
Bagai sembilah pedang menyayat kulit
Ia lemah tak bertulang
Siapakah ia ?
*****
“ Siluman. Ini sangat menajubkan ! “
“
sudah saya katakan Tuan Aku adalah hewan suci penjaga gunung bintang ! bukan
siluman ! “
“ oke. Oke. Terserah “ sembari
mengibaskan tangannya.
Sang rusa memberi sinyal ke rusa lainnya
lalu mereka mendekat ke arah della. Rusa-rusa itu menundukkan kepalanya memberi
hormat.
“ kenapa kalian membungkuk kepadaku ? “ Tanya
della heran karna rusa-rusa itu membungk padanya
“ karna kau adalah Tuan Kami “ jelas
sang rusa.
“ Tuan ? sendari tadi kau memanggilku
Tuan. apa maksudmu ? aku ini bukan tuanmu. “
Sang rusa mendekat. “ Anda adalah tuan
kami, tuan adalah Pemimpin dari penghuni hutan Bintang. “
Della masih mencerna maksud sang rusa.
“ kami bisa menunjukan bukti kepada Tuan. Tolong tuan ikuti saya. “
Della tak ingin membatah sang rusa dan mengikutinya masuk kedalam hutan, selama perjalanan Sang Rusa menjelaskannya dengan detail. Mereka seakan telah menanti kedatangan Della di hutan bintang. Tak ada rintangan apapun saat memasuki hutan bintang. Mereka berhenti tepat di batu kembar dengan diapit oleh pohon Pinus di samping kanan dan kiri. Jarak antara batu kembar itu sekitar dua meteran. Sang Rusa menoleh kearah Della “ Tuan silahkan gunakan Kekuatan anda untuk membuka gerbang Dimensi “
Della mengerutkan keningnya “ kenapa harus aku ? bukankah kau bisa membukannya “ elak della karna enggan menggunakan sihirnya. Ia masih takut untuk menggunakan sihir itu setelah mendapat penjeasan dari Situa, jika kau tak ingin mati janan sekali-kali gunakan sihir itu. lihatlah tanda daun berwarna hijau telah sampai di lenganmu.
“ karna hanya Tuan hutanlah yang bisa membuka gerbang dimensi ini. Aku hanyalah hewan suci penjaga gunung ini, selebihnya tidak ada. “ jelas sang rusa.
Dengan menyakinkan diri ahirnya Della menjulurkan tangannya. Menggunakan sihirnya. Seketika diantara batu kembar itu mengeluarkan kabut putih.
“ gerbang telah terbuka Tuan, masuklah “ ucap sang rusa sembar membungkuk.
“ Kau tak ikut kedalam ? “ tannya della yang melihat sang rusa menunduk.
“ Tidak tuan, hamba akan menunggu tuan disini “
“ Kenapa, “
Sang rusa mengangkat kepalanya. Ia enggan menjawab pertannyan Della “ Tuan tinggal masuk dan ikuti kupu-kupu berwarna hijau ia akan menunjukan jalan. Dan satu lagi Di jantung hutan bintang terdapat sebuah Batu ajaib disana tertancap sebuah pedang Erlac. Yang hanya bisa diambil oleh Tuan. Angkatlah pedang itu Tuan. “
" Baiklah, jika kau takmau aku akan masuk sendiri, "
seketika della melangkahkan kakinya melewati kabut itu. seketika ia telah berpindah tempat ia melihat pohon-pohon tertata sangat rapi dan tertanam sesuai dengan jenis pohonnya, sangat indah. sangatlah berbeda dengan yang ia lewati tadi hanya pepohonan dan semak-semak. tapi ini jalan setapak yang sangat rapi dan terawat bunga edelwis bermekaran di sepanjang sisi jalan. di sela-sela pohon edelwis itu terdapat bunga chamomile.
