MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
MUSUH DI BALIK SELIMUT 2



Kejadian sebelumnya....


Tuan Zhu berdiri di halaman mengantar keberangkatan Zixin untuk memastikan bahwa ia baik-baik saja. setelah memastikan anaknya pergi..


" Quan Zhu, ku percayakan keselamatannya kepadamu, bawalah beberapa pengawal untuk melindunginya "  Tuan Zhu berucap tampa mengalihkan pandangannya dari kereta Zixin yang beranjak pergi. seakan-akan ia tak ingin kereta itu membawa anaknya. ada rasa aneh yang menyelip di hatinya.


 


" Baiklah kakak.. akan kujaga keponakan kecilku.. itu. " menjagannya agar mati di tanganku.


ada senyum licik menghiasi raut wajah quan zhu. " aku undur pamit kakak,, aku akan segera menyusul keponakanku, "


Quan Zhu yang sendari tadi di belakang Tuan Zhu, segera berbalik badan meninggalkan tempat itu dengan senyuman liciknya.


Qiao Zhu. Kehancuranmu akan datang. Hahahaha.. aku sudah tak tahan ingin melihat kehancuranmu itu. melihatmu tertuntuk di bawah kakiku.


Flashback off___


 


Brukkkk !


buku yang di peganang Nyonya Zhu terjatuh,


" Apa katamu ?! " Tuan hu sontak berdiri.


" ampun Tuan, tabib Quan Zhu terluka parah. "


Nyonya zhu memandang suamina dengan penuh terkejutan. " ayo temui dia "


sontak nyonya zhu berlari mendahuluinya. raut wajahnya tak terbaca.


Di ruang kamar. disana Quan zhu terbaring lemah. ya.. dia sangat lihai memerankan aktingnya. sungguh pandai sekali. jika  menjadi seorang aktor dia sudah pasti memenangkan piala oskar. mari beri tepuk tangan untuk aktingnya itu..


Nyonya zhu terkejut melihat kondisi lemah quan zhu. " panggilkan tabib kemari ! cepat " ucap Tuan zhu saat melihat adiknya yang terkapar.


" Baik tuan " salah satu pelayan disana segera pergi memanggil tabib.


Quan zhu tersenjum di hati saat melihat kedatangan mereka.


" Zi.Zixin,"  ucapnya lemah sembari melihat kearah Tan Zhu.


tuan zhu mendekatinya. " bagaimana ini bisa terjadi. "


" Zixin. " ucapnya kembali di buat selemah mungkin.


" ada apa dengan putraku ? apa dia selamat ? apa dia baik-baik saja ? " ucap nyona zhu dengan penuh kekawatiran.


quan zhu menangis, sembari menggelengkan kepalannya pelan. " maafkan aku,,di.diaa.." uhukk ! quan zhu batuk dan mengeluarkan seteguk darah.


cih sungguh licik sekali kau quan zhu. menyiapkan semuannya dengan begitu epik.


" tenanglah... jangan terlalu memaksakan dirimu.." ucap Tuan zhu,


" Tidak kakak, kau harus menyelamatkan Zixin. dia, terluka parah dan, dan, kemungkinan dia...mati " ucapnya sedramatis mungkin.


Deg.


perkataan itu seperti sembilah pedang menusuk jantung Tuan Zhu. perasaan tuan zhu ? kalian pasti tahu bagaimana hati seorang ayah mendengar putranya celaka ? remuk !. bayangkan jika itu terjadi kepadamu. apa yang akan kau lakukan.


sedangkan Nyonya Zhu ? jangan tanya bagai mana hati seorang ibu mendengar kematian anak bungsunya. Hancur ! separuh senyum seorang ibu adalah anaknya, separuh kebahagiaan seorang ibu adalah anaknya. jika sumber kebahagiaan itu hilang. hancur sudah hatinya.


Ti.tidak. Tidak. MUNGKIN. itu Tidak mungkin !


Brukkk !


nyonya zhu pingsan.


"Nyonya ! " teriak beberapa pelayan sembari menghampiri. tuan zhu berlari kearah istrinnya. wajahna campur aduk ada kesedihan berlipat ganda di wajahnya.


dengan segera ia membopong istrinnya kedalam kamar. " cepat pangilkan tabib ! cepat !!! " air matannya sudah tak terbendung lagi.


sadarlah, sadarlah,,, ucapnya lirik...


Dewa.. cobaan apa lagi yang menimpa keluargaku ini...


 


Quan zhu tersenyum penuh kemenangan melihat kejadian itu. hatinya tertawa lepas.


hahahahahaha.. lihatlah wajah hancurmu itu Qiao zhu ! aku sangat puas ! sangat puasss ! hahaha.


mari kita lihat bagaimana kau akan menghadapi ini semua. aku menunggu wajah kehancranmu saat melihat jasad anakmu terkapar di tengah jalan !


 


setelah tabib datang, tuan zhu bergegas berdiri. " cepat periksa istriku. " sesegera mungkin sang tabib memeriksanya.


" Bagaimana ke adan ibu ayah ? " ucap Zian sembari berjalan cepat menghampiri tuan Zhu, disana ia langsung melihat ibunnya terbaring dan sedang di periksa oleh dokter.


