
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro
.
.
.
.
.
Bola mata Sean terlihat bergerak mengikuti pergerakan sang Ibu. Duduk dengan santai di mini bar, sudah beberapa menit di habiskan melihat bagaimana sang Ibu memasak makan untuk nya. Sesekali Dera menoleh menatap sang putra yang begitu mengemaskan tersenyum padanya. Sesekali sang putra tertangkap basah mengusap lebar. Bukan lantaran bosan melihat sang Ibu memasak. Hanya saja, ini sudah saat waktu nya setan kecil Yamato itu tidur siang.
Dera terkekeh pelan melihat sang putra terkantuk-kantuk. Dengan pergerakan cepat, Dera membasuh ke dua tangannya. Bergerak ke sana kemari meletakan makanan yang telah selesai buat untuk makan malam. Sebelum melangkah mendekati mini bar.
"Sayang! Pangeran Mama sudah mengantuk." Seru Dera mengusap puncak kepala Sean.
Mendapatkan elusan ke dua kelopak mata milik Sean terbuka sempurna. Di sela rasa kantuk, masih sempat-sempatnya senyum melengkung di bibirnya. Benar-benar mengemaskan.
"Ayo, ke kamar!" seru Dera lagi.
Ke dua tangan Sean mengawan. Kembali Dera terkekeh melihat sifat manja Sean. Sudah berusia sembilan tahun ia masih bak balita pada sang Ibu.
"Gendong!" serunya serak.
Derap langkah kaki mendekati dapur terdengar jelas. Leo mengeleng pelan melihat bagaimana manja nya sang keponakan. Berat tubuh anak itu sudah pasti sangat berat. Dan minta di gedong lagi. Dera memeluk sang putra, mengusap punggung belakang bayi besarnya.
"Apa kata teman-teman mu jika melihat pangeran satu ini masih seperti bayi pada Mamanya?" goda Dera.
Ke dua kelompok mata sayu Sean terbuka perlahan."Mereka tidak akan tau Mama. Kalau Mama tidak mengadukan nya. Lagipula apa yang salah, Mama kan orang tuaku. Aku manja pada Mama itu wajar," protesnya sebelum mengerucut kan bibirnya.
Pembicara ke duanya masih dapat di tangkap oleh Leo. Pria tampan yamg masih lajang itu menuangkan air putih hangat ke gelas. Menegaknya hingga tandas. Sebelum mendekat ibu dan anak yang masih mengobrol di sela kantuk Sean.
"Sini Paman yang gendong. Sean sudah sangat berat jika Mama mu yang gendong!" ujar Leo membuat Dera menoleh kebelakang.
Leo tersenyum secerah matahari pagi. Meski waktu tidak lagi pagi. Dera melepaskan pelukannya. Kala Leo mendekati dirinya dan Sean. Anak lelaki itu membuka ke dua matanya. Rasa kantuk semakin besar membuat nya tidak mampu menolak. Leo mengendong Sean, lalu melangkah tanpa kata. Dera hanya mengamati Leo yang mulai menjauh dari dapur besar. Leo Yamato, pria yang hangat dan begitu tampan. Sama seperti sang suami. Anehnya, pria itu menolak melakukan kencan buta yang telah di atur oleh nya maupun oleh Ayah mertuanya.
Zeo Yamato, kembali memijaki daratan Eropa. Kali ini, Zeo menjadi kan negeri Kincir Angin menjadi tempat untuk menghabiskan hari tuanya. Di temani oleh Ibu Hiro. Meski tanpa ikatan, ke duanya hidup bersama dalam tanda kutip bawahan dan atasan. Meskipun Nomi adalah ibu kandung Hiro Yamato. Anggota dalam Yakuza, hanya saja hati Zeo Yamato masih terbelit pada satu wanita. Wanita yang melahirkan mahkluk setampan Leo Yamato.
