
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
UDAH 2X update ya hari ini☺️☺️
.
.
.
.
.
.
.
"Ada apa dengan mu?" seru Sean menatap wajah muram David.
"Dia mendapatkan potongan uang jajan dari ke dua orang tuanya karena Ketahun menggosok kartu dengan nominal yang besar." Bocor Delta dengan kekehan pelan.
Willem mengeleng pelan. Dahi Sean berlipat."Jangan bilang hadiah yang kau berikan pada adik-adik ku yang membuat uang jajanmu di potong?" tebak Sean tepat sasaran.
David mengangguk ragu."Tidak masalah kawan. Potongan uang jajan bukanlah hal menakutkan. Yang terpenting aku bisa memberikan kado yang banyak untuk si kembar!" balas David penuh semangat.
"Iya, lima kali ulang tahun mu kau juga tidak mendapatkan hadiah dari orang tuamu!"
Sialan. Bagaimana Delta menjadi anak perempuan yang ember begini. David melirik kesal Delta di samping tempat duduk nya. Sean menatap lama wajah David. Ia tau tau menahu jika David berkorban begitu untuk hadiah ke dua adik-adik. Willem memang memberikan hadiah mahal untuk Launa dan Laura. Ke duanya mendapatkan kereta dorong dengan harga fantastis. David membelikan dua Ayunan yang harga nya hampir sama dengan membeli dua apartemen di Jepang. Sedangkan dari Delta, anak perempuan satu ini hanya memberikan beberapa mainan Barbie lumayan mahal untuk anak-anak. Namun tak sefantastis hadiah dari Willem dan David.
"Kau tak punya niat macam-macam dengan adik ku bukan?" selidik Sean dengan manik mata menajam.
David membuang asal pandangan nya."A——aku, tidak punya niat lain pada adik mu Sean. Itu untuk sekarang sih, aku hanya ingin menjadi adik iparmu saat kita dewasa nanti. Tidak masalah kau memberikan yang mana untuk aku nikahi!" Ujar David terbata di awal kalimat tanpa mau menatap wajah Sean.
Kontan saja Sean, Delta dan Willem membulatkan ke dua mata mereka. Tidak percaya dengan niat tersembunyi dari David. Bahkan sudah membuat ancang-ancang agar bisa menjadi adik ipar dari salah satu dari putri Yakuza.
"Kau!!!" Teriak Sean mengelar dengan telunjuk mendakwa David.
Ketiganya tersentak mendengar teriakan Sean. David langsung berdiri dari posisi duduk nya. Sebelum berlari menjauhi Sean yang mengamuk.
"Aku tidak akan pernah menyerah. Aku akan menikahi adik mu!!!" Seru David di sela larinya.
Sean mengejar David. Tidak peduli tubuh mereka di hujani oleh salju. Mereka masih memulai aksi kejar-kejaran di atas atap sekolah. Willem dan Delta hanya menjadi penonton yang baik di dalam rumah kaca yang menjadi markas mereka.
"Aku bertaruh Sean akan menghajar David!" Ujar Delta mengeluar beberapa lembar uang dollar Jepang.
Willem tersenyum evil."Aku bertaruh David akan mendapatkan kado Buaya dari Sean!" Balas Willem ikut meletakan uang nya di atas uang Delta.
Ke duanya kembali melayangkan tatapan pada dua orang di depan saja. Baru beberapa menit saja mereka mengalihkan tatapan dari Sean dan David. Kini posisi David telah K.O di tangan Sean.
Meskipun begitu, David masih tidak menyerah seperti nya. Kontan saja Willem dan Delta mengeleng pelan.
***
Ruangan keluarga terasa sangat hangat. Gelak tawa terdengar samar-samar. Ke dua bayi yang telah berusia satu bulan di gendong oleh kakek dan nenek mereka. Hiro duduk di samping Dera berhadapan dengan Ayah dan Ibunya. Sedangkan Leo, pria itu memilih keluar dari rumah. Engan mendapatkan ceramah tentang jodoh dari tuan besar Yamato dan Ibu angkatnya.
Sudah cukup bosan Leo mendengar tentang jodoh dan wanita. Beruntung si kembar mampu mengalihkan ke dua orang tua itu. Ke duanya baru sampai satu hari yang lalu. Dan Leo telah mendapatkan banyak nasehat yang begitu nyinyir dari ke duanya.
"Launa terlihat lebih tenang dan kalem. Mirip Dera," ujar Nomi menatap sang cucu dan menantunya bergantian.
Ke dua manik mata coklat hangat milik Launa berkedip pelan. Seolah tau apa yang di katakan oleh sang nenek.
"Laura mirip aku kan, Pa?" tanya Hiro terdengar penuh semangat. Sembari menyadarkan kepalanya di bahu Dera. Pria satu ini tak ada malunya mempertontonkan keromantisan nya pada orang-orang. Toh, kedua orang tuanya sudah sangat hapal manja seorang Hiro Yamato.
Manik mata Zeo menatap Laura dengan lambat. Tatapan mata acuh namun terlihat tegas adalah milik Hiro.
"Tidak. Siapa bilang? Laura lebih mirip Leo!" canda Zeo mendapatkan dengusan kesal dari Hiro.
