
situa melihat kearah Della yang
berjalan ke sana kemari yang menghiraukan perkataanya.
"ehem... Lingxiu."
"penerus kecil kau mendengarkan
ku ?"
Della masih tak menggubris dan masih
asik dengan ke senagganya melihat pemandangan begitu indah
Situa : sepertinya telah salah aku
mengajak dia ke halaman belakang.-_-...
para pengikut Situa : hehehehe bagus
nona penerus bagus ! akhirnya ada juga yang bisa membalas situa.. teruskan kami
mendukungmu.. !
****
Mereka duduk di kursi sembari
menikmati secangkir teh dan camilan ringan. "bagaimana, penerus kecil ?
kau masih berhutang banyak sekali kepadaku, kau mau menjawabnya dari mana
?" jelas situa setelah itu menikmati teh merah. sebenarnya situa
mengetahui semua kejadian yang menimpa Della, namun ia ingin mendengar sendiri
penjelasan orang yang sedang bersamanya itu.
Della membenarkan duduknya lalu
menatap situa yang terlihat sangat santai, tenang dan terlihat aura yang sangat
tinggi berbanding terbalik dengan
sikapnya yang pertama kali ia lihat dulu. della menghelai nafasnya, terlalu
banyak yang ingin ia tanyakan hingga membuatnya bingung harus memulai bertanya
dari mana. entah mengapa ia merasa
setelah datang kemari otaknya
seperti terhambat dan tak se encer di dunianya. ia sangat sebal akan itu.
"santai saja, kau bingung bukan
?,tanyakan saja dari awal." ucapnya sembari menyandarkan badannya di kursi
goyang kesukaannya.
"sebenarnya siapa kau
? bagaimana kau bisa tahu kalau aku bukan Lingxiu yang asli ? apa
hubungannya dengan rusa emas itu ? siapa pedang Erlac ? Artcivc ? tanaman herbal
kualus, daun kuning pelangi, kakek wuyu, Liontin giok bunga kehidupan dan
pangeran ke tujuh kenapa dia ingin membunuh aku ?! maksudnya lingxiu ?!"
tanyanya panjang kali lebar tampa titik koma.
"ternyata kau cerewet seperti
simulut angsa (Zian)" ucap situa masih dengan memejamkan matanya lalu
membuka matanya.
"seperti yang beredar aku hanya
seorang penjaga gunung bintang, dan kau menanyakan burung es, rusa dan pedang
erlac ? tentu saja mereka mengenal diriku,siapa yang tak mengenal diriku di
gunung bintang ini ?." jelas Situa lalu ia menatap ke arah della.
"mau mendengar sebuah cerita
?" ucapnya mendadak mengajukan pertanyaan.
"cerita ?"
Situa mengambil cangkirnya.
"ada pepatah mengatakan jika
kau ingin mendapatkan kesempurnaan maka kau harus melepaskan keinginan,
keserakahan akan melenyapkan mu,
sama halnya dengan sebuah teh jika kau ingin mendapatkan rasa manis maka kau
harus menambahkan gula namun jika kau serakah akan menambahkan gula maka yang
bumi di siapkan untuk manusia bukan
untuk menjadi yang berkuasa melainkan untuk berusaha, bukan tentang siapa yang
pintar atau yang bodoh, bukan tentang yang mampu atau pun tak mampu, bukan pula
yang terkuat ataupun yang terlemah. tanah ini untuk semua mahluk. namun
kehidupan di dalamnya yang membuatnya menjadi kejam bagi yang lemah, menjadi
keji bagi yang tak mampu, menjadi budak bagi yang bodoh.
manusia memang mahluk cerdas
namun juga serakah, tak kan pernah puas dengan apa yang telah ia capai, selalu
inggin menjadi yang terbaik di antara yang terbaik. namun juga jangan di salah
faham kan dengan maknanya. keserakahan manusia itu terletak pada bagaimana ia
bisa mengendalikannya atau tidak.
dulu disebuah pegunungan abdar
ada sebuah kastil, kastil itu bernama kastil abdar abadi. kastil itu milik
seorang penyihir ia bernama Kuang. Kuang memiliki enam murid semua
diajarkannya sihir, ke enam murid itu memiliki keahliannya sihirnya tersendiri,
dari yang ahli pengobatan, tumbuhan, air, hewan, angin serta racun. semua
saling berkaitan dalam kehidupan. ke enam murid itu selalu membantu Kuang dalam
segala hal mereka juga mendapatkan tugas dari kuang untuk menjaga hutan di
sekitar pegunungan. mereka di tempatkan di belahan hutan yang berbeda-beda.
setiap saat mereka akan melaporkan keadaan hutan yang mereka jaga. suatu hari
Kuang bersemedi ia mendapatkan sebuah pengelihatan, kabar baik dan kabar
buruk. kabar baik yang ia lihat ialah bahwa suatu ketika akan ada seseorang
yang akan meneruskan kekuatannya namun bukan dari salah satu dari
muridnya.