"Ayah mertua sangat mengkhawatirkan Leo. Apakah aku harus mencarikan nya wanita untuk di nikahi olehnya? Tapi Leo suka tipe wanita yang seperti apa?" monolog Dera masih menatap punggung Leo yang mengecil dan menghilang di balik tikungan.
Dera menarik napas dalam-dalam sebelum menghembuskan nya perlahan. Di waktu bersamaan dan negara yang sama. Di tempat yang berbeda, sebuah mobil sedan hitam berhenti di bawah jembatan besar. Pria gagah terlihat memberikan kode pada anak buahnya untuk turun. Pria berwajah sangat itu turun dari mobil. Begitu juga dengan mobil yang berada di depan mobil mereka.
Ke dua-duanya sama membawa satu koper besar. Di belakang tubuh pembawa masing-masing terdapat penembak handal. Jika ada yang main-main dalam transaksi maka sudah pasti akan ada peluru panas yang melayang.
KREK!!
KREK!!
Ke dua koper di buka serentak memperlihatkan isi masing-masing. Pria itu mengangguk pelan, kala isi sesuai dengan kesepakatan. Koper di tutup kembali sebelum saling menukar. Uang dan senjata api. Ke dua kelompok itu kembali pada mobil masing-masing. Pintu mobil di buka perlahan.
"Sesuai dengan perjanjian Bos!" Serunya membuka kembali koper berisi senjata api.
Pria itu mengangguk pelan. Memberikan kode untuk anak buahnya membereskannya. Sebelum menutup pintu mobil. Mobil di depan mobil mereka sudah melaju meninggalkan tempat.
"Masih sedikit?" seru sang pria dengan nada berat.
"Ya, Bos. Ini adalah daerah kekuasaan Yakuza. Tidak mudah bisa bekerja sama dengan Yakuza. Kita memasuki daerah mereka bisa menjadi ancaman atau sekutu!" seru pria yang duduk di balik kemudi.
Manik mata hitam legam tajam itu mengangguk pelan. Memang tidak mudah memasuki tempat kekuasaan lawan. Yakuza bukan hanya berada di dalam kegelapan saat ini. Kekuasaan mereka sudah terlihat jelas. Baik kotor sampai Bisnis bersih telah di kuasai oleh Mafia besar Yakuza. Orang-orang awam mungkin tidak tau siapa Bos besar anggota Mafia Yakuza. Namun orang-orang yang berpangkat tinggi sangat tau siapa pria yang duduk dengan gagah berjas dan berdasi. Wara-wiri menjadi pembicaraan hangat wanita-wanita dalam maupun di luar negeri Jepang.
Termasuk pria satu ini, pria yang mengawasi daratan Asia China. Menamai anggota mereka dengan nama Devil.
"Sudah tau siapa istri nya?"
"Belum bos. Siapa istri nya sangat sulit untuk di telusuri Bos. Seolah informasi dan fotonya di lindungi dengan kuat. Bahkan untuk membuka informasi orang mana yang di nikahin oleh Hiro Yamato butuh waktu berbulan-bulan hanya untuk Informasi ini."
"Cih! Pria yang cerdik!"
"Kita hanya tau posisi anaknya saja. Sean Yamato, yang kini menjadi salah satu Siswi sekolah Dasar Taimen. Satu sekolah dengan tuan muda."
"Hanya putranya saja yang ia perlihatkan di publik begitu? Hem! Sungguh sangat menarik!" ujarnya mengangguk pelan.
"Hiro Yamato sangat mencintai istrinya Bos. Bahkan mampu membunuh Ibu angkatnya. Meskipun wanita itu bukan ibu yang melahirkan nya. Setidaknya, wanita itu masih istri sah dari mantan Bos Yakuza. Ia mati di tebas di tangan Hiro. Tidak ada anggota yang melawan ataupun memprotesnya. Meski Hiro telah membunuh Ibu besar Yakuza hanya untuk melindungi istri nya. Informasi yang paling mahal dan penting adalah Hiro memenggal suami-istri dari Dragon. Karena putri Mafia Dragon mengancam kehidupan istri nya. Dan sekarang tengah dalam pemburuan menangkap mangsa yang kabur," jelasnya panjang lebar.
