MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Episode 35



Nyonya Zhu masih terdiam. ia melirik ke arah Junjie. ini bukan hal umum untuk di bicarakan.


junjie menuadari tatapan nyonya zhu. "baiklah, kalian bicara dulu saya undur diri untuk melihat situasi di luar" seketika junjie keluar meninggalkan mereka.


nyona zhu segera duduk di samping anaknya "Liontin itu dibawa situa. tepat setelah umurmu 20 tahun ia meminta agar dirimu mengambil sendiri dari tanganya."



Situa ? berarti. saat ini liontin itu berada di bukit bintang. sebenarnya apa sepesialnya liontin itu hingga di incar orang-orang.



"Ma, apa aku harus pergi untuk itu ?. kenapa situa tidak membawaya kemari saja situa itu dan langsung membetikannta kepadaku ?"


Nyonya Zhu menghelai nafas "jika itu bisa, dari dulu ayahmu akan menawar situa itu. tapi ia mempunyai alasan yang tak bisa di patahkan."


"alasan apa itu ?"


nyonya zhu menggeleng pelan. "entahlah, hanya ayahmu dan situa yang tahu akan hal itu, pernah beberapa kali ibu menanyakanya tapi ayahmu masih bersikukuh tak mau mengatakannya"



ah. kenapa keluarga ini begitu banyak misteri... sih. sepertinya aku harus berkerja lebih keras untuk mengetahui semua ini. terlebih lagi memori memori lingxiu yang belum ku ketahui semuanya. dan bila sekali muncul rasa sakit di kepala tak bisa di anggap enteng.


"Xiu'er," seketika mereka menoleh. Tuan zhu dan beberapa orang datang ke kamar Della.


"bagimana keadaan diluar ?" nyonya zhu langsung bertanya.


"tenang saja semuanya sudah membaik, berkat anak jendral yang sigap tentang segala hal jadi semua masalah cepat teratasi"


"syukurlah. terimakasih nak junjie telah membantu kami"


"tidak nyonya zhu, kami hanya anti sipasi saja"



"bagimana keadaanmu nona Xiu"


"sudah baikan jendral, trimakasih telah menghawatirkanku" sambil tersenyum.


"syukurlah,"


"jendral, bisa bicar sebentar dengan kalian berdua" tuan zhu berdiri menghampiri.



Diruangan kerja tuan zhu.


"ada apa ?" jendral mengawali


"seperti yang kamu lihat barusan, putriku dia bukanlah seperti orang pada umumnya, maka aku tanya sekali lagi pada kalian, tentang keputusan yang kalian ambil, Dia anak perempuanku satu satunya, dan dia terlahir istimewa, namun nyawanya terancam,"


"keputusan saya sudah tetap tuan zhu," junjie menjawab dengan yakin


"dia berbeda dengan yang gadis pada semuranya,"


"aku terima kekurangan ataupun kelebihanya tuan,"


"dia sangat rapuh"


"aku akan menjaganya,"


tuan Zhu terdiam sesaat.


"dengan kejadian barusan kamu akan mengetahui bagimana kehidupan yang akan kalian jalani,"


"aku akan melindungi dia"


anak muda kamu sangat bersikukuh mengingginkan anakku, sebenarnya kamu menginginkan apa pada dia.


"Baiklah, aku terima semua alasanmu, tapi sekali saja kamu membuat dia menangis maka aku akan mengambilnya kembali"


Tok Tok Tok.


"Tuan, nyonya telah menunggu diruang makan"


semua orang menatap ke arah pintu.


"sepertinya kita berbicara terlalu lama dan mengabaikan mereka, mari kita sudah ditunggu." Tuan Zhu menyilahkan mereka untuk ke jamuan. mereka berjalan dengan diam. tak ada yang berbicara.



nyonya Zhu menunggu dengan gelisah,


"Zian, coba kau panggil mereka kemari"


Zian bergegas berdiri, tepat ia membalikan badan mereka telah datang.



berbeda dengan Della, pikirannya saat ini penuh dengan pertanyaan-pertannyaan yang menggunung. ia makan tidak terlalu jenak.


apa yang harus aku lakukan untuk mengetahui ini semua, dengan sifat tuan Zhu yang keras kepala tidak akan mudah untuk menguak persyaratan dengan situa itu. di tambah lagi pernikahan dilakukan tiga hari setelah acara ini ! dan itu bertepatan dengan ulangtahun Lingxiu, ini sungguh gila. menikah dengan orang yang baru kenal. ini sungguh-sungguh gila! dan wajahnya dan sifatnya sangat mirip dengan tuan muda Adarsya yang sok kenal itu. ah. aku harus bagimana! Tuhan ! aku ingin kembali keduniaku ! ini terlalu gila untukku!


