
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
.
.
.
.
Polusi udara di pagi hari dan macet di beberapa ruas jalan di Ibu kota Indonesia adalah sudah makanan sehari-hari untuk orang-orang yang mendiami negara terkenal dengan keramah tamahan penduduk nya. Pria tampan mengetuk pelan jari jemarinya di kemudi mobil sedan milik nya. Menatap lurus ke depan sana. Suara radio mengalun menemani diri dalam kesendirian di kala macet. Beberapa kali bunyi klakson Mobil dan Motor membawa ricuh di pagi hari. Namun pria Winata ini lebih sabar menunggu antrian kemacetan. Dari pada ikut membawa gaduh.
Lagu dari penyanyi Stinky berjudul Mungkinkah mengalun menyapa Indra pendengaran pria berusia tiga puluh lebih, mengalun membawa senyuman hambar di bibir merah miliknya. Bian Winata, pria tampan nan mapan ini terasa tergelitik mendengar lagu yang baru saja mengudara menemani diri dalam kesendirian.
"Lagu nya cukup memberikan harapan semu," guman Bian lirih di sela lagu yang mengalun.
Sembilan tahun berlalu namun hatinya masih di kata, menunggu. Seolah-olah waktu yang berlalu tidak mampu memperlapuk umur nya. Banyak gadis-gadis cantik yang jatuh dalam pesona nya. Meski pun umur Bian tidak lagi di kategori kan sangat muda. Akan tetapi, pria yang berstatus sebagai Dokter di salah satu klik besar terletak di Jakarta Selatan ini memiliki wajah yang begitu mempesona. Tidak terlihat seperti pria berusia tiga puluh lebih. Namun seperti pria yang berusia dua puluh empat tahun.
Entah karena perawatan yang baik atau karena pekerjaan yang tidak berat dan menyusahkan. Hingga begitu terlihat jauh lebih muda dari umurnya. Meski beberapa kali di desak oleh sang Ibunda untuk menikah dengan gadis-gadis pilihan keluarga nya. Bian tidak pernah mengopen permintaan keluarga nya.
Tidak ada yang tidak tau tentang hati Dokter tampan satu ini. Mengingat Bian Winata telah membawakan Dera Sandya ke depan ke dua orang tuanya. Ke duanya setuju dan memperikan restu pada Dera. Melihat sikap sopan dan tutur kata yang elok. Ke dua orang tua Bian adalah orang tua yang mau mengerti posisi dan hati sang putra. Dan melihat bagaimana sang calon yang akan di nikahi oleh Bian. Meski pun gadis yang sembilan tahun silam di bawakan tidak lah cantik. Seperti gadis-gadis yang pernah datang ke rumah mereka. Yang terang-terangan mengejar sang putra pertama yang sangat tampan. Sayangnya, kecantikan tidak selalu selaras dengan hati dan tata Krama. Mereka memang sangat cantik dan bening bak bintang film dan model. Sayang sekali, ke dua orang tuanya merasa ngeri melihat ketidak sopanan dan juga cara mereka mengejar Bian tidak sedap di pandang mata.
Jika bukan karena Keyla yang mengacaukan semua nya. Mungkin bisa saja Dera sudah bersanding dengan Bian. Mungkin juga sudah memiliki keluarga kecil yang bahagia. Segaris senyum patah kala klakson dari mobil belakang mematahkan lamunan Bian. Mau tak mau pria itu menginjak gas mobilnya.
Mobil sedan Bian melaju membelah jalan yang sudah lumayan lancar. Tidak seperti tadi, ia harus berdasar di tengah kemacetan.
