
sementara itu kini tinggal mereka berdua di ruangan tersebut. Della membalikan badannya menghadap adarsya lalu melipat kedua tangannya "kau," ucapnya kepada Adarsya. "kau berhutang penjelasan kepadaku atas perkataan mu," ucapnya menyelidik.
tak ada jawaban, Adarsya menatap Della dalam kemudian langsung memeluknya erat.
"kau," ucap Della terhenti merasakan sesak ia susah bernapas, "lepas," ia mulai memberontak,"
"tidak," jawabnya dan semakin memeluknya erat.
"aku bisa mati tak bisa bernapas!," sahutnya karena memang ia kesulitan bernapas karena pelukannya itu sangat erat. mendengar itu seketika Adarsya melonggarkan pelukannya namun tak melepaskan.
Della bisa agak bernafas lega, ia masih memberontak melepaskan diri.
"diam lah, aku sangat merindukan mu," ucap Adarsya yang masih Engan melepaskan pelukannya.
Della terdiam. dan itu membuat Adarsya tersenyum melihat Della menurut perkataanya. namun diamnya itu tak berlangsung lama, saat Adarsya lengah dengan cepat Della langsung melepaskan diri, ia memplintir tangan Adarsya dan dengan sigap Adarsya membalikan badannya merubah posisinya Della kembali melayangkan serangannya dan lagi lagi Adarsya menghindar dan sesekali menagkis pergerakan Della.
Tampa mereka sadari beberapa bodygraud Adarsya melihat mereka dengan mulut menganga mereka tak menyangka jika seorang nona desainer muda itu sangat terampil dalam beladiri.
sementara itu Fery membuka pintu dengan segera karena ia baru terbebas dari sergapan mendadak tadi dan waktu ia masuk ia terkejut dengan pertarungan kedua orang itu. ia melihat kesamping namun orang-orang berbaju hitam itu hanya diam sembari menganga. ia mengusap rambutnya kemudian menghampiri mereka.
"berhenti !," seketika Della berhenti dan Adarsya mengelak ke samping, mereka menatap asal suara tersebut.
Della mendengus, "menganggu !," ucapnya lalu melirik tajam ke arah Adarsya, "urusan kita belum selesai," ucapnya dan berlalu pergi.
"apa yang kau lakukan terhadapnya ?!," tanya Fery sembari menatanya tajam namun sayang Adarsya hanya mengangkat bahunya acuh tak acuh dan kemudian berlalu pergi dan menutup pintu meninggalkan Fery yang mengumpat kesal di sana.
.
.
.
tiga hari berlalu, tiga hari pula mereka di incar oleh para wartawan. della memilih berdiam diri di rumah mommynya. kini ia duduk di pinggir kolam renang sembari kedua kakinya di celupkan ke dalam air.
sedangkan Zen. dia juga menjadi kejaran wartawan. beberapa kali keluar selalu saja ada wartawan yang mengejarnya.
sementara Adarsya. ia menghilang bagai di telan bumi. tak ada yang tahu keberadaannya. termasuk Della sekalipun. kini Della meminum jus jeruknya, rasa kesal masih menyelimuti dirinya.
"kacau semua kacau, dimana dia pergi ?, enak saja setelah membuat ulah sekarang menghilang Tampa jejak. awas kau Adarsya !," gerutunya. ia memijit pelipisnya. "empat hari lagi ada undangan pernikahan lagi, semoga saja isu itu segera surut dan harus membuat pernyataan publik., ya benar, aku tidak bisa lari dari masalah ini, aku harus segera membuat klarifikasi agar rumor ini segera berhenti," ucapnya lalu menaikan kakinya.
"Della, sayang !," teriak mommy dari dalam rumah.
"iya mom,"
"kamu di mana sayang ?!,"
"disini mom, ada apa mom," ucap Della berjalan masuk ke dalam rumah, dan melihat mommynya menghampiri dirinya. mommy mengisyaratkan dengan matanya, agar Della melihat siapa yang datang.
Della mengikuti isyarat dari mommynya. seketika matanya terbelalak.
orang yang baru saja di omongin muncul di depan mata. batinnya langsung menghampiri.
"kau !," ucap Della.
Adarsya berdiri dan menghampiri. ia tersenyum melihat kekesalan Della. yah, kekesalannya seakan menjadi candu dan sangat asyik untuk di lihat.
"akhirnya muncul juga kau, setelah membuat kegaduhan langsung menghilang, dan sekarang muncul Tampa penyesalan, benar-benar ya kau ini," umpat Della sembari memijit pelipisnya.
Adarsya tersenyum melihat umpatan Della.
ia tak pernah berubah sedikitpun.
Adarsya tersenyum simpul, "aku bisa membereskan semuanya, tapi harus dengan mu," ucap adarsya sembari tersenyum evilnya.
"apa maksudmu ?,"
"empat hari lagi, aku akan mengadakan konferensi press, dan kau harus hadir juga, tapi sebelum itu," ucapnya terhenti sejenak "kau harus tinggal di Manson ku sampai hari itu," tawarnya.
