MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
DEWI



matahari kini sudah menerangkan bumi dengan sempurna hingga panasnya pun sudah terasa. disisi yang bersamaan seorang lelaki terus memacu Kudanya menyelusuri padang Rumput yang hijau.


" Tuan. Bukankah itu kudanya Nyonya " Gen menunjukkan arah kuda itu berada.


" Kau benar Gen. Itu kudanya " Seketika mereka menghampiri kuda tersebut.


Gen turun dari kudanya.


kemana perginya. apa dia masuk kedalam hutan ?.


wajahnya sudah mengkerut memikirkan hal apa yang akan terjadi bila Della masuk ke dalam hutan.


ia segera menaiki kuda dan memacunya masuk kedalam hutan. Gen masih setia mengikuti tuannya.


"Tuan. apa benar Nyonya akan masuk kedalam hutan seperti ini ? "


" Diamlah dan cari dia sampai ketemu. "


ucap junjie yang tak ingin diusik. hatinya gelisah.


GROARRR !!!


seketika mereka terhenti mendengar auman yang begitu menggemung.


" Gen ! Kesana kita lihat apa yang terjadi ! "


mereka terhenti dan terkejut melihat kejadian di depan mata mereka.


disana terdapat sebuah singa yang besar sedang bertarung dengan sebuah beruang.


sungguh hal yang menarik bertemu hewan buas di pinggiran Hutan. penyambutan yang luar biasa.


batin junjie sembari mengamati pertarungan mereka.


" Tuan i.tu Singa ! tapi mengapa besar sekali. tubuhnya dua kali lipat lebih besar dari singa pada umumnya. "


" Benar. itu bukan sembarangan singa. sementara kita amati mereka "


singa dan beruang itu terus bertarung. dengan sengit. terlihat beruang itu sedikit kualahan menghadapi sang singa.


" Tuan. apa yang harus kita lakukan "


" tunggu sampai selesai. "


mereka masih menyaksikan pertarungan itu dari kejauhan.


pertarungan itu ahirnya selesai dan di menangkan oleh saang Sringa raksasa.


saat beruang itu sudah tak bergeraak. tiba-tiba sang Singa berubah wujud menjadi manusia rambutnya panjang ada mahkota kecil mengikat di rambutnya berbentuk kepala singa serta memakai jubah berwarna silver dan berkombinasi abu tua.


" sudah puas menontonya " ucap sang singa yang meresakan kehadiran mereka sendari ia bertarung.


hal itu sontak membuat mereka tertegun dan keluar dari sembunyian.


" kami mohon maaf telah lancang mengganggu anda Tuan, kalau begitu kami akan pergi " ucap junjie berhati-hati. ia tidak dapat sembarangan menyinggung orang di hadapannya. mereka membalikan badannya dan meninggalkan orang itu. namun sayang orang itu tidak akan melepaskan mereka dengan semudah itu.


" berhenti atau nyawa kalian sebagai gantinya. " ucapan nan arogan itu mampu menyentak hati junjie.


ia terhenti. orang itu datang menghampiri. langkah dan sorot matanya tak terbaca.


" kalian. harus membayar apa yang kalian telah tonton. " ucap lelaki itu sembari menerang junjie dan Gen secara tiba-tiba.


sontak Junjie dan gen menghindar dengan cepat. serangan lelaki itu sungguh lihai walau hanya menggunakan tangan kosong hingga membuat junjie dan gen sedikit kualahan.


mereka terus bertarung. serangan demi serangan lelaki itu berikan bertubi-tubi tidak memberi kesempatan junjie dan gen untuk menyerang.


Dia terlalu kuat. jika di teruskan akan berakibat fatal. harus membuatnya bersepakatan. batin junjie sembari menghindari serangan.


" tuan. ini bisa di selesaikan secara baik-baik " ucap Gen menagkis serangan dari orang itu.


" Benar tuan. ini bisa di selesaikan dengan cara baik. kita tidak sengaja melihat tuan bertarung dengan beruang itu. "


" mencari alasan rupanya. aku tak percaya dengan kalian. para mata-mata ! "


lelaki itu terus melakukan penyerangan terhadap junjie dan gen.


hingga sebuahbanak panah meleset melewati di antara mereka.


CAP.


CAP.


CAP.


tiga anak panah menancap di batang pohon. dan sontak mereka terhenti.


