
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
.
.
.
Ke dua kelopak mata Sari mengerjap perlahan. Sebelum terbuka, sang mentari tak lagi mampu bertahta dengan angkuh di langit Osaka Jepang. Musim dingin membawa gugusan awan kelam. Menutup cahaya hangat. Mengingat musim dingin mulai menyapa. Kepalanya menoleh ke samping, hembusan napas teratur anak lelaki seusia sang keponakan tercinta membuat segaris senyum tercetak di bibir Sari. Manik mata hitam legamnya melirik jam Beker di atas nakas, tepat di samping tempat tidur.
Waktu menunjukkan pukul lima tiga puluh. Gadis cantik ini telah terbiasa bangun di waktu pagi buta. Dera selalu mengajarkan nya kebiasaan untuk bangun pagi. Menemani sang kakak untuk memasak makanan. Meski pun kemampuan Sari masih jauh di bawah Dera. Namun, gadis cantik ini masih di kategori kan bisa memasak beberapa jenis makanan.
"Selamat pagi, Will!" seru Sari pelan. Sebelum merubah posisi nya.
Sari duduk perlahan, sedikit membungkuk. Mengecup pelan dahi Willem, seperti nya anak berusia sembilan tahun itu terlalu nyenyak hingga tak terganggu. Sari turun dari tempat tidur perlahan. Melangkah memasuki kamar mandi pribadi di dalam kamar Willem. Sari harus mencuci muka dan gosok gigi. Sebelum menyiapkan sarapan untuk Willem. Ia tau, di rumah besar milik Zhao ini tidak ada wanita yang memaksa kan makan.
Biasanya untuk makanan. Willem dan Carlos hanya memakan roti dengan berbagai macam selai. Ke duanya jarang makan makanan berat di pagi hari. Entah itu hanya sebuah alasan atau karena mereka sama-sama tau. Tak semua makan mampu menarik nafsu makan.
Hanya sepuluh menit Sari keluar dari kamar mandi merasa telah rapi. Setidaknya, tidak ada bekas iler atau upil mata yang melekat di ke dua sudut mata. Ke dua kaki jenjang Sari melangkah lebar. Keluar dari kamar, teriakan tertahan di kerongkongan Sari dan Kevin. Ke duanya sama-sama baru keluar dari kamar yang bersebelahan.
"Kau——kau adiknya Dera bukan?" tanya Kevin terkejut dengan kehadiran Sari.
Sari mengangguk patah-patah. Ia lupa jika di rumah besar Zhao ada Kevin.
"Aku di minta tidur di sini tadi malam. Menemani Will!" jelas Sari terlontar begitu saja.
Kevin mengangguk pelan. Pria ini mengerti dengan penjelasan dari Sari.
"Lalu mau kemana pagi-pagi begini?"
"Aku berencana mau memasak."
"Memasak?" ulang Kevin dengan nada aneh.
"Iya!" Sari mengangguk pelan. Sebelum mengulas segaris senyum.
"It——ayo, aku antar ke dapur!" ujar Kevin meragu. Sebenarnya Kevin tidak tau apakah kakaknya menyimpan bahan-bahan makanan. Mengingat kakaknya hanya akan serapan pagi dengan roti. Bahkan makan malam hanya di pesan di luar. Makanan siap saji.
"Baik." Sari kembali mengangguk.
Kevin melangkah terlebih dahulu. Dan Sari mengikuti dari belakang.
"Terimakasih telah menjadi Ibu angkat dari keponakan ku." Ujar Kevin di sela langkah kakinya.
"Jangan berterimakasih tuan Zhao. Lagipula, Kak Dera juga Mama angkat Will. Aku dan Kak Dera sangat senang dengan kehadiran Will." Balas Sari melangkah tepat di samping Kevin.
Ketika nama Dera di suarakan. Hati Kevin selalu merasakan getaran lambat. Kenapa begitu besar pengaruh Dera padanya. Wanita yang telah memilih pria lain di banding dirinya. Meskipun, begitu. Cinta Kevin masih terus utuh untuk Dera. Jika saja Hiro memberikan celah pada Kevin untuk merebut Dera. Contohnya saja, jika Hiro melukai Dera. Atau meninggal kan Dera, Kevin sangat dan akan benar-benar dengan senang hati akan menggantikan posisi Hiro di samping Dera.
Tidak masalah jikapun Dera telah melahirkan tiga orang anak untuk Hiro. Yang terpenting wanita yang sangat ia cintai bisa ia miliki. Tentunya dengan cara yang sehat.
"Bagaimana perilaku Hiro pada Kakakmu, Sari?"
"Kak Hiro sangat memperlakukan Kak Dera dengan sangat baik. Selalu membuat Kak Dera dan Sean bahagia. Menang nya kenapa Tuan Zhao?"
Kevin mengaruk pelan tengkuk belakang nya yang tak gatal."Aku pikir Hiro tidak memperlakukan Dera dengan baik."
