Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 67 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


.


Dahi David berlipat kala riak di permukaan air di kulit kolam terlalu besar. Anak itu tak ambil pusing. Terus berenang. Sean di tepi kolam tersenyum setan, sedangkan Delta menahan ngeri kala tubuh besar Buaya itu masuk ke dalam kolam luas. Willem mengeleng pelan kepalanya melihat apa yang terjadi. Bahkan tubuh Delta menggelinjang saking takutnya.


Sekarang, Willem tau apa yang membuat Sean Yamato mengundang David terlebih dahulu ke rumah besar Yakuza kala pulang dari sekolah. Katanya sih mau berenang bersama sebelum musim panas berganti dengan musim dingin datang. Dengan penuh semangat David mengangguk. Tak tau jika di depan mata ada bahaya mengintai.


"Ayo masuk ke sini kita berenang bersama," seru David menatap ke tiga teman nya.


Delta mengeleng pelan. Bahkan berdiri dari posisi duduknya di kursi santai, di pinggir kolam. Air liur tak mampu ia telan. Kala Buaya besar Yakuza itu berenang ke arah David. Pergerakan begitu tenang kala mengerakkan ekor panjang nya. Kolam besar itu terlihat begitu mengerikan di mata Delta.


Sean tersenyum lebar. Kala Jumbo berada di sisi David. Sungguh! Willem awalnya ingin memberitahu kan David saat Buaya besar itu di giring oleh penjaga nya ke kolam dengan langkah lambat. Sayangnya, jika ia bertindak gegabah. Bisa-bisa Sean tidak akan menyukainya. Untuk Delta, anak perempuan itu telah kabur masuk ke dalam rumah dengan langkah kaki seribu. Yang benar saja, Buaya satu ini menakutkan.


"David!" panggil Sean lantang mengalihkan pandangan heran anak yang berenang di tengah kolam di temani Jumbo.


"Ah? Apa! Ayo ke sini kita berenang!" Ujar David melambaikan tangan nya.


"Ada yang mau kenalan tuh dengan mu," seru Sean lagi.


"Siapa?"


"Di samping kanan. Lihat lah!" titah Sean.


Willem menghembuskan napas pelan. Ia tak tau jika Sean punya sisi jahil seperti ini. Jahil yang cukup menakutkan sih sebenarnya. Mengingat Buaya yang di bawa masuk adalah Buaya sungai Amazon. Buaya buas yang sangat menakutkan. Namun, jika di perhatikan lagi. Buaya besar itu telah jinak. Terbukti tidak menyerang David saat telah berada di samping David.


Teriakan keras menggema kala kepala David menoleh. Buaya besar itu seolah-olah tersenyum menyapa David. Sean dan Willem tertawa keras melihat bagaimana ekspresi terkejut bercampur takut dari David. Seluruh mata pengawas tertuju pada David yang berada di kolam berenang. Teriak David cukup mampu membuat telinga seketika tuli.


Meski kaki di bawah kolam di gerakan keras. Tubuh David seakan membatu tak bisa bergerak. Oh! Terkutuk lah Sean Yamato yang kini mengerjai anak ceria satu ini. Beruntung air kencing yang menyatu dengan air kolam tak terlalu membuat David malu. Sean dan Willem masih asik dengan tawanya. David dengan tangisan. Jika di tanya kan Jumbo? Buaya yang telah kembali mendapatkan status duda itu, malah mengerakkan ekornya. Menuju tangga kolam. Yang benar saja, Buaya satu ini tak suka David. Anak ini terlalu lemah.


Beruntung Ibu hamil itu tidak di rumah saat ini. Jika ada, sudah pasti satu jeweraan hinggap di daun telinga Sean. Sesayang-sayangnya Dera pada Sean. Dera tak akan membenarkan tindakan sang putra yang salah. Dan Sean tak sebodoh itu, mengerjai David di depan sang Ibu. Perlu di ingat kembali, jika Sean akan menjadi anak manis di depan sang Ibu.


***


Hiro mengusap permukaan foto USG yang kini telah di tangan. Ke duanya selesai dari Dokter kandungan. Cek kandungan yang selalu rutin sang istri lakukan. Tentu nya selalu bersamanya, dan di lakukan oleh Dokter wanita. Mengingat betapa posesif nya Pria satu ini. Mobil sedan yang di kemudikan oleh Yeko berjalan dengan tenang. Membelah jalanan Jepang yang ramai lancar.


"Bagaimana dengan pesta semalam?" tanya Dera membuka pembicaraan.


Suasana mobil yang tenang. Hanya di isi oleh radio.


"Tidak terlalu menarik. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya," balas Hiro pelan.


