Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 56 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....πŸ™πŸ’Œβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ€­πŸ€—


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


.


Ke dua mata pria gagah ini tak mampu terpejam meskipun hanya untuk sesaat saja. Sangat menyakiti saat apa yang telah di tunggu-tunggu hanya menghasilkan rasa sakit teramat dalam. Pria ini, tidak tau siapa yang biasa ia salah kan di saat seperti ini. Di sini anggota keluarga nya lah yang membuat ulah. Hingga wanita itu meninggal kan nya. Menjalin hubungan baru dan membangun rumah tangga yang kokoh. Sedangkan dirinya, diam di dalam penyesalan. Penyesalan karena tak mampu lebih cepat menemukan wanita yang ia cintai. Menyesal karena menjadi bodoh.


Bian mengusap kasar permukaan wajah tampan nya. Pembicara mereka tadi sore masih di ingat dengan baik. Rasa yang terus hidup karena nya. Dan akan mati karena nya, haruskah ia sendiri saja. Karena rasa nya terlalu berat untuk melangkah lebih jauh di saat hati nya masih untuk Dera Sandya. Teramat dalam, hingga sulit membunuh rasa. Orang-orang memang akan sangat mudah dan menguri dengan kata melupakan. Dengan istilah Move On! Tapi tidak akan sanggup saat sakit yang sama dan cinta yang sama mereka dapat kan.


"Maaf!" sesalnya kembali lagi mengalun setelah terdiam di kegelapan malam.


Apartemen mewah yang ia tinggali saat ini di lingkupi oleh kegelapan. Pria ini takut, hanya untuk sekedar menatap Cahya lampu. Ia takut melihat wajah yang begitu menyedihkan. Pria jarang menangis untuk cinta. Mereka cenderung menutup rasa. Bukan karena mereka sok kuat, namun karena mereka tak ingin menjadi lemah karena itu. Mereka seorang pemimpin yang akan melindungi dan menjadi pemimpin. Jika pria runtuh karena cinta dan bermain rasa. Maka tidak akan ada kata kuat di dalam diri.


Jika di Apartemen khusus, Bian Winata tengah merasakan kehancuran hati. Maka di rumah besar Yakuza, Dera terlihat termenung di depan cermin rias. Duduk di meja rias, bayang wajah Dokter Bian. Pria yang pernah ia cintai begitu menghantui pikiran nya. Wanita ini memang tidak lagi menyimpan rasa pada sang Dokter. Hanya saja, melihat raut wajah terluka Dokter Bian. Membuat Dera merasa ikut sakit. Wanita ini turut menyesal untuk ini. Ia tidak tau jika Bian masih betah bertahan dalam kesendirian. Berharap ia akan kembali dan membangun rumah tangga dengan nya.


Dera tak bisa begitu. Ia punya keluarga yang harus ia lindungi. Ada seorang putra berusia sembilan tahun yang perjalanan nya masih panjang. Ada janin di kandungan nya dan Hiro Yamato. Bos Yakuza yang sangat mencintai nya dan dirinya cinta. Goyah kan dia akan rasa dan kenangan masa lalu?


Kehancuran rumah tangga bukan lantaran ke datangan orang baru. Namun orang lama yang telah berlalu namun masih memiliki rasa yang sama di dalam hati. Itu lah yang menghancurkan. Kisah yang belum usai memberikan orang-orang kesempatan bermain api. Tapi, wanita ini tidak akan bermain. Tidak akan pernah menyalakan sekecil apa pun api. Bagi Dera, ia hanya merasa bersalah karena tidak memberikan kepastian saat ia pergi. Harusnya saat itu ia mengirim kan Bian surat. Bahwasannya ia baik-baik saja dan sudah berumah tangga. Hingga Bian Winata tidak lagi menunggu. Itulah yang harus nya ia lakukan.


Dera terlalu terlena dengan kehidupan yang ia jalani hingga lupa. Ada hati lain yang menunggu dalam kesendirian. Sebongkah rasa sesal hadir. Hembusan napas kasar mengalun. Derit pintu membuat wanita ini terkejut dan membalikkan tubuhnya. Suami nya tersenyum lebar kala pintu terbuka lebar. Dera pikir suaminya yang tampan ini tidak akan pulang ke rumah hari ini. Siapa sangka ia pulang juga.


Dera berdiri dari posisi duduknya. Melangkah mendekati Hiro. Yang melangkah masuk, ikut mengikis jarak antara nya dan sang istri.


"Kakak mau membersihkan tubuh dulu?" tanya Dera kala dirinya sampai di depan sang suami.


Hiro mengangguk. Ia mempersempit jarak di antara mereka. Memeluk tubuh mungil sang istri, sedikit membungkuk. Meletakan kepala nya di bahu Dera.


"Letih!" Seru Hiro menghirup aroma strawberry menguar di tubuh sang istri.


Dera menarik ke dua sudut bibirnya, membalas pelukan sang suami. Mengusap perlahan punggung belakang sang suami dengan gerakan perlahan. Tidak ada kata yang terucap. Ke duanya sama-sama diam. Membiarkan debaran jantung mengisi rungu. Irama terindah dari dua alunan jantung.


