MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Episode 45 PETUNJUK



Berjalanya


waktu, ahirnya Della menjalankan bisnis yang ia idamkan selama ini. Menjadi


seorang desainer. Ia membeli sebuah ruko berlantai dua di daerah pasar. Membuat


kantor sederhana dan mengerjakan beberapa pelayan di kantor dengan memprivatnya


beberapa hari. Dan al hasil walapun termasuk baru tapi ia sudah mempunyai


seorang pelanggan. Dalam hal ini ia menerapkan seperti peraturan yang sama


dengan kantornya didunianya.


“ jangan lupa


yang ruangan sebelah sana khusus pakaian wanita dan yang sebelanya kusus pakian


pria, buku tamu harus dicek setiap saat. Dan jangan lupa bersihkan ruangan yang


sebelah sana janagn sampai berantakan. “ della memberi instruksi ke beberapa


pegawainya.


“ dan yang


lainya dalam setengah jam aku tunggu di ruangan atas. kita akan mengadakan


rapat. “


Della berjalan


menuju ruangan atas di ikuti sekertaris pelayan pribadi yang menjadi


sekertaris.


“ nona, apa yang


harus saya kerjakan ? “


“ ah, kamu


buatkan aku teh saja. “


“ baiklah nona,


“ sekertaris itu pergi membuat teh.


Della duduk dikorsi


sembari bersandar. Ah…. Ahirnya., aku selalu merindukan hal-hal seperti ini.


Duduk di kantor, ya walaupun ini masih satu gedung dengan penjualan tapi


setidaknya ini aku tak mati bosan disini.


Oh iya untuk


rapat nanti. Berkas-berkas sudah disiapkan, semingu sekali mengadakan prifat kerja


untuk para pegawai agar lebih terlatih. Jika segmen ini berjalan lancar dan ada


menunjukan peningkatan maka kantor harus segera di pindah dan menjadikan tempat


ini sepenuhnya khusus penjualan.


“ nona, tehnya “


sembri meletakkan teh dimeja. “ oke, makasih. “ sembari meraih gelas.


 “ suyin, “


“ iya nona, “


“ bilang kepada


mereka rapat dimajukan. “


“ baik nona, “


syin segera melangkah pergi.


Tak lama


kemudian. Mereka pun elah berkumpul diruangan atas.


“ baiklah karna


semu sudah berkumpul, maka rapat saya buka. Karna ini termasuk rapat pertama


kita maka kita mulai dari peraturan yang harus di taati sebagai pekerja ataupun


pembeli “


***


Seseorang


berlari tergesa-gesa menghampiri tuan zhu. “ Tuan ! kabar buruk tuan. “


“ ada apa ? “


“ tuan muda Zian


diserang saat di perjalanan tuan, dan tuan muda terluka “


“ apa ?! “


pelayan itu menjelaskan detail kejadian dan tuan Zhu terkejut mendengar


penjelasan dari orangnya itu. Orang daemin lagi. Ini sudah kelewatan batas. Sebenarnya


siapa dalang dibalik ini semua. Penyerangan demi penyerangan berdatangan silih


berganti dan kini Zian yang menjadi korban.


“ cepat selidiki


orang daemin ini sampai tuntas. “


“ baik tuan. “


Kereta Zian


sampai di kediaman tuan Zhu, dengan segera para pelayan membawana beristirahat


di kamar.


Seorang tabib


datang dan segera mengobati Zian. “ bagaimana keadaanya tabib ? “ nyonya zhu


menunggu denan cemas. “ ia terkena senjata beracun,  “ tabib sembari meminumkan obat.


 Nyonya zhu semakin gelisah, “ degan meminum


obat ini akan memperlambat penyebaran racun dalam tubuhnya. “


“ selamatkan dia


ku mohon, “


“ akan saya


usahakan nyonya, saya akan membuat penawar racun ini segera. “


Zian terbaring


lemah diranjangnya.


Nyonya zhu


keluar dari kamar Zian.


“ tante, “ zhang


he bergegas menghampirinya. Zhang he ?


“ tante


bagaimana keadaan kakak Zi ? aku dapat kabar dan langsung kemari “ wajahnya


panic dan penuh harap agar zian tak terluka parah.


“ masih dalam


pengobatan tabib, “


“ tante aku


masuk menemani kakak Zi, aku sangat kawatir dengannya “ zhang he langsung


berlari masuk ke dalam kamar.


Nyonya Zhu


berdiam diri sembari melihat zhang he berlari kearah kamar Zian. Kenapa ia


mengetahuinya dengan cepat ? . dari maa ia mendapatkan informasi ini begitu


cepat.