della terus menyelusuri jalan setapak nan indah itu. di ujung pohon Edelwis itu kini berganti dengan jenis tanaman herbal yang berbeda-beda dan sangat langka yang berumur seribu tahun. ia terus menjalankan kedua kakinya hingga ke ujng jalan ia terhenti saat sampai jalan menyabang. disisi kanan ia melihat sebuah kupu-kupu berwarna hitam bercorak biru, dan disi kiri ia melihat kupu-kupu berwarna hijau bercorak putih. ia lalu mengikuti kupu-kupu berwarna hijau itu seperti saran sang rusa.
kupu-kupu itu terus berterbang menuju sebuah Goa, lalu kupu-kupu itu terbang menghilang diantara dedaunan disana. Della menatap sekeliling. lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam gua.
tak terlalu lama kemudian ia melihat batu berwarna putih susu luarnya mulus seperti batu marmer, disana tertancap sebuah Pedang. ia menghampiri batu itu dan kemudian menarik pedangnya.
Sringg ! sebuah cahaya keluar saat pedang iu di cabut.
cahaya itu lama-lama meredup dan kini terlihatlah pedang Erlac yang begitu menawan. pedang bermata dua, sembilahnya sangat tajam dan di tengahnya terdapat garis berwarna biru muda.
" Selamat datang kembali Tuanku. " Della sedikit tersentak lalu membalikan badannya. " siapa kau. " ucap della ke pada orang itu. terlihat seorang Lelaki nan amat tampan berdiri disana. dia memakai pakaian berwarna putih berpadu dengan warna biru muda, parasnya menawan dan rambutnya putih panjang.
apa dia *Albino ? *
" hamba adalah jelmaan pedang Erlac. mohon tuan segera mengunci kepemilikan dengan darah tuan. "
seketika Della menekankan jarinya di sisi pedang dan darah mengalir mengenai pedang itu seketika pedang Erlac mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan. perlahan cahaya itu menghilang bersamaan dengan Lelaki albino itu..
" Selamat Tuan anda telah mengunci pemilikan pedang Erlac, mulai sekarang pedang Erlac akan setia kepada tuan. "
Della menoleh ke kanan ke kiri menari lelaki tadi namun sudah menghilang.
dia pergi ? oh, sayang sekali padahal banyak hal yang ingin aku tanyakan.
ahirnya Della memutuskan ntuk keluar dari dalam goa. namun saat di bibir goa ia di kejutkan oleh seekor burung phionix ice berwarna biru. yang begitu besar.
Eh. buset itu burung apa gunung ? besar amat. sekali tutul langsung lenyap tuh nyawa. Batin della.
Lagi-lagi burung itu menunduk. " Selamat datang kembali Tuanku "
burung phionix ice itu mengangkat kepalanya, " Namaku artcvic, phionix biru. mulai sekarang Anda adalah Tuanku "
" Apa ? " ucap della sedikit tersentak
" aku tidak mau di bantah dan di tolak. "
della mengerutkan keningnya.
eh. tunggu.tunggu sepertinya ada yang salah. bukankah seharusnya aku yang mengatakan kata-kata itu. kenapa malah jadi terbalik.
" baiklah. aku pegang perkataanmu. jika sekali saja kau berpaling dariku aku tak akan segan lagi.dan menjdikanmu burung bakar. " ucap della sembari melipatkan kedua tangannya.
" Baik Tuan. sekarang naiklah akan ku antar tuan kemana saja. "
della menaiki burung itu. " bawa aku keliling gunung bintang. "
" baik tuan. " seketika burung itu terbang di angkasa.
mata takjub Della tak terelakkan. wah, beginikah rasanya terbang menaiki burung bukan pesawat. sesansinya sungguh luar biasak.