Setelah selesai bersemedi Kuang
mengumpulkan ke enam muridnya dan memberi tahu akan pengelihatannya.
pemberitahuan tentang pengelihatan Kuang itu ternyata membuat salah satu
muridnya yang berambisi dan berambisi dan termasuk yang paling kuat itu tak
terima apa bila yang meneruskan kastil abdar abadi bukanlah salah satu dari
mereka. Kuang melihat keserakahan dalam diri salah satu muridnya itu. hingga
suatu hari muridnya itu mengajak ke lima temanya itu untuk memberontak kepada
Kuang dengan alasan tidak pantas seseorang luar menjadi penerus kastil Abdar
abadi, dan hanyalah orang dalam yang pantas meneruskanya. Namun semua murid kuang
menolak dengan ajakannya. murid yang berambisi itu menjadi semakin marah dan
benci terhadap mereka. hingga di suatu kumpulan melaporkan keadaan hutan, murid
itu terang-terangan menyerang Kuang, namun ia tak berhasil ia terluka lalu kabur kearah barat.
Setelah kejadian itu Kuang melakukan semedi hingga akhirnya orang yang diramalkan itu muncul. Kuang melatihnya dengan sangat serius ia dan ia mampu menguasai semua sihir itu, dan Kuan memberinya kalung bintang kehidupan. kalung itu adalah sebuah tanda pemilik kastil Abdar abadi dan pewaris semua elemen sihir.
setelah memberikan apa yang seharusnya ia berikan Kuang melakukan semedi abadi di sebuah goa hingga ahir hayatnya. setelah kepergian Kuang murid yang memiliki ambisi itu kembali menyerang penerus baru, ia mendengar tentang liontin bunga kehidupan, dan mencoba merebutnya namun usahanya tak pernah berhasil. penerus baru itu meninggalkan kastil dan memberinya sihir ilusi, tak sembarangan orang bisa melihatnya.
murid yang berambisi itu terus mencari keberadaan penerus baru dan liontin itu namun sampai sekarang tak pernah ketemu. hingga akhirnya ia bertemu salah satu murid dari gurunya itu yang ahli dalam pengobatan. ia menyuruh anak buahnya untuk mengikuti sang ahli pengobatan. hingga ia menemukan bahwa liontin itu berada di tangan sang ahli penobatan.
pada malam harinya murid yang ahli pengobatan itu di serang oleh murid yang berambisi. saat itu murid ahli pengobatan itu sedang menolong di kediaman salah satu bangsawan karna anak sang Mentri terkena racun langka hutan terlarang. seluruh keluarga itu di binasakan, murid yang ahli pengobatan itu berhasil kabur dengan kedua anak bangsawan itu, namun saat dalam pelarian ia di hadang pasukan murid yang berambisi. ia bertahan dan menyerang sekutat tenaga, ia juga harus melindungi kedua anak itu. hingga akhirnya ia terkuak lemas tak berdaya. ia telah mengeluarkan seluruh tenaganya dan tak mampu untuk menyerang lagi, saat pedang itu akan menembus lehernya untungnya bantuan datang, ia dibantu oleh penerus yang baru.
ia membawa mereka pergi ketempat yang aman. murid yang ahli pengobatan itu memberi tahu bahwa salah meminta agar menyelamatkan salah satu anak yang di culik mereka. setelah menyelamatkannya dan salah satu anak itu. penerus baru bergegas menyelamatkan anak yang di culik oleh segerombolan penghianat.
disana ia menemukan keadaan sang anak yang tak sadarkan diri dibawa di sebuah kediaman. penerus itu berhasil mengambil anak yang di culik. ia menitipkan ke salah satu kediaman yang dapat di percaya olehnya. malamnya ia kembali ketempat dimana murid yang ahli pengobatan itu."
Situa mengambil nafasnya lalu meraih cangkir tehnya.
"Kau tahu siapa murid yang ahli pengobatan itu ?"
Della menggeleng.
"dia bernama Kakek Wuyu" lanjut Situa yang membuat Della terbelalak.
"jadi kau adalah penerus baru itu ?" sahut Della dengan terkejut.
Situa diam tak menjawab ia menikmati secangkir teh.
"lalu siapa murid yang berambisi itu ?"
Situa membuka matanya
"dia adalah..."