
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???
.
.
.
.
.
Hari ini suhu mampu membekukan tubuh. Semakin hari salju semakin lebat. Ruangan kelas terasa sangat hangat. Membuat para pelajar berkonsentrasi menggerja kan ulangan harian. Mata hijau bening itu terlihat jelalatan. Jarum panjang terus berdenting mengisi kesunyian di dalam kelas. Sesekali ia mencuri pandang pada lembar jawaban Sean.
"God! Ini anak manusia atau bukan. Baru dua puluh menit berlalu tinggal tiga soal dari lima puluh soal yang ada," keluh David nyaris berbisik.
Meski mendengar kan celotehan sahabat nya. Sean memilih acuh. Anak lelaki satu ini masih asik dengan lembaran corat-coret. Mencari jawaban dari soal matematika yang mampu melumpuhkan akal. Seperti David saat ini, hanya mampu mengajar sepuluh soal yang ada. Itupun tak berurutan. Ingin rasanya ia melakukan kecurangan. Setidaknya ia dapat melihat dengan jelas isian lembar jawaban Sean.
Sahabat nya yang baru saja menyandang status sebagai kakak dari duo bayi kembar nan imut. Membuat David iri saja. Kembali David melirik dari ekor matanya. Sean terlihat masih asik memecahkan rumus. Bisikan setan terus menggoda David untuk mencuri lihat jawaban Sean.
"Awas kau mencontek punyaku. Kalau sampai kau melakukan nya. Aku jamin, kolam berenang mu akan di huni oleh puluhan Buaya!" Ancam Sean dengan nada rendah di sela kegiatan nya.
GLEK!
Susah payah David menelan air liur nya. Terlihat memucat seketika.
Oke. Ia memang tak lagi takut pada duo Buaya tua-tua keladi milik Sean. Bukan berarti ia juga tidak akan takut dengan Buaya lainnya. Tapi, bagaimana bisa Sean tau akal bulusnya? Padahal Sean tak pernah meliriknya.
"Tidak. Terimakasih, aku tidak ingin melakukan nya. Tidak usah bawa-bawa reptil satu itu," jawab David kesal.
Segaris senyum tipis terbentuk di bibir Sean. Sebenarnya sih tidak masalah David mencontek punya nya. Memang Sean sangat suka menjahili David yang memang sangat penakut. Sean melirik satu meja di sebelah kanan nya. Dapat ia lihat, Willem Zhao mengejar ulangan dengan khidmat. Tidak ada kerutan di wajah Willem. Seperti nya, tuan muda Mafia Devil itu mampu mengerjakan ulangan dengan mudah.
Sekolah Dasar di Jepang satu ini selalu terdepan dalam memberikan pendidikan pada anak-anak yang menuntut ilmu.
Di lain tempat, aura aneh mulai menyelimuti ruangan VIP. Gadis cantik itu terlihat sangat santai. Memakan ini dan itu yang ada di atas meja. Hiro memindai wajah pria Indonesia itu. Sedangkan Bian hanya menampilkan senyum tak enak hati. Ia mendapat kabar wanita yang ia cintai telah melahirkan. Bian pikir Dera akan melahirkan di tempat ia tengah bekerja. Seperti Clara, saat itu. Tapi, wanita ini ternyata melahirkan di Rumah Sakit besar dengan harga yang fantastis. Mampu menguras dompet.
Ia sengaja membawa Sakura. Agar tidak terlalu kikuk ke depannya. Apa lagi Dokter tampan ini tau sudah pasti suami dari Dera akan ada di sana. Menjaga Dera.
"Wah! Makanan semuanya terasa sangat enak!" seru Sakura tak tau malunya mencomot ini dan itu.
Muka Bian memerah lantaran malu. Sedangkan Dera mengendong Launa di tangannya hanya tersenyum lembut. Laura di gendong oleh sang suami. Cukup mengejutkan kala pria yang pernah mengisi hatinya datang mengunjungi nya membawa gadis cantik.
"Nona Sakura sudah berapa lama bersama dengan Kak Bi?" tanya Dera menatap penasaran gadis yang masih asik dengan makanan di tangannya.
Sakura mengehentikan pergerakan tangannya yang ingin mencomot coklat yang berada di toples. Ia melirik sekilas pria yang telah sangat baik padanya.
"Kurang lebih lima bulan," jawab Sakura malu-malu.
Ekspresi malu-malu dari gadis di depannya ini membuat pandangan Hiro yang semula tajam penuh awas berubah. Manik mata coklat kelam itu terlihat lebih santai. Setidaknya ia tau pria di depannya ini sudah punya gandengan. Dan sudah pasti tidak akan menganggu istri nya. Jikapun, pria di depannya ini memiliki perasaan pada sang istri. Tentunya, Dera akan memberikan batas. Mengingat Dera bukan wanita haus akan cinta dari banyak pria.
Sang istri adalah wanita yang setia. Meski dulu, saat menikah karena terpaksa. Tidak pernah sekalipun Dera bermain mata dengan pria mana pun.
