
situa mengamati Zian, wah bocah angsa ini ternyata telah tumbuh dengan baik, bahkan ia terlihat lebih tinggi.
"apa yang kau lakukan disini, dan kau bicara dengan siapa ? Zian menoleh ke Situa. siapa dia kenapa wajahnya begitu asing ? apa ayah mengundang orang asing ini.
"maaf tuan, kalau boleh tahu siapa nama anda ?"
"apa kau tak mengenaliku ?"
Zian semakin mengerutkan keningnya, "Zian, Zixin, ternya kalian ada disini" seketika mereka menoleh.
bukankah itu Quan Zhu, kebetulan sekali,,aku bisa kabur.. seketika Situa pergi diam diam,
"Paman, ada apa" Zixin menyahut pertama
"maaf paman kami lama, kami sedang berbicara dengan……" sembari menoleh ke sampig namun orang itu sudah tidak ada. Eh,kemana orang tadi.
"sudahlah, sekarang kalian berkumpulah di ruang kerja ayahmu, mereka telah menunggu
kalian,"
“baiklah paman,” ahirnya mereka pergi menuju ruang kerja tuan zhu.
Situa
ahirnya bisa menghindar dan ia kembali menikmati makanan yang dihidangkan, matanya masih mencari sosok orang yang mempunyai kediaman ini, Zhu. Ia kemari untuk mencari perhitungan kepadanya. Disela-sela keramaian, mata situa menangkap pasangan menikah itu,
TerlihatDella membuang nafas kasar. Ah, lelahnya..
“kamu istirahatlah dulu,” seketika Della menoleh. “tentu, lagian aku juga sangat lelah”
Della melangkahkan kakinya namun tiba-tiba langkahnya terhenti ketika tangan junjuie meraih tangannya “tunggu,” aduh, apa lagi, seketika della membalikan badannya. “tunggu aku,” sembari mengedipkan sebelah matanya. Della mengerutkan keningnya. Junjie tertawa “sudah, sana istirahatlah” della semakin bingung dibuatnya. Tak mau ambil pusing ia segera beranjak dari tempatnya. Bagaimana sih orang ini, apa coba maksudnya. Suruh nunggu lalu mengusir, dan apa itu kedipan sebelah matanya.
Situa masih mengintai sepasang kekasih itu. Seketika situa tersenum menyeringai.
Della terus berjalan menuju kamarnya. Namun, kali ini ia terhenti berjalan belawanan arah. Ada apa ini kenapa aku berjalan berlawanan arah, dan, kenapa aku tak bisa bicara, sekedar untuk berteriak saja aku tak bisa. Tubuhku seperti dikendaikan seseorang.
Della berusaha melawan namun tak kuasa. Tolong ! seseorang tolong aku!. Ia terus berjalan seperti tehipnotis, terlihat seorang pelayan berjalan berlawanan dengan della saat bertemu pelayan itu membungkuk memberi hormat. Hei, kau tolong aku ! sial ! kenapa ini ! aku tidak bisa mengendalikan tubuhku sedikitpun. Siapapun. Tolong aku ! Junjie !
*****
Diruangan kerja tuan Zhu,
Mereka terlihat serius, quan zhu membang nafas jengahnya. Aduh mau sapai kapan mereka berdiam diri sepeti ini. “ayolah, mau sampai kapan kalian akan seperti ini” quan zhu ahirnya mengangkat bica duluan.
“keputusanku masih sama ayah. Aku menolaknya, ia masih terlalu muda untuk menanggung ini semua” Zian masih besikukuh dengan argumennya. Sepertinya telah terjadi perselisihan diantara merka.
“bagaimana denganmu zixin ?” seketika zixin mengerutkan kedua alisnya terlihat ia masih ragu-ragu untuk menjawabnya. Aduh. Bagaimana ini, aku harus pilih yang mana,,, aku masih ingin menghabiskan waktuku disini, aku tak mau pergi jauh dari sini, jika aku menolak ke inginan ayah…(sambil melirik ke tuan zhu) apa yang akan terjadi nanti aku tak bisa membayangkan, namun jika aku berkata menyanggupinya,,(lalu melirik keaah Zian) benar yang di katakana kakak, aku masih belum mumpuni untuk melakukan perkerjaan bisnis yang besar itu.
“a.aku,masih belum mempuni soal berbisnis ayah,”
“Zian saat seumur kamu ia sudah terjun di dunia bisnis, sekarang saatnya kamu belajar soal bisnis juga, bukankah ayah benar Zian,” sembari melirik Zian, namun Zian tak menjawabnya.
