
Zixin menghampiri Situa.
Situa menoleh saat Zixin berada di sampingnya.
[mau aku bantu ?] ucapnya dalam bahasa isyarat.
Situa menaikkan alisnya karena dia tak mengeri yang di ucapkan Zixin. [aku bisa membantumu membersihkan ayamnya.] Situa semakin bingung. "katakan dengan jelas. aku tak mengerti dengan apa yang kau katakan," gerutu Situa yang tak mengerti isyarat Zixin. Zixin mendengus kesal [dasar, Situa payah.] umpat Zixin lalu ia berjongkok membantu Situa membersihkan ayam.
Sungguh merepotkan ! bagaimana aku bisa meminta bantuan dia jika dia tidak mengerti dengan apa yang aku katakan. batin Zixin sembari membersihkan ayam.
"hei, adik si mulut angsa, jangan pernah berfikir untuk bernegosiasi denganku. dan jangan kabur mengikuti Wuyu ke kota." ucapnya datar sembari membersihkan bulu-bulu ayam.
Zixin terdiam sejenak. Bagaimana ia bisa tahu ?! apa dia bisa membaca pikiranku ?.
"jangan. mengada-ngada, tingkah mu mudah terbaca oleh ku."
Zixin mengerucutkan mulutnya menggerutu sembari membersihkan ayam hingga bersih. menyebalkan sekali ! bagaimana situa mengetahui rencana ku !.
"jangan menggerutu. cepat sana kau bawa ayam itu ke pemanggangan," ucap situa lalu beranjak berdiri. sedangkan Zixin ia membawa dengan kesal, hingga ke tempat pemanggangan.
[Harusnya aku tadi tidak usah mendekati Situa.] ucapnya dalam hati menggerutu.
sementara itu disisi lain tempat perkemahan perang.
"Tuan, jendral weizhe berserta putranya telah menerima kabar dari mu," ucap pengawal bayangan pangeran ke tujuh. terlihat pangeran ketujuh tersenyum licik.
"Bagus !. pastikan mereka malam ini datang menemui ku. dan awasi terus wanita yang berada di sampingnya itu, cari informasi tentangnya"
"baik tuan, hamba laksanakan," seketika pengawal bayangan itu melesat pergi.
"Junjie. kau menyimpan rahasia besar dariku dan berani menolak bersekutu dengan ku ! coba kita lihat apa yang akan terjadi kepada mu. khi..khi...khi..." pangeran ke tujuh tertawa devil ia memandang jauh ke depan seakan tahu apa yang akan terjadi nanti.
masih sama di tempat perkemahan perang.
"Jendral, ada pesan untuk anda," ucap salah satu prajurit saat junjie sampai di depan tendanya. Junjie terhenti "katakan"
"malam ini pangeran ketujuh mengundang anda untuk datang menemuinya" ucap salah satu prajurit itu.
Junjie sedikit mengerutkan alisnya," ada apa dia mencari ku," ucapnya dalam hati.
"baik, katakan aku akan datang," setelah berkata ia langsung mask ke dalam tenda, Terlihat Della muncul dari persembunyiannya dan langsung mengajukan sebuah pertanyaan.
"kenapa pangeran ketujuh mencari mu ?"
junjie terdiam dan menelan ludahnya saat melihat penampilan Della yang memakai bajunya dan kebesaran. dia bagaimana bisa berpakaian seperti itu ? ucapnya dalam hati. "aku baru datang kau sudah menanyakan laki-laki lain di hadapanku ?" ucapnya sedikit datar.
Della menepuk jidatnya. "Sepertinya akhir-akhir ini dia terlihat sangat posesif, ada apa dengannya ?!" gerutunya dalam hati.
"aku bukan menanyakan keadaan pangeran ketujuh, tapi aku menanyakan dirimu," "asih, sepertinya semakin hari otakmu semai tumpul," lanjutnya pelan namun masih terdengar oleh Junjie.
Junjie mendekat dan ia langsung merangkul pinggang Della.
"Hei. apa yang kau lakukan ?!"
"kau selalu berbicara yang membuatku gregetan kepadamu. katakan kenapa hah ?" ucapnya yang sembari mendekatkan wajahnya.
"apa yang kau maksud ?"
"jangan berpura tidak tahu, kau selalu berbicara dan bertingkah yang membuatku ingin menerkam dirimu, katakan kenapa ?"
"bertingkah apa ? membuat gregetan apa ? menerkam apa ? kau ingin membunuhku hah ?" Della tak maksud dengan perkataan Junjie, menurutnya perkataanya akhir-akhir ini sering membuatnya tak mengerti.
terlihat Junjie mengambil nafasnya sedikit dalam. "apa yang kau pakai ? mengapa memakai bajuku ?"
Della menunduk melihat baju yang ia pakai.
"aku tak sengaja menjatuhkan pakaianku ke dalam air, jadi aku pakai bajumu"
"apa kau sadar dengan apa yang kau perbuat hah ?, kau selalu saja membuat diriku untuk menahan diri dengan laku mu di hadapanku" kau membuat diriku ingin menerkam mu. lanjutnya dalam hati
"Lain kali jangan lakukan lagi."
junjie melepaskan tangannya. sembari membuang nafas. Jika begini terus aku tidak akan bisa menahannya lagi. setelah menginap dirumah tuan zhu, sejak itu aku tak bisa menahan pesona mu, kau selalu bertingkah yang membuat gairah lelaki meningkat. ditambah lagi semalam.
