MAGIC PRINCESS

MAGIC PRINCESS
Rumah Situa II



situa melihat kearah Della yang


berjalan ke sana kemari yang menghiraukan perkataanya.


"ehem... Lingxiu."


"penerus kecil kau mendengarkan


ku ?"


Della masih tak menggubris dan masih


asik dengan ke senagganya melihat pemandangan begitu indah


Situa : sepertinya telah salah aku


mengajak dia ke halaman belakang.-_-...


para pengikut Situa : hehehehe bagus


nona penerus bagus ! akhirnya ada juga yang bisa membalas situa.. teruskan kami


mendukungmu.. !


****


Mereka duduk di kursi sembari


menikmati secangkir teh dan camilan ringan. "bagaimana, penerus kecil ?


kau masih berhutang banyak sekali kepadaku, kau mau menjawabnya dari mana


?" jelas situa setelah itu menikmati teh merah. sebenarnya situa


mengetahui semua kejadian yang menimpa Della, namun ia ingin mendengar sendiri


penjelasan orang yang sedang bersamanya itu.


Della membenarkan duduknya lalu


menatap situa yang terlihat sangat santai, tenang dan terlihat aura yang sangat


tinggi berbanding terbalik dengan


sikapnya yang pertama kali ia lihat dulu. della menghelai nafasnya, terlalu


banyak yang ingin ia tanyakan hingga membuatnya bingung harus memulai bertanya


dari mana. entah mengapa ia merasa


setelah datang kemari otaknya


seperti terhambat dan tak se encer di dunianya. ia sangat sebal akan itu.


"santai saja, kau bingung bukan


?,tanyakan saja dari awal." ucapnya sembari menyandarkan badannya di kursi


goyang kesukaannya.


 "sebenarnya siapa kau


? bagaimana kau bisa tahu kalau aku bukan Lingxiu yang asli ? apa


hubungannya dengan rusa emas itu ? siapa pedang Erlac ? Artcivc ? tanaman herbal


kualus, daun kuning pelangi, kakek wuyu, Liontin giok bunga kehidupan dan


pangeran ke tujuh kenapa dia ingin membunuh aku ?! maksudnya lingxiu ?!"


tanyanya panjang kali lebar tampa titik koma.


"ternyata kau cerewet seperti


simulut angsa (Zian)" ucap situa masih dengan memejamkan matanya lalu


membuka matanya.


"seperti yang beredar aku hanya


seorang penjaga gunung bintang, dan kau menanyakan burung es, rusa dan pedang


erlac ? tentu saja mereka mengenal diriku,siapa yang tak mengenal diriku di


gunung bintang ini ?." jelas Situa lalu ia menatap ke arah della.


"mau mendengar sebuah cerita


?" ucapnya mendadak mengajukan pertanyaan.


"cerita ?"


Situa mengambil cangkirnya.


"ada pepatah mengatakan jika


kau ingin mendapatkan kesempurnaan maka kau harus melepaskan keinginan,


keserakahan akan melenyapkan mu,


sama halnya dengan sebuah teh jika kau ingin mendapatkan rasa manis maka kau


harus menambahkan gula namun jika kau serakah akan menambahkan gula maka yang


bumi di siapkan untuk manusia bukan


untuk menjadi yang berkuasa melainkan untuk berusaha, bukan tentang siapa yang


pintar atau yang bodoh, bukan tentang yang mampu atau pun tak mampu, bukan pula


yang terkuat ataupun yang terlemah. tanah ini untuk semua mahluk. namun


kehidupan di dalamnya yang membuatnya menjadi kejam bagi yang lemah, menjadi


keji bagi yang tak mampu, menjadi budak bagi yang bodoh.


 manusia memang mahluk cerdas


namun juga serakah, tak kan pernah puas dengan apa yang telah ia capai, selalu


inggin menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. namun juga jangan di salah


faham kan dengan maknanya. keserakahan manusia itu terletak pada bagaimana ia


bisa mengendalikannya atau tidak.


 dulu disebuah pegunungan abdar


ada sebuah kastil, kastil itu bernama kastil abdar abadi. kastil itu milik


seorang   penyihir ia bernama Kuang. Kuang memiliki enam murid semua


diajarkannya sihir, ke enam murid itu memiliki keahliannya sihirnya tersendiri,


dari yang ahli pengobatan, tumbuhan, air, hewan, angin serta racun. semua


saling berkaitan dalam kehidupan. ke enam murid itu selalu membantu Kuang dalam


segala hal mereka juga mendapatkan tugas dari kuang untuk menjaga hutan di


sekitar pegunungan. mereka di tempatkan di belahan hutan yang berbeda-beda.


setiap saat mereka akan melaporkan keadaan hutan yang mereka jaga. suatu hari


Kuang bersemedi ia mendapatkan  sebuah pengelihatan, kabar baik dan kabar


buruk. kabar baik yang ia lihat ialah bahwa suatu ketika akan ada seseorang


yang akan meneruskan kekuatannya namun bukan dari salah satu dari


muridnya.


