Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 68 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


Malam kian larut, cerutu di hirup masih tak mampu membawa ketenangan bagi Carlos. Pria satu ini memang memiliki kesulitan dalam memejamkan ke dua matanya. Hujan deras menyelimuti sebagian kota di Jepang. Pada akhirnya, Carlos meletakan cerutu yang tak lagi mampu di sesap di atas asbak. Melangkah keluar dari ruangan kerja. Rumah Mafia Devil cukup besar bagi dirinya. Pria ini melangkah menuruni satu persatu anak tangga.


Melangkah menuruti kemana arah angin berhembus. Hingga ke dua tungkai panjang miliknya berhenti di depan pintu kayu. Beberapa kali tangan besarnya terangkat. Ingin menyentuh ganggang pintu. Keraguan tersirat jelas di wajah Carlos. Pria tampan ini di besarkan di Panti asuhan. Sebelum di pertemukan dengan Ayah angkatnya.


Saat itu ia benar-benar merasa bagaimana perih dan pedihnya hidup dalam ketidak pedulian. Hidup tanpa kasih sayang dari ke dua orang tua. Mencoba menjadi kejam pada orang-orang sekitar. Hanya untuk bisa bertahan. Beruntung tuan Zhao mau mengulurkan tangan. Membawanya dan mendidiknya dengan sangat baik. Beberapa kali terbentur dalam keputusasaan kala keluarga angkat nya terlibat masalah. Membuat Carlos berubah menjadi lebih dan lebih kejam lagi. Untuk ke dua orang tua angkat nya. Kala ke dua orang tua Kevin meregang nyawa hanya karena tangan kotor tikus-tikus di perusahaan.


Untuk membalas jasa, Carlos harus menjadi seseorang yang bisa melindungi Kevin. Membuat Kevin duduk di kursi singa sana yang kokoh tanpa hambatan. Dan lihat lah! Carlos mampu melakukan nya dengan sangat baik. Kala mendirikan anggota besar Mafia di negara tirai bambu itu. Membiarkan ke dua tangannya penuh dengan noda darah. Hanya untuk membuat Kevin sang adik tetap bersih. Meskipun tanpa ikatan darah, Carlos mampu membuktikan jika ia benar-benar menyayangi Kevin Zhao dengan tulus.


Kreat!


Engsel pintu membawa kata gaduh saat di dorong ke dalam. Ruangan kamar Willem temaram, hanya di temani oleh lampu tidur di atas nakas. Sang putra tertidur dengan lelap. Carlos masuk perlahan, menutup dengan pelan pintu kamar Willem. Sebelum melangkah kan ke dua kakinya mendekati ranjang sang putra.


Sangat pelan dan ringan, Carlos duduk di bibir ranjang. Hanya saat seperti inilah Carlos mampu menatap wajah Willem lebih leluasa. Menatap betapa gagahnya sang putra. Carlos menginginkan Willem untuk bahagia tidak seperti nya. Namun, seperti nya beban ini memang harus ikut di pikul oleh Willem. Menjadi penjaga penerus keluarga Zhao tanpa tersurat.


"Maafkan Papa, Will!" seruan lirih mengalun lembut menyatu dengan hembusan nafas Carlos.


Ke dua manik mata hitam itu terlihat sangat sendu. Sebagai seorang Ayah Carlos menginginkan kebahagiaan untuk Willem. Namun, sebagai seorang yang memiliki hutang Budi, Carlos hanya bisa menyimpan kata bahagia pada angan saja.


"Papa dengar sejak pindah di sini kau lebih sering tersenyum dan terlihat hidup. Papa senang, sungguh. Meski bukan Papa yang bisa membuat mu bahagia, Will." Lanjut Carlos mengusap pelan rambut sang putra.


Semoga saja anak ini benar-benar tengah terlelap bersama mimpi indah. Carlos terlalu malu mengakui dirinya sebagai ayah dari Willem. Karena ia tak mampu membahagiakan dan memberikan kebahagiaan untuk Willem. Pria ini dengar, jika Willem memanggil seseorang sebagai Mama. Orang kepercayaan sekaligus pengawas Willem mengatakan jika istri dari Mafia Yakuza itulah yang di panggil Mama oleh sang putra. Mengantikan peran ibu untuk Willem. Bahkan seringkali mengirimkan sang putra makan malam untuk Willem. Dan makan pagi saat di hari Sabtu-Minggu. Sangat perhatian, Willem bahkan tak ingin yang lain menyicipi makan yang di kirimkan. Wajah Willem akan berbinar saat mendapatkan kirimaan dari Istri Mafia itu.


Carlos jadi tak bisa melakukan pergerakan apapun jika seperti ini. Benar-benar merepotkan, tapi———cukup menenangkan. Setidaknya, Willem bahagia.


Di lain rumah, Dera terlihat gelisah kala perutnya bergerak cepat. Sangat aktif, beberapa kali Dera mendesis. Hiro masih berada ruangan kerja. Seperti nya mendiskusikan laporan dengan Yeko. Dua urusan yang di kerjakan sekaligus. Perusahaan yang semakin membesar dan juga kejayaan dari anggota Yakuza yang terlihat meningkat.


KLIK!


