Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 87 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


.


Carlos membuka ke dua kelompok matanya. Memperlihatkan manik mata hitam tajam milik nya. Tanpa merubah posisi nya.


"Maukah kau menikah dengan ku?" Tanya Carlos meraih jari jemari Sari.


God! Apa ini? Bagaimana bisa lamaran yang di lontarkan tidak ada manis-manisnya. Bahkan tak ada romantis-romantisnya.


Ke dua kelopak mata Sari menggerjab cepat. Debaran jantung terasa menggila. Ia bahkan kesulitan meneguk air liurnya sendiri. Lamaran yang begitu mendadak, tak ada persiapan apapun. Tempat yang berada di kantor milik pria Zhao satu ini.


Carlos memperbaiki posisi nya. Menegak kan kepalanya. Meraih tangan kanan Sari. Gadis itu menoleh kaku.


"Aku bukan pria yang romantis. Mungkin lamaran ini tak seperti apa yang kau harapkan. Masih banyak kekurangan. Namun aku serius ingin hubungan kita lebih jelas lagi." Ujar Carlos mengusap pelan punggung tangan Sari.


Ke dua pipi Sari merona.


"Apakah kau mau menikah dengan ku, menjadi Ibu dari anak-anakku?" tanya Carlos sekali lagi.


Manik mata hitam legam milik nya terlihat sangat serius. Tidak terlihat kebohongan di ke dua manik mata Carlos.


"A—aku," Sari menjeda jawab nya. Sebelum mengigit bibir bawahnya. Udara di dalam ruangan sontak saja terasa panas. Meski tangan nya mendingin.


Carlos masih setia dalam diam. Menatap intens Sari.


"Aku, bersedia!" lanjut Sari pada akhirnya.


Kontan saja, tarikan keras membawa Sari masuk ke dalam pelukan Carlos. Pria itu tersenyum lebar. Meski tak ada cincin yang akan di sematkan di jari manis Sari. Namun, lamaran aneh bin biasa ini mampu membuat ke duanya berbunga.


"Terimakasih Sari! Aku tak akan pernah menyakiti mu," ujar Carlos dengan nada berat nan seksi khas milik nya.


Sari mengangguk pelan. Ke dua manik matanya terlihat berbinar-binar. Rasanya ada ribuan kupu-kupu di dalam perut nya yang terbang ke rongga hati. Rasa bahagia yang tak mampu ia utarakan dengan kata-kata. Begini kah, rasanya di lamar? Bahkan ia merasa ini masih tak nyata.


Makanan yang terhidang di atas meja tak lagi memiliki rasa. Kala perasaan berbunga-bunga.


***


Leo duduk di kursi besar sang kakak. Pria ini menggantikan posisi Hiro dalam beberapa Minggu ke depan. Sampai sang kakak merasa siap meninggalkan Dera di rumah. Baik Hiro maupun Leo memilih kecerdasan di atas rata-rata. Zeo Yamato, mantan Bos Yakuza bukan hanyalah pria yang tampan. Pria itu juga cerdas. Hingga menurunkan pada Leo dan Hiro. Ke dua putra beda ibu itu.


Tok!


Tok!


Tok!


Tiga ketukan di lua pintu membuat kegiatan Leo membaca laporan terhenti.


"Masuk!" seru Leo keras.


Kreat!


Pintu kaca transparan itu terbuka. Yeko menunduk, sebagai rasa hormat.


"Apa ada yang harus di tangani oleh ku?" tanya Leo menatap tangan kanan sang kakak.


Yeko menghembuskan napas pelan. Yeko mengenali Leo saat pria ini berada di universitas yang sama dengan Hiro. Pria yang dingin namun tak terbaca. Bak air tenang menghanyutkan. Yeko tak pernah bisa membaca apa yang tengah ada di otak Leo.


Leo memang lah pribadi yang tenang. Di balik itu, Leo termasuk orang yang berbahaya. Semakin tenang seseorang, maka semakin keruh dasarnya. Begitu lah orang-orang berpendapat.


"Tidak." Jawab Yeko singkat sebelum melangkah semakin mendekati Leo.


Meletakan beberapa berkas baru di atas meja. Leo memijat pelan pangkal hidung nya. Sebelah tangan yang bebas melepaskan kaca mata yang membingkainya hidung banggirnya.


"Bagaimana keadaan, Dera?" tanya Leo pelan.


"Besok nyonya besar sudah boleh pulang ke rumah besar," jawab Yeko jujur.


Leo mungut-mungut mengerti.


"Aku dengar, Sari di lamar oleh Carlos. Sekarang nyonya besar tengah membicarakan nya dengan Bos," seru Yeko memberikan informasi pada pria di depannya.


Bukankah Leo pernah sangat dekat dengan Sari. Bahkan ia berserta Clara berpikir bisa jadi Leo dan Sari akan menikah kemudian hari. Namun lama kelamaan tidak ia lihat tanda-tanda rasa yang terbalas. Hanya gadis cantik itu yang memendam rasa pada Leo. Pria ini sama sekali tak memiliki rasa yang sama.


Hanya perhatian dan kasih sayang. Antara kakak lelaki pada adik perempuan nya. Itulah yang terlihat oleh Yeko.


"Syukurlah. Aku turut bahagia jika memang Sari akan segera menikah," jawab Leo dengan senyum lebar.


"Aku jujur!" lanjut Leo yang tau tatapan Yeko padanya.


"Benarkah?"