"tapi Junjie, semalam kau apa tak tidur ? kedua kelopak matamu ada mata panda" sembari menunjukkan jari di matanya sendiri.
Junjie seketika teringat kejadian semalam.
kejadian tadi malam..
Junjie melangkahkan kakinya menuju tenda setelah rapat kecil. ia meregangkan beberapa ototnya lalu menyibak masuk ke dalam tenda. ia melepaskan pakaian luarnya dan hanya memakai pakaian putih tipis, ia langsung menuju tempat peraduan. Namun, langkahnya terhenti ketika ia melihat tempat peraduan itu terisi oleh seseorang perempuan tertidur pulas bajunya berantakan. Junjie menepuk jidatnya dengan tangan. lalu ia menatap kearah ranjang lagi.
Bagaiman aku bisa tenang jika di suguhkan yang seperti ini. ucapnya dalam hati lalu menyelimuti tubuh Della dengan selimut dan membenarkan tidur Della yang memenuhi semua ranjang. Junjie mengambil nafas dalam. "tak bisakah kau tidur dengan tenang," ucapnya lirih, membenarkan badan Della yang memenuhi ranjang. ia membenarkan selimut lalu mengecup kening Della sekilas serta mengusap rambutnya. setelah itu ia membaringkan badannya di samping Della.
selang sekitar tiga menit, Della mengelindur dan menyibak selimut yang berada di badannya.
"uhk.. panas." sembari melempar selimut Ke samping. ia merentangkan tangannya dan.
Plak ! tangan Della hampir mengenai wajah Junjie. untung Junjie dengan cepat menangkap tangan Della yang hampir mengenai wajahnya. tak hanya sampai di situ Della ternyata kakinya menendang dan hampir mengenai pusaka Junjie untung dengan sigap Junjie menghindar. dan menghelai nafas lega.
"Seafood ku ! itu bagian ku ! kenapa kau ambil hah ! kembalikan kepadaku !" ucapnya masih melindur, seketika Della menarik tangan junjie dan
Krass !
"Agh !" umpat junjie karena lengannya digigit Della dengan keras. aish. Della !
"seafood, ini bagian terenak. ah ! kenapa keras !"
"hah, kau bermimpi seafood dan menggigit lenganku begitu keras,"
Junjie membuang nafasnya. lalu mencoba melepaskan tangannya perlahan.
"Jangan ! kau mau merebutnya lagi hah !" masih dalam keadaan tidak sadar ia menarik lengan junjie dengan kencang hingga Junjie tertarik dan jatuh menimpa tubuh Della.
"Seafood ku.." ucapnya sembari memeluk tubuh Junjie.
Junjie terkejut dengan Della dan posisinya sekarang. jantungnya berdetak sangat cepat. wajahnya memerah,
"posisi apa ini ?!" ucapnya dalam hati. ia mencoba mengangkat tubuhnya namun Della malah semakin erat memeluknya hingga tubuhnya semakian menindih Della
"jangan ambil. Seafood ku," ucapnya masih melindur. Detakkan jantung tak beraturan dan semakin cepat.
Junjie terdiam dan semakin kikuk dengan posisinya sekarang.
"apa yang harus aku lakukan !," batinnya frustasi. ia membuang nafasnya pelan. "kau selalu membuatku untuk bertindak impulsif Della, jika begini terus pertahanan ku bisa runtuh seketika" gumamnya lirih.
Junjie masih bertahan dengan posisinya ia sedikit menahan badannya dengan satu lengannya yang bebas agar tubuhnya tak menindih sepenuhnya di tubuh Della. setelah menunggu lumayan lama akhirnya Della tenang dan junjie bisa terlepas dari Della. ia terbaring ke samping dan membuang nafasnya lega. ia segera beranjak dari tempat tidur. ia berdiri dan berkali-kali mengusap wajah dengan kedua tangannya. ia membuang nafas sedikit kasar. lalu memilih mandi di malam hari.
setelah beberapa saat ia keluar dan memilih duduk di kursi, ia tak mau mengambil resiko besar jika ia tidur di samping Della dan akhirnya ia memilih menghabiskan malam dengan membaca buku hingga pagi.
"ada apa ?" ucap Della yang berhasil menyadarkan Junjie.
seketika junjie menoleh tersadar dengan lamunannya mengingat kejadian semalam.
"karena mu." Jawabnya singkat sembari berjalan mendahului Della.
"karena ku ?" Della sembari mengikuti junjie.
seketika junjie berhenti, ia menatap kearah Della.
"apa kau tak ingat apa yang kau lakukan kepadaku semalam?" ucapnya sembari mendekatkan wajahnya ke Della.
"Apa ? apa yang aku lakukan ?" tanya Della penasaran yang tak ingat dengan kejadian semalam.
"jika aku katakan apa kau akan bertanggung jawab terhadap ku ?" ucapnya sembari tersenyum semrik di bibirnya.