MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Episode 100



di dalam hutan dimana Zixin berada,


"kakek apa kau yakin akan hal itu ?" ucap Huali sembari menaruh keranjang obat. kakek wuyu berhenti tampa menoleh. "jika aku tak kembali kau bisa meninggalkan tempat ini,  kau bisa pergi ke kota dan membuka toko obat di sana, hiduplah yang baik dan bantulah orang yang membutuhkan keahlian mu" ucap kakek wuyu sembari memasukan beberapa tanaman obat kering keranjang.


"apa yang kau katakan. kau akan pergi ?"


kakek wuyu terdiam.


"jawab kakek. jangan mengelak." ucap huali yang masih tak mendapat  jawaban dari kakek wuyu. kakek wuyu terhenti sejenak. "jika ada kesulitan kau bisa meminta bantuan Zixin, dia pemuda yang bisa di andalkan," kakek wuyu menggendong keranjang yang sudah berisi berbagai macam obat-obatan.


"tidak, kau tidak boleh pergi."


"Huali, kau sudah dewasa, mengertilah, aku harus kembali dan menyelesaikan tugasku," kakek wuyu mengusap kepala Huali, anak kecil yang dulu ia selamatkan atas kekejaman murid yang berambisi itu, dia sudah menganggap Huali seperti cucunya sendiri. "jangan tunjukan sembarangan keahlian yang kau pelajari dariku, bersikaplah bijak menghadapi orang-orang, orang bijak itu akan di mudahkan dalam urusan," setelah berucap kakek wuyu pergi begitu saja.


Terlihat Zixin mencari beberapa tanaman obat di halaman belakang. "pemuda, kau begitu sangat rajin." seketika Zixin menoleh dan tersenyum, "Kakek yu" ucap zixin lalu menghampiri kakek wuyu. ya kini suara zixin telah kembali dan bisa berbicara. kakek wuyu melirik tangan Zixin yang membawa beberapa tanaman obat.


"ini daun merah, tadi aku baru saja mendapatkannya bukankah ini baik untuk di kembangkan ?" ucap zixin yang menyadari lirikan kakek wuyu.


kakek wuyu tertawa "hehehe.. pemikiran yang bagus anak muda, kau bisa tanam itu dan menjualnya, tanaman herbal daun merah sangat tinggi harganya."


"hehe, oh ya, kau mau kemana ? apa kau akan ke kota untuk menjual obat ?," sembari melihat keranjang obat yang di gendong oleh kakek wuyu.


"benar, tapi kali ini perjalananya akan membutuhkan waktu yang lumayan lama, aku titip Jaga Huali, dia memang gadis yang sedikit galak, dan menjengkelkan, dan bisakah kau membantunya membuka sebuah toko obat di kota."


Kembali ke tempat Della berada...


terlihat beberapa murid itu sibuk membawa berbagai macam buah-buahan.


"tidak-tidak, tidak, kau tinggikan lagi lenganmu, Fu Yu kau kurang tinggi mengangkat keranjangnya oh tidak badanmu kurang tegak ! busungkan dada mu, bagus benar seperti itu. kamu tidak begitu pose mu kurang seksi kau harus menunjukan gaya yang lebih menggoda. bukan seperti itu. ah, baju ku akan sia-sia jika kalian tidak perfeksionis ! taruh tanganmu di pinggang, oke, seperti itu pertahankan posisi kalian aku akan akan mulai menggambarnya," ucap della berbalik dan tertawa devil.


Hahahaha rasakan kalian, saatnya bereaksi.


"Angkat semangkanya, bukan begitu jangan pakai sihir"


"berdirilah yang tegap, kau harus kelihatan wanita perkasa,"


"bagus, seperti itu, ah, ka harus sedikit menyondongkan badan mu, benar seperti itu"


"angkat sedikit satu kakimu, dan angkat keranjangnya"


"angkat kepalamu jangan menghadap ke bawa,"


"ah, kau kenapa kembali membungkuk, kau harus berdiri tegap,"


"kau kurang membusungkan dada mu, berdiri yang tegak oh, kenapa kau lupa dengan labunya."


"Fu Yu, kau ganti pakaianmu, dengan yang ini" sembari menunjukan pakaian pelayan ala moderen dengan panjang baju di atas lutut.


