Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 65 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


.


TOK!


TOK!


TOK!


Tiga ketukkan di luar pintu membuat Hiro mengangkat pandangan nya, dari berkas yang kini berada di tangan nya.


"Masuk!" Seru Hiro cukup keras.


Kreat!


Pintu kaca terbuka perlahan. Wanita dengan pakaian formal memasuki ruangan CEO. Membawa beberapa berkas di tangan nya. Rok mini satu jengkal lebih dikit dari pinggang, baju kemeja pendek yang begitu ketat. Memperlihatkan setiap lengkungan tubuh yang sempurna. Dengan dua kancing atas yang di buka. Membuat benda di dalam sana seakan mengintip. Senyum lebar di tampilkan pada sang atasan. Jihan Amelia memperlihatkan kecantikan dalam balutan seksi namun polos.


"Maaf menganggu Presdir!" Seru Jihan dengan nada lembut.


Hiro menatap dingin kelewatan datar ke arah Jihan. Sekretaris perusahaan yang baru menjabat kurang lebih empat hari. Di lihat dari profil kerja nya, wanita cantik di depan nya ini memang sangat tangkas dan cekatan. Memiliki otaknya cemerlang.


"Ada apa?" tanya Hiro langsung ke pokok masalah.


Pria gagah ini bukan gerah lantaran bernafsu melihat wanita di depan nya ini. Hanya saja, ia ingin cepat-cepat menyelesaikan pekerjaan nya. Agar bisa pulang lebih awal, untuk menjemput sang putra di sekolah. Meskipun, menjadi seorang CEO pemilik Perusahaan ternama. Hiro Yamato tidak pernah setengah-setengah dalam bekerja.


"Ini ada beberapa berkas yang harus Presdir tangani!" Ujar Jihan menyodorkan berkas ke meja Hiro.


Wanita ini sengaja menunnduk terlalu kebawah. Bermaksud menggoda pria yang menjadi suami dari wanita yang paling ia benci. Hiro meraih berkas yang di serah kan padanya. Sebelum menyadarkan tubuh belakang nya pada kursi singgasana milik nya. Membuka berkas yang di ambil alih. Jihan tersenyum masam kala menegak kan tubuh nya. Menatap Hiro dengan pandangan intens.


Jika di perhatikan Hiro Yamato begitu sempurna. Wajah putih salju, hidung Bangir, dua sisi rahang yang begitu tegas. Memperlihatkan seberapa jantan nya pria satu ini. Alis mata yang tebal, di hiasi dengan bulu mata tebal lentik. Dan di tutup dengan manik mata coklat kelam. Sangat indah dan mampu menenggelamkan wanita mana pun dalam pesona nya.


Apakah pria ini benar-benar dingin. Atau hanya topeng saja, untuk mengelabuhi Dera. Mana mungkin pria segagah dan sesempurna ini bisa mencintai Dera dengan tulus dan apa adanya. Jihan tidak percaya, siapa tau ini hanya bentuk pertahanan dirinya saja. Agar tidak terlalu jelas. Ya, Jihan meyakinkan hal tersebut.


"Ini!" Seru Hiro menyodorkan kembali dokumen di tangannya pada Jihan.


Sontak saja, Jihan tersentak dari lamunan nya. Tersenyum sok polos pada Hiro. Ia tidak sadar jika Bos besar di depannya telah membaca. Bahak membubuhi tanda tangan di dokumen. Hanya karena Jihan terkagum-kagum melihat betapa sempurnanya ciptakan tuhan. Bahkan, Juga akui Bian Winata kalah dengan Hiro Yamato.


"Terimakasih Presdir. Saya permisi!" Ujarnya tersenyum dan menunduk hormat. Masih seperti tadi.


Lalu keluar dari dalam ruangan Hiro. Pria ini kembali membaca dokumen yang sempat ia abaikan kala pintu tertutup. Jihan berhenti di luar pintu sebentar. Dari ekor matanya, Jihan mencuri pandang ke dalam ruangan. Sialan! Bagaimana Hiro tidak melihat nya. Jihan medesah kesal sebelum melangkah menjauh dari depan ruangan Hiro.


Oh, ayolah. Hiro sama sekali tidak memperhatikan tingkah ganjen sekretaris barunya. Wanita seperti Jihan mah ada di mana-mana. Bahkan di selokan kumuh pun ada. Wanita seperti Jihan sudah sangat banyak, baik yang non berpendidikan sampai yang tidak berlebel. Mau menjajalkan tubuh mereka pada pria kaya. Sayang sungguh sayang, saat ini Hiro masih dan masih terlalu asik dengan sang istri dan putra setan nya. Ok! Hapus saja kata setan, karena Hiro tidak ingin Dera tau jika ia sering mengatai putra mereka sebagai setan kecil.


***


"Sean!" panggil David membuat Sean jengah.


Tarikan di ujung lengan nya membuat delik kan tajam dari mata coklat kelam Sean terlihat. Seperti biasa, Willem tak banyak kata. Hanya diam melangkah sejajar dengan ke dua temannya. Ke tiganya berjalan di lorong mendapatkan apresiasi dari mata-mata para perempuan baik kakak kelas, teman satu angkatan sampai adik kelas.


"Berhenti lah merengek seperti perempuan David!" Kesal Sean menepis tangan David.


Kembali David cemberut. Anak satu ini selalu saja tidak di biarkan bicara dengan baik. Mungkin karena David terlalu banyak tingkah yang membuat ke tiga temannya merasa kesal. Ada lucunya juga sih, tapi jika Sean sedang serius dan David berulah maka anak ini akan marah.


