Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 71 (Season 2)



Senyum nakal terlihat tercetak jelas di ke wajah cantik nya. Rok mini memperlihatkan ke dua kaki jenjang miliknya. Kembali membungkuk memperlihatkan betapa besarnya benda kenyal yang mengintip di sela kemeja putihnya. Hiro tersenyum miring, Jihan meletakkan secangkir kopi di atas meja.


"Minuman nya, Presdir!" seru Jihan dengan nada mendayu-dayu.


Sungguh. Hiro Yamato hampir mau muntah. Namun tetap memasang wajah tergoda. Pria ini butuh informasi siapa yang ada di balik wanita satu ini.


"Terimakasih!" balas Hiro. Sebelum kembali mengembangkan senyum lebar.


Jihan menegakkan tubuhnya kembali. Menarik anak rambut nya ke kebelakang. Tersenyum nakal, mengulum bibir merah miliknya.


"Apa Presdir mau saya pijet?" tanya Jihan dengan wajah polos.


Hiro menatap Jihan lama. Membuat sang wanita merasa tersanjung. Mengira seorang Hiro Yamato jatuh cinta padanya. Terpesona oleh wajah cantik nya, pada akhirnya bukankah Hiro jatuh dalam pesona seorang Jihan Amelia. Begitulah pemikiran nya. Kala mendapatkan keramahan dari Hiro beberapa hari belakangan ini.


"Tidak usah. Sekretaris Jihan akan sangat lelah. Kembali lah bekerja," tolak Hiro halus.


Ugh. Jihan tak tahan mendengar nada yang di keluarkan oleh bibir Hiro. Pria seksi dengan balutan hot ini benar-benar membuat ia menggila. Tak masalah tidak mendapatkan seorang Bian Winata. Yang terpenting ada Hiro Yamato. Seorang pria yang berkarismatik dan begitu membuat dirinya hilang akal. Harusnya dahulu ia tak menghalangi Bian dan Dera. Membiarkan ke duanya menikah. Toh, pria satu ini lebih dari segala-galanya. Harusnya dirinya lah yang bertemu duluan dengan Hiro. Menjadi istri dari seorang Yamato.


"Ah! Baiklah Presdir." Jawab Jihan tersenyum lebar. Membungkuk pelan untuk sedikit lama guna menggoda Hiro."Lihatlah bukankah punya ku lebih dari wanita jelek itu?" Seru hati Jihan menegakkan tubuhnya perlahan.


Hiro hanya melebarkan garis bibirnya. Jihan melengak lengokkan body nya. Pintu terbuka lalu tertutup perlahan. Senyum luntur begitu saja. Hiro berdiri dari posisi duduknya. Meraih kuping cup kopi miliknya. Sebelum melangkah di sudut ruangan. Membuang habis kopi hitam tanpa gula yang di buat oleh Jihan. Pria satu ini tau dengan pasti rencana Jihan. Wanita gila itu ingin membuat nya bertekuk lutut dan mengkhianati Dera. Yang benar saja.


Ada banyak wanita yang tubuh nya aduhai di dunia ini. Jika memang Hiro ingin, pria ini sudah pasti tidak akan menikahi Dera. Sayang seribu kali sayang, Hiro telah jatuh pada pesona Dera lebih dari siapapun tau. Wanita yang mau menjajal tubuh nya begitu banyak. Wanita cantik di dunia ini berlimpah. Namun wanita sekaligus Ibu sesempurna Dera dengan kehangatan? Ini yang sulit.


Bagi Hiro, Dera Sandya lebih dari ratusan wanita cantik di seluruh dunia. Bahagia nya bersama Dera dan Sean. Dan untuk ke dua anak perempuan kembar yang hitungan bulan akan lahir.


"Cih! Membuat mata ku kotor saja." Kesal Hiro melangkah cepat ke kursi singgasana nya.


Merogoh saku jas mahal. Mengeluarkan benda persegi panjang. Senyum melengkung ke atas kala jari jemari panjang nya bergerak menekan nomor Line Dera. Hiro ingin melakukan Video Call dengan sang istri. Melihat wajah Jihan benar membuat dirinya gila. Gila ingin mengulitinya.


***


Kolam luas dengan air hijau lumut begitu gaduh. Tolong katakan pada ke tiga anak lelaki itu untuk berhenti menjadi kan ke dua Buaya duda itu sebagai mainan. Salahkan Sean Yamato, anak satu ini membawa ke tiga temannya ke rumah saat liburan.


Tidak masalah jika ke empat anak-anak itu bermain hal yang lain. Bukan membuat si Duda Jumbo dan Jery sebagai rakit. Menaiki ke dua Buaya besar itu. Menyuruh Jumbo dan Jery membawa mereka mengarungi kolam satu hektar.


Sari tertawa di ujung sana. Mengambil beberapa foto sang keponakan dan tiga teman Sean.


"Jadi tali yang aneh itu untuk menjadikan ke dua Buaya itu sebagai mainan Sean?" seru Clara di samping Sari.


Sari terkekeh renyah."Bukankah ini lucu?" tanya Sari.


Clara akui ini begitu lawak. Melihat bagaimana wajah malas ke duanya. Membawa empat anak di punggung mereka. Para pria terlihat bersemangat. Bahkan David yang sempat menangis keras saat dahulu. Antusias menarik kekang di leher Jumbo. Sedangkan Delta anak satu ini hanya duduk diam di atas punggung Jery dengan Sean di depan.


