
"Apaaa ?!" ucap Situa kaget. "korden kesayangan kuuu ! teriak Situa menangis tak kuasa..
sedangkan yang lainya..
sedang asyik menonton Situa yang di jerat oleh muridnya sendiri.. mereka bagai menonton Opera dan tertawa terbahak bahak. sungguh mereka menikmati tontonan langka ini. hahahaha..
setelah kejadian itu mereka bertiga [Della, Situa, Kakek Wuyu] berbincang menjelaskan apa yang terjadi.
"jadi kau adalah murid yang ahli dalam pengobatan ? pantas saja anda menjual berbagai obat" jelas della "dan hubungan kalian dengan Artcvic ?"
"emt, itu sebenarnya hewan milik guru kami, dia yang bertugas mengawasi kami semua dan asal kau tahu sebenarnya si burung bebek itu dia sangat pemilih dan sangat sombong, dia baik jika ada maunya saja." jelas kakek wuyu sengit.
situa hanya diam dia masih menikmati ayam yang mereka bakar dadakan. dia memang hobi makan.
"lalu dengan pedang Erlac ?"
"pedang erlac ?" tanya kakek wuyu "pedang apa itu ?"
"kau tak tahu ?"
"aku baru dengar darimu, dimana kau bertemu pedang itu ?" jawab kakek wuyu sembari menuangkan secangkir teh.
"di gua jantung hutan bintang. disana pula aku bertemu dengan Artcvic"
situa terhenti mendengar perkataan Della. ia teringat pesan gurunya. suatu saat aku akan kembali setelah pertapaanku selesai cari aku di goa jantung bintang. Erlac kunci dan fire adalah gembok mereka tak bisa dipisahkan. namun kutukan merubah segalanya. pecahkan kutukannya kebenaran akan terungkap.
setelah mengatakan itu ia pergi meninggalkan Situa.
"Eralc adalah kunci dan Fire adalah gembok. pecahkan kutukannya kebenaran akan terungkap" uap situa
mereka meneoleh mendengar perkataan situa.
"kau tahu tentang itu ?" tanya della.
"Erlac adalah kunci dan Fire adalah gemboki. pecahkan kutukannya kebenaran akan terungkap. itu kalimat terahir guru kepadaku, aku tak tahu maksud perkataan dari guru. telah lama aku mencari Erlac dan Fire ku kira mereka adalah manusia tapi ternyata pedang, pantas saja tidak ketemu dan konyolnya itu berada di goa jantung gunung bintang"
dela dan kakek wuyu mendengar penjelasan Situa dengan antusias.
"lalu bagaimana cara memecahkan kutukannya ? aku sudah mempunyai pedang erlac dan dia selau bersamaku apa perlu aku memanggil dia dan berbicara kepadanya mngkin ia tahu mengenai hal itu ?"
jelas dela antusias. dan kakek wuyu dan Situa hanya memandang heran. berbicara dengan pedang apa dia gila ?
"sepertinya kau urungkan niatan mu itu, dan jangan bercanda soal berbicara dengan pedang. selama bumi di ciptakan hingga sekarang tak ada yang bisa berbicara dengan benda mati" sahut kakek wuyu sembari tertawa.
"tapi dai benar bisa berbicara !"
"hahaha jangan konyol penerus kecil" sahut Situa
"aku tidak bercanda dia bisa merubah wujd menjadi manusia !" jelas della
kakek wuyu dan Situa tertawa terbahak-bahak "berubah menjadi manusia dan bisa berbicara wkwkwk ? coba kau panggil dia" sahut Situa
della sedikit jengkel karena mereka tak percaya dengan perkataannya dan dia mengeluarkan Pedang erlac. semua terdiam melihat pedang Erlac, pedang berkombinasi warna biru itu sangat cantik.
"apa itu pedang erlac ?" tanya kakek dengan mata kagumnya
Della menganguk.
sedangkan Situa terdiam sorot matana seperti tersihir aura pedang itu menginggatkan akan sosok gurunya. tampa sadar ia menjatuhkan air matanya. semua orang terperanjat akan Situa yang tiba-tiba menitikan air mata. ini pertama kalinya mereka melihat Situa menitikan air mata. semua orang masih terdiam dengan yang suasana tiba-tiba berubah sendu itu.
