
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
.
.
.
Binar di ke dua mata Vian dan Sean terlihat. Pesta memang telah usai, namun kejutan dari ke dua orang tuanya tentu saja belum usai. Bingkai foto besar terpajang di atas di dinding kosong di rumah besar. Gambar sebuah keluarga utuh tampil di depan mereka semua. Dengan kehadiran si kembar tentunya.
"Bagaimana?" tanya Dera.
Kontan saja ke dua putranya menoleh kebelakang. Sedikit menengadah tersenyum lebar.
"Sangat indah," ujar Vian pelan.
"Aku terlihat sangat tampan dari pada Papa!" ujar Sean dengan nada angkuh.
Ke dua bola mata Hiro berotasi malas. Kenapa putranya satu ini sangat ingin di akui lebih tampan darinya. Dera terkekeh pelan melihat ekspresi kesal sang suami.
"Wah! Kau masih saja seperti ini, Sean!" kesal Hiro.
Sean membalikkan tubuhnya. Menatap kesal sang ayah, bagaimana tidak. Ia masih gagal dalam menjalani keinginannya. Harusnya hari ini Hiro Yamato menjelma menjadi perempuan cantik. Soalnya, Hiro mampu menghindari dirinya dengan sangat lihai.
Ayolah! Sean terlalu meremehkan sang ayah. Jauh sebelum Sean lahir, Hiro adalah pemilik rumah besar Yakuza. Ia tau dengan sangat baik seluk beluk rumah nya, yang masih tidak di ketahui oleh Sean. Salah satunya adalah ruangan rahasia. Yang belum ia beri tahu pada si nakal satu ini.
"Mama! Papa jahat!" Keluh Sean menghentak kan ke dua kakinya. Bertingkah imut guna mendapatkan dukungan orang terkuat. Beruntung, teman-teman sudah pulang.
Sean tidak akan mau bertingkat imut seperti saat ini jika masih ada teman-teman nya. Vian meringis melihat tingkah aneh sang adik. Ia masih belum melihat tingkah satu ini dari Sean. Siapa sangka, Sean memiliki sifat yang begini. Mata Vian menatap raut wajah ingin muntah dari Hiro.
"Hei! Hentikan. Itu menjijikan," kesal Hiro mendapatkan cubitan di pinggang nya oleh Dera.
"Ouch!" Hiro menggaduh kala cubitan dari Dera semakin terasa.
"Ayo Mama lebih keras lagi!!!" teriak Sean dengan wajah sumringah,"Papa ingkar janji harus di hukum!" lanjut Sean dengan nada keras.
"Sayang! Ini tidak benar. Masa kau ingin melihat suami mu yang tampan ini dan hot di ranjang ini menjadi wanita. Aku ingin pria tulen sayang!" Tolak Hiro sembari berlari menghindar kejaran sang istri.
"Berhenti! Kakak harus bertanggung jawab. Karena tidak menepati janji!" Teriak Dera sembari mengejar Hiro.
Hiro berlari cepat. Meskipun Dera adalah wanita yang lembut. Sayangnya, jika soal cubit. Wanita itu benar-benar tiada duanya. Meski cubitannya kecil tapi sangat sakit. Terasa panas di kulit.
"Kejar sampai dapat Mama!" teriak Sean memberikan semangat.
Vian mendekati sang adik. Menyenggol pelan pundak Sean. Membuat Sean menghentikan tawa renyah nya.
"Kenapa kau sangat suka merocoki Papa dan Mama?" tanya Vian dengan wajah penasaran.
"Hem! Kenapa ya?" Sean berpikir keras,"Mungkin karena Papa," lanjut nya.
"Ada apa dengan Papa?"
"Aku tak suka Papa terlalu sempurna," keluh Sean.
Dahi Vian berlipat. Ia tak mengerti apa yang ada di pikiran Sean.
"Abang tau, dulu saat aku sekolah. Masih berada di kelas satu. Papa sering mendapatkan tatapan nakal dari para guru wanita bahkan Ibu dari teman-temanku. Sedangkan Mama, ia lebih suka menghabiskan waktu di rumah. Tidak bisa memperlihatkan wajahnya di depan umum. Karena merasa tak pantas bersanding dengan Papa. Meski Mama beralasan tak ingin mendapatkan masalah karena musuh Papa tau wajah Mama. Aku tau itu hanya alasan semata," jelas Sean kembali meningkat masa lalu.
Vian mendesah letih. Menatap ke depan sana. Dimana ke dua orang tuanya masih asik dengan aksi kejar-kejaran mereka.
"Bukankah karena itu kau membuat para wanita hilang di tengah malam?" ujar Vian menoleh kembali ke arah sang adik.
Sean tersenyum miring."Tentu. Di dunia ini ada hal yang tak boleh mereka tatap dengan binar ingin memiliki, Bang!"
Vian Yamato ikut tersenyum miring. Sedikit banyak Vian mulai mengerti sifat kembarannya. Bagi orang lain, mungkin Sean Yamato sangat rumit untuk di mengerti dan di pahami. Namun, bagi Vian Yamato berbeda. Sang adik dapat ia pahami dengan sangat dalam.
Sean merangkul pundak sang kakak. Ke duanya tertawa kecil sebelum membuang tatapan pada ke dua orang tua mereka.
***
Leo mendesah letih kala dua orang gadis duduk di depannya dengan pandangan memuja. Seperti nya sang ayah dan ibu angkat nya benar-benar merealisasikan rencana mereka. Menikah kan nya dengan dua orang gadis sekaligus.
"Sial!" desis Leo dengan nada rendah bak bisikan lirih.