" Awass !! " sorak Gen melihat anak panah meluncur kearah mereka.


***


Kuak ! kuak ! Kuak !


suara burung berterbangan dari dahan pohon. suara raungan terdengar menggelegar di udara.


Della dan sang rusa saling berpandangan.


" Cana. kau dengar itu ?" tanya della menghentikan latihannya.


" Siapa Cana ? " ucap rusa.


Della memutar bola matanya jengah.


" apa tuan mengganti namaku ? "


" tidak. aku terlalu malas memanggil namamu kepanjangan. aku ambil dari nama belakangmu " Ken.Cana "


" Sekarang ayo kita lihat apa yang terjadi di sana " ucap Della sembari melangkahkan kakinya.


" Artc. "


seketika burung phionix berwarna biru datang menghampiri.


" Tuan. " panggil Cana saat tuannya telah menaiki Artc.


" Ada apa. "


" saya tidak bisa berjumpa dengan orang lain selain Tuan. "


" baiklah kau bisa pergi " Della mengeri maksud dari rusa tersebut. wajar dia adalah seekor hewan mitos dan sangat jarang menunjukan diri. harga dirinya terlalu tinggi bila untuk di lihat orang biasa saja.


" Ikuti suara gaduh disana " ucap della sembari menunjukan jarinya.


Artc terbang membentang hutan.


" Tuan sepertinya ada peperangan disana. antara Singa dan beruang. tapi ada juga beberapa manusia disana yang menyaksikan."


"hehehe. Menarik. Mari kita lihat. " sembari tersenyum menyeringai.


mereka turun mengamati. Artc berubah menjadi kecil dan bertangkar di ranting pohon. sedangkan Della duduk di dahang pohon sembari mengamati pertarungan tersebut.


pertarungan yang tidak seimbang. batin della sembari melihat sedikit jengah. dan sesuai tebakannya Pertarungan di menangkan oleh Sang Singa.


" hah. sangat membosankan." ucap Della sembari bersandar di pohon.


Seketika matanya terbelalak tatkala Singa itu berubah menjadi manusia. begitu. Tampan.


" Sudah puas menontonnya "


ia sedikit tertegun. apa dia menyadari kehadiranku. Seketika Della menoleh dan hendak turun. namun langkahnya terhenti ketika seseorang muncul dari persembunyian. ia terkejut saat mengenali siapa orang yang muncul itu.


Junjie ? Gen ?


kenapa mereka bisa berada disana ?


Dia mendengarkan ucapan mereka dan ia terkejut ketika tiba-tiba orang itu menyerang mereka. " Awas. " ucap della namun suaranya melemah saat ia menyadari adanya orang lain lagi di antara mereka. ada sekitar tiga orang.


mereka bersembunyi di atas pohon mereka membawa panah dan wajah mereka di tutupi dengan kain.


mereka telah siap meluncurkan anak panah ke tiga orang yang sedang bertarung.


" Tuan. Panah itu beracun ! " ucap Artc


" Beracun ? mereka harus di hentikan ! " Delle hendak turun namun.


WHOSSSS !


panah itu melesat kearah tiga orang yang sedang bertarung.


matanya terbelalak. Junjie !


ia bisa bernafas lega ketika mereka dapat menghindari anak panah itu.


mereka harus di bereskan !


WOSSS


anak panah kembali melayang ke arah mereka.


" Awas Tuan ! " teriak Gen.


Cap.


"AAghhhh !" panah itu berbalik arah dan mengenai sang pemanah.


BRUKKK.


tiga orang pemanah itu jaruh tersungkur di tanah dengan panah menancap tepat di jantung mereka.


Gen serta yang lainnya hanya terdiam heran melihat kejadian itu. ini sangat aneh bagi mereka. Bagaimana bisa anak panah itu berbalik arah saat sudah hampir mengenai mereka.


" ini..." Gen masih tak sadarkan dengan apa ia barusan lihat.


seketika orang berjubah Silver itu melihat kearah Della. mata mereka saling bertemu.


Deg.


wajah sang lelaki itu sedikit terkejut.


Dia..!


Seketika Della mengalihkan pandangannya. dan berlalu pergi begitu saja.


" Dewi ! " ucap sang singa menyusul kearah Della pergi.


Aku yakin itu pasti dia. Dia telah kembali. Dia telah kembali.


"Dewiku,"


*****


Jangan Lupa Like, comen and vote...😉