Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 69 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


Bel berbunyi nyaring memenuhi seluruh bangunan sekolah. Anak-anak terlihat mulai berbondong-bondong keluar dari kelas masing-masing. Langit sore terlihat kian gelap, meski waktu belum menunjukan pukul enam. Sean melangkah di ikuti oleh beberapa teman-teman nya. Ke empatnya memiliki banyak tema untuk di bicarakan. Mengingat akan mendapatkan libur satu Minggu di musim dingin.


"Apakah musim dingin ini kau akan menghabis nya di China, Will?" tanya Delta penasaran.


Anak bermata hitam tajam itu mengeleng pelan."Seperti nya tidak. Mengingat hanya satu Minggu saja. Itu akan meletih kan untuk pulang ke China," ujarnya pelan,"lagipula di sana tidak satu teman pun yang bisa aku temui," lanjutan yang hanya mampu di suarakan oleh hati kecil.


Delta mengangguk pelan. David terlihat masih diam, anak satu ini cukup murung beberapa waktu belakangan. Semenjak kegilaan dari Sean Yamato yang menggerjainya dengan Buaya besar itu. David cukup pendiam, ia takut salah bertindak maka bukan Buaya yang berada di samping nya. Bisa saja Singa atau Harimau yang berada di samping nya.


"Kau sendiri bagaimana?" Suara berat Willem mengalun di sela langkah kaki mereka menuju gerbang.


"Aku sama seperti mu. Sangat tidak mungkin pulang ke Indonesia mengingat waktu yang singkat. Apalagi ke dua orang tuaku bekerja di sini. Seperti nya aku akan di sini," balas Delta,"Lalu bagaimana dengan Sean dan David?" kini pertanyaan di lemparkan pada ke duanya.


"Dulu rencana akan ke Indonesia meskipun liburan hanya seminggu. Sayangnya kondisi Mama yang seperti saat ini tidak memungkinkan untuk pergi jauh. Aku hanya akan menghabiskan waktu bermain di rumah. Atau mengikuti pelatihan," papar Sean jujur.


"Aku akan ke Amsterdam, Mama ingin berlibur bersama Papa ku ke kampung halaman nya," lirih David.


"Kau seperti nya sangat lesu berlibur kali ini?" Seruan dari Sean membuat bulu kuduk David berdiri.


Apakah anak satu ini baru menyadari betapa berkarisma dan mengerikan nya aura yang di pancarkan oleh Sean Yamato? Selama ini kemana saja seorang David Miyaki? Sampai baru sekarang sadar keanehan Sean Yamato. Sungguh malang anak lelaki tampan satu ini. Yang baru mengetahui sikap dan kejahilan gak wajar dari Sean.


Mungkin selama ini David terlalu bersemangat ingin mendekati Sean. Menjadi teman Sean, meski anak Mafia satu ini telah berulang kali menolak nya. Dan, saat ini tidak ada kata mundur lagi bukan? Sean Yamato adalah teman nya. Terlepas apapun dan siapa sebenarnya seorang Sean Yamato. Hanya saja, David perlu menjaga tingkah laku dan kata-kata nya.


"I——itu, aku merasa sendiri jika di sana. Karena aku tumbuh besar di Jepang. Aku hanya akan menjadi orang bodoh jika ke sana," balas David tergagap di awal kata.


Sean tersenyum miring. Senyum yang selalu terlihat mempesona. Namun mematikan di mata lawan.


"Kalau begitu tidak usah ikut. Kau bisa menginap satu Minggu di rumah ku. Bermain bersamaku atau——Jumbo Buaya peliharaan ku," goda Sean.


Sontak saja David mengehentikan langkah kakinya. Hanya beberapa langkah lagi mereka sampai di luar gerbang sekolah. Ke tiga nya ikut menghentikan langkah kaki mereka. Membalik kan tubuh menatap ke arah David yang terlihat pucat pasi.


"Hei! Kau terlalu berlebihan Sean! Lihat lah dia ketakutan." Ucap Willem memukul pelan lengan Sean.


Delta, anak satu ini hanya tersenyum tipis. Meski ia sangat ngeri dengan apa yang ada di rumah Sean. Dua ekor Buaya besar yang mampu menelan beberapa manusia sekaligus. Namun, lucunya. Ke dua reptil yang harusnya buas dan menakutkan malah menjadi lelucon saat bersama Sean. Anak satu ini memerintah reptil itu bak binatang sirkus saja.


Melihat betapa penurut nya ke dua Buaya tua pemalas itu. Rasa takut Delta sedikit berkurang. Berbeda dengan David yang bertatapan dan berada dalam air yang sama dengan si Jumbo. Anak ini benar-benar trauma, sungguh. Buaya yang biasanya bisa ia lihat di kebun binatang. Malah berenang satu kolam dengan nya.


Sean terkekeh pelan. Ia melangkah mendekati David untuk pertama kalinya mengalungkan tangan kirinya di bahu David.


