pelan.


"Itu!" Tunjuk Sean pada enam ekor Buaya di dalam air."Kata nya kan harus mencari Buaya betina yang kuat kawin. Aku dan yang lain pikir, meski pun kuat kawin. Setidaknya tidak mungkin terus menerus. Jadi kami berempat memutuskan untuk memberikan dua Buaya betina untuk ke dua Buaya Tua itu. Agar bisa bergantian untuk kawin!" jelas Sean dengan wajah datar khas milik nya.


Hahahahahhahah!!!!!!!!


Tawa Hiro mengalun dan memantul. Sungguh, Hiro tidak tau bagaimana anak-anak polos itu bisa berpikir seperti itu. Sangat logis dan lugu. Meskipun tidak tau bagaimana dengan kata kawin. Setidaknya mereka mengetahui jika kawin jika mau tahan lama harus dengan dua pasangan. Agar tidak membuat yang lain kelelahan. Sungguh pemikir yang kekinian.


Sean menatap aneh sang ayah. Hiro masih belum bisa menghentikan tawanya. Bahkan perutnya terasa sakit, ke dua sisi matanya mengeluarkan bulir bening. Karena tertawa terlalu keras. Hiro bahkan membayangkan bagaimana Jumbo dan Jery kawin bergantian dengan pasangan mereka. Pantas saja kemarin Dera kesal pada Hiro, karena Sean. Hanya saja sang istri tidak memperjelas apa yang terjadi. Hanya mengatakan jika Sean sudah melanggar hukum alam perbuayaan.


Sekarang Hiro tau apa maksud kemarahan Dera. Ternyata, Buaya yang di gadang-gadang selalu setia pada pasangan. Kini tidak lagi berlaku, bahkan Buaya miliknya memilih berpoligami untuk mengatasi keperkasaan ke duanya. Sungguh, sangat menggelitik.


"Papa!" Kesal Sean menggoyangan pergelangan tangan Hiro meminta Hiro untuk menghentikan tawanya.


"Oh! Astaga.." Seru Hiro di sela mengontrol tawanya.


"Papa kenapa ketawa begitu?" kesal Sean sekali lagi.


"Tidak. Maafkan Papa, ini terlalu lucu sayang!" ujar Hiro begitu saja.


"Aku pikir hanya Paman Leo dan Tante Sari saja yang tertawa dengan apa yang terjadi. Ternyata Papa juga tertawa dengan pemikiran kami. Memangnya letak lucunya di mana sih? Sampai orang-orang dewasa akan tertawa. Padahal, apa yang kami lakukan terbukti. Paginya Buaya betina nya tidak kelelahan. Malah Jumbo dan Jery yang tak mampu bergerak. Apa itu berati, dua Buaya betina yang kami pilih itu genit Papa? Sampai Jery dan Jumbo yang kelelahan?" tanya Sean dengan wajah polos.


Tunggu!


Hahahahhahahahhhaaa!!!!!!


Kali ini, Hiro malah terjerembab ke lantai. Saking tak kuatnya dengan tawa yang mengalun. Putranya sangat lucu. Meski ia sering mengatai sang putra sebagai anak setan ternyata sang putra juga punya sisi humoris yang mampu membuat ia tertawa sangat keras. Sama seperti Dera. Begitulah pemikiran Hiro.


Sean hanya menggelengkan kepala nya melihat sang ayah guling-guling di lantai. Masih dengan tawa yang mengalun. Hiro melupakan harga dirinya. Lantaran asik dengan tawa yang mampu membuat perutnya terasa sakit.


Yang bertugas memantau cctv di kolam Buaya mungkin hanya menatap aneh sang Bos. Melihat bagaimana Hiro tertawa untuk ke dua kalinya.


"Cih! Apanya yang lucu. Dasar otak orang dewasa yang gesrek!" cibir Sean.


***


Makan malam terasa begitu canggung. Beberapa kali Sari menarik rambut panjang nya ke belakang. Ia baru kali ini melihat wajah ayah biologis dari Willem Zhao. Sangat gagah dan berkarismatik. Tatapan mata elangnya bahkan mampu membenam dirinya dalam-dalam.


"Bagaimana masakan Mama Sari, Pa?" tanya Willem mengalun.


GLEK!


Susah payah Sari menelan air liur nya. Ia menatap takut-takut ke arah Carlos. Pria gagah itu tersenyum, ugh! Tolong katakan pada pria satu ini untuk tidak menarik garis senyum setampan itu. Semua gadis perawan akan langsung kejang-kejang hanya karena ketampanan Hot Duda satu ini.