" Zian, kau temanilah ibumu, " sembari memegang sebelah pundak Zian lalu berlalu pergi.


" Tunggu ayah. " Seketika tuan zhu terhenti. " Aku ikut dengan ayah mencari Zixin. "


" Tidak. kau masih sakit. kau temani ibu dan pamanmu disini." ucap tuan Zhu dan ia berlalu pergi.


 


tabib itu telah selesai memeriksa. " Bagaimana keadaan ibuku ?"


" Tuan muda jangan kawatir, ibu tuan hanya terlalu syok, dia akan segera sadar, " ucap sang tabib sembari menemasi barang-barangnya.


" baiklah, terimakasih tabib, kau bisa menunggu di luar. "


" baiklah tuan muda.." tabib separuh baya itu berjalan keluar.


 


" ibu bangunlah, jangan membuatku kawatir. ibu jangan bersedih aku akan membalaskan ini semua. aku berjanji akan membalaskan ini semua. "


 


seorang pelayan datang menghampiri Zian. " Tuan muda, tabib yang merawat tuan Quan Zhu ingin berbicara dengan anda "


" Baiklah, aku akan kesana. " pelayan itu memberi hormat dan berlalu pergi.


" ibu, aku tinggal dulu, ibu cepatlah sadar," ucap zian lirih.


" kau. urus ibuku saat sadar segera kabari aku  jika terjadi sesuatu ataupun kau melakukan sebuah kesalaan sedikit pun kau yang akan menanggung akibatnya. Apa kau menerti ?! " Zian berbicara tanpa titik koma dan sembari menunjuk kesalah satu pelayan.


pelayan yang di tunjukpun hanya menelan salvina dengan susah payah mendengar perkatan Zian tanpa titik koma.


" me.mengerti tuan muda."


Zian langsung pergi menemui tabib yang mengobati quan zhu.


 


sementara itu diruangan quan zhu di obati.


" Kau tahu yang harus kau lakukan ? " ucap quan zhu sembari memberikan sekantung koin ke tabib yang mengobatinya. tabib itu meraih pemberian quan zhu.


" tentu tuan, "


" Bagus,"


TAP


TAP


TAP


Zian melangkahkan kakinya dengan cepat. " bagaimana keadaan pamanku ? "


seketika mereka menoleh. sang tabib segera menyimpan koin yang di berikan quan zhu ke dalam lengan bajunya.


Zian menghampiri mereka, sang abib bergegas berdiri.


" mohon ampun tuan muda, Tuan quan zhu mengalami luka yang parah ia tekena racun yang sangat langka, dan. apa bila idak segera diobati nyawanya terancam "


" APA Maksudmu ?! Racun ? nyawa terancam ?! apa kau bisa menyembuhkannya ? "


" maaf tuan muda,racun ini sungguh sangat langka dan membutuhkan tanaman inti sari bunga blue "


" Cepat cari ! "


" mohon maaf tuan muda, tapi, bunga ini tidak mudah di temukan, perlu menyelusuri hutan bintang untuk mencarinya dan itu membutuhkan waktu "


" berapa lama ? "


" tidak menentu tuan muda "


" apa katamu ! apa kau gila ?! " sembari meraih kerah baju sang tabib


 


sebenarnya quan zhu mempunyai penawar racunnya. inti sari bunga Blue ? itu adalah pancingan rencananya untuk mensukseskan apa yang ia lakukan. iya, demi menjalankan rencanya ia mebuat sedramatis mungkin agar ia dapat mengulur waktu dan tentu saja membuat kekacauan di keluarga zhu. namun rencananya kali ini ialah memprofokasi Zian serta menghasutnya.


 


" Zian, jangan kawatirkan paman, paman baik-baik saja." ucap quan zhu lirih.


Zian menoleh kearah kuan zhu.


" tidak apa-apanya bagaimana paman ? lihatlah. dirimu kritis seperti itu nyawa paman terancam ! "


Zian penuh amarah.


" sudahlah, jangan memaksa sang tabib, paman tidak apa-apa.."


" tidak. paman harus sebuh ! "


" biarkan tabib itu mencari obatnya dan kau temani paman, ada sesuatu yang ingin paman bicarakan kepadamu Zian, kemarilah "


Zian masih memegang kerah sang tabib. " cepatlah cari tanaman itu dan segera buat penawarnya aku tak mau mendengar kata gagalmu." Zian segera melepaskan gengaman tangannya dengan kasar.


sang tabib melirik quan zhu dan quan hu tersenyum simpul. kemudian tabib itu segera pergi meninggalkan kediaman tuan zhu.


 


 


Zian menghampiri pamanya. Quan zhu mencoba mengangkat badannya namun kesulitan. ( jangan lupa itu hanya sandiwara  ingant hanya sandiwara !)


Zian segera membantu pamanya yang kesulitan untuk duduk bersandar.


" terimakasih nak, " ucapnya sembari membenahi tubuhnya.  " kemarilah, ada sesuatu yang ingin paman katakan"


 


" apa paman ? "


" ini, mengenai dirimu yang sebenarnya..."


" diriku yang sebenarnya ? maksud paman ? "


quan zhu menghelai nafasnya dengan berat.


" maksud paman ialah dirimu sebenarnya ialah........