Della melirik kearah tuan Zhu, terlihat ia sedang berbicara dengan mudah raut wajahnya tergambar kebahagiaan.


lihatlah bagimana bisa anda begitu ceria dan tanpa beban seperti tak pernah menyimpan sebuah rahasia besar,


sebenarnya apa yang kau rencanakan tuan Zhu. rahasia besar apa yang kau simpan. aku sungguh salut dengan dirimu yang begitu apik memutar sebuah keadaan menutupi rahasia dibalik keramahanmu.


"Xiu'er" seketika Della tersadar.


"e.eh iya ma,"


"apa masih tidak enak badan ? sendari tadi kamu terlihat melamut terus?"


"enggak kok ma, xiu'er baik-baik saja"



acara jamuan makan itu, telah selesai, mereka masih melanjutkan berbicara dan berdiskusi, entah apa yang mereka bicarakan dan apa yang mereka diskusikan, hingga memakan begitu banyak waktu. Della terlihat jengah ingin rasanya ia pergi beristirahat.


"ma,"


"ada apa Xiuer"


"aku mau kebelakang sebentar saja, boleh ya"


"baiklah, hati-hati"


setelah mendapatkan persetujuan Della bergegas undur diri.


Junjie menatap Della yang keluar. mau kemana dia ?.



Della berjalan keluar, sesampainya di halaman ia membuang nafas lega. ahhh. ahirnya bisa keluar jugaa. meregangkan otot tangan. ia terus berjalan kearah halaman depan. melihat ke kanan ke kiri.


ada beberapa penjaga di halaman.


penjagaan dirumah ini sepertinya bertambah. sebenarnya kekacuan seperti apa yang terjadi tadi. aku penasaran dengan orang-orang yang membuat kekacuan tadi. seperti apa wajah mereka. hingga menginginkan tubuh ini dan liontin kehidupan. kenapa Lingxiu tidak boleh bertemu dengan mereka kenapa harus bersembunyi dari mereka selagi bisa menghadapinya.


"Ehem."


seketika Della terlonjak dan menoleh kebelakang. "ka.kau. kenapa kau disini"


junjie berjalan mendekat "seorang perempuan berjalan jalan sendirian malam hari apa tidak takut ?"


iys. orang ini. sekali saja tidak membuntutiku kenapa sih.


"Kenapa harus takut dirumah sendiri"


"kau benar"


wanita ini, benar-benar susah sekali di dekati. baru sekali ini aku menemukan wanita yang super cuek sekali.


Della berjalan pelan meninggalkan junjie baru beberapa langkah ia terhenti. lalu membalikan badan.


"kau. ikut i aku" lalu melanjutkan jalan lagi.


wanita ini. sungguh tak bisa ditebak maunya.


Della menoleh kebelakang. "buruan. kenapa masih diam disitu." lalu melanjutkan jalan lagi.


ah. Nona desainer. nona desainer. menggelengkan kepala pelan sembari tersenyum lalu mensejajarkan langkah.


Dia masih diam dan tak bicara apa pun. sungguh wanita susah untuk dimengerti.



mereka berhenti disebuah gazebo halaman timur, dengan beberapa penerangn di halaman terlihat suasana yang berbeda.


ini bagimana aku harus mengawalinya. aku harus mendapat jawaban atas semua ini.


"kamu," Della sembari menoleh kearah junjie. "kamu, bagimana untuk menjelaskan semua ini ?"


junjie mengangkat sebelah alisnya.


"hal apa yang sedang kau rencanakan ?"


junjie tersenyum menyeringai mendengar pertanyaan dari della.


wanita ini, ternyata cerdik juga.


junjie mengikis jarak diantara mereka. ia meraih dagu Della.


"kamu. mau mendengar darimana dulu. Nona. Desainer ?"