
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
.
.
.
.
Rumah besar Yakuza sangat gaduh di pagi hari. Hura hara terjadi di mana-mana. Sungguh membuat mata sakit bahkan telinga nyaris tuli. Hanya karena hal yang di nilai aneh bin nyeleneh bagi Dera. Orang-orang membungkuk pada Nyonya besar Yakuza yang melewati mereka. Leo di samping Dera mengucek ke dua matanya di sela langkah kaki yang tercipta. Di depan sana terlihat Clara yang memijat ke dua sisi pangkal hidung mancungnya.
"Apa lagi yang terjadi?" seru Dera kala sampai di pintu gerbang masuk kandang Buaya.
Clara menghembuskan napas kasar."Buaya betinanya mati," jawab Clara letih.
Ke dua pupil mata Dera membesar. Namun di hati ia merasa senang. Bagaimana tidak, wanita satu ini tidak suka dengan reptil satu itu. Melihat nya diam sangat menyeramkan. Apa lagi saat mereka membuka mulut besar mereka. Ugh! Sangat menakutkan. Tunggu! Kenapa tiba-tiba bisa mati. Bukan kah nanti sore akan ada penyelanggaraan acara bodoh dari Hiro sang suami dan sang putra. Apa alasan Buaya nya mati?
"Kenapa bisa mati?" itu suara Leo yang bertanya. Wanita manis di samping nya ini ingin membuka pembicaraan tapi tak jadi karena Leo lebih dulu melempar katanya.
"Entahlah," jawab Clara pelan,"Masalnya di sini ke dua Buaya betina nya di temukan mati bersamaan. Dan Jumbo berserta Jery masih bertahan hidup," lanjut Clara yang tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
"Mungkin ada masalah dengan makanan nya," ujar Dera begitu saja.
"Seperti nya tidak. Ke empat nya di berikan makanan yang sama. Jika ada masalah dengan makanannya pasti, Jumbo dan Jery akan juga mati," balas Clara.
"Buaya tua itukan sudah kebal. Mungkin," canda Dera. Sebelum terkekeh di ikuti Leo.
Clara hanya tersenyum lucu."Dari pada menerka-nerka lebih baik kita langsung masuk saja. Di dalam tentu sedang di lakukan otopsi bukan?" tanya Leo pada Clara. Mengajak ke dua wanita ini masuk ke dalam. Melihat bagaimana situasi dan kondisi.
Sekaligus mencari alasan kematian mendadak ke dua Buaya betina yang baru datang kemarin. Entah Kematian nya di sebabkan oleh makanan, atau lingkungan yang baru. Untuk lebih jelas, lebih baik masuk ke dalam bukan. Dera menoleh ke samping menengadah melihat wajah tampan sang adik ipar.
"Mamaqng Buaya juga butuh Otopsi untuk kematian?" tanya Dera dengan wajah lucu. Wanita yang tengah hamil ini ingin sekali tertawa terbahak-bahak saat ini juga.
Bayangkan. Baru jam lima lewat tiga puluh menit, rumah sudah begitu gaduh. Gedoran pintu kamar menganggu tidur nyenyak ia dan suami. Siapa lagi pelaku nya jika bukan Sean sang putra. Wanita ini berpikir jika Sean membutuhkan sesuatu darinya. Siapa sangka saat pintu di buka, anak itu malah berlari ke arah ranjang di mana Hiro Yamato masih tertidur pulas. Ia menarik paksa sang ayah turun dari ranjang. Tanpa menjelaskan apa-apa, Sean menarik Hiro ikut berlari.
Yang paling lucu adalah kedua kelopak mata Hiro masih tertutup sempurna. Dan pria gagah itu malah berlari dalam bimbingan Sean.
"Tentu saja, karena ini menyangkut binatang ke sayangan Bos!" ucap Clara penuh keyakinan.
Dera mengeleng sebelum masuk ke dalam kandang. Dapat di lihat oleh matanya. Jauh di ujung sana, Jumbo dan Jery diam di tempat seperti kelelahan. Dan di depannya, Hiro berserta Sean tengah mendengar kan penjelasan dua orang Dokter. Dokter hewan khusus seperti nya. Di lantai terdapat dua tubuh buaya yang di tutupi kain hitam. Cih! Lihat lah ke mereka-mereka yang sibuk tak jelas. Sudah seperti kasus pembunuhan saja.
Seperti nya Leo tidak masuk ke dalam bersama Clara. Entah apa yang sedang di bicara kan oleh ke duanya. Dera memilih mendekati ke dua pria tercinta nya. Samar-samar ia mendengar kan penjelasan sang Dokter.
"Tidak di temukan racun atau sesuatu yang aneh dengan airnya Tuan Hiro dan tuan muda Sean. Hanya saja, seperti nya Buaya betina ini mati karena kelelahan kawin dengan Buaya tua milik Tuan. Hingga mati, mereka masih terlalu kecil untuk kawin begitu saja," jelas Dokter pria yang terlihat tua.