***
Hembusan angin di musim panas membawa rasa sejuk meski pun tidak terlalu menyejukkan. Sean membuka kotak bekal satu persatu. Meski sekolah mahal tempat anak dari Hiro Yamato dan Dera Sandya ini menyediakan makanan yang amat berkelas dan tentunya sangat lezat. Sayangnya, Sean lebih suka membawa bekal dari rumah. Ini bukan tentang penghematan uang. Mengingat Hiro tidak akan jatuh miskin hanya untuk biaya makan sang putra. Hanya saja, lidah Sean Yamato tidak terbiasa dengan masakan luar negeri. Lidah nya sudah terlanjur mengenyam rempah-rempah Indonesia yang khas. Hingga akan sangat pemilih saat memakan makan luar negeri. Bisa di bilang, anak lelaki tampan ini hanya menyukai makan Indonesia.
Derap langkah kaki di abaikan. Kala penutup bekal di buka satu persatu. Ugh! Sungguh membuat lapar. Lauk pauk yang di berikan sang ibu selalu saja membuat Sean merasa lapar. Tiga kotak bekal lauk pauk dan dua bekal nasi untuk sarapan pagi dan siang. Di kota lauk yang pertama berisi kan gulai ayam kesukaan Sean, di kotak ke dua khusus tumis sayur kangkung dan kotak terakhir berisikan goreng tempe di temani tahu goreng biasa. Tentunya di bumbui dengan rempah-rempah agar renyah dan maknyus.
TAK!
Sean tidak perlu mengangkat wajah tampan milik nya hanya untuk melihat si pelaku yang membuat kegaduhan dengan mengeser kaki kursi dan meletakan beberapa bekal makanan di atas meja. Sean mendesah pelan kala bersitatap dengan manik mata biru milik David.
"Kau selalu datang lebih awal ke atap. Dan meninggalkan sahabat karib mu di kelas," protes David acuh meski mendapat tatapan dingin dari Sean.
"Aku tidak suka kau ikut makan dengan ku. Aku tau kau selalu mengincar lauk pauk yang aku bawa. Kau kan bisa makan di kantin!" kesal Sean dengan nada dingin.
"Wah! Kau yang irit bicara saat di Pepet anak perempuan di sekolah. Tapi sepertinya kau lebih merasa makanan yang kau bawa lebih berharga sampai-sampai berbicara panjang lebar begitu!" balas David takjub.
Sean Yamato, anak ini memang sangat irit bicara dan dingin. Meski begitu selalu di goda oleh teman-teman satu kelas maupun di yang tidak. Melihat wajah tampan dan dingin nya tidak serta merta menyurut kan minat teman-teman satu sekolah nya untuk dekat dengan nya. Ada yang menulis kan surat cinta untuk nya. Orang-orang berkata cinta monyet.
Lucu sekali, saat duduk di Sekolah Dasar. Namun anak-anak lelaki maupun perempuan sudah tau lawan jenis. Jauh sangat berbeda di zaman dulu, memang. Terkadang Dera meledek Sean saat tak sengaja mendapati surat cinta di tas sang putra. Sejak saat itu, sebelum pulang. Sean Yamato akan merogoh seluruh isi tas milik nya agar tidak ada sampah yang bernama lain Surat Cinta.
"Cih! Kau terlalu besar mulut!" desis Sean mendapatkan senyum lima jari dari David.
Meskipun Sean bertampang dingin, berlidah tajam dan sangat susah di dekati. Namun anak lelaki berdarah campuran Jepang-indonesia ini bukanlah pria yang kikir. Terbukti meskipun sempat menyatakan ketidak sukaan nya pada teman satu kelasnya ini. Sean tidak melarang kala David menyendok ini dan itu di dalam kotak bekalnya. Makan berdua lebih baik dari pada makan sendirian bukan?
Sesekali terdengar decakan ketidak sukaan Sean pada David dan di balas dengan tawa khas David. Memang pertemanan yang unik.
***
Kaca mata membingkai hiding bangir Hiro. Manik mata madu kelamnya terlihat begitu fokus menatap angka dan huruf yang ada di dalam laporan. Baju kemeja putih lengan panjang di lipat sampai ke siku. Tiga kancing bajunya di biarkan terbuka. Sungguh pemandangan yang begitu hot dan manley.
