
Gen keluar toko obat itu dengan wajah yang serius.
"Harus mencari kemana lagi kakek itu," ucap Gen sembari membuang nafas lelah.
"Anak muda. Kau mencariku ?"
Seketika Gen membalikan badanya.
"Kakekk Wuyu !"
Kakek wuyu tersenyum. Tersenyum seakan ia tahu bahwa lelaki itu akan datang mencarinya.
*****
dengan mengendarai kuda ketua hu jie membelah jalan yang sepi itu, Setelah menempuh perjalanan yang cukup menguras waktu ahirnya ia sampai di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota.
Ia segera bergegas turun dan langsung mengetuk pintu rumah.
Tok-tok-tok
"kei ! buka pintu ! kei !"
suaranya keras sembari tangannya mengetuk pintu keras.
sedangkan orang yang di ada di dalam rumah sederhana itu, seorang lelaki yang terlihat sudah berumur ia mengerjab dalam tidurnya. karena terganggu oleh ketukan pintu yang keras.
"siapa yang menganggu tidur nyenyak ku ?!" sembari menguap mengerakkan badannya kemanan ke kiri.
"Kei ! kau ada di dalam ?! kei aku tau kau ada di dalam buka pintunya sekarang !" suara ketua hu jie terdengar nyaring dari dalam.
Krekk.
lelaki tua itu membuka pintu seketika terpampang wajah ketua hu jie. ketua hu jie terdiam ketika melihat sosok lelaki tua di depannya, tangannya masih menggantung di udara dengan mulut sedikit terbuka.
"kamu siapa ?" ucap ketua hu jie masih bingung.
terlihat wajah kakek tua itu sedikit kesal.
"Hei bocah. seharusnya aku yang tanya kamu siapa ? menggedor pintu keras ! mengganggu orang tidur saja !" ucapnya marah dan kesal.
ketua hu jie tersadar. "maafkan atas ketidak sopananku kek, saya mencari teman saya Kei, apa dia ada ?"
sang kakek tua itu masih kesal. "Kei. kei siapa ?! tak ada namanya Kei disini. cepat pergi dari rumahku !"
brak !
kakek tua itu menutup pintu dengan keras. di dalam ia masih menggerutu. "dasar. anak muda jaman sekarang tak ada sopan santunnya. menganggu orang tua beristirahat."
ketua hu jie kembali terkejut ketika sang kakek itu menutup pintu dengan keras.
"Kakek, setidaknya kau beri aku penjelasan dimana kei,"
tak ada sahutan. ketua hu jie menggelar nafasnya.
"sepertinya kakek itu memiliki gangguan dalam berinteraksi."
Kei. Kei. kapan kau pindah, kemana aku harus mencari mu.
"ketua Hu jie" seseorang memanggilnya dari arah samping. seketika ketua hu jie menoleh.
"ketua, kenapa kau datang kemari ? apa kau mencari suamiku ?" ucap wanita itu sembari mendekat.
Yun Mei ? berarti Kei masih disini. batin ketua hu jie.
"benar Yun Mei, dimana suamimu ?"
Yun Mei membuka pintu.
"masuklah, suamiku sebentar lagi akan datang" tawar Yun Mei
"saya tunggu Kei di sini saja," ucap ketua hu jie sembari duduk di kursi panjang bawah pohon rindang.
Yun Mei menatap sebentar "baiklah" setelah itu ia langsung masuk ke dalam.
"kakek, ada apa dengan wajahmu ? kenapa terlihat begitu kesal ?" tanya Yun Mei sembari melangkah ke arah dapur.
"anak muda sekarang tidak mempunyai adap menggedor pintu sangat keras dan tidak punya tata Krama" ucapnya masih kesal.
"kau membuat teh untukku ?" tambahnya ketika melihat Yun Mei merebus air.
"bukan, ini untuk tamu suamiku"
sang kakek menggerutu. "tamu ? apa bocah tak sopan itu yang kau sebut tamu ?!"
Yun Mei tersenyum, "Kakek dia adalah teman suamiku,"
"cih, bagaimana bisa suamimu mempunyai teman seperti dia" protes kakek tua.
Yun Mei hanya tersenyum mendengar perkataan kakeknya itu.
sementara ditempat dimana ketua hu jie berada.