"Ayo, bersih kan tubuh Kakak dahulu. Sebelum istirahat!" Ujar Dera menepuk pelan punggung sang suami.


Hiro tersenyum lebar. Melepaskan pelukannya pada tubuh sang istri. Mengangkat kepalanya. Kecupan di layangkan di dahi Dera. Hanya sebatas kecupan ringan dan singkat. Dera melangkah lebih dahulu menuju kamar mandi. Menyiapkan keperluan mandi sang suami. Hiro mengikuti langkah Dera dari belakang.


***


Kerutan di dahi putih terlihat semakin jelas. Angka-angka di atas kertas membuat wanita ini mengerang keras. Bagaimana bisa semakin hari kelompok mereka semakin merugi. Memang tidak mudah hidup dalam persembunyian. Kelompok yang dulu berjaya dan di takut kan oleh kelompok lain sekarang bagaikan Harimau tanpa taring.


"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" seru Mirabel kesal,"Jika ke depan nya terus begini. Kelompok ini akan mati," lanjut nya resah.


Hembusan napas gusar terdengar jelas. Bawahan nya yang setia menatap prihatin sang Bos. Tidak mudah menjalankan kelompok yang telah hancur. Jalan terbaik adalah membebaskan diri. Hidup seperti seorang wanita biasa. Melepas predikat sebagai seorang putri Mafia. Mengubur dalam-dalam identitas jika di perlukan rubah semua nya. Operasi wajah agar lebih maksimal. Dengan begitu kehidupan yang bebas dan kebahagiaan akan lebih terasa. Akan tetapi, wanita ini lebih suka hidup dalam kesukaran. Susah! Menenggelamkan diri dari kubangan dendam yang masih terasa memanas di hati.


Ke Matian ke dua orang tua Mirabel memang sangat memberikan ras sedih dan pedih pada anggota. Bahkan mereka menjadi buruan kelompok lain. Hanya untuk se'koper uang dari Yakuza. Hiro Yamato, pria itu tidak bisa melepas kan kelompok mereka. Dan melepaskan begitu saja Mirabel. Seperti Mirabel yang juga tidak bisa melepaskan Hiro dengan mudah. Entah karena benar-benar mencintai pria itu. Atau rada yang telah berubah menjadi dendam. Entahlah.


"Gea! Tolong hubungi dia. Kita butuh suntikan dana darinya!" titah Mirabel Nakano begitu saja.


Gea tersadar dari pemikiran nya. "Kenapa kita harus menghubungi dia, Bos?" tanya Gea tak yakin dengan perintah sang Bos.


"Hanya dia yang akan mengulurkan tangan untuk ku."


"Namun bayaran yang harus Bos terima juga sebanding."


"Tidak masalah. Bahkan jika ia menginginkan tubuh ku, aku akan memberikan padanya. Di sini kelompok kita jauh lebih penting. Saat kita sudah sampai di puncak kita akan menggantikan uang nya!"


Gea tidak bisa membantah. Jika bosnya sudah bertekad begini dia bisa apa. Selain melakukan apa yang di minta.


"Baik Bos!" Serunya sebelum membungkuk pelan dan berlalu.


"Aku tidak akan pernah kalah. Meski harus menjual jiwa pada iblis akan aku lakukan. Semua nya belum usai, Hiro!" ujar nya pelan. Penuh rasa ketidak terimaan.


***


Kali ini rumah besar Yakuza terasa sangat sepi karena hanya sepasang suami-istri saja yang duduk di meja makan. Keluarga Yako masih berada di Rumah Sakit. Cleo anak itu seperti nya tidak bisa pisah dengan sang Ibu. Membuat Yeko terpaksa menjemputnya di tengah malam untuk ke Rumah Sakit. Sean yang biasanya selalu menghangatkan suasana dengan celotehan anehnya memiliki tugas sekolah beberapa hari ke puncak. Katanya sih, ke gunung Fuji. Meskipun ini hanyalah akal-akalan Hiro Yamato. Bisa gawat tingkat tinggi jika wanita yang tengah hamil ini tau di mana Sean dan apa yang terjadi pada putra mereka.


Bagi Hiro dan Sean luka yang di dapat anak itu tidak ada apa-apa nya. Lecet dikit, bagi orang awam itu bukanlah luka kecil. Mengingat pertarungan gila anak berusia sembilan tahun dengan dua puluh ekor Serigala buas. Bayangkan bagaimana hebat sekaligus mengerikan nya hal seperti itu. Sangat berbahaya.


Yang parah pada Sean hanya terkaman di tangan kanan nya. Gigi taring yang menempel cukup dalam merobek kulit meskipun tidak perlu di jahit tetap saja akan membekas jika tidak ada perawatan serius.


"My love!" Panggil Hiro di sela menyendok nasi goreng buatan sang istri.


"Mau ikut ke kantor tidak hari ini? Aku sangat kesepian. Yeko sibuk dengan anggota baru keluarga nya," jelas Hiro pelan.


