MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
kakek wuyu dan artcvic



Happy reading...


seketika pelayan itu keluar dan mencari kakek wuyu namun mereka tak menemukanya.


"min, gimana ini kakek wuyu tidak ada," keluh si peeni yang memiliki badan sedikit gemuk.


"kita lapor ke nona muda,"


seketika mereka menemui xiuying.


"Nona, gawat. kakek wuyu menghilang !" ucapnya sembari panik.


semua orang menoleh,


"hei. bisakah kalian tak berteriak. apa tak melihat nona Lingxiu sedang sakit !" ucap ketua hu jie karena kesal terhadap para pelayan yang tak tau tempat itu.


"ma.maafkan kami ketua.." sahut mereka takut.


xiuying beranjak dari duduknya, menghampiri para pelayan itu tatapannya dingin.


"cari dengan teliti."


"baik nona," jawab mereka lalu beranjak pergi.


Della mencoba beranjak dari tidurnya.


"kakak istirahatlah,"


ucap xiuying sembari menghampiri kakak iparnya itu,


"aku ingin bertemu dengan kakek wuyu, antar kan aku menemuinya," ucapnya sembari beranjak berdiri.


"Nona, apa tidak apa ? Anda baru siuman." sahut ketua hu jie.


"benar nona, lebih baik anda istirahat dulu" sahut Gen juga.


"tak apa, aku sudah sehat, terpenting aku ingin bertemu kakek wuyu itu,"


"baiklah kakak, sini biar aku mendampingi mu"


Kakek wuyu tidur santai di atas pohon, semua orang bingung mencari keberadaan kakek wuyu, mereka berhenti dibawah pohon tepat dimana kakek wuyu bersantai di dahan pohon.


"aduh, kemana lagi kita mencari kakek tua itu ? ucapnya sembari membuang nafasnya kasar.


"benar. merepotkan saja. sudah tua tapi menyebalkan."


"lihat saja ketika ketemu nanti."


keluh para pelayan sembari mengusap peluh di dahi mereka.


kakek wuyu mendengar semua perkataan para pelayan itu. tiba-tiba kakek wuyu tersenyum misterius.


hah kalian menggunjingiku. lihat saja. seketika kakek wuyu duduk lalu menggelantung kan badanya ke bawah dengan tumpuan kaki di atas dahan pohon. kini posisinya menggantung kebawah, ramput putih panjangnya tergerai.


"Kalian mencari ku ?"


para pelayan itu menoleh kebelakang. dan.


"AAAAAA.... ! Setaaaaan !!!" umpat mereka karena kaget dan terjatuh ketanah. lalu berlari terbirit-birit.


hihihi... kakek wuyu menahan tawanya. "dasar pengecut kecil," ucapnya masih sama dengan posisi menggantung kebawah.


"Ehem, kakek wuyu apa yang sedang kau lakukan bergelantung di pohon ?"


seketika kakek wuyu menoleh. seketika ia tersenyum kikuk. di sana berdiri Della, xiuying serta ketua hu jie.


"e. hehehe"


ia turun perlahan lalu membenahi bajunya yang berantakan. berjalan mendekat sembari tersenyum kikuk,


"kalian ternyata, Hem, disini sangat sejuk dan enak untuk bersantai" ucapnya membuat alasan menutupi rasa malunya.


"kakek, bisa bicara sebentar ?" ucap Della serius,


"Hem, baiklah sepertinya harus ada yang aku jelaskan kepadamu,"


Della melirik ke xiuying dan ketua hu jie.


"berikan aku ruang untuk berbicara dengan kakek wuyu"


ketua hu jie dan xiuying saling menatap. melihat sikap baru Lingxiu.


"baiklah kakak, kami akan pergi" ucap xiuying sembari menarik ketua hu jie yang enggan meninggalkan Lingxiu.


kini tinggal kakek wuyu dan Della berdiri di bawah pohon, wajah Della serius.


"kakek wuyu, siapa kamu ?"


kakek wuyu berdehem kecil.


"Lingxiu, anak seorang pedagang terkenal di negri ini dan cucu seorang detektif kerajaan, siapa yang tidak mengenalmu" sembari mengelus jengot putihnya.


"jangan mengelak, tak banyak yang tahu mengenai identitas ku dan anda tahu tentangku lebih dari itu"


kakek wuyu tersenyum, "ada beberapa hal di dunia ini yang tak bisa di ceritakan, dan harus di rahasiakan. keserakahan, iri hati, balas dendam itu bisa menghancurkan semuanya. hah.. kenapa aku malah Bancak berbicara, begini anak muda, aku akan mengajarkanmu membuat herbal daun pelangi dan kualus, setiap hari Sabtu kau datanglah ke tempat penjualan obat, pasti aku ada di sana, kalau begitu aku pergi dulu, kakek tidak mempunyai waktu banyak untuk terus berbicara, sampai jumpa cucu detektif kerajaan" ucapnya lalu melompat ke atas pohon


"Tunggu. Kakek wuyu !" teriaknya yang melihat kepergian kakek wuyu.


ah ! selalu saja mengantungkan begini. aku harus mengejar mu aku tidak bisa digantuk seperti ini. kakek wuyu kau harus menjelaskan apa hang kau ketahui tentangku.