"Kita main lagi ke rumah mu, ya!" Rengek David.


Ke tiganya berhenti melangkah kala sampai di kelas Delta. Anak-anak perempuan di kelas Delta langsung berteriak-teriak pelan melihat ke tiganya. Delta tersenyum melambaikan tangannya. Sebelum melangkah menuju lemari besi di belakang bangku. Ketiga anak lelaki itu hanya berdiri di ambang pintu. Sangat malas masuk ke kelas Delta. Karena di nilai terlalu berlebih-lebihan pada ke tiganya.


"Ayo ke atap!" Ujar Delta kala sampai pada ketiga temannya. Membawa beberapa rantang yang di titip kan oleh Sean padanya.


"Bantu Delta!" titah Sean menatap David.


David berdecak kesal."Kau pikir aku kacung mu, huh!" Kesal David tapi lucunya ia melakukan apa yang Sean perintah kan. Mengambil alih beberapa kotak bekal.


Sean dan Willem terkekeh melihat David yang cemberut. Willem meraih beberapa kotak juga. Agar meringankan beban Delta. Untuk Sean, tuan muda satu itu malah melenggang. Melangkah lebih dahulu menuju tangga ke atap. Membiarkan teman-teman nya membawa kotak bekal. Memang tidak ada akhlak tuan muda satu ini.


Eh! Tapi bukankah ketiganya oke-oke saja. Mengingat semua nya adalah dari Sean. Mama Sean yang memasakkan nya untuk mereka.


"Sean tunggu!!" Teriak David mempercepat langkahnya menyusul Sean.


Untuk Delta dan Willem hanya berjalan santai saja. Toh, meskipun Sean sampai duluan makanannya kan ada dengan mereka setengah. Jadi mau tak mau, Sean akan menunggu mereka berdua untuk makan. Hanya David saja yang agak berlebihan untuk hal seperti ini.


***


Jihan mengendarai mobil sedannya mengikuti Hiro dari belakang. Kenapa ia bisa melibatkan hati di sini. Bermaksud balas dendam, malah jatuh cinta pada Hiro Yamato. Jihan terlalu meng'agung-agungkan dirinya. Seakan ialah yang paling hebat dan sempurna. Tapi pada kenyataannya tidak begitu. Dirinya belum ada apa-apa nya di mata Hiro.


Karena pria ini benar-benar mencintai sang istri. Jihan menginjak rem perlahan berhenti kala melihat mobil sedan Hiro berhenti di depan Sekolah Dasar. Dapat di lihat Hiro turun dari mobil. Pria itu di dekati oleh empat anak-anak. Tiga di antaranya perempuan dan satu anak perempuan. Ke tiganya membungkuk. Hiro tersenyum lembut.


Ah! Jihan semakin terperosok pada pesona Hiro Yamato. Anak lelaki terlihat melambai pada ketiga temannya sebelum melangkah mengikuti Hiro.


"Aku akan merebut semua nya dari Dera. Harus!" Monolog Jihan meremas stir mobil nya.


***


Dera meletakan beberapa makanan di atas meja makan. Malam ini menu makan malah ada ikan bakar, tumis sayur kangkung, udang tepung dan terakhir ada ayam gulai pedas kesukaan Dera. Meski kadar pedasnya agak di kurang kan.


"Ayo makan!" Seru Sean semangat kala sang Ibu duduk di samping nya.


Dera menyendok beberapa lauk pauk ke atas piring sang suami dan sang putra. Sedangkan Clara melakukan hal yang sama pada Yeko dan Cleo. Untuk Cherry bayi mungil itu tengah terlelap. Leo menatap ngenes ke dua pasang keluarga harmonis.


"Ah! Jangan membuat ku iri!" desah Leo keras.


Membuat semua mata tertuju padanya. Dera hanya mencibir adik iparnya.


"Makanya cari gadis yang bisa di ajak ke pelaminan," sindir Dera membuat Leo hanya mengulum senyum.


"Di tawari banyak wanita oleh Papa dan Mama nya malah pulang ke Jepang," kini giliran Clara ikut menyindir.


"Ayolah, tidak ada wanita yang pas. Karena itu aku kabur," balas Leo.


"Cih! Katakan saja kau nya yang betah menjomblo!" cibir Dera terkekeh pelan.


"Biarkan saja istri ku. Leo katakan nya ingin menjadi bujangan lapuk," goda Hiro pada adiknya.


Leo memutar malah ke dua matanya. Sean dan Cleo hanya menjadi pendengar yang baik. Untuk Yeko, pria itu hanya fokus memakan makannya. Malas menimpali pembicaraan di atas meja.


"Salah siapa kakak ipar membuat aku terpesona." Ucap Leo mengedip sebelah matanya. Mendapatkan pelototan dari Hiro.


Sedangkan Dera dan Clara hanya terkekeh pelan. Leo serius, hanya saja pembawaan nya yang di bawa becanda. Agar tidak menjadi bencana.


"Sudahlah. Lagipula Paman Leo mau menjomblo bersama Jumbo dan Jery. Biarkan saja!" seru Sean membuat orang-orang di meja tertawa keras. Kecuali Leo dan Cleo.


Cleo tidak tertawa karena tak mengerti. Sedangkan Leo, pria gagah ini kesal di samakan dengan Jumbo dan Jery. Bahkan membuat ke dua calon betina yang akan di nikah kan mati.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???