Nyonya zhu berjalan


cepat mencari suaminya. Ia bergegas keruangan kerja tuan zhu. Dan bergegas


masuk. Disana tuan zhu bersama dengan orang bawahanya. “ suamiku, apa kau


memberi tahu kejadian ini ke mentri chang ? “


“ tidak, “


Wajah nyonya zhu


semakin serius,


 “ ada apa denganmu ? apa terjadi sesuatu ? “


“ bagaimana


zhang he bisa tahu kalau Zian terluka, “


“ zhang he ? “


“ iya, kini ia


menemani Zian, “


“  kenapa kebetulan sekali, “


“ apa ? “


Tuan zhu


mengambil beberapa kertas di mejanya. “ saat mendapat kabar zian di serang,


saat itu orang kita berhasil mengikuti secara diam-diam orang yang menyerang.


Dan mereka berlari kearah kediaman mentri chang. “


“ apa ? tapi


kenapa mentri chang melakukan ini semua ? kenapa dia menyerang Zian ?. “


“ entahlah, ini


belum pasti. Tapi, kejadian ini sama persis dengan kejadian masa lalu, kasus


penyerangan yang menewaskan mereka, dan hanya menyisakan Zian.hanya dia yang


selamat dari serangan itu.“ terlihat wajah tuan zhu terpuruk mengingat kejadian


masa lalu.


Nyonya zhu


meraih tangan suaminya. “ kita pasti bisa menemukan dalang di balik ini semua,


dan memberi mereka hukuman atas kematian kakak ipar. “


“ mereka bagai


debu yang terbawa angin, hilang tak terlihat bagaimana kia bisa menemukan


mereka ? “


Nyonya zhu


melirik ke atas meja. Ia melihat tumpukan kertas. Puisi ? lalu ia mengambil dan


membacanya. wajahnya serius membolak-baik kertas.


 “ suamiku, apakah ini berkas lamamu ? sejak


kapan kamu bisa menulis puisi ? “


Tuan zhu


menoleh. “ benar, itu surat terahir aku terima dari kakak sebelum kejadian itu


terjadi, jujur aku tak mengerti mengapa ia memberiku puisi itu, ia jelas sekali


tahu kalau aku tak mengerti tentang puisi, tapi tetap saja memberikanku sebuah


puisi.  karna aku tak mengerti jadi aku


simpan saja.  “


“ ini bisa jadi petunjuk,


“ “ petunjuk ? “ tuan zhu beralih ikut nimbrung. Ia mengerutkan dahinya.


Bagaian mana bisa menjadi petunjuk ? bagaimana bisa puisi itu bisa jadi


petunjuk ? disitu tak menjelaskan apapun.  Apa istriku sedikit jadi tidak waras gara-gara ini ?.


“ lihat


kata-kata ini.  “


 ( Seorang pemburu selalu siap dengan


senjatanya


Mengincar mangsa


dengan penuh jebakan dan senjata beracun.


Menerjang apapun


untuk mendapatkan mangsanya,


Saat ia telah


mendapatkan target mangsanya, ia tak akan melepaskan


Mereka terus


menggiring sang mangsa jatuh dalam perangkapnya.)


Tuan Zhu semakin


mengerutkan keningnya. Apa hubunganya denagan puisi ini ?


“ ini


menceritakan tentang pemburu hewan ? “ nyonya zhu menepuk jidatnya. Ah suamiku


ini memang benar-benar tak mengerti tentang sastra.


“ lupakan, aku


akan jelaskan. kau tahu ini termasuk kata kiasan, dan setiap puisi pasti selalu


mempunyai arti dibalik katanya. “


“ katakan saja


intinya, aku tak mengerti yang kau katakan, “


“ kakak ipar


tahu, kalau ia akan dibunuh, “


“ kenapa dia tak


memberi tahuku, “


“ dia memberi


tahumu, tapi lewat puisi.. “ seketika nyonya zhu terdiam. Sebentar puisi ?


kakak ipar memberi tahu lewat puisi. Beratri. Ia selalu memberi tahu suamiku


apa yang terjadi lewat puisi dan mengirimkanya bersaman dengan berkas


pekerjaan. Jadi. Ini petunjuk. Semua petunjuk berada di berkas suamik. Benar


itu dia.


“ suamiku kau


masih menyimpan semua berkas yang kau terima dari kakak ipar ? “


“ masih, “


“ bagus,


keluarkan aku inggin melihatnya “


Tuan zhu mengambil


berkas dari kakaknya, dengan segera nyonya zhu memeriksa berkas itu. Wajahnya semakin


serius memeriksa setiap berkas yang berada dalam tangannya.


Ini. Ba.bagaimana


mungkin.


Nyonya zhu menatap


ke tuan zhu dengan penuh tak percaya.


“ ada apa ? apa


yang terjadi ? kau menemukan sesuatu ? “


“ benar, ini. Mereka


telah mengatur semua ini, dan. Dan… “


Tok. Tok. Tok.


Seketika mereka


beralih menatap pintu. “ Tuan, tabib quan zhu mencari anda “


“ suruh ia


menunggu, aku akan segera kesana. “


Sang pelayanpun


pergi menyampaikan pesan. “ suamiku, aku ikut denganmu. Aku ingin berbicara


dengan adik iparku. Ada hal penting yang harus di bicarakan denganya. “


Aku ingin


memastikan. Apakah ini ada sangkut pautnya denganmu Quan Zhu !