"Ya, tentu saja. Kenapa kau berpikir aku berbohong?"


"Kau terlalu tak tertebak."


Leo terkekeh renyah."Aku benar-benar tidak melihat Sari sebagai wanita. Aku berbahagia jika ia bahagia, hati bukan milik manusia sepenuhnya meski pun berada pada tubuh kita. Tidak mudah membolak-balik hati. Aku sudah membicarakan itu dengan nya," papar Leo dengan lugas.


"Lalu siapa gadis yang kau cintai?" pancing Yeko.


Ke dua manik mata Leo menyendu."Gadis yang aku cintai telah bersama lelaki lain. Aku bahagia karena ia bahagia. Tak Masalah hanya memiliki dia di dalam hatiku."


"Bukankah itu menyakitkan?"


"Tentu. Aku terlalu mirip dengan Ayahku, mencintai wanita hanya satu dan selamanya. Aku pikir suatu saat, aku akan berguna baginya. Melindungi nya sampai hayatku, sebagai bentuk cinta ku!"


Yeko tersentuh."Aku yakin ada yang baru. Hati memang bukan milik kita sepenuhnya. Namun bukan berarti hati tidak bisa berubah-ubah dengan mudah." Balas Yeko mengulas senyum.


"Kau hari ini terlalu banyak bicara Yeko!" cibir Leo dengan sembari terkekeh pelan.


Ayah dua putri ini mengaruk leher belakang nya yang tak gatal. Ia tak menyangka ia bisa secerewet ini.


***


"Aku bisa makan sendiri!" tolak Dera dengan senyum lembut.


Hiro mengeleng kan kepalanya. Si kembar tengah terlelap setelah menyusui pada ibu Susunya. Kini tinggal lah ke Dera dan Hiro. Sean di culik pulang oleh Sari. Meskipun Sean sempat mengeluarkan jurus andalan agar tidak di tarik pulang tidur di rumah. Sayangnya, Sari tidak terbujuk rayu anak setan satu itu.


"Tidak. Ratu harus makan di suapi, kapan lagi suami mu yang tampan ini memiliki kesempatan untuk menyuapi istri ku tercinta ini, Hem?" goda Hiro dengan nada lembut.


Dera tersenyum lebar. Ke dua pipinya merona.


"Seperti nya kita harus memeriksakan lidah kakak pada Dokter THT. Siapa tau ada gula di bawahnya karena selalu berkata manis!" kini balik Dera yang menggoda sang suami.


Hiro menurunkan sendok. Meletakan nya di piring. Sebelum meringsut mendekati Dera. Sebelah tangan nya membenahi anak rambut Dera. Menarik nya dan menyelipkan nya kebelakang telinga.


"Aku hanya berkata manis pada satu wanita. Hanya pada istri ku saja!" Balas Hiro beralih mengusap pipi Dera.


Dari daun telinga menjalar ke ke dua pipi semakin memerah. Dera merasa malu, dengan perlakuan manis sang suami. Pria ini sama sekali tak pernah berubah. Selalu mampu membuat nya tersipu kapan pun.


"Benarkah?"


"Tentu. Bagiku, kau adalah wanita pertama satu-satu yang aku perlakuan seperti ini. Tentunya akan menjadi yang terakhir," papar Hiro kembali.


Ke dua tangan Dera membingkai ke dua sisi wajah Hiro. Tersenyum lembut.


"Terimakasih, kakak!" seru Dera melemah.


"Ini adalah kewajiban ku sebagai seorang suami."


"Tapi banyak suami yang tidak begitu."


Hiro mencondongkan tubuhnya ke arah meja di samping ranjang pasien. Membuat tangan Dera terlepas dari wajah Hiro. Pria itu meletakkan piring di atas meja. Sebelum ikut bersandar di dasbor ranjang. Menarik pelan Dera masuk ke dalam pelukannya. Mengusap pelan perut yang di perban.


"Aku ingin menjadi suami sekaligus ayah yang baik untuk mu dan Sean. Aku tak ingin seperti ayahku, yang mentelantar kan anak dan istri nya. Hanya karena mencintai wanita lain. Aku tau bagaimana rasanya tak di tatap hangat oleh ayahku. Dan tak di hargai oleh ibu angkat ku. Saat itu aku bertekad. Aku hanya akan menikahi wanita yang aku cintai. Menjadi Ayah yang hebat untuk anak-anak ku. Dan menjadi suami yang sempurna untuk dirimu." Papar Hiro sembari mengusap pelan telapak tangan Dera yang menggenggam erat tangannya.


Hiro benar. Kisah pahit yang membentuk nya menjadi pria yang hebat. Pria yang benar sempurna sebagai seorang suami. Tidak ada pria yang sempurna di dunia ini. Yang ada adalah pria yang berusaha sekuat mungkin menjadi yang terbaik. Seperti Hiro Yamato.


"Aku mencintaimu, Papa Sean!" seru Dera lembut menengadah wajah manisnya.


Hiro tersenyum lebar."Aku juga sangat mencintai mu, Mama Sean!" Balas Hiro sebelum mengusap pelan pangkal hidung nya dan sang istri.


Ke duanya terkekeh-kekeh pelan. Sedangkan di box bayi, si kembar terlihat tenang. Sekaran tak ingin menganggu keromantisan ke dua orang tuanya.


.


.


.


.


Bersambung.....


Ugh! Romantis nya 😍😍😍


Author iri!!👌🙈🙈


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???