Jika, sampai ia terjun kedunia bisnis, ini akan menjadi penghalang buatku untuk menjadi pewaris ini semua. Sial. Kenapa ini harus terjadi, dimulai dari Lingxiu yang tiba-tiba menjadi sangat ahli denga berbisnis di tambah lagi dengan memasukan Zixin kedunia bisnis. Ini akan menjadi sebuah masalah besar, mereka akan menadi sebuah penghalang berat buatku. (sembari mengepalkan tanganya)
Terlihat Zixin masih ragu untuk menjawab. Tuan zhu beranjak dari duduknya “aku beri kalian waktu untuk memikirkannya kembali, sekarang kalian keluarlah dulu sambut beberapa tamu disana,” seketika mereka beranjak dari korsinya memberi hormat dan berlalu pergi.
“apa ini tidak terlalu awal untuk memberi tahunya, aku merasa kawatir dengan mereka” quan zhu angkat bicara.
“tidak, sudah saatnya mereka berkerja sama untuk ini semua”
“tapi aku menghawatirkan Zixin, dengan sifat Zian yang sepertinya tak merelakan untuk itu”
“karna itulah aku memasukan zixin sekarang, ia harus mengerti posisinya bahwa pewaris sesungguhnya ialah Zixin bukan bukan dia” tuan zhu beranjak dari duduknya,
“sudahlah, mari kita menusul mereka” sembari menepuk pundak quan zhu. Lalu berjalan keluar,
******
“kakak, dimana kakak ipar ?” xiuying menghampiri junjie, junjie menaikan satu alisnya. “istirahat,”
“kenapa cepat sekali ia kembali sih, padahal aku masih mau bicara dengannya”
“hei, apakau tak kasihan dengan kakak ipar, sendari tadi kau mengganggunya” tiba-tiba jinhai nongol disamping xiuying. Seketika ia mendengus. “diam kau”
“kakak,,ayolah ini penting buatku aku ingin bicara dengan kakak ipar,,”
“aku sungguh kasian sekali dengan kakak ipar, semogga telinganya tidak berdenging karea mendengar suaramu yang terus mengoceh”
“kau baru saja mengataiku cerewet ?!”
“aku tidak bilang”
Junjie membuang nafasnya, tak kusangka ternyata mereka sangat mengganggu telinga, jika terus begini gendang telingaku bisa tak berfngsi lagi.
“kalian diam. Xiuying. Ikuti aku”
Seketika xiuying mengikutinya, ia berbalik mengejek jinhai. Dan Jinhai terlihat kesal dengannya.
Mereka berhenti Saat tiba di depan pintu kamar “kau hanya ku beri waktu lima menit untuk berbicara denganya” seketika junjie beranjak pergi meninggalkan xiuying
“ihh, pelit sekali” xiuying mengetuk pintu kamar. “kakak ipar, apa kau ada di dalam” tak ada sahutan, ia mengetuk lagi namun tak dijawab.
Apa kakak ipar sudah tidur ya ? ia mencoba mengetuknya lagi, namun lagi-lagi tak ada jawban. Apa kakak ipar tak ada di kamar ?. “kakak,,,” xiuying membuka pintu kamar, ia melihat ke sekeliling. “kakak ipar,,”
Eh.Ngak ada orang. Katanya ia ada di dalam kamar, kemana kakak ipar pergi ?. karna orang yang ia cari tidak ada ahirnya xiuying kembali, ia berjalan lesu. Kakak ipar pergi kemana sih, ia terus berjalan. Menuju tempat jamuan menghampiri junjie.
“kakak ! kau berbohong padaku ya!” junjie tak menyahut hanya menaikan satu alisnya.
“ada apa ? pasti kau di usir sama kakak ipar yaa ?.hahaha” jin hai menyahut cepat saat melihat ekspresi xiuying.
“kakak, kau bilang kakak ipar ada di kamarnya, tapi kenapa waktu aku kesana ia tidak ada ?”
Della tidak ada dikamarnya ? bukankah ia tadi kelelahan, kemana ia pergi ?
“apa maksudmu tidak ada ?” junjie meletakkan gelas kemeja.
“beneran kakak aku tak bohong”
“mungkin kakak ipar sembunyi karna ia tahu kau akan menemuinya, hahaha”
“jinhai ! kamu sekali saja serius bisa ngak sih!”
Seketika junjie pergi kekamar della. Jangan bilang kamu kabur. Ia berjalan tergesa dan di ikuti xiuying dan jinhai. Saat sampai ia segera membuka pintu kamar. Kosong. Dimana dia,
“benarkan kak, kakak ipar tidak ada di kamar,” xiuying dan jinhai ikut serta masuk kamar.
“jinhai, kamu cari pelayan bernama neri, tanyakan dia “
“xiuying, kamu cari di tempat perjamuan. Temukan dia hal ini jangan sampai ketahuan siapapun”
“baik kakak” seketika mereka berpencar mencari della.