"Maafkan aku, Kawan! Kau terlalu lucu untuk di goda. Tenang saja, Mama ku ada di rumah. Mama sangat tidak suka dengan si tua Jumbo maupun Jery. Sama seperti mu, jadi kau bisa tenang di rumahku. Bermain dengan Cleo dan aku. Hem!" Ujarnya di sela kekehan pelan.


David menoleh ke samping. Menatap wajah Sean dengan seksama, mencari kebohongan yang ada.


"Kau tidak berbohong kan?" selidik David dengan mata menyipit.


David tersenyum lebar. Air wajah nya berubah ceria. Kalau Sean seperti ini, David bisa melupakan ketakutan nya. Setidaknya, David tau Sean sama sekali tidak marah atau membenci nya.


***


Mesin mobil terdengar memasuki pekarangan rumah. Derap langkah kaki membuat suara gaduh di dalam ruangan tamu terhenti. Dera tersenyum hangat menyambut sang suami, sedangkan di samping tubuh Hiro terlihat Sean yang sempat mematung.


"Hai jagoan!" seru Sari berdiri dari posisi duduknya,"Hai juga kakak ipar!" lanjut nya menyapa Hiro.


Hiro tersenyum mendapatkan sapaan gadis cantik yang dulunya sangat mengemaskan. Kini berbuah menjadi semakin cantik saja sejak berkuliah di luar negeri.


Dera melangkah mendekati sang suami di ikuti oleh Sari. Clara hanya berdiam diri di posisi duduknya. Ibu satu ini tengah mengendong Cherry bayi mungil yang menatap orang-orang di depannya dengan pandangan ceria.


"Tante!" Seru Sean dengan gaya manjanya.


"Seanku!" Seru Sari memeluk Sean. Mengusap punggung sang keponakan tercinta.


Anak lelaki yang dulunya sangat ia sayangi. Bahkan saat Sean masih berusia dua sampai tiga tahun. Sering kali Sari mengajari hal yang tidak benar. Menjahili Hiro yang selalu bersama Dera. Bahkan sering kali membisikan Sean untuk menghancurkan kemesraan ke dua kakaknya. Tentunya dengan Leo di samping nya. Ketiganya selalu membuat Hiro berteriak kesal saat gagal berdua dengan Dera. Di titipkan Sean pada Sari, maka saat yang sedang ingin Sari dengan kejahilan nya akan membiarkan Sean masuk. Mengacaukan keinginan Hiro.


"Ayo, Tante ada hadiah dan mainan untuk mu!" Ujar Sari melepaskan pelukannya dari Sean.


"Mainan?" ulang Sean dengan nada aneh.


"Iya, mainan. Apakah Sean tidak suka mainan lagi?" tanya Sari dengan wajah heboh.


Sean menoleh ke arah sang Ibu yang kini mengandeng tangan sang ayah menaiki satu persatu anak tangga. Tentu nya menuju kamar utama.


Sari tersenyum lucu."Wah! Ternyata Sean masih sama," ujarnya pelan.


Senyum setan diam-diam terbit di wajah Sari."Sean cemburu ya sama Papa?" tanyanya dengan nada menggoda.


Sean menoleh."Papa menyebalkan. Masa anaknya yang tampan ini harusnya yang di perhatikan oleh Mama. Tapi malah Papa yang di perhatikan oleh Mama," sewot Sean.


Sari tersenyum. Ia mengusap puncak kepala Sean dengan lembut. Jika dulu, maka sudah pasti Sari akan mengeluarkan seribu jurus untuk Sean. Membuat anak satu ini menghancurkan ketenangan sang kakak ipar. Semenjak Sari tumbuh menjadi wanita yang dewasa. Ia tau, apa yang ia lakukan dahulu adalah kesalahan.


"Sudahlah. Sekarang ada Tante jadi Sean tidak akan kesepian lagi. Biarkan Mama bersama Papa dahulu. Ayo, kita ke kamar Tante. Tante mau tunjukan hadiah dan mainan nya!" Ujar Sari menyentuh tangan sang keponakan. Sebelum menarik Sean menuju kamar di lantai bawah. Yang memang di sediakan khusus untuk nya.


Kamar yang bersebelahan dengan kamar Leo. Ah, ngomong-ngomong soal Leo. Pria gagah satu itu tidak terlihat. Padahal sudah tiga jam sejak kedatangan Sari ke rumah ini. Ke duanya berceloteh banyak hal, Sari cukup mampu membuat Sean melupakan kecemburuan nya pada sang ayah.


Langkah kaki ke duanya terhenti kala berpapasan dengan Leo. Pria itu baru keluar dari kamarnya. Termenung sesaat, kala manik mata coklat milik nya bertatapan langsung dengan milik Sari. Ah, apakah ada hati dan aroma cinta di sini. Entahlah, ke dua hanya bungkam saat kembali bertemu setelah sekian lama berpisah.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???