Hiro bergerak merebahkan kepala sang istri di dada bidangnya. Sangat menyenangkan saat seperti ini. Di mana tidak ada gangguan dari setan kecil nya. Biasanya Sean akan bersikeras ingin ikut ke Rumah Sakit. Berada di tengah mereka, bahkan mereka harus menunggu Sean pulang dari sekolah untuk cek kandungan Dera. Entah apa yang terjadi. Hiro tak ambil pusing yang terpenting adalah waktu berharga ia dan Dera.


Wanita ini menengadah menatap wajah tampan sang suami.


"Tidak. Sama sekali tak ada masalah. Kenapa tanya seperti itu?"


Dera menghembuskan napas pelan."Aku merindukan Negera ku. Sudah sangat lama kita tak mengunjungi Indonesia."


Hiro mengusap puncak kepala Dera dengan lembut. Sebelum tangannya menyimpan foto kecil USG ke dalam saku jas mahal milik nya. Tangan kiri nya memeluk pinggang sang istri dengan lembut.


"Nanti kita akan mengunjungi Indonesia. Saat si kembar sudah lahir," janji Hiro pada sang istri. Melayang kan kecupan di dahi Dera. Membuat ke dua pipi Dera merona.


Ugh! Rasanya sangat tenang dan nyaman seperti saat ini. Pada akhirnya, Dera menyembunyikan wajah nya di dada bidang sang suami. Menghirup aroma permen karet, parfum mahal milik sang suami.


Hiro mengusap punggung belakang Dera pelan."Sari! Apakah musim dingin ini akan ke sini?"


Dera kembali menarik wajah nya sedikit menengadah menatap wajah Hiro."Seperti nya iya, katanya ia sangat kangen dengan Sean dan ingin mendampingi ku saat nanti melahirkan," jawab Dera pelan.


"Kenapa tidak kita nikah kan saja Sari dan Leo," usul Hiro begitu saja.


"Apakah itu akan baik untuk mereka?"


"Tentu saja. Aku tidak mau Sari mendapatkan pria yang aneh-aneh di luar sana. Di sini kita sama-sama tau bagaimana Leo maupun Sari. Mereka bisa bersama jika kita mengerahkan sedikit usah. Bukankah dengan begitu, Sari dan Leo akan tetap bersama kita?" papar Hiro yang di benarkan oleh hati kecil Dera.


Jika Leo dan Sari menikah. Sang adik akan dapat di kontrol dengan baik. Ia memberikan Sari kebebasan beberapa tahun saja. Karena Dera ingin, Sari juga merasakan kebebasan. Jujur, Dera merasa Sari menyimpan rasa pada Leo. Entah kenapa, ia malah memilih berkuliah di Amerika dari pada di Jepang. Padahal jika ia berkuliah di Jepang ia akan tetap dan terus bersama dengan Leo bukan?


Sudahlah. Dera tak terlalu mau terlibat banyak dengan asmara Sari. Bagi Dera apapun yang di inginkan oleh Sari. Selagi itu tidak menyakiti orang lain dan bisa ia wujudkan. Akan ia lakukan untuk sang adik.


"Iya. Tapi ini tentang hati mereka Kak. Aku tidak ingin terlalu memaksakan nya," pada akhirnya Dera memilih berpikir bijak.


Ia tak ingin sok tau dengan hati sang adik. Biarkan Sari maupun Leo yang membuat jalan mereka sendiri. Karena kebahagiaan mereka, mereka lah yang tau.


"Baiklah. Aku sih tak masalah banyak. Asalkan kau di sisiku sayang!" bisik Hiro di daun telinga Dera. Mendapatkan pukulan sayang di dada bidang nya.


Hiro terkekeh renyah. Di kemudi, Yeko hanya tersenyum tipis melihat kebahagiaan sang Bos. Hiro tak salah pilih menjadi kan Dera sebagai seorang istri. Melihat bagaimana seorang Dera Sandya yang sebenarnya. Sangat dewasa dan keibuan. Senyum Yeko patah kala mengingat hal yang dia dengar kemarin. Saat akan membereskan Jihan Amelia.


Pembicara wanita itu dengan orang di telpon membuat Yeko mengurung kan niatnya. Yeko melaporkan pada sang Bos. Mereka akan mengikuti permainan dari gadis licik itu. Sebelum menemukan apa yang di inginkan wanita satu itu.


.


.


.


.


Bersambung....


Kira-kira apa yang terjadi pada rencana Jihan? dan siapa yang menghubungi Jihan saat itu?? Hem... 🤔🤔🤔🤔


Sean kejam amat, sampai David pipis di kolam berenang 🤣🤣🤣🤭🤭🤭


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???