Della.Della. Kemana kamu pergi. Seharusnya ak tidak meninggalkanmu sendirian. Ia segera keluar dan mencarinya, dari tempat biasanya ia berada dan sampai kedanau namun ia tidak menemukannya. Dan ahirnya ia berjalan kembali kekamar della. Kamu menghiang kemana ? jangan bilang ada penyusup disini. Tapi itu tidak mungkin. Penjagaan disini sudah tiga kali lipat dari biasanya, siapapun tidak akan bisa melewatinya. Ia terus berjalan menuju kamar della.
Disisi lain xiuying sudah mencari di tempat jamuan dan bertanya kebeberapa orang namun ia tak menemukannya juga,
“hei kamu, apa kamu pelayan yang bernama Neri” seketika Neri menoleh. “iya tuan ada apa ?”
“dimana kakak iparku ?
Kakak ipar ? apa yang dimaksud adalah nona ?
“maksud tuan Nona ?”
“iya kakak iparku kemana dia berada ?”
“bukannya bersama tuan junjie ?”
“ah. Kamu gimana sih. Kakak iparku menghilang. Sekarang kakakku ajamencarinya.”
apa ? nona menghilang ?
“apa maksudmu nona menghilang ? bagaimana bisa ?! kamu bagaimana menjaganya ?” aduh,, nona kamu pergi kemana,,,,,. Seketika pergi begitu saja.
Jinhai menatap pelayan itu aneh. Tunggu. Seperti ada yang salah. Barusan ia memarahiku ? kenapa bisa begini ? aku dimarahi seorang pelayan ?.
“Hei ! kamu pelayan berhenti” jinhai ahirnya mengejar Neri. Sial kenapa aku malah mengejar pelayan itu.
Neri terus berjalan cepat tanpa menghiraukan yang lainnya. Yang ia pikirkan sekarang ialah nonanya. Ia harus menemukan nonanya, bagaimana pun juga caranya.
Xiuying ahirnya memilih kembali ketitik mereka bertemu. dan terlihat junjie sudah berada disana
“kakak,” seketika junjie menoleh. “Bagaimana ?”
“kakak ipar tidak ada disana”
neri terus berlari menuju arah kamar della sembari jinhai mengikutinya dari belakang. Ia terhenti ketika melihat junjie dan xiuying. “tuan,” sambil memberi hormat.
“tuan maaf tuan,dimana nona tuan ? apa benar nona menghilang ?” wajahnya panic.
Junjie tak menjawab.
Langkah Zian terhenti, pikiranya terkecoh dengan sebuah keributan didepan kamar Lingxiu. Ada apa disna. Ia berjalan mendekat, bukankah itu neri, lalu dimana lingxiu.
“apa benar nona menghilang ? apa nona diculik ?.” raut wajahnya menuntut akan jawaban.
Seketika zian menghentikan langkahnya. Apa maksudnya ?. ia segera mengumpat dan mendengarkan pembicaraan mereka.
“hei. Pelayan, kau begitu mempunyai nyali besar ya,” Jinhai sembari bersedekap “tunjukan sopan santunmu, beraninya kamu berkata seperti itu kepada seoang anak jendral. Oh, ya, beraninya tadi kamu juga memarahiku. Nalim besar sekali.” neri menghelai nafas jengah. Bisakah orang ini berfikir lebih pintar, bisa-bisanya disaat
seperti ini masih memikirkan hal itu. Berbalik menatap jinhai.
“apakah hal itu penting sekarang tuan ?”
“kau..kau..”sembari menunjuk “kau berani menyahutku lagi ?” neri tak ia balas tatapan jinhai yang semakin menantang.
Junjie membang nafas kasar “kalian cukup, apa menurut kalian ini sebuah lelucon !” seketika mereka berhenti menatap saling membunuh.
“kau, pelayan xiu’er, cari nonamu, ia menghiang saat pergi kekamarnya. Kenapa kau tak bersamanya sewaktu ia pergi kekamarnya.”
"maafkan saya tuan" sembai membungkuk
Jinhai mengejek pelayan itu tanpa suara. Dari belakang junjie. Dan membuat neri memendam kekesalan.
“dan kau, jinhai.” Seketika ia terdiam. Neri tersenyum megejek.
“siapa yang mengajari kau bertingkah sombong seperti itu ?”
Hahaha, dasar orang sombong rasakan itu. Baatin neri tertawa puas.
“maaf kakak”
“kakak, kita harus mencari kakak ipar kemana lagi, apa benar ia diculik ?"xiuying begitu panik. ini tak bisa dibiarkan lagi. disetiap tempat sudah dicari namun tidak ada yang menemukannya. seketika junjie melangkahkan kakinya, "kakak mau kemana ?" jinhai mengekor,
"memberitahu tuan zhu, dan yang lainnya"
Zian masih. mengintaipembicaraan mereka. ini harus dicegah.