Willem tersenyum. Sebelum menoleh ke samping, ide yang di berikan oleh Sean sangat hebat. Sahabat nya satu itu merelakan Sari untuk dirinya dan sang ayah. Bahkan David dan Delta ikut menimpali. Agar Willem bisa mendekatkan Tante Sean dengan Carlos.


Banyak rencana sudah mereka rancang demi kelancaran hubungan ke duanya. Toh, Sari masih belum milik siapa-siapa bukan? Jadi, anak satu ini ingin Sari benar-benar menyandang status sebagai Nyonya besar Zhao. Mengantikan sosok Ibu bagi Willem. Dan bisa membuat Carlos menjadi Ayah sesungguhnya. Menjadi Ayah yang lebih hangat.


"Mama! Aku mau makan yang itu!" Tunjuk Willem pada lauk panggang yang ia buat.


Dengan cepat Sari bergerak. Menyumpit lauk yang Willem mau. Meletakan nya di atas mangkuk Willem.


"Makan yang banyak sayang!" ujar Sari lembut.


Willem mengangguk pelan. Interaksi ke duanya tak luput dari pandangan Carlos. Ia baru melihat sisi ini dari Willem. Sang putra yang cenderung dingin berubah hangat. Carlos Zhao bukan pria bodoh yang sama sekali tak tau maksud Willem mengundang Sari ke rumah.


Bahkan meminta Sari memasak untuk mereka. Carlos tau, Sari adalah wanita yang baik. Wanita yang bisa di jadikan seorang istri dan Ibu untuk Willem. Sangat banyak gadis-gadis cantik yang mendekati nya. Ingin di persunting, bahkan menawarkan cinta untuk nya. Sayang, mereka tidak tulus pada Willem.


Wanita-wanita itu hanya mencintai nya. Bukan anaknya, mereka mungkin berpikir menikah dengan Carlos. Maka hanya melahirkan keturunan Zhao selanjutnya. Dan mendepak Willem dari kehidupan nya. Sayang nya, niat jahat itu dapat dan mampu di cium dengan mudah.


Tapi, gadis cantik itu begitu tulus pada Willem. Sari lebih dahulu mengenal Willem dan menyayangi nya. Sebelum melihat dirinya.


"Makan yang banyak tuan Zhao!" Ujar Sari meletakan udang tepung di atas mangkuk Carlos.


Carlos tersentak dari lamunannya. Willem tersenyum, seperti nya anak satu ini yang meminta Sari meletakan makanan ke sukaannya di atas piring.


"Terimakasih Nona Sari. Makan yang banyak juga," balas Carlos sebelum membalas senyuman Sari.


***


"Bagaimana Dokter?" tanya Hiro kala Dokter wanita itu selesai memeriksa Dera.


Wanita itu tersenyum."kandungan Nyonya Yamato sangat baik. Hanya saja, bersabar untuk ke dua kaki yang membengkak. Mungkin jika melahirkan dengan normal Nyonya harus melakukan banyak kegiatan. Namun karena kali harus Cesar. Jadi hindari banyak bergerak. Untuk makan dan minum sedikit namun rutin," jelas sang Dokter.


Sontak saja Dera dan Hiro mengangguk pelan. Hiro membatu Dera untuk bersandar di dasbor ranjang mereka.


"Bagaimana untuk kelahiran mereka Dokter?" tanya Dera.


"Kita menjadwalkan mungkin dalam pertengahan bulan di musim dingin ini, Nyonya!"


"Apakah ada resiko untuk kelahiran ke dua ini, Dokter?" tanya Hiro dengan raut wajah khawatir.


"Tidak Tuan. Mengingat sekarang untuk Operasi sangat mudah. Tidak ada sedikit pun kendala, selama Nyonya di kontrol dengan baik. Dan stabil, Nyonya Yamato adalah wanita yang kuat dan hebat. Jadi, kedepannya tidak akan ada masalah."


Sontak saja Dera dan Hiro menarik napas perlahan. Keadaan Dera memang sangat baik. Hanya satu Dera tak mampu berdiri terlalu lama. Si kembar yang terlalu aktif, dan besar cukup menyulitkan. Meskipun begitu, Dera bahagia. Karena dua bulan kurang lagi. Si kembar akan segera hadir di dunia. Menyapa ke duanya.


Ke duanya hanya berdoa untuk keberhasilan dalam operasi nantinya. Ke dua bayi yang sehat dan kuat. Dan Dera selamat dalam melahirkan. Hanya itu yang menjadi doa di setiap saat oleh ke duanya.


.


.


.


.


Bersambung.....


Dapat Nebeng Hotspot 🤣🤣🤣lumayan...


mohon dukungan nya ya all..^^


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???