Dera menarik ke dua sudut bibirnya ke atas. Tersenyum pada sang suami melihat bagaimana wajah memelas Hiro Yamato. Seperti nya sang suami menang sangat engan sendiri di bangunan besar menjulang itu.


"Lalu apa yang aku lakukan jika aku ikut ke kantor, kak?" tanya Dera.


"Membuat kan aku kopi, memijat pundak. Jika tidak ingin, my love bisa duduk saja menikmati cemilan. Asalkan ada my love saja, Hem!" Pinta Hiro dengan wajah di rubah seimut mungkin.


Dera terkekeh pelan mengangguk pelan membuat senyum lebar dari Hiro semakin melebar.


"Leo kapan pulang kembali ke Jepang kak?"


"Entah lah, Papa berkata mereka ingin Leo mendapatkan pendamping di sana."


"Jika ia mendapat kan pendamping di sana. Otomatis ia tidak akan di sini dong, ya!"


"Mungkin."


"Kenapa tidak cari wanita di sini saja. Biar kita tetap berkumpul. Ayah dan Mama mertua sudah jauh di Belanda. Sari juga tidak di sini, rasanya sepi!" curhat Dera begitu saja.


Tangan Hiro terangkat, jatuh pada pipi chubby sang istri. Mengusapnya perlahan. Ia tau jika rumah sunyi, sang istri akan merasa sendirian dan kesepian.


"Kalau begitu bagaimana jika hari ini kita kencan berdua. Mumpung Sean belum pulang?" usul Hiro begitu saja. Hebat juga itu, jika Sean berada di dekat mereka akan sangat susah menghabiskan waktu berdua.


Penawaran yang mengiurkan. Tapi, bagaimana ya? Jika ia pergi dengan Hiro akan ada banyak pekikan keras. Apa lagi akan sangat sulit untuk tidak mengungkap kan siapa istri dari Hiro Yamato.


"Tapi kakak harus melakukan penyamaran jika ingin berkencan dengan ku," usul Dera.


"Siap Bos!" Jawab Hiro bersemangat memberikan hormat pada sang istri.


Kembali ke duanya terkekeh keras. Sebelum kembali melanjutkan acara makan di sertai pembicaraan ringan.


***


Tubuh Sean terdapat beberapa perban. Anak itu duduk dengan nyaman di kursi empuk di ruangan khusus. Anak ini di berada di Rumah Sakit khusus di bangun untuk Keluarga besar Yakuza. Manik mata madunya menatap kesal pada layar ponselnya. Bagaimana tidak? Banyakan dirinya tengah melakukan perawan untuk pemulihan luka-luka di tubuh nya. Tapi sang ayah seperti nya malah mengambil kesempatan dalam kesempitan. Berkencan dengan sang Ibu. Hanya berdua di taman bermain.


Cuaca yang begitu cerah dengan suhu sedang di nikmati. Meskipun sang ayah menyamar terlihat sangat jelek. Dengan mengelap kan kulit wajahnya dan memakai make up yang gak banget. Di pasang gigi palsu menyempurnakan penyamaran nya. Berbanding terbalik dengan sang ibu. Wanita itu memakai deras kuning dengan motif bunga. Sesuai dengan kulit tubuh sang Ibu. Memakai make up tipis membuat sang ibu terlihat bersinar dan begitu manis. Mengingat tinggi tubuh yang terbilang mungil membuat Dera Sandya seperti seorang remaja. Inilah ke untungnya perempuan yang bertubuh kecil.


Meskipun umur telah bertambah, perawatan yang sempurna membuat mereka terlihat seperti anak remaja.


"Tuan muda!" seruan di belakang membuat Sean berdecis.


"Apa?" tanyanya kesal.


"Ini saat nya tuan muda makan siang!" seru Yeko pelan.


Sean mengeleng pelan."Yeko!" panggil Sean pelan.


"Ya, tuan muda."


"Aku ingin keluar. Lakukan juga penyamaran untuk ku!"


"Tapiβ€”β€”"


"Tidak ad bantahan. Aku juga ingin membututi ke duanya. Karena aku iri!!!!" ujar Sean begitu jujur.


Hampir saja Yeko menyemburkan tawa mendengar perkataan sang tuan muda Yakuza. Sean Yamato, cemburu pada Hiro Yamato. Ayah dan anak sama saja ternyata. Memperebutkan satu wanita yang mereka sayangi. Yah,.. seperti ia dan Cleo lah. Yang juga memperebutkan perhatian Clara.


Senyum miring tercetak di wajah tampan Sean membuat bulu tubuh Yeko merinding. Seperti nya anak satu ini memiliki rencana aneh di otaknya. Entah apa?


.


.


.


.


.


Bersambung....


Kira-kira apa ya rencana Sean?? πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ€”πŸ˜ˆπŸ˜ˆπŸ˜ˆπŸ˜ˆπŸ˜ˆ


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....πŸ™πŸ’Œβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈβ€οΈπŸ€­πŸ€—


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???