"Wah! Kapan nih naik pelaminan Kak Bi?" kini pertanyaan di lontarkan pada pria yang lebih banyak diam ini.
Bian memaksakan senyum di wajahnya. Menoleh ke samping, dimana Sakura menatap nya penuh harap. Mantan Nona muda satu ini memang tidak ada urat malunya. Lucunya, Bian tak pernah risih dengan melakukan aneh bin ajaib dari Sakura. Meski sudah hampir membakar tempat tinggal nya. Ia juga masih berbesar hati menjaga Sakura.
Dera terkekeh pelan melihat Sakura mendengus kesal karena sindirian Bian. Dera dapat melihat jika sebenarnya, Bian menerima Sakura tanpa ia sadari. Dera dengan tulus berdoa agar Bian mendapatkan wanita yang bisa membuat nya bahagia. Jujur saja, Dera merasa sedikit bersalah mengingat Bian memutuskan sendirian lantaran menunggu dirinya.
Hiro mengayunkan pelan tangan nya kala Laura sedikit merengek. Laura memang anak yang suka sekali merengek dengan suara keras. Berbeda sekali dengan Luana. Hiro mengusap pelan pipi merah sang putri dengan lembut. Membiarkan Dera berbincang-bincang dengan Bian dan Sakura.
***
Satu persatu kotak bekal di buka aroma sup ayam dan berbagi macam lauk pauk lainya mengudara. Mengisi ruangan kerja Carlos. Senyum segaris terlihat jelas, pria Zhao satu ini seperti nya benar-benar telah membuka hati pada Sari. Begitu pula dengan Sari. Gadis cantik ini, sering kali menemui Carlos. Baik sekedar mengantar makanan atau makan malam bersama Carlos dan Willem.
"Wah! Banyak sekali," ujar Carlos sebelum menggeser posisi duduknya agar lebih dekat dengan Sari.
Sari tersenyum malu."Willem bilang kalau Kakak kehilangan nafsu makan. Karena terlalu sibuk menangani cabang baru yang akan di buka di sini!" ujar Sari pelan.
Carlos menyadarkan kepalanya di bahu kanan Sari. Gila, jantung gadis cantik ini berdebar keras karena ulah hot duda satu ini. Awalnya, Sari mencoba menerima saran dari sang kakak. Untuk menjalin hubungan dengan Carlos. Lantaran merasa kasihan pada Willem yang kurang mendapat perhatian dari Carlos. Siapa sangka niat nya ingin membuat Carlos berubah. Lebih perhatian pada Willem malah berbalik padanya.
Carlos Zhao bukan hanya perhatian pada Willem saja. Namun juga pada dirinya. Lambat-laun, rasa cinta Sari pada Leo mulai memudar. Orang-orang berkata, yang mampu menyembuhkan sakitnya terluka karena cinta. Adalah cinta yang baru. Begitu lah yang ia rasakan.
Kala ia dan Carlos semakin dekat. Ia merasakan perasaan nyaman, berbunga dan berdebar karena pria satu ini.
"K——kak," panggilnya ragu.
Carlos memejamkan ke dua matanya. Ia sangat letih, telah bekerja cukup keras akhir-akhir ini. Apalagi beberapa hari ini gadis ini malah sibuk karena Dera melahirkan.
"Biarkan seperti ini sebentar saja," balas Carlos dengan nada pelan.
Debaran jantung dapat di dengar dengan sang jelas oleh Carlos. Begitu pula dengan milik nya yang berirama senada dengan milik Sari. Ke duanya terdiam, hanya hembusan napas dan debaran jantung yang terdengar. Sari baru kali ini menjalin hubungan dengan pria. Mengingat, ia selalu membatasi diri pada pertemanan dengan pria lain.
Ini adalah hubungan pertama kalinya bagi Sari bersama pria lain. Kedekatan lain. Tentu bukan dengan Leo. Pria yang menjadi cinta pertama nya.
"Sari!" panggil Carlos serak.
"Ya."
Carlos membuka ke dua kelompok matanya. Memperlihatkan manik mata hitam tajam milik nya. Tanpa merubah posisi nya.
"Maukah kau menikah dengan ku?" Tanya Carlos meraih jari jemari Sari.
God! Apa ini? Bagaimana bisa lamaran yang di lontarkan tidak ada manis-manisnya. Bahkan tak ada romantis-romantisnya.
.
.
.
.
Bersambung....
ck..ck... Bos Mafia mah gak ada romantis nya kalau mau melamar ya. Hiro juga begitu, Carlos pun sama🤣🤣🤣🤣
Mohon dukungan nya dengan cara Vote Poin, Like dan komentar nya ya Kakak-kakak^^
Tunjukkan seberapa cinta nya Kakak pada cerita satu ini....🙏💌❤️❤️❤️❤️❤️❤️🤭🤗
Mana nih, Bucin nya Dera-Hiro???