"apa katamu ?, apa kau gila ?," sahut Della tak maksud dari ucapan Adarsya. menginap di mansonnya ? kenapa harus begitu ?.
"begini, sebenarnya kabar itu sudah menyebar sampai negara tetangga, kau tahu sendiri bukan siapa diriku, jika kau tidak berada di Manson ku, aku kahwatir dirimu tidak akan baik-baik saja," ucapnya ringan sembari dalam hati ia tersenyum devil.
"apa kau tidak melihat kabar terbaru hari ini ?, lihatlah kantormu sekarang terkepung oleh para wartawan dan kau lihat saja keluar rumah, kau tak akan bisa keluar walau sejengkal pun," jelasnya.
seketika Della berlari kearah jendela, ia mengintip keluar. benar saja beberapa pengawal di luar menghalangi para awak media. seketika ia menggigit bibir bawahnya. ia kemudian menutup kembali korden itu.
Adarsya yang melihat itu hanya tersenyum dalam diam. sebenarnya para wartawan itu adalah suruhannya.
"Sial," gumam Della, namun masih di dengar oleh Adarsya. dengan sekuat tenaga Adarsya ingin Della ingat dengan kejadian yang mereka alami.
"ayo di minum dulu, mommy buatkan kalian teh hijau kalian harus coba ini sangat enak, cocok untuk teman berbincang,.." ucap mommy sembari meletakkan nampan serta camilan buah-buahan yang siap makan.
mereka menoleh, Della berjalan dengan cemberut lalu duduk di sofa.
"terimakasih Tante, pasti ini nikmat," jawab Adarsya kemudian menyeruput teh hijau hangat itu.
Della melipatkan kedua tangannya. "kau tak minum, sayang ?," tanya mommy yang melihat Della dengan wajah yang tak bersahabat, "ada apa dengan mu ?,"
Della tak menjawab, ia mengambil teh hijau dan kemudian meminumnya. mommy melirik ke arah Adarsya, dan di sadari olehnya.
"begini Tante, ini menyangkut soal berita saat ini, demi keamanan, untuk beberapa hari kedepannya Della akan tinggal di manson saya, ku harap Tante mengijinkannya," jelasnya santai.
"kenapa harus ke Manson mu ?," tanya mommy sembari meletakkan tehnya. seketika Adarsya lalu menjelaskan semuanya dan mommy menganggur mengerti.
"mom, jangan macam-macam mom, seperti apapun aku tidak mau pergi," ucap Della masih kukuh dengan pendiriannya.
mommy masih diam. sejenak ia memandang Adarsya dan anaknya. ia menimbang yang terbaik untuk saat ini dan kedepannya.
"mommy hanya bisa memberi saran, begini nak Adarsya, memang apa yang kau bilang memanglah baik, akan tetapi kalian bukanlah sepasang suami istri jadi mommy tidak mengizinkan anak saya tinggal di Manson mu," jelas mommy membuat Della terduduk santai sambil meminum tehnya, ia bisa tenang karena mommynya itu tidak akan mungkin mengijinkan anak gadisnya menginap di rumah orang apalagi rumah lelaki.
"tapi, Tante,.. bisakah Tante mempertimbangkan ini sekali lagi ?,"
"tidak anak muda, jika anak saya tinggal di Manson mu maka rumor itu akan semakin menjadi, itu tidak baik bagi kedepannya, lalu jika itu terjadi apa kau akan menikahi anakku ?, jangan bercanda anak muda, saya tahu tentang ketenaran keluargamu, dan bukankah kau sudah mempunyai tunangan, lantas kau taruh mana tunangan mu itu dan kau anggap apa anakku semata wayang ini ?" tuturnya sangat tenang.
Deg.
Adarsya tercengang mendengar penuturan mommynya Della yang sangat tenang itu, seakan ia bisa membaca semuanya serta mengetahui seluk beluk keluarga nya. Adarsya masih terdiam kikuk, sungguh perkataan itu sangat menusuk di hati Adarsya.
bagaimana ia bisa melupakan tunangannya itu yang berada di luar negri. satu hal yang tersembunyi, sebenarnya Adarsya tak pernah mau menerima tunangan itu, tapi karena desakan keluarga mau tidak mau ia harus menuruti mereka.
Della yang mendengar itu menghentikan tangannya mengambil buah di piring.
ia juga baru tahu jika orang yang berada di depannya itu sudah bertunangan. dan sepertinya ibunya itu tahu banyak tentang keluarga Adarsya. sebenarnya bagaimana ibunya itu bisa mengetahui segala hal ?.
######
maaf baru bisa up date setelah sekian purnamaa🙈 episode aku potong ya tidak jadi aku gabung jadi belum tamat deh.. Ndak apa ya mohon sedikit di maklum.. selama bulan puasa ini BLUE SANGAT jarang aktif..
minta saran dong mau di tamat in 1 episode apa 2 episode lagi ?, mohon sarannya...🥺🥺