Setelah selesai bersemedi Kuang


mengumpulkan ke enam muridnya dan memberi tahu akan pengelihatannya.


pemberitahuan tentang pengelihatan Kuang itu ternyata membuat salah satu


muridnya yang berambisi dan berambisi dan termasuk yang paling kuat itu tak


terima apa bila yang meneruskan kastil abdar abadi bukanlah salah satu dari


mereka. Kuang melihat keserakahan dalam diri salah satu muridnya itu. hingga


suatu hari muridnya itu mengajak ke lima temanya itu untuk memberontak kepada


Kuang dengan alasan tidak pantas seseorang luar menjadi penerus kastil Abdar


abadi, dan hanyalah orang dalam yang pantas meneruskanya. Namun semua murid kuang


menolak dengan ajakannya. murid yang berambisi itu menjadi semakin marah dan


benci terhadap mereka. hingga di suatu kumpulan melaporkan keadaan hutan, murid


itu terang-terangan menyerang Kuang, namun ia tak berhasil ia terluka lalu kabur kearah barat.


Setelah kejadian itu Kuang melakukan semedi hingga akhirnya orang yang diramalkan itu muncul. Kuang melatihnya dengan sangat serius ia dan ia mampu menguasai semua sihir itu, dan Kuan memberinya kalung bintang kehidupan. kalung itu adalah sebuah tanda pemilik kastil Abdar abadi dan pewaris semua elemen sihir.


setelah memberikan apa yang seharusnya ia berikan Kuang melakukan semedi abadi di sebuah goa hingga ahir hayatnya. setelah kepergian Kuang murid yang memiliki ambisi itu kembali menyerang penerus baru, ia mendengar tentang liontin bunga kehidupan, dan mencoba merebutnya namun usahanya tak pernah berhasil. penerus baru itu meninggalkan kastil dan memberinya sihir ilusi, tak sembarangan orang bisa melihatnya.


murid yang berambisi itu terus mencari keberadaan penerus baru dan liontin itu namun sampai sekarang tak pernah ketemu. hingga akhirnya ia bertemu salah satu murid dari gurunya itu yang ahli dalam pengobatan. ia menyuruh anak buahnya untuk mengikuti sang ahli pengobatan. hingga ia menemukan bahwa liontin itu berada di tangan sang ahli penobatan.


pada malam harinya murid yang ahli pengobatan itu di serang oleh murid yang berambisi. saat itu murid ahli pengobatan itu sedang menolong di kediaman salah satu bangsawan karna anak sang Mentri terkena racun langka hutan terlarang. seluruh keluarga itu di binasakan, murid yang ahli pengobatan itu berhasil kabur dengan kedua anak bangsawan itu, namun saat dalam pelarian ia di hadang pasukan murid yang berambisi. ia bertahan dan menyerang sekutat tenaga, ia juga harus melindungi kedua anak itu. hingga akhirnya ia terkuak lemas tak berdaya. ia telah mengeluarkan seluruh tenaganya dan tak mampu untuk menyerang lagi, saat pedang itu akan menembus lehernya untungnya bantuan datang, ia dibantu oleh penerus yang baru.


ia membawa mereka pergi ketempat yang aman. murid yang ahli pengobatan itu memberi tahu bahwa salah meminta agar menyelamatkan salah satu anak yang di culik mereka. setelah menyelamatkannya dan salah satu anak itu. penerus baru bergegas menyelamatkan anak yang di culik oleh segerombolan penghianat.


disana ia menemukan keadaan sang anak yang tak sadarkan diri dibawa di sebuah kediaman. penerus itu berhasil mengambil anak yang di culik. ia menitipkan ke salah satu kediaman yang dapat di percaya olehnya. malamnya ia kembali ketempat dimana murid yang ahli pengobatan itu."


Situa mengambil nafasnya lalu meraih cangkir tehnya.


"Kau tahu siapa murid yang ahli pengobatan itu ?"


Della menggeleng.


"dia bernama Kakek Wuyu" lanjut Situa yang membuat Della terbelalak.


"jadi kau adalah penerus baru itu ?" sahut Della dengan terkejut.


Situa diam tak menjawab ia menikmati secangkir teh.


"lalu siapa murid yang berambisi itu ?"


Situa membuka matanya


"dia adalah..."