
Mohon Like, Vote dan Komentar nya ya all. untuk bisa update tiap hari 🍫
.
.
.
"Tidak ada perpisahan bagi seorang Mafia. Jika pun ada, perceraian yang kau maksud mungkin adalah kematian." Ujar Hiro dengan langkah lambat mendekati ke dua gadis yang ada di tempat tidur.
Clara yang duduk nyaman di tempat tidur Dera langsung turun dari atas ranjang. Sedangkan Dera yang tadinya tergolek nyaman di atas tempat tidur kembali bangkit dan duduk.
Langkah kaki Hiro kini telah sampai di samping ranjang. Tanpa banyak kata, Clara membungkuk ke arah Hiro sebelum keluar dari kamar bernuansa feminim itu. Tak lupa ia menutup pintu kamar Dera.
Gadis itu terlihat membeku. Dengan senyuman kaku menatap wajah Hiro. Hiro tersenyum evil, bergerak duduk di bibir ranjang. Telapak tangan kadarnya bergerak membingkai sebelah sisi wajah Dera.
"Apa kau seantusias ini untuk pernikahan kita?" Tanya Hiro mengusap pipi kanan Dera dengan Ibu jarinya.
"Ya." Jawab Dera mengangguk patah-patah.
Senyum Hiro melebar. Tangan kirinya menarik tubuh Dera masuk ke dalam dada bidang nya. Tubuh mungil itu sempat menegang. Namun kembali rileks kala wangi khas Hiro menyeruak masuk ke dalam paru-paru nya. Tidak tau kenapa, gadis ini merasa nyaman dengan aroma Hiro. Atau sudah terbiasa? Entahlah.
"Aku mencintaimu, De!" bisik Hiro dengan nada berat mengalung di gendang telinga Dera.
Debaran kerasa tidak pernah mampu mematahkan sebuah pengakuan yang di berikan oleh Hiro. Lelaki Mafia tampan ini tidak berbohong. Ia memang mencintai Dera. Gadis yang berada di dalam pelukan nya saat ini adalah gadis pertama yang membawa debaran, membawa kegelisahan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Gadis pertama yang mampu menyentuh hati dingin nya.
"Kau juga mencintai ku bukan?" tanya begitu saja.
Dera tak menjawab. Bagaimana caranya ia menjawab pertanyaan biasa namun dalam kadar yang berbeda. Apakah dirinya mencintai Hiro? Tidak ada jawaban yang pasti. Membuat bibir pink itu terkatub rapat tanpa kata.
Lima menit ke duanya sama-sama diam. Tidak ada jawaban yang di berikan oleh Dera. Membuat hati kecil Hiro melenguh kecewa.
***
Tangan mungil itu terlihat menggenggam tangan Hiro dengan sangat kuat. Bibirnya merintih pelan. Ada rasa panas dan juga sakit di bahu belakang sebelah kanan nya. Air mata mengalir deras. Ini adalah kali pertama dirinya mendapat irezumi lambang Mawar hitam. Tubuh nya yang berada di pelukan Hiro setelah pembuatan tato terlihat mengenaskan.
"Tidak apa-apa. Ini hanya akan terasa sakit beberapa hari saja." Tutur Hiro mengusap pelan penuh kelembutan kepala belakang Dera.
Gadis itu memang pada dasarnya tidak tahan sakit. Setelah bius habis, lima menit setelah pembuatan tato lambang dari seorang kepemilikan Yakuza. Dera mengerang mengatakan sakit dan panas. Gadis itu menangis sejadi-jadinya membuat Hiro kalang kabut. Beberapa kali lelaki itu membentak bawaannya. Hanya karena mereka tak tau harus bertindak apa-apa.
Dulu saat ia dan anak buahnya mendapatkan Irezumi tidak ada yang menangis. Itu benar-benar membuat Hiro mati otak seketika. Meski sebenarnya, rasa sakit yang di dapat kan ada hal yang wajar. Namun bagi orang awam seperti Dera. Irezumi atau yang di kenal sebagai Tato di Indonesia itu bukanlah hal biasa.
***
BRAK!
PRANG!
"Sialan!"
Makin keras dengan bunyi lantang tak henti-hentinya menggelegar di rumah mewah bergaya Eropa Klasik itu. Wanita cantik itu terlihat terengah-engah setelah memecahkan seluruh perabotan nya. Sedangkan anak buah sang Ayah terlihat tidak berani mengangkat wajah mereka. Satu korban telah jatuh akibat kemurkaan putri satu-satunya dari Bos Mafia itu.
"Aku tidak akan pernah membiarkan gadis itu bersama Hiro. Hiro hanyalah milikku!" Tuturnya mengepalkan ke dua tangannya dengan kuat.
Berita terbang begitu saja padanya mampu meremuk redam hati Mirabel. Tidak pernah bisa di lupakan oleh Mirabel bagaimana, Hiro Yamato mendepaknya dari Indonesia. Hanya karena gadis jelek itu. Tidak! Mirabel tidak terima akan penghinaan yang ia dapatkan. Seluruh kelompok Mafia telah tau jika dirinya lah yang akan menjadi pasangan Hiro.
Namun apa yang terjadi tidak seperti itu. Hiro dengan mudahnya mencabut kerja sama yang sudah lama terjalin dengan kelompok sang Ayah. Membuat lelaki tua itu sempat meradang. Tidak ada yang tau siapa yang lebih meradang.