"wah.. wah... lihat siapa yang datang kemari.. sungguh keajaiban dunia" ucap lelaki yang sepantaran ketua hu jie sembari menggendong keranjang berisi buah mangga.
ketua hu jie langsung berdiri. "Kei. aku ingin berbicara penting kepadamu,"
Kei menaruh keranjangnya. "hal apa ?"
"soal tanaman kualus apa kau masih mempunyai ya"
kei mengambil satu buah mangga lalu di lemparkan kearah ketua hu jie. dengan sigap ketua hu jie langsung menangkap mangga yang masak itu. Harum wanginya mangga yang sudah masak itu menyerang hidung ketua hu jie.
"hu jie, si jomblo abadi. kau menemui ku jika hanya ada perlu saja" ia mengambil mangga lagi lalu dikupas dengan cara menggigitnya setelah itu memakannya. "untuk apa ?"
"menolong seseorang" jawab ketua hu jie singkat lalu sembari mengelupas mangga dengan pisau kecil yang selalu ia bawa.
seketika Kei hampir tersedak "ujuk. apa ? apa telingaku tidak salah dengar ? kau menolong orang ?" kei semakin penasaran karena tak biasanya temanya itu mau menolong seseorang. ia mendekat. "siapa orang itu ? apa dia seorang perempuan ?"
seketika ketua hu jie tersedak mangga yang baru ia masukan kedalam mulut. dan terbatuk-batuk.
Seketika Kei membelalakkan matanya. "apa jadi itu benar ? siapa namanya ? wah..wah.. wanita mana yang dapat meruntuhkan benteng kejomloan mu itu jie. hahaha" ucapnya antusias dan tertawa sembari memukul pundak ketua hu jie.
ketua hu jie mengusap mulutnya. lalu membenahi duduknya. ia berdehem "aku tidak mau meladeni, aku bertanya serius apa kau masih mempunyai tanaman kualus. jika iya aku akan membelinya berapapun harganya itu"
Kei malah tertawa terbahak-bahak "Hu jie.. hu jie.. lihatlah wajahmu itu."
"Hah.. tunggulah." kei masuk ke dalam rumah.
tak lama kei keluar dengan membawa sebuah kotak dari kayu.
"Nih," sembari menyodorkannya kepada ketua hu jie.
ketua hu jie menerima kotak itu, ia membuka kotak tersebut yang berisikan tanaman kualus. ketua hu jie tersenyum tipis lalu menutup kembali kotak tersebut.
"berapa ?"
"tidak usah, itu hadiah untuk wanita yang telah mampu meruntuhkan benteng kejombloan mu itu." ucapnya sembari tersenyum.
ketua hu jie menahan kesalnya. ia rasanya ingin menelan temanya itu.
"terimakasih kei. semoga mulutmu bisa diam tak bersuara dalam seminggu" ucap ketua hu jie sembari menaiki kuda.
"kau mengutukku jomblo abadi ? eh bukan, maksudku orang baru yang melepas kejombloannya." sembari tersenyum.
ketua hu jie tersenyum mematikan. "ku dengar sekali lagi kau berkata omong kosong, lihat saja hidupmu tak akan tenang" balas ketua hu jie. memang temannya itu sering menggodanya.
ketua hu jie memacu kudanya pergi meninggalkan tempat temanya itu.
sementara itu Yun Mei keluar dengan nampan berisikan dua gelas teh. lalu berdiri di samping suaminya
"apa temanmu sudah pergi ?"
"ya," jawabnya Tampa mengalihkan pandanganya melihat kuda ketua hu jie melangkah pergi.
Yun Mei menatap suaminya. "ada apa denganmu sepertinya kau sangat bahagia ?" tanyanya
Kei mengeluarkan senyumnya sembari menatap istrinya yang membawa nampan berisikan teh dan kue kering. ia mengambil satu cangkir dan duduk di kursi panjang. dan di ikuti Yun Mei.
"ahir nya ada orang yang mampu merobohkan benteng kejombloannya itu" ucapnya setelah itu menyeruput teh hangat.
"ketua hu jie mempunyai kekasih ?" tanya Yun Mei kaget.
"benar.."
"wahh.. aku jadi sangat penasaran siapa wanita itu." ucap Yun Mei sembari meminum teh satunya.
"aku pun sama"
****
di kediaman jendral weizhe.
Wen dan kakek wuyu bergegas masuk ke dalam.
"Wen kau sudah sampai," ucap xiuying saat melihat kedatangan Wen dan kakek wuyu.