" Arct, bisa jelaskan kenapa aku menjadi Tuan Hutan ini ? "
" maksud Tuan ? "
" kenapa kau dan lainnya menyebutkan *Selamat Datang Kembali " *
sang phionix memejamkan matanya sebentar lalu membukannya lagi " ini sudah seribu tahun berlalu dan seribu tahun pula kami menunggu, tuan kami sebelum menghilang ia mengatakan, jika ada seorang datang dan ia dapat mencabut pedang ini maka ia adalah tuan kalian dan kami wajib setia kepada anda. anda akan datang bersama dengan Rusa bertanduk emas dan memiliki darah penyihir ada tanda hijau di lengannya. bukankah benar yang ku katakan Tuan. "
Bagaimana bisa ? apa ini sebuah kebetulan semata.
" asal kalian tahu tanda hijau di lenganku ini pengikis nyawaku, ketika ia telah sampai di dada maka aku akan mati"
" pengkikis nyawa ? dari mana kau mendapatkan penjelasan itu. sungguh menggelikan. sungguh aku baru mengetahui penjelasan yang tak masuk akal. " ecoh sang Artcvic.
della mengernyitkan dahinya. " Situa yang mengatakannya "
seketika Artcvic tertawa terbahak-bahak " Hahahahaha, anda telah dikerjai Tuan. dasar situ, sudah berumur tapi seperti anak kecil. "
" Kau juga kenal Situa itu ? Apa maksudmu ? ja.jadi Situa berbohong padaku ? dan tanda hijau di lenganku ini tidak mengancam nyawaku ?. cih, sial jadi selama ini aku di prank. Dasar Situa !!! buat aku ketakutan setengah mati ! "
" Tanda hijau di lengan itu menunjukan tingkat pengembangan sihir Tuan. tak ada yang namanya pengikis nyawa, "
Sial. baru kali ini ada yang mengerjaiku sampai seperti ini. situa ini memang otaknya terlalu cerdik aku tidak dapat langsung percaya dengan orang seperti ini. harus lebih berhati-hati.
" apa tuan telah menerima liontin binta kehidupan ? "
" wah sepertinya benda itu sangat keramat dan melegenda ya, hingga semua tahu tentang hal itu. "
" apa maksud tuan ? "
" hah,lain kali saja aku ceritakan kepadamu, sekarang bawa aku ke gerbang, Sang rusa pasti telah menungguku disana "
" baiklah Tuan, "
ahirnya Artcvic mengantar Della ke gerbang dimensi. ia turun dari tubuh Artcvic.
" Trimakasih Artcvic, " burung itu menunduk lalu pergi. Della berjalan menghampiri. " ayo kita kembali " ahirnya mereka kembali dan Sang Rusa memimpin jalan.
" Sang Rusa, kau tahu tempat yang indah untuk latihan tidak ?
" tempat yang seperti apa Tuan ? "
" Seperti Danau atau yang sejenisnya " berjalan sembari mensejajari sang rusa.
sang rusa terhenti sejenak. " ada. apa tuan ingin kesana ? "
seketika Della mengangguk. " baikah ikuti saya "
Ahirnya mereka sampai di tempat yang mereka tuju, tempat yang indah. airnya mengalir jernih, "oh iya sang rusa. siapa namamu ? "
" Orang-orang biasa memanggil Sang Rusa. "
" kalau nama Aslimu ? "
" tak ada. jadi panggil saja aku Sang Rusa. aku suka nama itu. "
" oh baiklah jika begitu, sebenarnya aku tidak terlalu suka memanggilmu dengan sebutan Sang Rusa. menurutku itu terlalu umum. bagaimana jika kau panggil Kidang Kencana ? "
sang rusa berhenti meminum air " Itu juga Bagus " kembali meminum air di danau.
ya.ya.ya. terserah lah.
disitulah Della melatih keterampilan pedang dan melatih sihirnya.
flasback_of.
sementara itu.....
junjie dan Gen bingung tujuh putaran mencari Della....
*************
jangan lupa Like, comen and vote yaa...
salam LOVE dari Author untuk para pembaca Magic princess,,