Derap langkah kaki wanita yang tampak masih terlihat muda di usia yang telah kepala lima. Wanita berdarah Asia itu menghampiri sang Putri dengan kode tangan meminta bawahan suaminya keluar dari kamar sang putri. Sekaligus membawa mayat seorang lelaki tergolek dengan kepala mengeluarkan darah segar. Membanjiri lantai putih polos itu dengan warna merah yang pekat.
"Jangan terlalu khawatir sayang. Daddy mu tidak akan pernah membiarkan Tuan Hiro bersama wanita lain selain dirimu." Seru sang Ibu mengusap punggung belakang Mirabel dengan lembut.
Mirabel membalikkan tubuhnya. Menghadap sang Ibu, wanita dengan lipstik merah merekah di wajah yang sama sekali tidak terdapat kerutan di sana terlihat cantik. Sama seperti nya, dalam versi usia yang berbeda.
"Mom!" rengek nya pelan.
"Mirabel! Kita dan keluarga Yamato bukanlah hubungan biasa. Ingat! Banyak yang tidak bisa kita atau pun mereka lakukan sendiri," tutur Nakano Yumi.
Mirabel terdiam sesaat. Mencoba mempertanyakan apakah itu benar? Apakah Hiro tidak akan bisa memimpin Yakuza tanpa kerja sama Yakuza dengan Dragon? Senyum bibir merah itu patah kala sang putri menggeleng pelan.
"Tidak, Mom! Hiro telah memperluas sayapnya. Mom tau kenapa aku mengejar nya sampai ke Indonesia?" tutur Mirabel setelah gelengan pelan ia lakukan,"Bukan semata-mata hanya karena Hiro memiliki gadis lain. Namun karena aku mendengar perluasan baik bisnis maupun kekuasaan dan kekuatan nya telah bertambah. Hiro menjadi lebih kuat dan memiliki kekuatan lebih tanpa kita sadari. Yakuza tidak lagi bergantung dengan Dragon. Tidak seperti kita yang masih membutuhkan kerjasama dengan Yakuza!" lanjut nya dengan nada serius.
Raut wajah Yumi langsung berbuah. Tidak ada raut angkuh dan percaya diri lagi di sana. Jika benar apa yang di katakan oleh sang putri. Maka Dragon dalam masalah besar saat ini. Wanita berdarah Jepang itu terlihat mengurut kan hiding. Dahinya ikut berkerut.
"Hubungi Daddy segera! Minta dia pulang ke Jepang!" tutur Yumi sebelum membalik kan tubuh nya.
Sial, sekali. Ia terkecoh! Yumi pikir jika Bos baru Yakuza itu belum mendapatkan kekuatan lebih untuk lepas dari kerja sama dengan kelompok nya. Lahir dari rahim seorang wanita kuat. Membuat Yumi cepat tanggap.
Di tempat yang berbeda dan waktu yang berbeda pula. Lelaki yang tengah bicarakan terlihat begitu telaten menghembuskan udara dari mulut ke bahu yang terbuka. Irezumi berlambang Mawar hitam terlihat masih memerah.
"Apa masih sakit?" tanya nya lembut.
"Ya. Ini sangat sakit," rengek Dera manja.
Senyum tercetak jelas di bibir Hiro. Lelaki itu mengecup cepat Irezumi di bahu belakang Dera. Membuat gadis itu terkejut. Sontak saja membalikkan tubuhnya yang awalnya membelakangi Hiro langsung menghadap ke arah Hiro.
"Apa yang Tu—— sayang laku kan?" ujarnya dengan cepat merubah panggilan nya.
Lelaki gila ini memintanya memanggil dengan kata manis. Jujur saja, rasanya lidah Dera patah-patah kala memanggil nya dengan panggilan manis. Yang benar-benar membuat ia geli sendiri.
"Menciumnya," jawab Hiro dengan jujur dan jelas.
Sontak saja gadis itu merona mendengar perkataan Hiro. Tindakan yang tak terbaca dari Hiro sering kali membuat ia merasa kalang kabut.
Jari jemari kokoh milik Hiro bergerak. Mengusap butir peluh yang menguasai dahi Dera. Gadis ini memang tidak tahan sakit. Dua hari merengek, harusnya ia tak memberikan Irezumi pada tubuh Dera. Namun, jika tidak memberikan tanda itu. Mereka tidak akan bisa menikah. Hanya dengan tanda itu, Dera di akui sebagai bagian dari Yakuza. Mendapatkan perlindungan penuh di bawah kendali Hiro.
"Aku tau," ujar Dera dengan nada pelan terkesan malu-malu.
"Tapi tidak sakit lagi bukan?" tanya Hiro dengan wajah yang mengemaskan.
"I——itu," Dera terlihat ragu menjawab pertanyaan Hiro.
"Tidak sakit bukan?" tuntut Hiro.
"Rasa sakit nya hanya berkurang. Sedikit, hanya sedikit!" Jawab Dera salah tingkah dengan bola mata bergerak acak.
Mampu membuat Hiro gemas. Hiro membalikkan tubuh Dera membelakangi nya. Membuat Dera hampir saja berteriak keras. Kala mendapatkan kecup ke dia kalinya di area Irezumi. Sebelum ia berdiri mengindari kegilaan Hiro.