Duduk di kursi kerja di temani segelas teh hangat tanpa gula. Siapa saja yang menyangka jika pria yang terlihat begitu gagah ini adalah seorang Bos Mafia. Jika orang-orang melihat bagaimana keadaan Hiro Yamato saat ini sudah pasti profesi pria Yamato itu hanyalah seorang CEO Perusahaan terkemuka di Asia Tenggara. Bukan seorang Bos Mafia Yakuza.
Ketukan di luar pintu memutuskan tatapan tajam dan jeli Hiro pada laporan.
"Masuk!" serunya keras membuat pintu kayu berderit pelan dan terbuka.
Sang tangan kanan Hiro membungkuk hormat pada sang atasan sebelum melangkah masuk mempersempit jarak yang terbentang.Hiro menyandarkan punggung belakang nya di kursi. Menatap lurus pada Yeko.
Hiro melipat ke dua tangan nya di depan dada. Menata dingin Yeko, yang mengerut kan dahi.
"Apakah itu tentang pendapat penjualan cabang yang baru di buka di Nagasaki, Bos?" tanya Yeko yang memang tidak tau ada kesalahan dalam perusahaan cabang yang baru di buka.
Tidak menjawab. Hiro melemparkan berkas di lantai. Membuat kertas-kertas putih berhamburan. Yeko diam. Pria bermata tajam ini tidak membuka suara melihat bagaimana ketidak sukaan Bos Yakuza ini pada hasil yang di peroleh. Orang-orang boleh bermain licik pada Perusahaan lain. Tetapi, mereka salah orang untuk saat ini. Hiro Yamato, yang di gilai banyak kaum hawa ini bukan lah seorang CEO yang berdasi yang duduk dengan tenang. Bukan pria yang tidak terbiasa merenggut dan menghabisi mereka yang curang dan culas. Bermain api dengan Hiro bukan hanya terbakar namun akan menjadi abu.
"Baik Bos, aku akan memotong ekor yang busuk!" Seru Yeko kala pandangan dingin nan menusuk melayang ke arahnya.
Tidak ada perubahan. Aura ruangan kerja Hiro terasa mencengkram. Yeko merasa, mati rasa seketika kala aura membunuh yang begitu kuat menguar memenuhi ruangan. Tiga kali ketukkan menyelamatkan nyawa Yeko. Pintu kayu terbuka perlahan. Dera tersenyum pada ke duanya. Nampan berisi beberapa biskuit dan susu coklat dingin di bawa masuk.
Sontak saja aura gelap memudar. Senyum segaris terlihat jelas di wajah Hiro. Pria itu berdiri dari posisi duduknya mendekati sofa di pojok ruangan. Meletakan isi nampan di atas meja.
"Apakah aku mengangguk Kakak berkerja?" tanya Dera spontan. Dari ekor matanya, ia dapat melihat kertas-kertas berhamburan di lantai.
Hiro tersenyum polos dan menggeleng pelan. Sebelum memberikan tatapan membunuh pada Yeko. Pria yang berdiri di depan meja itu langsung terburu-buru meraih kertas di lantai. Dera mengeleng pelan melihat kasihan pada suami Clara.
Dera meletakan nampan yang ia bawa di atas meja. Sebelum melangkah mendekati Yeko. Ikut memungut kertas yang berhamburan di lantai. Tentu saja Hiro kalang kabut. Melangkah lebar mencekal pergelangan tangan Dera. Membuat gadis yang membungkuk itu menoleh kebelakang.
"Duduk lah di sofa. Aku yang akan membereskan nya." Cegah Hiro mengulas senyum.
"Kita bisa memunggutinya bersama-sama agar lebih cepat selesainya!" jawab Dera begitu enteng.
Hiro menyesali perbuatannya barusan. Harusnya ia lebih bisa menenangkan amarahnya. Yeko, diam. Tidak bereaksi ia lebih memilih memungut cepat kertas di lantai agar cepat selesai. Hiro mendesah pelan melepaskan tangan Dera, sebelum ikut memungut kertas. Tidak butuh waktu lama mengumpulkan kertas laporan yang di buang Hiro.