Carlos Zhao tersenyum miring. Sangat menarik, secantik apa istri dari seorang Hiro Yamato sampai Hiro segila itu. Menghabisi nyawa orang-orang yang di anggap mengancam keselamatan sang istri. Carlos merasa sangat tertantang menemukan keberadaan dan siapa gerangan istri dari Hiro Yamato. Nyonya besar Yakuza.
***
"Apa??"
Teriakkan melengking di ruangan besar. Wajah Mirabel memucat seketika kala mendapatkan kabar pemburuan besar-besaran dari Hiro pada anggota nya. Tidak taukah pria itu sangat sulit untuk dirinya menjaga anggota nya. Dan membangun kembali kelompok yang sudah hancur. Pria itu, sangat ia cintai bagaimana bisa ia menghancurkan hasil kerja kerasnya.
"Bos!" seru sang bawahan pelan.
"Bagaimana mungkin ia bisa menangkap anak buah ku! Menghancurkan transaksi besar yang menjadi dana kita untuk membangun lebih besar Dragon!" Kesal Mirabel ke dua tangan nya terkenal. Hingga buku-buku tangan nya memutih.
Kembali wanita cantik itu berteriak keras. Di tempat lain, Hiro memindai aktivitas pelabuhan di Vietnam. Biasanya, tikus busuk seperti mereka akan bermain pada pelabuhan hanya untuk sekedar transaksi atau melakukan hal lain nya.
"Bos! Tidak lagi di temukan tanda-tanda ke hadiran mereka!" seru Yeko di belakang tubuh Hiro.
"Tidak ada informasi lebih lagi?"
"Tidak Bos. Mereka hanya mengatakan jika Anggota Dragon hanya melakukan transaksi saja di sini. Kemungkinan besar anggota Dragon tidak bermukim di sini Bos!"
Hiro mengeraskan ke dua rahang nya. Kelopak matanya tertutup sempurna. Menekan rasa amarah.
"Siapkan kendaraan kita kembali ke Jepang!" titah Hiro dengan nada berat.
Ke dua kelopak mata terbuka perlahan. Cahaya merah ke kuning-kuninggan menerpa wajah putih susu milik nya. Hembusan angin pantai menggoda diri. Merindukan keluarga nya. Baru beberapa hari saja, Hiro sudah sangat merindukan sang istri. Dan juga putra nakalnya.
"Baik Bos!" seru Yeko. Pria itu membungkuk pelan membalikkan tubuhnya.
"Tunggu!" Hiro membalikkan tubuhnya. Membuat langkah kaki Yeko berhenti dan kembali membalikkan tubuhnya.
"Ya, ada apa Bos?"
"Kita ke tempat oleh-oleh dulu. Kita tidak mungkin pulang dengan tangan kosong. Dera akan curiga, siapkan saja kendaraan ke tempat pembelian oleh-oleh sebelum kita ke Bandara!" titah Hiro.
Ah. Hampir saja Yeko lupa. Mereka memang harus mampir di pusat belanja. Untuk membelikan keluarga Yamato barang atau makanan. Agar Nyonya besar Yamato itu tidak curiga. Karena biasanya, Hiro akan memberikan oleh-oleh setiap perjalanan bisnis. Jika kali ini tidak membeli maka pasti akan ada kecurigaan pada mereka.
"Baik, Bos!"
***
Beberapa kali di tatap kesal oleh Sean. Sayangnya, David seakan kebal. Ia menyendok makanan Sean ke atas kotak bekalnya.
"Jangan melotot begitu kawan. Kau juga boleh mengambil lauk pauk ku!" balas David pelan.
