MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Pertolongan kakek wuyu



salah satu orang yang terbentur kepohon itu bangun tangannya memegang erat pedang dan mengangkat pedangnya dari arah belakang Della.


Mati kau ! ucapnya dalam hati. sembari mengangkat pedang mengarahkanya ke Della dari belakang.


Crassss !


"Agghh !"


Darah mengalir dari empunya.


"Kakak !" teriak xiuying.


Gen langsung mendekat. "apa yang terjadi ?" matanya langsung terbelalak mendapati tanah yang ia pijak berlumuran darah segar.


"kau tak apa Nyonya" tanya Gen setelah sadar, ia mendapati tuanya itu terlihat sangat syok.


"kakak, kau tak apa ?" tanya xiuying sembari bergegas turun dari kereta kuda.


Della masih syok ia melihat kedua tangannya.


"A-aku mem.mbunuh orang. Tanganku." Sihir ini bagaimana bisa ?. ucapnya dalam hati lemas sembari bergetar. ia melirik orang yang tergeletak di tanah dengan bersimbah darah.


"Nyonya,, apa kau baik-baik saja ?" Gen mencoba bertanya lagi.


Della masih bergetar. Ba.bagimana mungkin.


Uhuk !


Ia terbatuk dan mengeluarkan darah. Darah ?.entah megapa rasanya tubuhku begitu lemas tak bertenaga.


Syut. pandangan Della mulai kabur.


"Kakak ipar," ucap xiuying kawatir sembari memegang Della supaya tak jatuh.


"Gen cepat kita harus pulang, dan segera panggil tabib"


ucap xiuying sembati menuntun Della memasuki kereta.


setelah mereka telah memasuki kereta, dengan segera Gen memacu kuda-kuda tersebut dengan cepat.


sesampainya di kediaman jendral weizhe.


"Pelayan cepat panggil tabib !" teriak Gen "Kau panggil ketua hujie kemari" menujuk salah satu bawahannya.


"Baik tuan"


"Nona, biar saya bantu bawa Nyonya ke dalam" ucap Gen saat melihat Della tak sadarkan diri.


"Kau urus dulu orang di dalam kereta itu biar kakak ipar dengan yang lain !" elak xiuying sembari menunjuk arah dalam kereta, tanganya masih menyandarkan tubuh Della yang tak sadarkan diri.


Cih. sungguh merepotkan. batin Gen menatap orang yang terikat tak sadarkan diri di dalam kereta.


"Nona muda, apa yang terjadi ?" tanya ketua hu jie saat tiba.


"ah, ketua hu jie, bantu aku bawa kakak ipar kedalam, cepat !" sahut xiuying.


ketua hu jie membalakan matanya terkejut ketika melihat wanita yang ia kagumi tergelak tak sadarkan diri.


"serahkan padaku, tabib cepat panggil tabib" ucapnya panik dan langsung menghampiri. ia membopong Della hingga ke dalam dan membaringkannya di tempat tidur.


"Tabib, cepat periksa kakak iparku" ucap xiuing ketika sang tabib datang. Tabib itu segera memeriksa Della yang terbaring di tempat tidur. wajahnya mengkerut serius saat memeriksa denyut nadi.


"Apa yang terjadi kepada kakak iparku ?" tanya Xiuying kepada tabib.


raut wajah tabaib itu serius.


Ini sungguh aneh, sulit di jelaskan penyakitnya ini tak bisa di jelaskan !. bagimana bisa aku tidak mendeteksi penyakit di dalamnya.


"Ini sangat sulit, aku tidak bisa mendeteksi penyakit dalam tubuhnya," gumanya pelan namun dapat di dengar oleh xiuging dan ketua hujie.


"Bagaimana bisa ?!" xiuying seketika kaget. "tabib Gu kau tak berbohongkan ?"


"Nona muda, kau tahu persis bagaimana diriku selama ini dalam mengobati, mana mungkin hamba berani berbohong" jelas tabib Gu


Xiuying terlihat gelisah.


"Tabib Gu, bagaimana keadaan istri tuan muda" Gen tiba-tiba masuk dengan sedikit berlari.


Terlihat tabib Gu sedikit terkejut saat mendengar ucapan Gen. Dia adalah Istri tun muda ? kapan tuan muda menikah ?. ucapnya dalam hati.


"tuan Gen, maaf hamba tidak bisa mendeteksi penyakit yang dialami Nona ini, aliran darahnya sangat rancau dan denyut nadinya juga melemah."


Gen berfikir keras. seketika ia teringat pertemua dengan kakek wuyu tadi di pasar. "tanaman herbal daun kuning pelangi dan kualus !" ucapnya sepontan.


xiuying, ketua hu jie dan tabib Gu seketika menatap ke arah Gen.


'apa yang dimaksud kakek wuyu ada sangkut pautnya dengan ini ?. tidak salah lagi ! benar tanaman langka itu !' batin gen yakin.