Kini kertas yang sudah terkumpul tergeletak tak berdaya dia atas meja kerja Hiro. Yeko buru-buru pamit untuk keluar dari ruangan.
"Apa ada masalah lagi?" Tanya Dera menarik pergelangan tangan sang suami untuk duduk di sofa.
Hiro Yamato menurut saja. Meraih gelas susu coklat yang di berikan oleh sang istri. Ia menyesapnya perlahan. Mafia mana yang meminum susu coklat dingin? Dimana-mana Mafia itu meminum minuman yang beralkohol tinggi dengan harga selangit. Tapi di sini, Hiro Yamato Bos Mafia yang di takutkan oleh banyak orang harus menjadi kucing manis di samping sang istri. Bukankah dulu, Hiro lah yang membuat Dera Sandya menjadi kucing manis. Kali ini, Hiro Yamato lah yang menjadi kucing manis untuk Dera.
"Hanya masalah sepele!" Balas Hiro meletakan gelas yang isinya hanya tinggal setengah di atas meja.
Dera berdiri dari posisi duduk. Memutari sofa, berdiri di belakang Hiro. Memijit pundak berotot milik Hiro. Rasa sangat nyaman untuk Hiro. Ke dua kelopak matanya terpejam mendapatkan pijitan dari sang istri. Segaris senyum di tarik ke atas.
Jarang sekali ada wanita sehebat Dera. Wanita yang sederhana dan lembut. Terkadang Hiro keheranan pada Dera. Di saat wanita di luar sana akan mengosongkan kartu kredit mereka hanya untuk berbelanja. Tiada hari tanpa menggesek kan kartu kredit tanpa limit. Tapi bagi Dera lebih baik menghemat keuangan dan menabung untuk Sean. Seakan wanita satu anak ini lupa siapa sang suami. Dera yang terbiasa hidup dalam kesederhanaan memilih hidup yang sama seperti dulu. Sederhana dan hangat.
"Sesekali cobalah buat waktu luang untuk keluarga dan waktu santai Kak. Lagipula, aku mampu Sean bukanlah orang yang gila harta. Kesehatan dan keluarga yang lengkap adalah hal yang lebih berharga dari pada emas permata Kak!" Peringat Dera di sela pijitnya.
Kedua kelopak mata yang tertutup terbuka kembali.
"Baiklah. Aku akan meluangkan waktu untuk keluarga kita lebih banyak lagi!" balas Hiro pelan penuh rasa bahagia.
***
"Berapa banyak yang akan kita dapatkan untuk kerjasama penyelundupan Pistol?" tanya wanita yang menjabat sebagai Bos besar Dragon pada bawahannya.
"Tidak terlalu banyak Bos. Mengingat jalur penyelundupan sangat rawan untuk ketahuan. Berbeda dengan Yakuza mereka memiliki keamanan dan tingkat penyeludupan lebih hebat di banding kita!" ujarnya pelan.
Bibir merah merekah itu berdecis pelan. Tidak mudah membangun kembali kelompok nya yang sudah hancur di tangan Hiro Yamato. Ke dua orang tuanya di penggal karena dirinya. Jika di tanyai apakan Mirabel menyesal mencintai Hiro Yamato. Wanita ini tidak akan membalas untuk sekedar memberikan jawaban. Yang ada di hati Mirabel Nakano saat ini adalah dendam dan kebencian mendalam pada Dera Sandya. Karena wanita jelek itulah dirinya berserta keluarga nya hancur di tangan Hiro.
Mirabel Nakano berjanji akan kembali memperkuat kelompok Dragon. Dan datang membalas dendam pada Dera. Ingin sekali Mirabel mencabik-cabik Dera dengan tangannya. Dan membunuh anak lelaki Dera dan Hiro. Dari awal, Hiro adalah miliknya. Mirabel tidak akan pernah merelakan Hiro ke tangan Dera. Keluarga yang bahagia, huh? Jangan harap. Wanita cantik ini akan menghancurkan nya.
.
.
.
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???