"kakek, periksalah kakak iparku" pinta xiuying.
kakek wuyu mendekat lalu memeriksa denyut nadi Della. kakek wuyu tersenyum tipis, "berikan daun kuning pelangi dan daun kualus" ucap kakek wuyu.
xiu Ying memberikan daun kuning pelangi kepada kakek wuyu "ini kek, tapi untuk daun kualus masih di cari oleh ketua hu jie"
kakek wuyu mengangguk paham, "baiklah, kita tunggu dia kembali" ucapnya santai.
"Kakek, sebenarnya kakak iparku sakit apa ?" tanya xiuying.
kakek wuyu duduk di korsi, "dia hanya perlu beristirahat banyak, dimana suaminya aku ingin berbicara dengannya"
"kakakku saat ini sedang menjalankan tugas negara di perbatasan" jelas xiuying.
"apa dia seorang jendral ? diperbatasan mana ia berada ?"
"perbatasan Utara,"
kakek wuyu menganggukkan kepalanya pelan sembari mengelus janggutnya yang putih panjang.
"baiklah, jika itu nanti biar aku menulis surat untuknya"
"Nona, aku telah mendapatkan tanaman herbalnya" ucap ketua hu jie, dengan langkah yang lebar ia masuk ke dalam kamar.
semua orang menatap ketua hu jie.
"baguslah," xiuying meraih kotak kayu yang di berikan oleh ketua hu jie lalu memberikannya kepada kakek wuyu.
"bisakah kalian keluar dulu, aku tidak bisa di ganggu dalam meracik obat ini" pinta kakek wuyu.
seketika mereka keluar ruangan. sebenarnya kakek wuyu tak masalah dengan adanya orang saat ia meracik obat. hanya saja ia tak munggin melihatkan sihir di depan mereka.
kakek wuyu segera meracik obat itu lalu di tambahkan mantra yang di ajarkan oleh situs kepadanya.
tak membutuhkan waktu lama ia telah usai meracik obat. kakek wuyu tersenyum. lalu ia mengarahkan ramuan itu di dahi Della dengan membacakan sebuah mantra. sebuah sinar putih kehijauan keluar dari dahi Della kau perlahan memudar.
setelah selesai mengobati kakek wuyu memeriksa denyut nadi Della, setelahnya ia mengangguk pelan.
"huh. untung aku berhasil. Situa lihat aku masih mampu melakukanya"
setelah selesai kakek wuyu membuka pintu seketika mereka menghampirinya.
"kakek bagaimana keadaan kakak iparku ?" tanya xiuying.
"dia baik-baik saja, sebentar lagi dia akan sadarkan diri"
seketika xiuying masuk ke dalam kamar menengok kondisi kakak iparnya itu dan di ikuti gen dan ketua hu jie.
Della mengerjapkan matanya, rasa pusing menghantam di kepalanya.
"uh.." ia berusaha membuka matanya.
"kakak kau sudah sadar ?"
"Nona, kau sadar ?"
"cepat ambilkan air putih,"
Suara itu mulai masuk ke dalam telinga Della,
ia berusaha bangun dan di Bantu oleh xiuying.
"dimana ini ?" ucapnya yang belum sadar pengelihatan sepenuhnya.
"dikamar kakak" jawab xiuying.
"min, peeni, tolong jamu kakek wuyu" perintah xiuying kepada pelayan.
"baik nona muda"
seketika pelayan itu keluar dan mencari kakek wuyu namun mereka tak menemukanya.
"min, gimana ini kakek wuyu tidak ada," keluh si peeni yang memiliki badan sedikit gemuk.
"kita lapor ke nona muda,"
seketika mereka menemui xiuying.
"Nona, gawat. kakek wuyu menghilang !" ucapnya sembari panik.
##β##
Hai semua apa kabar...
kita berjumpa lagi..
Maafkan author yang jarang up date ini..π
author mau kasih kabar nih buat kalian..
untuk beberapa saat ini novel magic priencess belum bisa up date di karenakan author harus fokus dulu ke skripsi yang tertunda... π
tapi tenang.. walaupun author lagi fokus ngerjain skripsi, author usahain deh jika ada kesempatan waktu longgar author akan sempetin up date..
so..
harap bersabar dan pantengin terus novelnya..π
jika ingin sharing atau tanya sesuatu silahkan tanya di grup juga bisaπ
selamat malam.. dan beristirahat..ποΈ