MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
kecurigaan Zian



Senja sore kali ini menjadi sebuah teman baru bagi adarsya. setelah mengetahui apa yang terjadi ia sering menyendiri mencari tempat yang jauh dari lalu lalang orang. kini kebiasaan barunya ialah mengenal dunia ini dan memandangi senja sore. sembari mencari keberadaan Della, entah kenapa ia yakin bahwa della jua ikut keseret dunia ini bersamanya.


"Tuan," seketika adarsya menoleh, terlihat seorang pengawal bayangan sudah berdiri tepat di sampingnya.


"bagaimana ?"


pengawal bayangan itu segera memberikan beberapa kertas yang di gulung. "semua sudah tertera disini tuan"


adarsya memeriksa lembaran demi lembaran "Dia adalah anak kedua dari keluarga Zhu, ia di sembunyikan oleh keluarganya setelah terjadi rumor bahwa anak mereka merupakan penyihir. dan rumor terbaru dia jatuh sakit dan kehilangan ingatanya tuan"


adarsya mengangkat sebelah alisny.


penyihir ? aku harus memastikannya sendiri.


"kau bisa pergi"


"baik tuan" seketika pengawal bayangan itu pergi.


. adarsya berbalik ke kediaman jendral sembari tersenyum tipis di wajahnya.



setelah mendapatkan apa yang ia cari, dirinya mengikuti kemanapun Della pergi secara diam diam mengamatinya hingga menjadi sebuah kebiasaan rutinya.


disuatu hari ia telah melihat sendiri Kekuatan sihir yang itu, melihatnya latihan menggunakan sihir. ia terus mengamati matanya tak pernah lekas dari Della ia seperti sebuah mahnet yang menarik perhatianya.


entah sejak kapan perhatian perhatian kecil itu menjadi sebuah kebiasaan di dalam dirinya hingga membuat sang hati tak ingin jauh darinya.



**


Diruangan kamar. terlihat Della berdiri memaku. sorot mata Zian yang penuh dengan introgasi mampu membungkam gerik Della.


"Ka.kak" della berusaha senyum. namun raut wajah Zian tak berubah.


aduh mampus. apa lagi yang akan terjadi. kenapa raut wajahnya seperti itu. ku harap ia tak mengeluarkan satu kata apapun. kalau tidak. habislah telingaku.


"dari mana saja Xiu'er." terlihat Zian menatap penuh penekanan.


aku harus mencari jawaban yang benar supaya ia tidak cerewet. tapi apa agar bisa menghentikannya di awal.


Della masih berfikir. ah aku tau.


ehem.ehem.


"Tadi sebelum pergi aku sudah izin ke ibu, dan ibu mengizinkanya, aku baru saja selesai mendesain sebuah baju dan butuh memasang manik manik itu, makanya aku membutuhkan neri. benarkan neri ?"


wajah Zian tak berubah masih tetap sama penuh penasaran.


ah. ayolah. percayalah.


Zian mengisaratkan agar neri keluar. seketika neri keluar dari kamar tuannya.


kini tinggal Della yang berhadapan dengan Zian.


"Xiu'er, apa kau lupa dengan kakakmu ini ? kamu bisa berbohong kepada siapapun tapi tidak dengan ku?"


Della mengerutkan keningnya. apa aku ketahuan ? apa ia menyadari bahwa sebenarnya aku bukanlah Lingxiu ?. aku harus bagaimana ?


"aku pergi ke danau."


"ya. aku tahu. tapi bukan jawaban itu yang aku inginkan"


Lalu ? apa sih kalau bicara jangan berbelit beli napa ?! maumu jawaban seperti apa ? kalau tanya itu yang jelas!.


"maksud kakak ?"


Zian melangkahkan kakinya mendekati Della. dan. Sringg!


"ka.kakak" perlahan della membuka matanya ia melirik pedang yang berada tepat di damping lehernya.


"Siapa kau !"


Della menelan ludahnya. apa dia benar benar sudah mengetahui yang sebenarnya. apa ia sudah menyadari bahwa aku ini bukan adik perempuannya. "a.aku Ling.lingxiu kakak" Della menjawab dengan sedikit bergetar dan menutup matanya.


Lama Zian menatap Della. tiba tiba ia tertawa dan menarik lagi pedangnya.


"hahaha. wajahmu begitu tegang. aku hanya bercanda Xiu'er"


Della membuang nafas lega. hahh orang ini apa aku harus berpura pura takut dulu baru ia melepaskan pedangnya.


"ku kira kakak beneran akan menebas leherku" Della sembari duduk lemas dikursi.


"hahahaha. lihatlah wajah terkejutmu itu sangat lucu"


heh orang ini memang sungguh aneh. siapa yang tidak terkejut bila tiba tiba saja kau menodong pedang di leher dan ingin menebas leherku.


Della cemberut.


"ada perlu apa kakak kemari"


Zian menghampiri Della dan duduk di korsi.


"Sepertinya sekarang setelah sakit kamu mempunyai bakat yang tak terduga seperti itu." sembari menunjuk baju yang berada di atas meja. mata della mengekor. mendisain baju ?


"oh. maksud kakak mendisain baju ?"


"mendesain ?"


"em. itu membuat baju maksudku"


"bisa kau buatkan baju yang bagus untuk kakakmu ini ?"


Della mengerutkan keningnya.


"bisa. itu hal yang mudah. kakak mau baju yang seperti apa ?"


"yang bagus"


"semua buatanku bagus semua. tapi kaka mau model baju yang seperti apa ? biar nanti aku mudah mengerjakanya."


"Seperi biasanya, bukankah kamu tahu"


aduh orang ini. bagaimana aku bisa tahu. plise deh.


"kalau kakak tidak mengatakannya bagaimana aku tahu."


"Kalau begitu terserah kamu sajalah. " sembari berdiri. "semua kuserahkan padamu. kakak pergi dulu masih ada urusan pekerjaan" sembari senyum lalu pergi meninggalkan kamar.


Dasar orang aneh. bagimana aku tahu selera fasionmu.



Zian keluar dari kamar Lingxiu. raut wajahnya berubah menjadi dingin.


Lingxiu, kamu bukan Xiu'er adikku. siapa kamu sebenarnya..





Bersambung....