"Apa?"
"Apa Tuan?"
Dua pertanyaan serentak terdengar jelas dari ke dua gadis cantik. Ke duanya memang tidaklah buruk. Wajah oval, dengan kulit seputih susu. Khas orang Jepang. Dengan ke dua mata sipit.
"Tidak apa-apa," jawab Leo meringis pelan,"Oh iya, apakah nona Yura dan Yuri tak masalah dengan perjodohan ini," lanjut nya. Menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri.
Kontan saja kepala ke duanya mengeleng pelan.
"Benar. Saya adalah Yura dan yang ini adalah Yuri!" Ujar gadis di sebelah kiri.
Leo terkekeh di buat-buat. Yang benar saja, ia bahkan tak peduli yang mana Yura maupun Yuri. Mengingat wajah ke duanya seperti cermin. Satu sama lain tidak ada bedanya.
"A——ah, begitu ternyata!" Ujarnya menggaruk tengkuk belakang nya."Bukankah lebih baik nona-nona berdua menikah dengan pria yang berbeda?" lanjut nya dengan nada rendah.
"Tidak masalah Tuan Leo. Kami berdua karena kembar identik berencana menikah dengan satu pria saja," jawab Yura dengan senyum lebar.
"Benar. Karena kami sama-sama jatuh cinta pada pandangan pertama saat di sodori foto tuan Leo!" timpal Yuri penuh semangat.
"Tap——tapikan, ini akan sulit ke depan nya. Berbagai suami dan ranjang!" ujar Leo mencicit di akhir kalimat. Bahkan pria ini tergagap di awal kata.
Ke dua gadis cantik itu menoleh satu sama lain. Sebelum kembali menatap ke depan.
"Tidak masalah Tuan Leo, kami bisa bergantian melayani tuan kok," ujar Yura kalem.
"Bahkan jika Tuan ingin di layani oleh kami berdua sekaligus pun tidak ada masalah. Kami siap saja," Yuri angkat suara.
GLEK!
Untuk pertama kalinya, Leo Yamato merasa sulit menelan air liur nya sendiri. Ia bukan bintang yang ingin melakukan hal begituan. Menikahi dua wanita?? Ah! Ia bisa gila. Wajahnya memucat.
Di seberang meja cafe, Zeo dan Nomi mengintai Leo dan ke dua gadis pilihan mereka. Keduanya menjadi pengawas dadakan untuk Leo. Agar Leo tidak bisa kabur. Raut wajah Leo yang berubah-ubah membuat Zeo ingin tertawa keras. Pria tua itu merasa terhibur dengan raut wajah tersiksa Zeo.
"Menurut mu, apakah Leo akan mencari wanita lain untuk di nikahi?" tanya Zeo masih menatap Leo di depan dengan senyum lucu.
Kepala Nomi mengangguk cepat."Tentu saja Tuan, ia akan segera bergerak mencari jodoh. Ia tak akan mau menikah dengan ke duanya. Rencana kita akan berhasil. Leo akan menemukan wanita yang ia cintai," jawab Nomi.
Zeo kembali mengulas senyum. Semoga saja Leo bergerak cepat.
***
"Apa kamu akan kembali ke Indonesia?" tanya Vian menoleh menatap Adella yang duduk di samping nya.
Anak perempuan itu mengangguk pelan. Membuat rambut panjang nya bergerak.
"Aku harus kembali," jawabnya pelan.
"Tidak bisakah kau tinggalkan di sini saja bersama ku?"
Adella menghembus kan napas pelan."Maaf," hanya itu kata yang keluar dari bibir nya.
Vian mengangguk mengerti. Meskipun Vian ingin menahan Adella di samping nya. Adella pasti merindukan keluarga nya juga. Anak ini sudah sangat lama terpisah dari keluarga. Hidup dengan keadaan penuh penderita. Yang tak seharusnya di dapatkan oleh anak seusia mereka.
"Kau akan tetap berhubungan dengan ku bukan?" tanya Vian mencari kepastian.
Adella menoleh ke samping. Membawa sebelah mata hitam legamnya bersitatap dengan manik mata coklat kelam Vian.
"Apakah harus?"
"Tentu saja, kita kan teman!" kesal Vian.
Sudut bibir Adella terangkat pelan."Baiklah. Aku akan menghubungi mu secara rutin dari Indonesia."
Vian mengembangkan senyum."Apa tidak sebaiknya kita melakukan perubah pada wajah mu?"
Tangan kanan Adella terangkat. Menyentuh wajah kanannya yang rusak.
"Apakah terlihat mengerikan di mata mu?" tanya nya lirih.
"Tidak. Bukan begitu maksud ku. Hanya saja, kau akan susah beradaptasi kedepannya."
Adella Putri tak membalas. Anak ini hanya diam. Ia kembali menatap ke depan. Menatap pohon Sakura yang bermekaran. Terlihat sangat indah. Vian masih menatap wajah Adella. Di balik pohon seberang, Sean hanya berdiri menatap ke dua nya. Lucu, itulah yang terlintas di benak Sean.
Tidak ada satu orang pun yang mau menolaknya. Bahkan anak-anak perempuan lain berlomba untuk mendekatinya. Menjadi teman. Tapi anak di seberang sana malah sangat suka menjauh dan berlari darinya.
Sean Yamato berharap ke depannya. Adella akan mau menerima nya. Sama seperti Vian. Entah apa yang anak ini harapkan dalam hubungan yang tak ia tau dengan pasti.
.
.
.
.
Bersambung....
Terimakasih doanya ya kakak-kakak. Author sudah merasa jauh lebih baik.^^
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???