Mr. Mafia Is Mine

Mr. Mafia Is Mine
Bab 88 (Season 2)



Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???


.


.


.


.


Kamar khusus milik di duo kembar terlihat penuh dengan hadiah dari beberapa orang. Khusus nya dari sahabat Sean, yang kini terbelah dua kelompok. Sean bersama Willem berada pada box bayi Launa. Sedangkan Delta bersama David berada di samping box Laura.


"Kalau di lihat-lihat ke duanya semakin berisi setelah satu Minggu lahir ya," ujar David menatap Laura dengan pandangan gemas.


Sayang nya, anak lelaki satu ini tak bisa menoel atau mengusap pipi tembem kemerahan milik Laura. Sean Yamato, si Abang posesif. Melarang David menyentuh sang adik. Berbeda dengan Delta dan Willem. Ke duanya di perbolehkan menyentuh ke duanya. Perlakuan berbeda sempat mendapat kan protes dari David. Lucunya, bukan nya mendapatkan keringanan. Malah anak bermanik mata hijau ini malah di bully oleh ketiga temannya.


Sungguh penistaan dan diskriminasi yang mengesalkan di mata David. Lucunya, David masih saja menempel pada Sean.


"Mereka terlalu sering minum ASI," ujar Sean mengusap pelan pipi Launa.


"Apa mereka memang tidak suka merengek. Padahal kita di sini sudah satu jam," kini suara Willem terdengar.


"Perasaan anak bayi sangat suka menangis tapi ke dua adik mu malah tenang-tenang saja," suara Delta terdengar.


Sean mengangkat angkuh dagunya.


"Tentu saja, adik ku berbeda dengan bayi-bayi yang lain. Mereka tidak terlalu suka merengek dan menangis. Mama bilang sih mungkin karena sudah sangat kenyang dan nyaman," jelas Sean dengan lugas,"Hanya saja saat pipis mereka akan memecahkan gendang telinga. Apa lagi Laura. Dia mungkin besarnya bisa menjadi seorang penyanyi. Mengingat suaranya seperti serine ambulans," lanjut Sean mencuri pandang pada si Laura.


"Ah, masa?" ujar David tak percaya.


"Kau belum mendengar nya saja," balas Sean.


Delta mengusap pelan pipi Laura. Bibir merah bergerak, sebelum ke dua kelopak mata sipitnya terbuka. Netra madu milik Laura menyapa ke dua teman sang kakak.


"Aku rasanya mau culik bawa pulang ke Rumah," seru David penuh semangat.


Tatapan mematikan dari Sean di abaikan. Bagi David tatapan itu sudah sangat familiar di matanya. Meski tak bisa menampik jika bulu roman nya berdiri.


***


Uap kopi hitam mengepul di udara. Di Amsterdam Belanda, pria dengan kerutan di dahinya menyadarkan tubuh yang terasa tidak lagi kuat. Tak seperti dulu, manta Bos Yakuza ini sudah sangat berumur. Meski wajah nya tak tampak tua. Hanya ada beberapa kerutan halus di wajah gagahnya.


"Apa Leo mengatakan sesuatu pada mu?" tanya Zeo menatap wanita yang masih sangat terlihat muda.


Nomi menghela napas pendek."Leo tidak bilang apa-apa. Kemarin ia hanya berkata jika Sari akan segera menikah. Tiga bulan lagi kira-kira," ujar Nomi mengingat kembali pembicaraan penting ia dan anak angkatnya.


Zeo mendesah letih. Putra tercintanya satu itu memang sangat gigih dalam hati. Jika saja, Dera tidak menikah dengan Hiro. Mungkin bisa saja ia merebut Dera meski memiliki status telah menjadi istri orang. Hanya untuk Leo, putra nya dan wanita yang sangat ia cintai.


Ia merasa sangat bersalah pada Leo. Karena gagal menjadi sosok ayah yang bisa di banggakan. Gagal melindungi keluarga nya dan bahkan tak mampu memberikan kebahagiaan untuk sang putra.


"Apa dia tidak berbicara tentang dirinya?"


"Tidak. Ia hanya membicarakan tentang pernikahan Sari dan si kembar."


Manik mata coklat kelam milik Zoe menyendu."Siapkan keberangkatan kita akhir Minggu ini akan ke Jepang. Aku ingin melihat cucuku. Aku juga tau kau merindukan Hiro dan anak-anak nya," ujar Zeo berat.


"Baik, akan aku siapkan secepatnya."


Senyum Nomi terlihat. Ia sangat merindukan putra satu-satunya. Apalagi Sean, cucu pertama yang ia punya. Ia sangat ingin melihat si kembar secara langsung. Meski dua Minggu yang lalu Dera melakukan Video call dengan nya. Memperlihatkan betapa lucu nya bayi kembar tak identik itu.