Apa?????? Apakah pendengaran Dera terganggu? Ke dua Buaya betina yang masih tingting itu mati karena kawin dengan Buaya tua itu? Apakah ini benar. Seberapa kuatnya tenaga itu Buaya tua, sampai membuat Buaya betina mati kelelahan. Berapa ronde ya? Ini sangat lucu.
Hahahahahahah!!!!!!!!!!!!!!!
Tawa meledak keras dari Dera membuat mata orang-orang di dalam ruangan langsung tertuju pada Nyonya besar Yakuza satu ini. Wanita tengah mengandung itu bahkan merosot ke lantai.
Berhubung yang mendengar kan sang Dokter Hewan berbicara adalah Dera saja. Jadi hanya wanita ini yang tertawa keras. Saking kerasnya, di ke dua sudut matanya keluar bulir bening.
"Oh...astaga...hahah!!!!" Kembali tawa melambung saat mata Dera menoleh ke samping kiri. Di mana ke dua Buaya ganas yang menatap ke arahnya dengan pandangan lelah.
Bagaimana ini? Dera tidak bisa berhenti tertawa. Sean melangkah mendekati sang Ibu. Anak itu berjongkok ikut tertawa di samping Dera. Sebenarnya sih, Sean tidak paham apa yang di katakan oleh sang Dokter. Masa iya kawin jadi mati. Emangnya, kawin nya bagaimana? Itulah yang ada di pikiran Sean saat mendapat penjelasan. Berbeda dengan Dera dan Hiro tentunya. Begitu juga dengan ke dua Dokter Hewan itu. Mereka jelas tau maksudnya kawin di sini.
Melihat Dera dan Sean tertawa. Hiro hanya tersenyum lucu. Ia tidak jadi marah, karena Buaya mahal yang ia beli mati. Ia awalnya berpikir ke duanya mati karena ada tangan jahil yang membunuh ke duanya. Lah! Siapa yang sangka jika kawin lah yang membuat ke dua Buaya betina mati begitu saja.
Sean mengusap ke dua sudut mata sang ibu. Ikut tertawa pelan melihat wajah sang ibu memerah karena tertawa.
***
Bian menatap gusar foto di Line. Yang baru saja di kirimkan oleh Jihan. Ke dua manik mata Bian terangkat kala lonceng di depan pintu cafe terdengar. Senyum nakal di layang kan pada pria yang duduk di kursi. Langkah kaki nya kian pasti, sebelum tatapan pongah ia layangan pada sang pria. Bangku berdecit pelan kala bergesekan dengan lantai kala kursi di tarik kebelakang.
"Bagaimana bukan kah ini menarik?" Tuturnya sembari mendudukkan body nya di kursi.
Bian hanya mampu menghela napas jengah.
"Hentikan ini sebelum semua nya membuat mu dalam masalah Jihan!" tegur Bian keras.
"Kau khawatir pada ku?" tanya Jihan dengan senyum lebar.
Pria yang ia cintai mengkhawatirkan dirinya. Bukan kah ini adalah yang sangat baik. Dengan begitu Bian Winata menuju kan jika ia memiliki perasaan padanya.
"Bagaimana pun kau adalah sahabat ku, Jihan!"
Senyum yang sempat di kembangkan patah begitu saja. Apakah Bian memang memiliki bakat untuk mematahkan hatinya.
"Bian! Jawaban mu sangat mengecewakan," ucap Jihan dengan nada tak bersahabat.
"Lalu jawaban apa yang kau inginkan dari ku?"
"Harusnya jawaban kau mengkhawatirkan aku. Jawaban seperti itulah yang aku inginkan. Yang pasti nya kau khawatir karena mencintai ku," ucap Jihan penuh tekanan di setiap kata.
Bian mengeleng pelan. Tidak mampu mengerti bagaimana bisa wanita ini sebegitu terobsesi padanya.
"Bagaimana jika begini saja. Aku akan mencoba menjalin hubungan lebih dengan mu. Tapi sebagai gantinya, jangan menganggu hubungan Dera dan suami nya," tawar Bian pada Jihan.
Bagaimana pun wanita di depan nya ini adalah sahabat nya. Dan yang ingin Jihan hancur kan adalah wanita yang sangat ia cintai. Meskipun hati Bian di sini hancur karena menunggu dengan hasil yang begitu menyakitkan. Di sini Bian sangat tulus pada Dera.
"Sebegitu cinta nya kau padanya, Bi?" ujar Jihan menahan rasa sesak di dadanya.
Kenapa rasanya sakit sekali saat orang yang kita cintai. Menerima cinta kita lantaran tak ingin wanita yang ia cintai terluka. Dan di sini rasanya lima puluh kali lipat sakitnya. Karena dengan sangat jelas ia tau seberapa cinta nya pria ini pada Dera.
"Kenapa rasanya, aku semakin tak rela ya?" Lanjut nya menyentuh dada. Manik mata Jihan terlihat begitu tersakiti. Dengan amarah
marah yang menggebu.
.
.
.
.
.
Bersambung.....
Ada yang ngakak???
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???