Sari tau, jika pria ini menyimpan rasa pada sang kakak. Melihat bagaimana cara Kevin bertatapan dengan Dera. Pria ini tentu juga sangat tulus pada sang kakak. Sayang sekali tidak akan ada celah untuk siapapun masuk ke dalam hubungan keduanya. Dan Sari berharap kebahagiaan dan keabadian hubungan keduanya akan terus sampai menutup usia.
***
"Jangan lupa jaket tebal nya, Sean!" Ujar Dera dengan sela kegiatan mengecek satu persatu buku yang di bawa Sean di dalam tas ransel sekolah nya.
"Siap, Mama!" Balas Sean. Anak satu itu tak henti-henti nya mengusap perut buncit sang Ibu.
Manik mata coklat kelamnya menatap khawatir, kala menatap ke dua kaki Dera yang membesar.
"Kaki Mama apa tidak sakit?" tanya Sean dengan tatapan polos.
Dera mengentikan kegiatan nya. Menatap sang putra di depan nya. Ibu hamil yang tengah duduk di kursi roda itu mengulas senyum. Dapat Dera lihat ke khawatiran di ke dua manik mata indah sang putra.
"Tidak apa-apa sayang. Untuk Ibu hamil seperti Mama memang banyak kasus seperti ini," jelas Dera lembut.
Derap langkah kaki mendekati ke duanya. Hiro mengusap pelan puncak kepala sang putra.
"Ayo pakai jaket mu, Son!" Titah Hiro memasangkan Jaket kulit tebal dengan kualitas atas.
Sean merentangkan ke dua tangan nya. Namun manik matanya masih menatap sang Mama. Dera yang kembali menarik resleting tas sekolah nya. Setelah yakin, tidak ada satu buku pun yang terlewat kan. Meski kondisi Dera terbilang agak mengkhawatirkan. Dera tak pernah lupa dengan kewajiban sebagai seorang Ibu dan istri.
Ia melakukan kegiatan dengan kursi roda Otomatis. Yang tak perlu di dorong secara manual. Mengingat tak selalu ada orang di sisi nya. Hiro bahkan beberapa kali melarang Dera untuk melakukan banyak tugas. Sayang nya, Dera adalah wanita yang keras kepala. Ia akan terus bergerak ke sana kemari untuk melakukan banyak tugas.
"Jika Mama ingin sesuatu katakan saja pada Sean, ya!" Ujar Sean di sela kegiatan melayangkan kecupan di ke dua pipi sang Mama. Setelah selesai di pasangkan jaket ke tubuh nya.
Dera mengusap pelan pipi Sean."Tenang saja Jagoan. Jika ada sesuatu yang Mama ingin kan nanti akan Mama bilang."
"Hei! Kalian melupakan siapa yang harus nya di beritahu terlebih dahulu!" protes Hiro.
Dera menengadah. Menatap wajah Hiro, yang terlihat menggemaskan. Hot Daddy, itulah juluakkan Hiro Yamato di mata orang-orang di luar sana. Melihat wajah tampan CEO yang telah memiliki seorang putra. Menundukki posisi tertinggi sebagai Pemilik perusahaan terbesar dan termuda di Asia tenggara.
Dera hanya terkekeh kecil. Melihat sang suami. Hiro menggeser tubuh Sean ke samping. Dapat ke duanya dengar decak kesal keluar dari bibir Sean. Kala sang ayah, membungnya ke samping.
"Aku pergi kerja dulu ya sayang. Jika ada apa-apa, kabari aku dengan cepat. Jangan terlalu banyak pikiran, minum susu Ibu hamil tepat waktu ya!" nasehat Hiro dengan lembut.
Jari panjang mengusap pelan pipi sang istri. Sebelum melayangkan kecupan di dahi Dera dengan lembut. Sean hanya menjadi penonton setia keromantisan ke dua orang tuanya. Ke dua bola mata Sean bahkan bergerak malas melihat ke duanya.
Di ambang pintu. Leo menatap intens senyum di wajah Dera. Oke, pria tampan satu ini tidak dapat menampik jika hatinya terasa sangat tak rela kala Hiro mengecup Dera. Bibir merah merekah itu tak dapat melayangkan protes. Mengingat rasa yang hadir di dalam hati nya adalah rasa terlarang. Bohong jika Leo Yamato berkata tak ada rasa ingin memiliki di dalam hatinya.
Ia juga punya hati dan rasa sakit. Sekian lama bertahan, cukup menyakitkan untuk terus melihat bagaimana Hiro dan Dera. Sudah pernah, Leo mencoba untuk pergi dan melepas kan Dera. Sayang nya hanya bisa bertahan beberapa bulan. Ia tidak bisa jauh dari Dera. Meskipun hatinya tersakiti melihat pemandangan serupa setiap harinya. Lebih baik daripada merasa hampa di setiap saat tanpa melihat wajah Dera.
.
.
.
Bersambung......
Maaf baru bisa lanjut, karena baru dapat nebeng Hotspot🤣🤣🤣
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???