Nomi akan ke Jepang meskipun Zeo tidak ada rencana ke Jepang. Nomi sangat merindukan Negera nya. Ia hanya menjalankan kewajiban nya menjaga dan merawat Zeo. Meskipun tanpa ikatan. Ia tetap berada di samping Zeo.


***


Tentu saja di terima dengan sangat baik oleh Dera. Mereka sempat terlibat pembicaraan serius. Saat Hiro ikut bergabung. Pria satu itu, meminta surat perjanjian pernikahan pada Carlos. Tentu Hiro Yamato, selaku pria dan suami dari Dera. Ingin yang terbaik untuk Sari, di mana surat perjanjian pernikahan akan berisi poin-poin penting.


Dimana terdapat hukuman jika Carlos Zhao menyakiti Sari. Maka, ia harus menerima sangsi yang tegas dari Mafia Yakuza. Pernikahan yang terjadi antara Sari dan Carlos. Sama halnya dengan pernikahan dua Anggota. Saat Dera menjadi istri dari Hiro, saat itu Sari telah berada dalam perlindungan Yakuza. Otomatis Sari adalah orang Yakuza juga. Meski tanpa harus melakukan Irezumi kata lain dari tato, sebagai lambang anggota.


Jika Sari menikah dengan Carlos yang notabene adalah Bos besar dari Mafia Devil. Yakuza maupun Devil terikat hubungan. Ke duanya akan menjadi sekutu. Ada hukuman tertentu kala seorang Bos Mafia menikahi kerabat atau orang terpenting di dalam anggota. Jika menyakiti, salah satu anggota maka akan ada darah yang ikut tumpah.


Meski sempat membuat suasana menegang. Pada akhirnya, Carlos menyetujui hal tersebut. Perjanjian pernikahan di atas darah. Ke dua belah pihak.


"Jadi kapan Tante Sari akan menikah dengan Papa Will?" tanya David penasaran.


David sontak saja mendapatkan sorotan. Sungguh bakat alami mengorek informasi. Setidaknya itulah yang melintas di otak orang-orang yang ada di meja makan. Terkecuali si kecil Cleo.


Carlos melirik Sari yang berada di samping Willem."Tiga bulan lagi," jawabnya singkat padat dan jelas.


Sontak saja anak-anak bersorak. Ke dua pipi Sari merona.


"Tante Sari sebentar lagi jadi Mama Will!" kini giliran Sean menggoda Sari.


Sari mengulum bibirnya. Tersenyum malu-malu, menunduk kan kepalanya. Dera hanya terkekeh pelan melihat Sean mulai membuat suasana ikut gaduh.


"Tentu saja. Sebentar lagi aku juga akan menjadi sepupu mu secara resmi," seru Willem menimpali.


Sean mengangguk pelan.


"Karena itu jangan ada pertengkaran dan perselisihan di antara kalian berdua, ya!" nasehat Dera.


Kontan saja ke duanya serentak mengangguk pelan. Leo hanya menjadi pendengar yang baik di sela kunyahan. Hiro melirik sang adik dari ekor matanya. Tidak ada kecemburuan, usai sudah. Seperti nya Leo dan Sari memang tidak berjodoh.


"Cleo nanti saat besar boleh menikah dengan Abang Willem tidak, Ma?" celetuk Cleo yang sedari tadi diam.


Khuk!!


Sontak saja Clara dan Yeko tersedak air liur mereka sendiri. Dera mengeleng pelan mendengar perkataan Cleo.


"Kenapa harus Willem? Bukankah Abang David lebih tampan?" protes David dengan gaya lucu. Menaik turunkan ke dua alis matanya.


Cleo menatap lambat David. Clara terkekeh pelan melihat ekspresi sang putri, menatap David.


"Tidak, ah! Mama bilang kalau nikah dengan keturunan bule itu tidak puas di malam hari," tolak Cleo dengan polosnya.


Dera, Sari dan Clara sontak tercekat. Bagaimana bisa Cleo berkata hal yang dewasa begitu. Yeko menepuk dahinya pelan. Sedangkan kakak beradik Yamato tertawa keras di ikuti oleh Carlos. Hanya anak-anak yang tak tertawa. Kelimanya menatap aneh orang-orang dewasa. Jika para pria tertawa maka wajah para wanita malah merah padam.


Sangat lucu. Anak seusia Cleo hanya suka mengcopy jawaban tanpa tau maksud dari perkataan orang-orang dewasa. Maka sudah sepatutnya orang-orang dewasa harus melihat situasi jika ingin berkata hal-hal begitu.


.


.


.


.


Bersambung....


Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^


Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗


Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???