"Nona, sepertinya yang di katakan kakek wuyu itu kemungkinan besar bisa menyembuhkan Nyonya sekarang,"


"Apa Yang kau maksud adalah tanaman herbal daun kuning pelangi dan daun kualus itu ?" tanya xiuying saat teringat percakapan mereka dengan kakek wuyu.


Ketua hu jie mengerutkan keningnya saat mendengarkan percakapan mereka.


sang tabib Gu sedikit terkejut ketika mendengar tanaman herbal yang langka itu.


"tak masalah dengan tanaman herbal daun kuning pelangi, tapi bagaimana denga tanaman daun kualus itu ?" jelas xiuying.


"Nona, tuan, maaf sebelumnya dari mana kalian bisa tahu tentang ramuan langka itu ? dan seperti yang kita tahu tanaman herbal daun kuning pelangi serta tanaman herbal kualus sangatlah langka." tanya tabib Gu penasaran. Karna tak sembarangan orang bisa tahu tentang ramuan langka dan sangat mustahil untuk di dapatkan dan tak sembarangan orang bisa membuatnya.


"ceritanya panjang tabib Gu, yang paling penting sekarang bagaimana kita mendapatkan tanaman kualis itu" jawab xiuying.


"Benar tabib Gu, masalah daun kuning pelangi Nona kami punya dan yang memberi tahu kami adalah seorang tabib tua yang tampa sengaja bertemu di pasar" jelas Gen


"Jangan kawatir tentang tanaman herbal Kualus Biar aku yang mencarinya," tawar ketua hu jie.


Xiuying mengangguk setuju "baiklah ketua hu jie, tapi kemanaa kau akan mencarinya ?"


"tenang saja Nona muda, aku tahu seseorang yang mempunyai tanaman herbal Kualus" jelasnya.


"Semoga saja kau berhasil ketua hu jie" jawab xiuying.


Ahirnya Ketua Hu jie bergegas pergi.


"Nona muda," panggil sang tabib Gu.


xiuying pun menoleh.


"sebaiknya Nona segera mencari orang yang mmemberi tahu tentang ramuan daun kuning pelangi, Kualus. Karna hanya orang itu yang bisa membuatnya" ucap tabib Gu.


"maksud tabib ?"


"Ramuan herbal kuning pelangi dan kualus ialah ramuan yang sangat sulit dibuat, tak sembarangan tabib bisa membuatnya kecualli dan di kerajaan ini hanya segelintir orang yang bisa membuatnya. dan di antara segelintir orang itu sudah ada yang meninggal. Hanya orang yang bisa membuat ramuan itulah yang mampu menyarankan ramuan tersebut"


Jelas Tabib Gu panjang lebar.


"Jadi, kita harus menemukan kakek wuyu baru bisa membuat obat untuk kakak ipar ?"


"Benar Nona" jawab tabib Gu


"Biar aku saja yang mencari kakek wuyu," sahut Gen


"Gen, aku ikut" ucap xiuying.


"lebih baik anda menemani Nyonya, Nona. biar saya saja dan menyigkat waktu"


ucap Gen.


"Benar Nona, lebih baik anda menemani nyonya disini" sahut tabib Gu.


"Kalu begitu saya pergi sekarang" ucap Gen lalu beranjak pergi. saat di halaman Gen segera menaiki kudanya dan memacunya dengan cepat.


"Semogga kakek wuyu masih di tempat obat itu" Gen terus memacu kudanya dengan cepat.


Sekitar Sepuluh menit ia memacu kuda, ia melewati jalan dimana saat mereka di kepung, jalan itu terlihat bersih tak terlihat orang yang terkapar di tanah dan hanya menyisakan bekas darah yang mengering di tanah.


Hiya !


Seru Gen. memacu kudanya lebih cepat.


saat sampai di pasar. ia sedikit mengurangi laju kudanya. ia segera menuju toko penjualan obat yang terahir mereka kunjungi.


setelah sampai ia segera turun dan langsung masuk kedalam.


ia mencari sosok kakek wuyu disana. tidak ada !.


Ia bergegas ke arah sang penjual.


"Maaf apa anda melihat seorang kakek yang membawa karanjang berisi obat ia memakai tudung di kepalanya" ucap Gen.


penjaga toko itu langsung paham.


"apa anda mencari kakek wuqu ? ia sudah pergi sekitar 10 menit yang lalu" jelas sang penjaga toko.


"Bukan. bukan kakek wuqu, tapi kakek wuyu yang menjual obat ke sini"


"maaf tuan tapi hanya kakek wuqu seorang kakek-kakek yang menjual obat kesini selain itu tidak ada kakek yang lain yang menjaul obat kesini " jelas sang penjaga obat.


"baiklah terimakasih atas beritanya" ucap gen setelah itu berlalu pergi.


Ia keluar toko obat itu dengan wajah yang serius.


"Harus mencari kemana lagi kakek itu," ucap Gen sembari membuang nafas lelah.


"Anak muda. Kau mencariku ?"


Seketika Gen membalikan badanya.


"Kakekk Wuyu !"


Kakek wuyu tersenyum. Tersenyum seakan ia tahu bahwa lelaki itu akan datang mencarinya.