Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 62 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


.


.


.


"Apa lagi ini?" seru Dera menatap beberapa orang mengangkut beberapa kotak besar yang tidak di ketahui apa yang terjadi.


Wanita memakai dress longgar berdiri di balkon kamar yang menghadap ke halaman belakang mendesah kecil. Setelah truk yang mengangkut Buaya betina yang baru saja di beli. Sekarang apa lagi yang di perbuat. Langit di atas sana terlihat semakin berwarna. Terlihat indah si sore hari.


Tiga kali ketukan di luar pintu kamar membuat wanita yang tengah hamil ini mau tak mau beranjak dari posisi berdiri nya. Masuk ke dalam kamar.


"Masuk!" Titah nya kala sudah berada di ruangan kamar. Meninggalkan balkon kamar.


Pintu kamar berderit. Menampilkan sosok Clara tersenyum ke arah Dera. Ah! Dera lupa jika sore ini akan memandikan si kecil imut Cherry.


"Ayo turun. Kita mandikan Cherry di Villa saja. Malas sekali melihat kegilaan Sean dan Kak Hiro," kesal Dera begitu saja.


Clara hanya mengangguk dan tersenyum. Wanita ini tau apa yang membuat Dera merasa malas. Dapat di pastikan seratus persen karena Buaya yang telah datang. Dan di tambah pernikahan aneh yang akan segera di lakukan oleh Ayah dan anak itu. Sungguh pemikir yang di luar nalar.


Tanpa kata Dera melangkah keluar dari kamar. Di ikuti oleh Clara dari belakang. Ke dua nya melangkah menuju tangga. Di lain tempat Ayah dan anak yang tengah membuat Dera kesal. Kini tengah berada di Supermarket besar Jepang. Beberapa mata dengan decak kagum. Tak jarang beberapa lensa kamera mengabadikan gambar ke duanya. Tuan Yamato yang selalu menghiasi sampul majalah terlaris tengah berbelanja dengan nya.


Beberapa Ibu-ibu terlihat menatap ke duanya dengan pandangan bodoh. Jika ada yang sadar mereka sudah sangat tua untuk menarik perhatian Hiro Yamato. Pemikiran baru telah tercetus begitu saja. Jika Hiro Yamato bukan jodoh mereka. Maka Sean Yamato bolehlah ya menjadi calon menantu mereka. Pada siapa lagi turunnya kekayaan dan juga ketampanan yang begitu sempurna jika bukan pada Sean Yamato bukan?


Sudah tidak bisa di gangugugat lagi. Sean Yamato adalah calon menantu seluruh Ibu-ibu yang memiliki anak perempuan yang masih kecil. Doa dan harapan baru mulai berlomba-lomba di panjat kan oleh Ibu-ibu.


Jika para Ibu-ibu tengah sibuk dengan pemikiran mereka. Maka Ayah dan anak yang gagah itu tengah berdebat. Dengan hal yang mampu membuat otak manusia biasa gagal paham. Dengan pemikiran aneh ke duanya.


"Papa kita harus carikan seserahan apa pada ke duanya ya, Pa?" tanya Sean saat ke duanya sampai di bagian lauk pauk.


Hiro menatap beberapa jenis daging yang kini berada di depan mereka. Yeko yang membawa keranjang hanya mampu mendesah letih. Setelah ia di paksakan untuk memilih baju dan atribut untuk Buaya. Maka sekarang ia malah di paksakan untuk memilih seserahan untuk ke dua Buaya betina. Sungguh! Membuat Yeko gagal paham. Sejak kapan Buaya harus di berikan pernikahan sebagai ucapan syukur. Karena mendapat Buaya betina yang masih tingting.


Ok. Tidak masalah merayakan pernikahan Buaya itu. Tapi, kenapa harus ada acara pemilihan seserahan untuk Buaya. Apa mereka tidak tau, bagi Buaya itu bukan hal yang di perlukan. Mereka bisa kawin kapan saja dan dimana saja. Tidak perlu ada mas kawin segala. Sekarang malah di sibukkan dengan pemilihan daging yang akan di jadikan makanan Buaya betina. Menyebalkan.


"Seperti nya daging Sapi lebih baik Pa. Karena Sapi kan lebih gede dan juga banyak lemaknya," usul Sean melihat daging Sapi yang ada di lemari pendingin.


Hiro menggeleng kan kepala nya. Menolak usulan Sean sang putra.


"Kita harus membeli kan mereka makan yang berkualitas tinggi. Karena yang mereka dapatkan adalah Tetua Buaya. Jumbo dan Jery bukanlah Buaya kampung yang ada di mana saja. Mereka di beli dan di dapatkan di Sungai Amazon. Selama ini makanan nya saja sangat berkualitas. Jadi kita harus tunjukkan pada Buaya betina tanpa nama itu. Jika mereka berdua beruntung akan di nikahi oleh Jumbo dan Jery!" papar Hiro dengan wajah serius.


Banyak wanita-wanita cantik berteriak tertahan melihat bagaimana serius nya Hiro saat ini. Mereka tidak tau saja apa yang membuat pria itu tengah serius.


"Hem! Papa benar juga ya. Jumbo dan Jery adalah Buaya yang luar biasa," ujar Sean setuju dengan perkataan sang ayah.


