
Di kediaman itu masih tersirat hawa kesedihan yang kental dan mendalam. pasalnya putra bungsu kediaman Zhu hilang sudah seminggu tak di temukan.
banyak yang menereka-nerka bahwa putra mereka telah mati dibunuh sang penjahat. ada pula yang menerka bahwa ia di selamatkan oleh seseorang. Berita simpang siur terus merajalela dimana-mana.
Seorang wanita terduduk lemas di kursi. matanya sembab karna mengeluarkan air mata yang sudah mengering. wajahnya pucat.
para pelayan menyiapkan makanan namun makanan itu tak tersentuh sedikitpun.
seseorang mendekatinya.
"ibu.." ucap Della lirih sembari memegang tangan ibunya lembut. hatinya tak bisa menutupi rasa yang ia rasakan sekarang. sedih jika melihat seseorang yang kita sayangi begitu terpuruk.
"ibu, makan ya.." bujuk Della sembari menyodorkan sendok yang telah berisi makanan.
Nyonya zhu hanya menggeleng. memalingkan wajahnya dari sendok.
"Kalau ibu tak makan nanti sakit.. makan sedikit saja oke " bujuk della sembari menyodorkan sendoknya kembali.
namun sayang nyonya zhu kembali memalingkan wajahnya.
Della meletakan sendoknya kepiring. ada raut sedih di wajahnya.
"jika ibu terus begini maka Zixin akan tambah sedih ketika melihat ibu tak maau makan. dia selalu bercerita kalau ia sangat sedih jika ibu tidak mau makan atau bersedih. jadi makanlah sedikit oke ibu, "
Della kembali menyodorkan sendoknya kembaali.
Nyonya zhu ahirnya memakan makanan yang disuapi oleh Della.
Sementara itu..
Quan zhu duduk di ranjangnya ada seorang tabib (tabib yang memeriksa quan zhu waktu awal ) yang sedang memeriksanya.
"kau sudah mendapatkan keberadaannya ?"
"maaf tuan, kami tidak dapat menemukan jejak sama sekali. ia seperti hilang tertelan bumi"
"temukan ia dalam keadaan mati. akan membawa masalah jika ia tetap hidup."
****
Junjie kini berada di ruang kerja tuan zhu (qiao zhu).
" Jadi. Kau akan pergi perang ?" ucap qiao zhu sembari menahan tangannya di meja.
"benar." jawab junjie singkat.
"berapa lama ?"
"ini belum pasti." junjie membuang nafasnya pelan "karna itu hari ini aku kembali. jadi lebih baik jika dia berada disini. dia pasti tidak akan kesepian"
"apa ia setuju ?"
"dia pasti akan setuju."
qiao zhu menghelai nafasnya.
"tapi. dia istrimu. tidak baik jika kau pergi tampa membawanya pulang ke kediaman jendral."
junjie diam.
"apa terjadi sesuatu diantara kalian ?"
qiao zhu mengambil nafasnya.
"setelah kecelakaan itu dia memang menjadi sedikit keras kepala namun juga menyenangkan. keinginanya tak bisa di elak, ia sering mengejutkan orang-orang dengan sifatnya sekarang. Mengertilah ia tidak bisa marah berlama-lama walau kadang memang ucapannya sedikit keras tidak seperti anak perempuan pada umumnya. Bujuklah ia, pada dasarna seorang perempuan itu ingin di mengerti"
***
Della memutuskan pergi ke kamarnya. saat pintu terbuka. Junjie telah berada disana berdiri menghadap jendela.
Della masuk tampa mengucap kata apapun. hawa canggu menyelimuti dirinya setelah kejadian di danau.
"Berhenti."
Della menghentikan langkahnya.
"ada apa ? bukankah kita akan pergi sekarang ?" ucap della sembari menyilangkan kedua tanganya.
Junjie berbalik badan dan langsung mendekati Della.
"Apa ?." ucap della sembari mundur satu langkah kebelakang.
"berikan tanganmu."
Della menaikan satu alisnya lalu mengulurkan satu tanganya. junjie langsung meraih pergelangan tangan Della dan lanngsung memakaikan sebuah gelang di tangan itu.
"Apa yang kau lakukan ?"
"ini untukmu. aku akan pergi sekarang kau tetaplah disini."
"Tunggu. apa yang kau bilang ?" della sembari menahan lengan junjie.
"kau akan pergi meninggalkanku disini ? bukankah aku harus ikut ke kediaman jendral ?"
Junjie diam tak menjawab.
CUP.
belum selesai ia menyelesaikan perkataannya mulutnya di bungkam oleh Junjie dengan bibirnya.
mata della terbelalak.