Della mengejar kakek wuyu,


kakek wuyu melirik kebelakang.


dia mengikuti ku ? kita lihat seberapa mampukah kau mengikuti ku ?


ucapnya dalam hati sembari meningkatkan ilmu ringan tubuhnya, memasuki ke dalam hutan.


Della masih mengikuti kakek wuyu.


asysh. cepat sekali kakek itu. tidak ada cara lain.


"kau memanggilku tuanku,"


"cepat membesar dan kejar kakek itu,"


seketika artcvic membesarkan badannya Della segera melompat menaikinya.


kakek wuyu menoleh sejenak.


ah, sial ternyata dia sudah bertemu dengan burung sialan itu ! kau curang anak muda !


umpatnya.


"kakek, apa kau yakin akan terus berlari dariku ?" ucap Della dari atas.


kakek wuyu masih terus berlari menggunakan ilmu peringan tubuh.


"kau curang anak muda !"


"heh ternyata itu kau kakek kecil" ucap artcvic .


"apa kau bilang ?! dasar burung sialan !"


"wah ternyata kalian sudah saling kenal ? kakek wuyu, kau begitu banyak berhutang penjelasan untukku"


Ahhhh. sial. burung sialan. "tidak, aku tidak mengenalnya. burung itu berbohong !"


"kakek, kapan artc ku berbohong ?"


"tidak, aku tidak mengenalnya,"


"hei, kakek kecil, ternyata kau masih suka berbohong ya"


"burung sialan ! sekali lagi kau ucapkan itu. ku jadikan kau burung panggang !" ucapnya yang masih berlari menggunakan peringan tubuh.


"ayolah, kakek wuyu, kau sudah jangan main-main lagi, apa kau tak lelah terus berlari ?" ucapnya santai sembari duduk nyaman di atas Artcvic.


"tidakkkk... aku tidak lelah !"


"hah.. membosankan. bisa bisa aku tertidur di sini" ucap Della sembari menguap. "kakek, sudah saja ya, sekarang waktunya istirahat," seketika Della menggunakan sihirnya, seketika kaki dan tubuh kakek terikat dan.


Brukk...


kakek wuyu terjatuh ke tanah.


"aduh.. dasar anak sialan. durhaka, tidak berbelaskasihan kepada kakek tua ini !" umpatnya kesal.


"UPS, maaf kek, tak sengaja. hehehehe" ucap Della sembari turun dari punggung artcvic dan menghampiri kakek wuyu. "apa ada yang sakit ?" tanyanya sembari membantu mendirikan kakek wuyu.


"apa kau pikir jatuh dari atas itu tak sakit anak muda ?" ucapnya kesal sembari mendengus.


artcvic mengecil dan bertengger di bahu kiri Della.


"kakek kecil, ternyata anda masih tetap sama seperti dulu seka mengeluh"


"burung sialan diam kau !"


"kakek kecil,"


"ku panggang kau !"


"kakek kecil, kakek kecil, kakek kecil"


"ku cabuti bulu mu hingga tandas, membakar mu menjadi burung panggang, ku pastikan kau tidak akan bisa terbang lagi !"


dan terjadilah pertengkaran adu mulut antara kakek wuyu dan artcvic. yah. sepertinya dua mahluk ini tak bisa akur. satu dengan yang lainya.


sedangkan Della melihat mereka : -_-..…


"ehem." Della berdehem mencoba memisahkan mereka, sekali.


dua kali.


tiga kali.


kesekian kali dia diabaikan hingga akhirnya


"DIIIAAAAM !" Della berteriak kencang.


akhirnya kedua mahluk itu terdiam.


Della mengambil nafas dalam. akhirnya mereka bisa diam.


"kakek wu..." belum sempat Della melanjutkan kalimatnya artcvic langsung memotong


"kakek kecil, dengarkan tuanku sekarang"


"hei kau burung telor bebek itu tak ada urusannya denganmu"


"apa katamu kakek kecil ?"


"burung telur bebek, apa kau dengar ? burung telur bebek, bulumu seperti telur bebek."


"beraninya kau mengatai ku ! asal kau tahu buluku ini tiada duanya, mengkilap seperti..."


"telur bebek." sahut kakek wuyu.


"kristal. kristal. kristal. aku bilang kristal !"


"telur bebek."


mereka kembali berdebat. membuat delaa tak bisa berkata lagi


Della : -_-..... apa yang harus aku lakukan kepada dua mahluk ini ?! Authorrr ! hentikan mereka ! -_-''


******


tekan tombol Like, komen and vote ya😌