
"mengetahui kebenaran ? apa maksudnya ?!" guman della lalu segera menutup kembali jendelanya. ia masih memikirkan apa yang terjadi dan bagaimana mengatasi murid yang bertanggung jawab terhadapnya itu, ia tak bisa percaya kepadanya begitu saja, karena ia merasa ada yang aneh dengan gerak gerik orang itu, dan juga tentang makana yang diberikan setiap hari kepadanya mengandung racun,
Tok, tok, tok,
terdengar suara pintu di ketuk dari luar, denan segera mungkin della kembali ke aktingnya, ia membuka pintu. orang itu lagi !, batin della.
"penerus, bagaimana keadaan mu apa lebih baikan ? kau sudah menghabiskan sup mu ?" sambil melirik ke arah meja memastikan sup yang ia berikan sudah habis di makan.
"sudah, kau bisa membawanya kembali," ucapnya dingin dan suaranya terdengar lemah.
murid itu tersenyum devil dalam hati, "baguslah, pasti keadaan mu lebih baikan bukan ? ku istirahatlah, nanti sore aku akan kembali lagi," ia mengambil mangkuk itu dan berlalu pergi.
Brak !
della menutup pintu dengan sedikit keras.
"hah, aku sudah sangat bosan ! berapa lama aku harus di kurung di tempat seperti ini. !" della sedikit mengacak rambutnya.
"aku haus melakukan sesuatu." ia mondar mandir, "aku tahu !" seketika ia berganti baju.
"Fe Yu ! (nama murid yang bertanggung jawab mengurus della)," panggil della dengan nada lemas, seketika orang yang berjaga di depan pintu membuka pintu.
"senior Fe Yu baru saja pergi, apa ada sesuatu yang kau butuhkan penerus ?" ucap penjaga pintu.
"ya, sangat penting sekali, kau panggilkan dia suruh datang ke kamarku segera," pinta della, penjaga itu segera bergegas mencari Fe Yu namun abru beberapa langkah della menghentikannya,
"ah ! dan suruh dia untuk membawa keranjang buah, beserta buahnya, dan juga aku ingin buah itu buah semangka berukuran besar, buah apel merah, apel hijau, anggur merah, anggur ungu, buah naga, belimbing, jeruk manis, pepaya, dan bengkoang. sudah,"
"baiklah," ucap penjaga itu membalikan badannya dan baru beberapa langkah, della menghentikannya kembali,
"eh ! tunggu ada lagi, tambah buah delima dan nanas, naasnya ahrus berukuran besar dan harus yang setengah matang, tambah juga pisang hijau"
sang penjaga membelalakkan matanya. Oh dewa, dia mau makan buah apa mau jualan buah ?. "baiklah, akan saya sampaikan," penjaga itu membalikan badannya.
"eh tunggu masih ada satu lagi,"
seketika sang pelayang menelan ludahnya, tuhan apalagi aku tidak bisa mengingat begitu banyak, apa lagi yang mau dia katakan !, gerutu penjaga
"ah, janan lupa paprika, daun selada, timun mas, terong hitam, lada hitam, kubis hijau, labu berwarna hijau, tomat segar, bawang bombai, bawang putih, sawi, tomato fresh, and frozen food, sudah," ucapnya selesai. terlihat penjaga itu melongo dan membuka mulutnya tak bisa tertutup. Dewa, bisakah kau menuliskan teks untuk ku. batinnya masih melongo.
"hei ! kenapa kau malah diam saja cepat beri tahu dia," seketika penjaga itu tersadar,
"eh,bisakah kau tulis pesanan mu penerus," ucapnya sembari menggaruk kepala yang tidak gatal.
seketika della menepuk jidatnya, sia-sia aku bicara panjang lebar padanya.
setelah sesaat, penjaga itu segera bergegas mencari Fu Yu,
"Senior Fu, akhirnya aku menemukan mu,"
"ada apa bukanya kau harus menjaga penerus kesayangan itu ? katakan, apa ada sesuatu ?" ucapnya sok dan sombong,
"senior, ini,,," sembari memberikan gulungan ke Fu Ye, ia merebut gulungan itu dengan cepat dan wajahnya sewot, cih pasti dia yang meminta, seketika ia membuka gulungan itu dan,
sret,, glundung,,,, gulungan itu ia buka dan mengekor panjang,
"He, he, itu Senior Fu, penerus meminta agar membawanya dalam secepatnya, dan anda harus memakai baju ini" ucap penjaga itu sembari memberikan sebuah baju,
"kala begitu saya langsung pergi untuk kembali menjaga penerus," ucapnya berlalu pergi dengan cepat,
"tung..gu,," belum sempat dia berucap penjaga itu sudah lenyap dari hadapannya. "AGGHHH ! wanita sialan," gerutunya, ia membuka baju yang di berikan, seketika ia melongo, "A.Apa ini ?!"
