Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 77 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


Manik mata coklat kelam bergerak pelan. Menatap layar monitor komputer. Yeko, pria itu terlihat setia di belakang kursi Hiro. Mendengar kan apa yang akan di katakan oleh sang Bos.


"Berapa kamera tersembunyi yang di letakan di ruangan kantor?" tanya Hiro tanpa memindahkan tatapan nya pada video cctv kantor.


"Empat Bos," jawab Yeko cepat,"Apa yang harus kita lakukan selanjutnya Bos?" lanjut Yeko pelan.


"Kita ikuti saja permainan nya. Taruh beberapa orang di sekelilingnya. Aku yakin, dia bekerja tidak sendirian. Dan, melihat ia bisa masuk di kantor cukup luar biasa." Ujar Hiro mengusap pelan jari jemari yang melingkar cincin pernikahan.


"Ya, Bos. Aku menemukan beberapa kaki tangan di kantor. Aku akan membersihkan nya secepatnya. Dan menemukan orang yang menyokong gadis satu ini," ujar Yeko dengan penuh keyakinan.


Hiro menarik napas pendek, sebelum mengembuskan nya perlahan. Jihan Amelia, wanita satu itu berhasil masuk ke dalam Perusahaan dengan mulus. Awalnya, Hiro tidak terlalu ambil pusing mengingat Jihan memiliki standar tinggi untuk bisa menduduki posisi Sekretaris. Siapa sangka, lama ke lamaan semua mulai terasa janggal. Gerak yang dapat di tangkap oleh mata.


Wanita itu memiliki keinginan menghancurkan rumah tangga nya. Hiro bukan pria bodoh yang tidak bisa membaca gerak tubuh. Meskipun, Jihan sangat pintar. Sayang nya kepintaran Jihan belum seberapa.


TOK!


TOK!


Dua kali ketukan pintu ruangan kerja pribadi Hiro di buka perlahan. Yeko menunduk hormat pada wanita hamil besar. Dera hanya membalasnya dengan senyuman. Dera tidak masuk, ia hanya berdiri di ambang pintu. Dengan kondisi daun pintu di buka lebar.


"Apakah pekerjaan nya masih belum selesai, Kak?" tanya dengan wajah letih.


Hiro mengeleng pelan. Berdiri dari posisi duduknya."Lakukan apa yang harus di kerjakan!" titah Hiro sebelum mengayun kan ke dua tungkai kakinya mengikis jaraknya dan sang istri.


Dera tersenyum lebar, kala tangan nya di raih. Hiro menautkan ruas jemari mereka. Melangkah meninggalkan ruangan kerja.


"Apakah kita pindah saja di bawah, mengingat kau tak bisa terus naik-turun tangga?" Tanya Hiro di sela langkah kakinya.


"Seperti nya begitu, Kak. Aku merasa benar-benar kesulitan dalam melangkah. Bahkan ke dua kakiku terasa tebal dan bengkak!" Keluh Dera.


Hiro menghentikan langkah kakinya bersama Dera. Dera menengadah menatap wajah tampan Hiro. Hampir saja Dera memekik pelan, sebelum gerakan refleks mengalungkan ke dua tangan nya di leher Hiro. Pria gagah itu mengendong sang istri.


"Besok kamar akan di pindahkan ke bawah. Kau harus bersabar, mengunakan kursi roda. Bayi kembar tidak akan kuat di bawa kemana-mana, hingga kau kelelahan sayang!" Ujar Hiro mengecup puncak kepala Dera.


Dera tersenyum. Tidak banyak kata, ia memilih menikmati perlakuan spesial dari sang suami. Hiro melangkah menaiki satu persatu undak tangga. Dari arah lain Delta menatap takjub ayah Sean. Betapa romantis dan kuatnya papa dari sahabat nya itu. Ke dua orang tuanya saja tak pernah seperti itu. Satu sama lain.


"Ayo, lihat apa?" goda David yang sudah sampai di samping Delta.


"Itu! Melihat betapa romantisnya Papanya Sean pada Mamanya!" jawab Delta jujur.


David menoleh ke anak tangga teratas. Anak satu ini merasakan betapa Hiro Yamato begitu berkarisma. Membuat David bertekad akan juga menjadi seperti itu. Terlihat sangat keren di mata wanita. Di TV juga banyak adegan yang seperti itu. Dan kali ini, David melihat sebuah gambar yang nyata dari kata romantis.


"Aku saat besar nanti juga akan sekeren itu," ujar David penuh semangat.