"Enak saja, itu Putri ku. Sudah pasti ia mirip aku, bukan adik ku!" protes Hiro yang hanya mendapatkan cibiran dari Zeo.
"Siapa bilang ini putri Leo. Kalau ini putri Leo, harusnya Dera istri nya Leo. Karena Leo Pamannya wajar juga ia mirip Leo," bantah Zeo ingin terus melihat Hiro kesal.
Hiro menegakkan kepalanya. Menoleh kesamping."Sayang!" rengek Hiro dengan suara manja,"Laura mirip aku kan, ya?" lanjut nya meminta persetujuan dari Dera.
Dera terdiam sejenak. Menoleh pada Laura yang berada di gendongan ayah mertua nya. Sebelum menoleh ke arah sang suami.
"Hem! Entahlah," ujar Dera ikut-ikutan menggoda sang suami.
Ke dua pipi Hiro menggembung. Sifat manja yang hanya dapat di lihat saat bersama sang istri membuat Zeo semakin ingin menggoda sang putra.
"Cih! Kalau begitu kita bikin lagi yang harus mirip dengan ku. Hidungnya, matanya, dan juga wajahnya!" putus Hiro membuat wajah Dera memerah seperti kepiting rebus,"Mudahkan! Kalau yang di bikin masih gak mirip kita cetak lagi sampai sama persis. Aku sih gak keberatan!" Goda Hiro menarik turunkan ke dua alis matanya.
Ugh! Dera sangat malu. Bagaimana bisa sang suami berkata begitu di depan ke dua mertuanya. Ingin rasanya Dera menenggelamkan dirinya di sungai Amazon karena godaan sang suami.
Hiro tertawa keras melihat wajah Dera dua kali lebih merah. Membuat duo kembar terkaget dan menangis. Pukulan di layangan oleh Dera. Lucunya, Hiro masih asik tertawa. Tak masalah lah kalau urusan si kembar banyak yang mengurusi. Kalau urusan nya hanya Dera yang bisa mengurus.
***
Carlos dan Sari terlihat tengah menatap serius satu persatu contoh undang, gaun pengantin, foto prewedding yang akan mereka gunakan. Satu bulan terlah berlalu, tersisa dua bulan lagi untuk acara mereka. Ke duanya ingin memilih sendiri bentuk acara pernikahan mereka. Dan juga hal-hal kecil lainnya.
"Pernikahan akan di adakan di mana?" tanya Carlos menatap Sari yang berada di samping kanannya.
"Maunya sih di Indonesia. Karena meskipun tidak ada ke dua orang tuaku. Setidaknya kami masih ada beberapa kerabat. Kita bisa mengunjungi makam ke dua orang tua ku, juga kak!" ujar Sari pelan.
Carlos mengangguk pelan."Aku tidak masalah dimana pun pesta pertama nya akan di adakan. Karena ada tiga pesta yang harus kita selenggarakan," ujar Carlos.
Sari mengangguk letih. Setelah nikah di Indonesia. Mungkin masih ada dua pesta lagi. Pertama di China dan di Jepang. Mengingat keluarga angkat Carlos ada di China dan keluar besar Yakuza ada di Jepang. Cukup banyak menguras uang dan tenaga.
Hiro dan Dera tak pernah mempermasalahkan uang yang akan di habiskan untuk pesta Sari nantinya. Gadis cantik ini juga mengundang teman-teman kuliahnya di Amerika. Lucunya lagi, ia akan menunda waktu wisuda hanya untuk pernikahan. Menikah dulu baru wisuda adalah hal yang baik bagi Sari. Karena di saat itu akan ada pria ini di samping nya.
"Kita harus bergerak cepat untuk semuanya!" keluh Sari pelan.
Carlos terkekeh pelan. Pria itu meraih tangan Sari, mengisi ruas-ruas jari jemari yang kosong. Hingga tidak ada lagi kekosongan di sana. Menariknya ke atas sebelum mengecup nya lambat. Ke dua pipi Sari merona.
"Aku akan selalu di sampingmu!" ujarnya dengan nada pelan.
Jika di Jepang tersebar kebahagiaan. Maka di Texas, anak bermata tajam itu menatap lama video yang di kirimkan padanya. Oleh mata-mata sang Ibu.
"Kau rela ia bahagia seperti itu. Tapi Mommy dan kau menderita Vian?" hasut Mirabel setelah rekaman Video kebahagiaan Hiro dan Dera selesai di putar.
Video yang baru di ambil dua hari ini. Bersama dengan ke dua orang tua Hiro.
"Tidak. Aku tak akan rela Mom!" jawab Vian dengan mata mengelap.
Mirabel tersenyum tipis."Kita harus menghancurkan mereka. Apa lagi wanita itu! Karena dialah yang membuat Daddy mu berubah jahat pada kita sayang!" hasut nya kembali.
Manik mata Vian menatap wajah Dera den pandangan membara akan dendam. Wanita itu harus mati, agar ia dan sang Ibu bahagia. Sungguh anak yang malang.
.
.
.
.
Bersambung...
Hem...
🥺🥺🥺 Tak selamanya matahari bersinar cerah ya! karena kepahitan tersembunyi selalu ada🤣🤣jangan timpuk author ..🤣🤣🤣🤣🤣🙈
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???