Beruntung ke dua Buaya itu takut pada Sean. Mau saja seperti Buaya tua bodoh. Jika saja mereka tidak takut pada Sean. Jangan kan melakukan hal seperti ini. Bergerak saja Jumbo dan Jerry malas.


"Lebih cepat lagi geraknya Jumbo!" Titah David menarik kekang Jumbo.


Ke dua bola mata Jumbo bergerak pelan. Kesal, tentu. Meskipun ke duanya adalah Binatang. Bukan berarti mereka tidak memiliki rasa kesal pada manusia. Dan David seenak jidat nya menyuruhnya.


"Dengarkan kata penumpang mu Jumbo! Bukankah kau mau pengantin baru Minggu ini!" seru Sean menggalun.


Seolah mengerti. Buaya besar itu melengguh keras dan menggerakkan ke dua kalinya berserta mengibas ekornya. David dan Willem tertawa keras. Jerry tak mau kalah, melaju menyongsong Jumbo.


Hahahahhahaaa!!!!!!!!!


Tawa mengalun begitu besar."Buayamu lucu Sean!" seru David keras.


"Tentu saja Buaya ku kan tua-tua keladi!" balas Sean mendapatkan tawa besar dari beberapa orang yang ada di sana.


Sari berserta Clara ikut tertawa mendengar ledekan Sean. Anak satu ini benar-benar sesuatu sekali. Hewan seperti Buaya sungai Amazon bisa tunduk begitu saja. Hanya dengan embel-embel mendapatkan Buaya betina.


***


Sontak saja ketiga nya mengangguk. Dera tersenyum lembut melihat betapa antusias nya ke tiganya. Hiro hanya menjadi pendengar yang baik di meja makan. Mereka semua makan dengan suara bising dari anak-anak.


"Tentu saja. Kami sudah meminta izin pada orang tua masing-masing. Aku sangat ingin tinggal di sini bersama Mama Dera dan Papa Hiro!" jawab David tak tau malunya.


Sontak saja mata Sean membesar. Anak satu ini mendengus kesal."Kalian pikir rumahku penampungan!" cibir Sean mendapatkan teguran dari Dera.


"Tidak boleh begitu sayang. Bukankah rumah jadi ramai dengan teman-teman Sean. Tidak boleh begitu ya pada teman sendiri. Mama dan Papa tidak keberatan kok!" Seru Dera mengusap puncak kepala Sean pelan. Sebelum tangan nya menyumpit tumis sayur kangkung. Meletakan di atas piring Sean.


"Mama tidak terganggu?" tanya Sean dengan wajah lucu.


Dera mengeleng pelan."Mama senang." Jawab Dera tersenyum lembut.


Jujur Dera merasa kesepian di rumah yang sangat besar. Hanya ada Sean dan Cleo yang membuat gaduh. Saat Sean ke sekolah maka hanya ada Cleo saja. Itupun jika Cleo tidak mengikuti les privat sebelum masuk Sekolah Dasar. Clara dan Yeko berpendapat jika les privat lebih baik untuk Cleo. Anak perempuan cantik itu lebih terperhatikan jika les privat daripada memasukkan nya ke taman kanak-kanak.


"Benar kata Mama mu. Papa tak masalah. Jika Mama bahagia Papa ikut bahagia," timpal Hiro mengalun.


"Iya. Tapi aku kesal, mereka akan merebut perhatian Mama!" keluh Sean dengan nada nyaris berbisik.


Sari tersenyum melihat betapa lucunya Sean. Karena didikan sesaat ia dan Leo membuat Sean overprotektif pada Dera. Karena sering memanas-manasi Sean. Beginilah jadinya anak satu ini.


Willem di samping Sari tersenyum iri. Betapa bahagia nya Sean dan beruntung nya Sean.


"Ini makan yang banyak Willem!" Ujar Sari meletakan lauk panggang di atas piring Willem.


Willem menoleh tersenyum lembut. Dera dan Sari sama-sama memiliki hati yang hangat. Tak jarang Sari memberikan perhatian padanya maupun yang lain. Sejak mereka sampai di kediaman Yamato.


"Terimakasih, Tante!" balasnya sebelum tersenyum.


Sari gemas. Ia tersenyum lebar mengusap puncak kepala nya. Diam-diam Sean memperhatikan ke duanya. Senyum miring terbit begitu saja.


"Willem!" panggil Sean.


Membuat anak itu menoleh ke depan."Apa?"


"Bagaimana kalau kau meminta Papa mu melamar Tante ku. Tante Sari akan menjadi Ibu yang baik untuk mu loh!" goda Sean.


Hukh!!!


Serentak dua orang tersedak. Willem bergerak cepat menyodori gelas air pada Sari. Sedang Delta yang duduk di samping Leo ikut melakukan hal yang sama pada Leo. Ke duanya menerima uluran dari ke dua nya.


"Kau tak akan menyesal. Tante ku ini kan cantik dan juga baik." Lanjut Sean tersenyum semakin lebar. Bodoh amat lah dengan Leo.


Dera hanya mengeleng pelan melihat keadaan yang terasa mulai aneh. Hiro tersenyum lebar, ia tau Sean sengaja menggoda Sari dan Leo. Benar-benar anak setan yang peka.


.


.


.


.


Bersambung...


Hem Hem!!!! satu kali dayung dua, tiga pulau terlampaui. Sean emang peka🤣🤣🤣🤣


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???