sementara itu Della tertawa tampa suara di dalam kamar,
"hahaa, rasakan itu. beraninya kau bermain trik di belakangku, aku bisa membalas mu leih menyiksa,"
Di kediaman keluarga Zhu,
terlihat semua orang berkumpul di ruang utama, tak terelakkan Quan Zhu, terlihat wajah sendu di antara merek,
tuan zhu mengeluarkan beberapa kertas bergambarkan wajah Zixin dan beberapa tulisan di bawahnya.
"apa itu ayah ?" tanya Zian sembari mengerutkan keningnya
"saimbara,"
"saimbara ?!" ucap orang-orang itu terlihat kaget,
"aku akan mengadakan saimbara, barang siapa yang bisa menemukan putraku, dalam keadaan hidup ataupun tiada, akan mendapatkan imbalan berupa 1000 koin emas di tambah satu rumah di daerah selatan, dan 100 koin emas jika memberikan petunjuk keberadaannya," jelasnya tampa berekspresi.
terdengar bincang bincang para penghuni kediaman zhu itu karena saimbara yang di buat oleh tuan zhu, terlihat quan zhu sangat terkejut,
"tapi kakak, apa itu tidak terlalu berlebihan, 1000 koin emas dan tanah..." belum sempat quan zhu menyelesaikan kalimatnnya, telah di potong oleh nyonya zhu,
"kenapa kau terlihat panik Quan ? apa kau keberatan dengan keputusan suamiku ?" potong nyonya zhu sembari menaikan satu alisnya.
"ba,bagiamana mungkin aku keberatan kakak ipar, aku hanya kawatir jika ada orang yang berbuat jahat untuk mendapakan hadiah yang berharga ini," jelasnya sedikit gugup.
"tenang saja paman, aku akan mengatasi apa yang terjadi nanti, jadi paman kau bisa beristirahat dengan santai dan memulihkan keadan mu seperti semula, jangan bekerja dengan terlalu keras, paman fokus saja pada kesembuhan, bukankah sebentar lagi kesehatan paman akn pulih, itu akan menjadi sia-sia jika paman tidak menuruti perintah tabib, ingatlah paman kau di kediaman hanya sendiri, aku sangat menghawatirkan kesehatan paman, oh ya, itu tenang saja aku akan menambah pelayan di kediaman paman untuk mengurus paman, bagaimana paman ? cukup beristirahat dan janan berfikir berat," ucap Zian yang sifat cerewetnya muncul, dan tidak bisa ada yang menghentikannya.
terlihat para pelayan menahan tawanya dan merawa was-was bila ketahuan, karena jika mereka ketahuan mereka akan mendapat ceramah berdiri selama dua jam.
Quan zu terdiam, "baiklah jika itu maka aku merasatak perlu kawatir lagi," ucapnya terlihat kilatan tak suka.
"kalian sebarkan ini dan pastikan semua orang mengetahui tentang hal ini," ucap nyonya zhu sembari memberikan tumpukan kertas kepada pelayan.
orang-orang mulai meninggalkan ruang utama, dan terliha quan zhu juga berpamitan untuk pulang lebih awal dan kini tinggallah mereka bertiga, Zian, Tuan Zhu dan istrinya.
"apakah ini akan berhasil ?" guman tuan zhu yang masih terdengar oleh istrinnya dan Zian.
"tenang saja suamiku, ini akan berhasil mengungkap kebenarannya," ucapnya pelan.
"ayo bersiap kita harus ke kediaman jendral weizhe sekarang," ucap tuan zhuyang matanya sudah memerah,
nyony zhu membuang nafasnya secara lemas.
"mengapa masalah tak kunjung usai dan selalu datang bertubi-tubi," guman nyonya zhu yang merasa hatinya pilu, mengingat kabar duka yang datang secara tiba-tiba. Zian merangkul ibunya itu untuk menenagkannya,
"ini akan berakhir ibu," ucap zian menenangkan.