Junjie melepaskan ciumanya. lalu menatap Della lekat.
"Kau terlalu berisik. hingga membuatku ingin terus membungkam mulutmu itu."
Della masih dalam mode keterkejutannya. dan junjie masih menatap lekat dan dekat. dan melanjutkan perkataannya.
" aku minta maaf karna telah membuatmu sakit hati dan meninggalkanmu begitu saja di danau."
"aku.."
"shuuttt.. diam aku belum selesai" telunjuk junjie sembari di letakkan di bibir Della isyarat untuk berhenti.
"dan satu hal lagi aku tak suka bila kau mengatakan kata-kata kasar seperti tadi. terlebih mengatakan pernikkahan kita hanyalah konspirasi belaka."
"tapi memang benar pernikahan kita hanya konspirasi belaka." jawab Della sembari melepaskan tanganya.
Junjie mengambil nafasnya dalam.
pikirannya kembali kewaktu sebelum pernikahan itu terjadi
memang benar dia yang terobsesi dengan pernikahan itu untuk mengikatnya agar kembali kedunianya dengan mudah, ia memaksa keluarga zhu dengan tak terlihat, tak hanya itu di ia juga menjebak Della dalam kedok pernikahan konspirasi. sebenarnya apa yang ia lakukan hingga Della menerima pernikahan itu ? dan menyembunyikan identitas aslinya.
Entah sebenarnya apa yang di direncanakan oleh Junjie hingga berbuat seperti itu. hingga ia terjebak dalam permainanya sendiri.
"Kau masih marah padaku ?"
"tidak." ucap della sembari membelakangi tanganya dilipat di dada.
Bagaimana aku tak marah. Kau selalu saja bertindak sesuka hatimu, suka memerintah. dan lagi-lagi kau selalu saja mencuri ciumanku !.
hah. junjie membuang nafasnya. perempuan itu memang susah untuk di mengerti. selalu saja sifatnya berubah-ubah dan selalu berkata dengan kebalikannya.
junjie mendekat dan langsug memeluknya dari belakang. ia tak bisa memungkiri bahwa ia benar-benar telah terjebak oleh permainanya sendiri. dan telah jatuh hati kepadanya.
yang ada di kepalanya sekarang ialah meluruskan status pernikahanya. Ia tak mau pernikahan ini hanya di anggap konspensasi belaka olehnya.
"maafkan aku. maafkan aku."
Della kembali terbelalak dengan kelakukan Junjie.
A.apa-apa lagi ini. kenapa dia selalu bertingkah aneh ahir-ahir ini dan selalu mengejutkan. selalu membuntutiku kemana saja.
"kau. apa yang kau lakukan ?"
"ku mohon jangan ulangi kata konspirasi itu hatiku sakit mendengar kata itu. aku tak suka. mulai sekarang hubungan pernikahan kita lebih dari itu, aku tak mau main-main dengan pernikahan ini."
Della menelan ludahnya ia tak habis pikir jika Junjie mengatakan hal seperti itu.
Apa dia jatuh cinta kepadaku ?
"kenapa ? kau mengaku kalah ? kau jatuh cinta padaku ?"
"benar, jadi mulai sekarang perjanjian itu tak berguna lagi. mulai sekarang dan seterusnya kau hanya menjadi miliku menjadi istriku. kau tak boleh pergi dariku"
what. apa ini ? ini namanya memutuskan sepihak.
"kau memutuskan dengan sepihak junjie. maaf aku tak bisa."
"kenapa ?"
"karna aku tidak mencintaimu"
Junjie semakin mengeratkan pelukannya. seakan ia tak mau kehilangan.
"aku menolak penolakan. berikan aku waktu untuk membuatmu jatuh cinta kepadaku."
Della berusaha melepaskan dirinya. Namun iaa tak bisa. "apa kau gilla junjie ? itu tidak mungkin."
"akan ku buat itu mungkin. Si breksek Andika saja bisa menaklukanmu, aku lebih hebat darinya dan aku lebih dari segalanya di bandingkan dia. jadi jangan meremehkanku."
Deg.
seketika Della membalakan matanya. Bagaimana ia bisa tahu. apa selama ini dugaanku benar.
Della langsung menatap kearah Junjie.
"Kau. Bagaimana bisa tahu." tanya Della yang wajahnya penuh dengan tuntutan jawaban.
Seketika Junjie terdiam. ia tersadar akan perkataanya.
Bagaimana aku bisa keceplosan !
######
Hai pembaca budiman author butuh dukungan kalian dengan tekan tombol Like and comen...๐
agar tepat semangat untuk nulis๐