Delta menoleh. Menelisik sahabat nya, mulai dari bawah sampai atas. Apakah seorang David Miyaki akan segentel itu? Mengingat jika David terlalu banyak omong. Tidak ada cool nya sama sekali, berbeda dengan ke dua sahabat nya. Sean dan Willem mungkin bisa di kategorikan seperti itu. Mengingat ke duanya adalah pria yang misterius dan tampan.


Bukan berarti Delta tidak mengakui jika David juga tampan. Hanya saja, karena banyak tingkah membuat level ketampanan David luntur di mata Delta. Temannya satu ini membuat nya ilfil pada satu waktu. Apa lagi saat membuat guyonan yang gak banget.


"Kau akan seperti Papa Hiro?" tanya Delta dengan nada mencemooh.


"Ya, tentu saja!" bangga David.


Sebelum melangkah kan kakinya menuju kamar mereka. David berdecak kesal. Berkacak pinggang melihat kepergian Delta."Kau lihat saja nanti. Aku akan banyak di gilai wanita!" Ujarnya dengan mengangkat dagu."Enak saja menyamakan aku dengan Buaya tua-tua keladi. Suka daun muda!" Lanjut David protes.


Sayangnya. Delta sudah tak di sana dan tak akan mendengar bantahan David.


***


Apartemen berasap, dengan dapur yang berantakan. Bahkan di langit apartemen sudah mengeluarkan air. Kala pendeteksi kebakaran membuat gaduh satu gedung apartemen. Beruntung Bian, Dokter berparas gagah itu bergerak cepat memadamkan api di kompor. Yang hampir melahap atap apartemen.


Kini ke duanya berada di ruangan tamu. Beberapa jendela di buka lebar. Termasuk pintu balkon. Guna meminimalisir asap yang tersisa. Kejadian beberapa menit yang lalu membuat ia mendapat terguran dari penghuni dan keamanan apartemen. Vian bersidekap dada menatap Sakura yang duduk di lantai bak kucing kecil yang malang.


Seolah-olah Bian telah melakukan penganiayaan pada nya.


"Apa yang kau inginkan sebenarnya nona, kau mau membakar satu gedung apartemen, huh?" tanya Bian mencoba menahan gejolak emosi.


Pria ini baru saja pulang dari dinas malam. Baru menutup kelopak mata di atas tempat tidur. Bunyi nyaring dari tanda kebakaran membuat ia langsung turun dari tempat tidur. Dalam kebingungan dan kepanikan melanda kala apartemen nya berasap. Ia bergerak cepat. Mematikan api.


"Jangan pasang tampang menderita dan teraniaya begitu Nona!" seru Bian lagi.


"Maaf!" serunya mencicit. Sangat kecil.


"Apa?"


"Maafkan aku Dokter Bi. Aku tidak tau jika memasak air hangat bisa meledak. Katanya air hangat hanya butuh di masakan api besar dan di tunggu saja. Tapi ia malah meledak menimbulkan api!" Papar Sakura dengan nada bergetar.


Bian mengusap pelan telapak tangannya ke wajah. Pria ini sungguh frustasi dengan ke hebat Sakura dalam membuat kepalanya untuk pecah.


"Itu karena kau menunggu nya sampai kering nona!" sanggah Bian pelan.


"Maaf!"


Lagi-lagi hanya kata itu yang Bian dapat dari Sakura. Tangis besar mengalun membuat Bian langsung terperejat dan kebingungan. Sumpah demi pantat bebek, Bian tak tau cara menangani wanita menangis. Karena ia bukan pria yang suka dengan tangisan wanita.


Jika di apartemen Bian tengah pusing. Maka di rumah besar Yakuza Dera lah tengah pusing. Dari balkon kamarnya, Dera berdecak kesal mengurut pelan ke dua sisi dahinya. Melihat satu persatu Buaya betina di angkat ke dalam kolam. Jangan bilang dua Buaya tua itu akan berpoligami.


"Apa yang terjadi?" tanya Dera pelan.


"Sean mau mengadakan ajang pencarian Jodoh untuk Bintang kesayangan nya. Membawa Beberapa koleksi Buaya besar dari berbagai usia untuk si Jery dan Jumbo, Kakak Ipar!" Seru Leo di belakang tubuh nya.


Sontak saja Dera menoleh kebelakang. Leo mendekati Dera, berdiri bersisian dengan wanita yang ia cintai.


"Astaga!" keluh Dera pelan.


"Aku bahkan tak seberuntung Jery dan Jumbo!" kelakar Leo.


Membuat Dera mau tak mau terkekeh pelan. Membuat Leo tersenyum lebar, betapa mempesona nya kakak iparnya. Leo selalu bahagia kala Dera tertawa.


.


.


.


Bersambung....


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???