Sean hanya menatap dingin David kembali menguyah makanan yang sudah ada di mulut nya. Derit kursi dan hantaman kotak bekal di atas meja membuat kegiatan ke duanya berhenti menegadah melihat siapa yang berani duduk di dengan mereka.
"Di kantin terlalu berisik dengan teriakan anak-anak perempuan dan anak lelaki aku jadi tidak bisa makan. Tidak apa-apa kan aku bergabung dengan kalian?" tanya nya takut-takut.
David melirik Sean. Teman satu bangku nya itu terlihat diam saja tidak ada reaksi. Anak perempuan itu kembali bersuara karena tidak mendapat kan respon dari teman barunya.
"Bolehkan aku makan di sini bersama kalian. Seperti nya kita satu angkatan. Namaku Delta Miranda, anak pindahan dari Indonesia. Aku belum punya teman di sini. Jadi bisa kan aku bergabung dengan kalian?"
Manik mata hitam legam milik anak perempuan itu menatap keduanya penuh harap. Sean memindai wajah anak Perempuan yang mengaku sebagai anak pindahan Indonesia ini. Kulit kuning langsat dan senyum yang manis. Seperti Ibu nya dan sang Tante.
"Duduklah!" Seru Sean kembali memakan bekalnya.
"Woah!" seru David takjub membuat anak perempuan di samping nya itu menoleh.
"Kenapa?" tanya dengan bahasa Jepang yang masih agak terdengar kaku.
Kepala David mengeleng pelan."Kau belum tau nama kami bukan?" tanya David ramah. Memang pada dasarnya David adalah anak yang ramah dan periang.
Delta tersenyum menggelengkan kepalanya pelan."Teman satu kelas ku selalu membicarakan nya. Mulai saat aku pertama kali masuk sampai sekarang. Dan juga nama mu," balas Delta pelan.
"Kau tau nama kami?" Tanya David menunjuk dirinya dan Sean di depan nya bergantian. Sedangkan Sean tak ambil pusing. Ia masih fokus makan.
"Ya, kau bernama David Miyaki dan dia adalah Sean Yamato. Kelas ku terlalu ribut dengan Sean dan anak lelaki yang sama-sama masuk di hari yang sama dengan ku. Dia masuk kelas kalian dan aku di samping kelas kalian," papar Delta ceria.
David terkekeh pelan membuat dahi Delta berkerut heran.
"Kenapa bertawa?" tanya Delta dengan nada aneh.
"Cara mu berbicara sangat lucu. Logat mu aneh," jawab David dengan jujur.
Delta hanya tersenyum malu. Nada dan logatnya memang terdengar aneh sih. Karena ia baru mencoba berbicara seperti saat ini dengan warga Jepang. Delta biasanya menggunakan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Untuk bahasa Jepang sendiri baru ia pelajari dan ia terapkan.
"Tidak masalah. Berbicara santai lah!" seru Sean dengan bahasa Indonesia membuat pupil mata Delta melebar. Sedangkan, David anak itu hanya melongo. Ia tau jika Sean Yamato fasih berbahasa Indonesia, Inggris, Jepang dan Mandarin. Hanya saja belum mendengar kan anak ini berbicara selancar dan sehalus ini. Bahkan terdengar pas.
"Kau bisa berbahasa Indonesia?" tanya Delta dengan takjub.
"Sean fasih menggunakan banyak bahasa. Salah satunya Indonesia," bukan Sean yang menjawab. David lah yang membalas.
"Wah! Hebatnya!" balas Delta dengan senyum lebar.
"Makanlah! Sebentar lagi akan bel jika kau masih berbicara!" tegur Sean mengunyah lauk pauk di mulut nya.
Delta mengangguk pelan. Membuka kotak bekalnya. Makan bersama ke dua nya. Sekali baik Delta maupun David berbicara banyak. Sedangkan untuk anak Yamato itu hanya fokus pada makanannya.
.
.
.
Bersambung...
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro