MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
orang dibalik itu..



Blusss...


seketika wajah xiuying memerah.


"bukan." sembari menolehkan wajahnya ke sisi berlawanan.


"iya ?"


"bukan !" wajahnya masih memerah dan berjalan sangat cepat.


"xiuying..... " goda Della sembari mengikuti dari belakang.


"bukannnn" xiuying berlari menjauhi Della.


"bukan bukan bukan !!" sembari menutup kedua telinganya.


*****


diruang interograsi.


seorang lelaki tangan serta kakinya terikat. beberapa luka membekas di tubuhnya menjelaskan bahwa ia telah terkena pukulan.


"katakan. siapa yang menyuruhmu !" ucap ketua hu jie sembari memojokkan lelaki yang terikat ke tembok dengan kakinya.


lelaki itu masih kukuh dengan pendiriannya. ia tersenyum menyeringai. darah segar menghiasi di sudut bibirnya. "heh. terlalu murahan."


Dak !


lelaki itu terlempar kesamping dan membentur tembok.


"masih mengelak pembicaraan ?!. bangunkan dia !"


para bawahan itu membangunkan lelaki yang terikat. ketua hu jie mendekat dan mengangkat wajah lelaki yang terikat dengan tangannya. "kau ingin cara yang seperti apa untuk mengaku ?" ucapnya sembari tersenyum. ketua hu jie melirik ke samping beberapa pisau kecil tersedia di atas nampan kecil.


lelaki itu mengikuti lirikan mata ketua hu jie. sial ! kenapa harus ketemu orang ini ! darahku bisa habis terkuras jika dia menyayat diriku !. umpat lelaki itu yang sendari tadi mencoba bertahan dengan keangkuhannya.


ketua hu jie mulai mengambil salah satu pisau. pisau itu terlihat mengkilap dan tajam. di tambah senyuman ketua hu jie yang bagaikan setan alas menambah suasana horor di sana.


lelaki itu menelan saliva nya.


ketua hu jie semakin mendekat, pisau itu semakin mendekat ke arah wajah lelaki itu. dan lelaki itu sudah mulai panik. saat pisau sebentar sudah hampir sampai di permukaan kulit.


"berhenti."


seketika tangan ketua hu jie terhenti. mereka menoleh ke samping.


ketua hu jie menarik kembali tangannya. dan lelaki itu terlihat menghembuskan nafas lega.


selamat. wajahku selamat. batin lelaki itu.


"Nona," ucap ketua hu jie.


terlihat Della dan xiuying berjalan mendekat.


terlihat Della mendekati lelaki yang terikat itu. tatapannya datar namun dingin.


"Kau." kalimatnya terhenti. lalu ia berjongkok. "siapa tuan mu ?" ucap Della dingin.


lelaki itu diam lalu tersenyum menyeringai.


"kau tak akan pernah bisa melawannya" jawab lelaki itu.


"apa alasanya ?"


"tentu saja menghabisimu"


Della membuang nafasnya pelan "aku tanya apa alasannya."


"aku bilang dia ingin aku menghabisi mu !" kukuh lelaki itu.


"hahh, susah sekali berbicara denganmu. ketua hu jie. Berikan pisau itu kepadaku" seketika ketua hu jie memberikan pisau yang ia bawa.


"kau tahu ini apa kan ?" ucap Della dengan tersenyum devil.


"aku tak takut mati itu tak ada pengaruhnya bagiku." sahut lelaki itu.


"wah itu ide yang bagus, kalau begitu akan aku lakukan. Della telah siap mengarahkan pisau di leher lelaki tersebut. lelaki itu sedikit tercengang akan tindakan Della. ia terhenti lalu menarik kembali pisaunya.


"Hem, sayangnya aku tidak ingin membunuh, tapi aku lebih suka.." tak. seketika Della menjentikkan tangannya. dan sebuah hujan kecil membasahi lelaki yang terikat itu. hanya di tempat lelaki yang terikat itu.


semua orang yang melihat itu menganga.


"bagaimana bisa ?"


"apa itu sihir ?"


batin semua orang yang berada di dalam ruang interograsi


lelaki yang di ikat itu mencoba menghindar menggesot ke kanan ke kiri namun tetap saja hujan kecil itu selalu mengikutinya.


semua orang masih terbelalak dengan kejadian yang mereka lihat.


"sia-sia saja yang kau lakukan kemanapun kau pergi hujan itu akan selalu mengikuti mu" jawab Della santai.


"pikirkan baik-baik mau menjawab atau tidak ?"


lelaki itu masih sibuk mengesot mencari tempat teduh, di bawah kursi, meja namun tetap saja hujan itu tak pernah hilang dan semakin deras saja mengenai tubuhnya.


Della beranjak berdiri dan membalikan badannya.


"ayo pergi." ajak Della dengan melangkahkan kakinya. namun kemudian ia terhenti. dan membalikkan badannya


"oh, hampir lupa. harus kau tahu hujan yang mengikuti mu itu bukan seperti air hujan pada umumnya melainkan di dalam kandungan airnya terdapat zat racun, jadi semakin lama kau terkena air itu maka zat racun itu akan menumpuk di badan, Hem.. tidak mematikan sih tapi hanya menggerogoti ketebalan tubuh dan semakin hari tubuh yang terkena racun akan terus mengurus hingga tinggal tulang saja namun tidak mati, ia akan selalu merasa lapar namun ia tidak dapat memakan apapun semua makanan yang dimakan akan di keluarkan ya. Hem . merana sekali"


ucapnya setelah itu melangkahkan kakinya.


terlihat lelaki yang terikat itu terkejut ketakutan.


"akan aku katakan. tuan sen. tuan sen yang menyuruhku tuan sen. mohon ampuni aku atau bunuh sekalian saja diriku dari pada menyiksa ku seperti ini" jelas lelaki itu merintih ketakutan.


"apa motifnya ?"


"liontin bintang kehidupan dan sebuah sihir, mereka mencari itu,"


"kenapa ingin membunuhku ?"


"karena anda yang memiliki keduanya, mereka ingin merebutnya dari anda, dan menguasai dunia, dengan adanya sihir anda dan bintang kehidupan maka tidak akan bisa terkalahkan."


"siapa Sen itu ?"


"tangan kanan pangeran ke tujuh"


"dasar bodoh," ucap Della singkat dan SLAP. sebuah pisau menancap di jantung lelaki itu.


pangeran ketujuh ? Sen, sihir ? apa hubungannya ini ? aku harus mencari tahu tapi siapa ?. sihir ? ah. Situa. benar aku harus menemui Situa.


Della meninggalkan ruangan interograsi itu. ia bergegas menuju ke halaman belakang kediaman jendral. ia berlari kearah hutan. saat di hutan ia memanggil artcvic.


"pergi ketempat Situa." seketika artcvic terbang kearah gunung bintang.


orang yang berada di dalam saling pandang.


setelah sadar xiuying mengejar Della. "kakak ipar tunggu"


ketua hu jie menghelai nafas, "bereskan dia" ucapnya seraya menyusul xiuying mengejar Della.


"ternyata Nona Lingxiu sangat menakutkan,"


"benar sangat menakutkan"


bisik bisik orang yang di dalam.


****


"nona, dimana nona Lingxiu ?" tanya ketua hu jie dari menyusul dari belakang.


xiuying menoleh sekilas.


"aku kehilangan jejak, kakak ipar sangat cepat hilangnya"


"Ketua hu jie," panggil gen yang tiba-tiba sudah berada di antara mereka dan mereka menoleh bersamaan.


"kalian mencari Nona Lingxiu ?"


"iya, kau tahu dimana kakak ipar Gen ?"


jawab xiuying sembari melempar pertanyaan.


"nona sedang pergi, dia menyuruhku untuk memberitahu kalian, bahwa nona akan pergi beberapa hari dan jangan mengawatirkannya, ketua hu jie bisa kita bicara empat mata ?"


ketua hu jie dan Gen menuju kesebuah ruangan rahasia.


"tentang penyelidikan Keluarga Sen, apa kau sudah menemukan titik terang ?"


ketua hu jie memegang dagunya.


"dia tangan kanan pangeran ke tujuh, dan beberapa informasi beberapa tahun ini mereka telah melakukan penyerangan secara sembunyi terhadap keluarga zhu. penculikan terhadap nona Lingxiu juga dari kediaman Zhu, sementara itu informasi yang tergali" jelas ketua hu jie.


"seperti dugaan tuan, kediaman sen dan pangeran ke tujuh memiliki hubungan yang mencurigakan" ucap Gen sembari menatap tajam kearah bebas.


"ketua hu jie, kita harus segera menyelesaikan masalah ini sebelum tuan kembali dari perang, untuk ini awasi terus pergerakan kediaman Sen,"


****


di hutan tempat dimana huali dan zixin berada.


waktu telah menunjukan malam, api unggun kecil menyala di halaman depan.


"cepatlah, ambilkan nampan itu ikannya sudah masak," ucap huali sembari mengangkat ikan yang di panggang.


zixin mendekat memberikan wadah bersih ke Huali.


(baunya harum.. pasti sangat enak) ucap Zixin dengan isyarat.


"tentu saja masakan ku," sembari menaruh beberapa ikan yang sudah masak ke dalam wadah bersih.


(kapan kakek wuyu pulang ? kenapa dia belum pulang ? kenapa begitu lama ?)


Huali mengambil beberapa ikan lalu membakarnya di panggangan "berapa kali aku harus menjawab pertanyaan mu itu ?" ucap huali yang sedikit tak acuh dan sedikit sebal karena sendari tadi Zixin selalu memberikan pertanyaan yang sama berulang-ulang kali.


drap. drap. drap.


terdengar suara hentakan kaki kuda.


seketika Huali terdiam dan pandanganya menjadi waspada dan menyuruh Zixin diam.


(kenapa kau..) belum sempat Zixin melanjutkan huali menutup mulut Zixin.


"ada yang datang"


"cucu kakek pulang !!" ucap kakek wuyu dengan menunggangi seekor kuda.


Huali membuang nafas lega saat mendengar suara kakek wuyu dan melihat kakek wuyu datang dengan menunggang kuda.


kakek wuyu turun dari kuda, ia mencium bau harum ikan panggang matanya melirik dan berbinar. Ikan panggang.. ! ucapnya dalam hati.


"Ikan panggang.." ucap kakek wuyu berlari mendekat ke meja"


"berhenti !" seketika Huali meraih kerah baju belakang kakek wuyu.


"kakek bisa jelaskan kuda itu dari mana ? apa uang hasil obat kau gunakan untuk membeli kuda ?" tanya huali dengan tatapan penuh curiga dan sangat ngeri..


kakek wuyu terdiam..


"hehehe..itu..."