Yeko memutar malas ke dua bola matanya. Ayah dan anak sama-sama gila. Siapa juga yang akan mereka undang untuk pernikahan yang tidak lazim ini. Dan siapa juga yang mau datang. Cih! Menyebalkan.


***


"Lebih fokus lagi tuan muda!" seruan di belakang tubuh Willem membuat pria ini semakin menajamkan penglihatan nya.


Menatap titik hitam jauh di depan sana. Posisi tubuh nya yang tegap dan tekanan. Membawa gaduh. Dua tempatkan mengalun menyentuh target sangat tepat. Tepukan bergemuruh. Carlos menatap sang putra dengan pandangan dingin.


"Bagus tuan muda," seru sang guru.


"Beberapa Minggu lagi kita akan melakukan latihan bertahap. Untuk ketangkasan dan juga kecekatan dalam menyerang," ujar pria paruh baya yang masih terlihat sangat tangguh meski usia hampir memasuki kata senja.


"Apakah akan berbahaya guru?" tanya Willem pelan.


Sang guru mengulum senyum. Latihan ke depan nya tentu akan berbahaya. Meski tidak segila latihan Sean Yamato. Yang memiliki tingkat ke samaan dengan yang real. Yang benar-benar akan membuat tubuh penuh dengan luka.


"Ya. Hanya saja tidak akan segila dan sesulit latihan untuk golongan Tuan muda Yakuza. Mereka berlatih dengan binatang buas yang benar-benar mampu mencabik kulit manusia. Sedangkan tuan muda akan di latih dengan manusia. Jadi tingkat berbahaya nya tidak terlalu hebat tuan muda. Tidak susah khawatir," ujarnya menjelaskan.


Willem diam. Sebelum mengalihkan pandangan pada sang ayah yang tak jauh darinya. Carlos selalu memantau perkembangan dari sang putra. Melihat sudah sejauh mana Willem mampu mengemban tanggung jawab yang sangat besar di punggung nya.


Seorang Maid mendekat Willem. Berbisik, membawa ke dua sudut bibir Willem terangkat tinggi. Mengundang kerutan penasaran di dahi Carlos. Melihat sang putra langsung berlari mendekati rumah mereka.


"Panggilkan Maid itu untuk menghadap ke pada ku," titah Carlos pada anak buahnya.


"Baik Bos!" Seru nya membungkuk dan langsung melangkah mendekati Maid yang baru saja menyampaikan pesan pada Tuan besar Devil ini.


***


Kreat


Pintu kaca di buka perlahan. Pandangan mata yang sedari tadi membaca beberapa dokumen pasien yang ia tangani langsung terangkat. Wajah cantik langsung di tangkap oleh iri mata Bian Winata.


"Bi!" Panggilnya melesat masuk semakin dalam ke dalam ruangan Bian.


Bian meletakan asal dokumen yang ia pegang di atas meja. Menyadarkan punggung belakang nya di sandaran kursi kerjanya. Apa lagi maunya wanita satu ini. Setelah apa yang ia katakan tempo hari. Ia pikir Jihan akan menyerahkan dan pergi. Pulang kembali ke Indonesia. Tapi yang ia dapatkan saat ini adalah wanita ini kembali berada di sini. Di depan nya. Membuat Bian merasa semakin jengah saja pada Jihan. Wanita ini terlalu terobsesi padanya, mendekati nya dengan posesif. Entah apa yang membuat Jihan terlalu mengilai nya. Dan ini membuat Bian Winata sang Dokter tampan ini semakin jengah saja.


"Kenapa kau masih di sini?" tanya Bian tanpa berbasa basi lagi.


Jihan kini telah sampai di depan meja Bian. "Aku akan tetap di sini. Karena aku bekerja di salah satu perusahaan besar di ini."


"Lalu bagaimana dengan perusahaan keluarga mu?"


"Aku masih mempunyai banyak orang yang akan mengurusnya."


"Astaga Jihan. Tolong lah, henti kan hal begini. Dan pulang lah lagu ke Indonesia."


"Aku tidak akan pernah mau pulang. Kau tau kenapa Bi?" Jihan balik bertanya dengan wajah licik.


"Apa mau mu?"


Ini lah yang ingin Jihan dengar di bibir pria yang sangat ia cintai.


"Aku tau dengan siapa Dera jelek itu menikah. Dan kau tau Bian, aku akan membuat rumah tangga mereka hancur. Sehancur-hancurnya, membuka wanita yang kau cintai itu menangis darah! Dengan begitu ia akan tau bagaimana rasanya jadi aku," papar Jihan membuat ke dua pupil mata Bian membesar.


Bagaimana bisa? Wanita di depannya ini berubah seperti ini. Atau memang begini lah wajah asli dari seorang Jihan Amelia. Wanita gila yang menakutkan. Ah! Kini Bian baru saja ingat, kenapa ia sering bertengkar dengan mantan kekasih nya terdahulu. Topik mereka tak jauh-jauh dari Jihan. Bian pikir mantan kekasih nya lah yang mengada-ada. Menjelekkan nama Jihan. Tapi siapa sangka jika wanita inilah yang benar-benar buruk hati.


"Bahkan aku akan membuat pria itu tak berkuasa di bawahku!" Lanjut nya tersenyum lebar.


.


.


.


.


.


Bersambung...


wah! wah..... ada yang minta di boboin sama Buaya nih 🤣🤣🤣😈


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???