Pintu terbuka lebar. Hiro terlihat sangat lelah, pria ini masih sempat-sempatnya tersenyum pada Dera yang berada di atas ranjang. Dera merubah posisi tidur miring menjadi duduk. Bersandar di kepala ranjang. Hiro kembali menutup pintu dengan perlahan. Sebelum melangkah cepat mendekati ranjang.


"Kenapa belum tidur?" Tanya Hiro kala mengambil tempat duduk di depan sang istri.


Dera mengulas senyum lembut."Ke duanya bergerak terlalu sering!" keluh Dera.


Hiro meringsut semakin mendekat. Mengusap perut besar Dera. Pergerakan terasa di telapak tangan Hiro. Seperti nya si kembar memang sedang dalam masa aktif-aktifnya. Setiap telapak tangan Hiro menyentuh posisi calon bayi mereka. Maka ke dua janin di dalam perut Dera akan menghindari sentuhan Hiro. Membuat pria ini terkekeh pelan. Ke dua putri nya memang suka jual mahal padanya.


Dera menjatuhkan telapak tangannya di punggung tangan sang suami.


Hiro diam sesaat."Lancar. Hanya melelehkan."


Dera menepuk pelan bantal yang berada tepat di samping nya. Hiro tersenyum lebar, tanpa banyak kata ia merebahkan kepalanya di bantal di samping sang istri. Dengan perlahan Dera merubah posisi nya sedikit menyamping. Wanita hamil ini bergerak memijit pelan ke dua sisi kening Hiro dengan perlahan. Hingga ke dua kelopak matanya tertutup dengan pelan. Rasa nyaman mulai terasa.


"Jangan bekerja terlalu keras kak. Harta bukanlah segalanya, utamakan kesehatan tubuh dan keluarga!" nasehat Dera.


"Hem!"


Hanya deheman yang menjadi jawaban dari sang suami. Senyum di wajah Hiro terlihat sangat hidup. Permukaan tempat tidur terlihat sedikit bergerak. Kala Dera menggeser tubuhnya ke depan. Perlahan tangannya memijit tangan kanan Hiro. Dera tau, sebagai seorang istri apa-apa saja yang harus ia lakukan. Agar bisa meringankan beban sang suami.


Hiro tak pernah meminta ini dan itu pada Dera. Hiro terlalu memanjakan Dera! Baik dengan kekayaan, perhatian yang berlimpah sampai cinta yang begitu besar. Dera juga tau, tanpa di minta wanita manis ini akan menjadi tempat curahan sang suaminya. Mendengar keluh kesah Hiro dalam bekerja. Memijat sang suami saat lelah. Tak jarang mengusap pelan ke dua sisi dahi Hiro. Bukankah tugas-tugas yang ia lakukan sangat sederhana tanpa banyak mengeluarkan tenang dan uang.


Ia bahkan selalu memasakkan makanan ke sukaan Hiro. Tidak pernah luput membuat kan nya meskipun di atas meja terhidang banyak makan. Bagi Dera menjadi seorang istri, harus benar-benar tau bagaimana cara membuat seorang suami nyaman dan merasa tak butuh wanita lain selain sang istri.


Bukankah keretakan rumah tangga tak lepas dari kelengahan dari dua pihak? Entah suami yang memulai atau istri yang memulai. Suami tidak akan mencari tempat nyaman yang lain saat sang istri sudah memberikan keyamanan. Di dalam rumah tangga, tidak hanya butuh modal cinta. Karena cinta mudah luntur kapan saja. Namun rasa nyaman? Tidak semua wanita mampu mengumbarnya.


Jika wanita butuh di mengerti dan di pahami. Begitu pula lelaki. Mereka juga butuh di pahami dan menjadi tempat curahan keluh kesah.


Kegiatan tangan Dera terhenti kala cekalan di tangan nya di dapat. Hiro menghentikan laju tangan Dera kala hampir menyentuh kakinya. Dera menoleh menatap sang suami.


"Sudah. Sini tidur, sudah sangat larut malam. Ibu hamil tidak boleh terlalu lelah. Aku butuh istri bukan tukang pijet!" Ujar Hiro tersenyum lembut.


Dera tersenyum. Membalas perkataan sang suami, beginilah yang membuat Dera semakin cinta Hiro Yamato. Seorang pria yang benar-benar mampu dan sangat peka pada istri. Hubungan ke duanya, begitu harmonis kala satu sama lain sama-sama memberikan cinta. Sama-sama mampu mengerti satu sama lain tanpa harus banyak kata.


Dera merebahkan tubuh nya di samping kanan Hiro. Meletakan kepalanya pada lengan sang suami. Hiro memiringkan tubuhnya ke kanan. Memeluk Dera.


"Terimakasih sayang!" Ujar Hiro melayang kan kecupan di dahi Dera.


Ugh! Tolong katakan di mana wanita bisa mendapatkan suami seperti Hiro? Pria ini selalu mengucap kata terimakasih setelah sang istri memberikan pijetan atau hal-hal kecil lain nya. Mungkin suami-suami diluar sana akan berpendapat jika itu adalah kewajiban seorang istri. Namun bagi Hiro, kewajiban seorang istri adalah hanya berada di samping nya dan harus selalu bahagia karena nya.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Oh.. tolong katakan di mana ya ada pria dan sekaligus suami se sweet dan sehangat ini. mau pesan satu🥺🥺🥺🥺🙈😘


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???