"ada apa denganmu Situa ? kau terlihat sangat sedih hingga menitikan air mata apa kau tertarik dengan pedang ini ?" ucap della membuyarkan situasi sendu Situa. seketika situa tersadar. "tidak.kau lanjutkan saja, suruh dia berubah menjadi manusia." jawab situa yang menghilangkan kecanggungannya.
"Erlac berubahlah menjadi manusia," ucap della namun tak ada perubahan sedikitpun pada pedang erlac. situ dan kakek wuyu masih menunggu dengan diam mereka melihat della dengan tatapan datar.
"erlac munculkan wujud manusiamu. apa kau tak mendengarkanku ?"
"Erlac."
"Erlac." tak ada perubahan.
"sudahlah jangan memaksa mungkin pedangmu tak bisa mendenar. hahaha" ucap kakek wuyu dan mereka tertawa.
"diam ! Erlac dia bisa berubah. biasanya dia sering berubah menjadi manusia ! " jelas della yang tak mau di anggap bercanda.
"maka tunjukan..." ucap situa sembari memakan kacang. mereka masih melihat della sembari memakan kacang.
"erlac !"
"erlac ! jangan pura-pur tuli kau !"
"erlac!"
della sudah naik pitam. karena erlac tak mau memunculkan dirinya menjadi manusia. janganan merubah wujud menyahut perkataanya saja tidak ia lakukan.
Hingga ahirnya Della kesal ia menjatuhkan pedang erlac dengan kasar ketanah.
"terserah kau dasar pedang busuk !" gerutu della.
sedangkan Situa dan kakek wuyu tertawa terbahak-bahak.
"terus saja sana tertawa itu tidak lucu !"
"sudah ku bilang mana mungkin sebuah pedang bisa berubah wujud menjadi masusia." sahut kakek wuyu.
"tapi aku tidak bohong ! dia benar-benar bisa berubah menjadi manusia !"
"ya.ya. aku percaya padamu." ucap situa sembari menahn tawna.
della membuang nafas jengkel ia mengambil pedang erlac lalu menyahut satu piring ayam bakar di meja. ia memakanya dengan kesal.
awas saja kau erlac ! kau keterlaluan !
"sudahlah kita lanjut pembahasan mengenai kutukan itu" ucap situa yang mendadak seius.
"jika erlac berupa pedang lalu fire berupa...?"
"fire berupa pedang juga," sahut della sembari menyomol paha ayam, ia sudah tidak memperdulikan imagenya.
situa dan kakek wuyu menatapnya.
"erlac yang memberitahuku, dia bilang pedang fire adalah pasanganya. dia berada di hutan kabut dan dia menyuruh mencarikan pasangannya" jelas della dengan cuek ia masih menikmati ayam bakar itu. ini sangat enak pantas saja situa sangat suka dengan ayam bakar ini.
"hutan kabut ?" ucap situa dan kakek wuyu kaget dan saling pandang.
"iya. memang kenpa ? kita hanyapergi kesana mencari pedang fire maka masalah selesai bukan ?" ucap Della dengan santai.
terlihat wajah kakek wuyu dan Situa serius.
"ada apa ?" tanya della heran denan ekspresi mereka.
"hutan kabut adalah hutan racun, murid berambisi" ucap situa.
della terdiam.
"sangat tidak mungkin masuk kesana" ucap situa
"kenapa ?"
kakek wuyu meletakkan cangkirnya "dulu hutan itu tidak beracun, namun setelah ia menyeang guru dia membuat jebakan di setiap hutan, menyihir tanaman biasa menjadi racun, hingga semua murid yang masuk kesana mereka akan terkena racun, tak hanya kami tapi manusia biasa juga menjadi korban akan perbuatannya."
"tapi bukankah kakek wuyu adalah murid yang ahli pengobatan ? jika kita pergi bersama anda bisa menawar racun itu bukan"
Situa menggeleng pelan "tidak semudah itu, sangat berbahaya jika Wuyu iku kesan, karena Dia juga mengincar si Wuyu, nyawanya pernah hampir melayang karenanya. di murid yang berambisi dan juga terpintar diantara mereka"
"lalu.. bagaimana kita bisa menemukan pedang fire ?"
"ada satu cara" sahut situa.