"Pakai ini ? apa kau sudah gila ? pakaian macam apa ini ?" elak Fu Yu. dia sudah menggeram kesal sendari tadi.


"hais, itu adalah pakaian masa depan kau harus memakainya, untuk aku lukis, oh jangan lupa keranjang ini harus dibawa saat ku lukis,"


Dua jam kemudian...


terlihat tiga orang yang  berdiri termasuk Fu Yu terlihat sangat pegal berdiri tampa bergerak dengan gaya yanga menurut mereka sangat aneh.


"apakah ini sudah selesai ?" bisik sala satu dari mereka


"diamlah, aku juga juga sangat pegal, lihat saja aku akan membalasnya nanti" guman Fu Yu.


Della melirik sekilas ke arah mereka, dia tersenyum devil dan "Ahhhh,,, Akhirnya aku selesai juga," ucap della sembari puas melihat gambarannya.


terlihat tiga orang itu bernafas lega lalu berdiri seperti normal.


"Eh... kalian mau kemana !" ucap della saat melihat mereka beranjak pergi.


"bukankah kau sudah selesai, maka kami pergi" ucap Fu Yu.


"Belum. aku belum selesai, lihatlah masih banyak buah dan sayur yang belum aku lukis," sembari menunjukan gambarannya.


"Apa ! Haaaaaaaa" seketika tiga orang itu pingsan melihat lukisan della yang baru selesai satu gambaran dalam dua jam dan setumpuk buah-buahan di dalam kamar.


"hahahahahaha.... Ayo kita lanjut lagi.."


"tidak !! aku mau pergi saja !"


"tolong kami,, !"


***


Kediaman keluarga Jendral Weizhe,


"kakak,, kenapa kau pergi begitu cepat.. hiks, hiks" terdengar tangisan xiuying dari arah taman,


"xiuying," panggil dari arah belakang xiuying. xiuying mengusap air matanya, ia menoleh ke belakang sekilas.


"kenapa kau kesini," ucap xiuying sedikit tak bersahabat saat melihat siapa yang datang.


perempuan muda itu mendekatinya, "apa kau masih marah kepada ku ?," ucapnya mencoba mendekati adiknya itu dan ingin memegang pundaknya.


"jangan sentuh aku, kenapa kau kembali, sudah ingat rumah ? kenapa kau tidak pergi saja dan tak usah kembali ! kenapa ! kenapa kau baru kembali saat kakak pertama sudah tiada ! kenapa !" ucap xiuying merancau sembari memukul kakaknya itu.


"maaf xiuying, maafkan aku, bisakah kau mendengar penjelasan ku,"


"apa lagi yang harus di jelaskan ?! bukankah kau memilih hidup di istana itu dan menikmati menjadi seorang putri ! bahkan untuk menjenguk ayah saja kau tak pernah ! untuk apa kau kembali ?!"


"bukan begitu maksud aku xiuying, dengarkan penjelasan ku !, tak mudah untuk hidup di dalam istana, aku tak bebas untuk melakukan segala hal, kehidupan ku selalu di awasi oleh para dayang ibu suri," tutur Yue,


"aku tahu, maaf aku yang salah, seharusnya aku tak mengatakan semua itu terhadap mu, ini tidak sopan, maafkan aku putri Yue, kau bisa menghukum ku karena telah berkata kurang ajar kepadamu" ucap xiuying sembari membungkuk meminta maaf.


"xiuying, apa yang kau lakukan ?, aku tak maksud begitu. apa yang kau lakukan. jangan seperti ini, aku masih kakak mu xiuying, tolong hentikan ini," ucapnya sembari merangkul xiuying, membuatnya kembali berdiri tegak.


"maaf putri hamba tak pantas di untuk belas kasihan anda," xiuying melepaskan diri dari Yue,


" salam Putri dan nona muda, Tuan jendral memanggil kalian," ucap salah satu pengawal di sana. "baiklah, kami akan segera ke sana," sahut Yue dan kemudian sang pengawal pun pergi.


"ayo kita bersama temui ayah " ajak Yue ke pada xiuying,


"Putri silahkan duluan, aku akan menyusul nanti," ucap xiuying berlalu pergi meninggalkan Yue.


"Xiuying..." panggil Yue ke xiuying yang berlalu pergi meninggalkannya begitu saja.


"putri," panggil dayang di sampingnya. Yue membuang nafasnya lemas.